Feb 01

STANDARISASI PENDUKUNG DALAM MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN SISTEM MANAJEMEN BISNIS

Sebuah perencanaan akan selalu berhubungan erat dengan cara-cara (rasional) yang telah dipilih dan diaplikasikan untuk mempersiapkan masa depan bisnis. Dalam sebuah perencanaan terdapat beberapa tahapan yang biasanya dirumuskan sekaligus dibutuhkan, agar tujuan bisnis bisa tercapai. Sebuah aktivitas termasuk juga dalam suatu perencanaan, yang biasanya terbatasi oleh singkatnya waktu.

Singkanya, perencanaan merupakan suatu koordinasi dari kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang lebih spesifik dalam waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Secara umum bisa dikatakan bahwa bidang manajemen bisnis akan selalu terkait dengan yang namanya perencanaan. Setiap bidang usaha yang dilakukan oleh perorangan maupun perusahaan tetap membutuhkan yang namanya perencanaan terbaik, untuk sebuah target, tujuan, serta pencapaian yang tetap bisa diukur menurut standar tertentu.

Manajemen telah merujuk terhadap yang menjalankan, mengelola, sekaligus untuk membuat perencanaan bisnis. Dengan demikian, maka konsep manajemen dapat menjadi sebuah komponen terpenting yang berada di balik layar dari sebuah bisnis. Komponen lainnya yang juga sangat penting adalah berupa image maupun brand, yang berkaitan dengan kekuatan secara emosional dari sebuah perusahaan dalam upaya untuk menarik perhatian masyarakat terhadap barang/jasa yang dipasarkannya.

Pada bagian depan, terdapat produk/jasa, yang menjadi komponen bisnis yang ditawarkan kepada pasar. Suatu produk/jasa merupakan entitas yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Terdapat empat macam bidang manajemen yang setidaknya harus selalu diperhatikan dalam bidang manajemen bisnis. Setiap bidang aakan saling terkait satu sama lain dan tidak bisa terpisahkan. Artinya adalah, salah satunya tidak akan bisa bekerja tanpa kehadiran dari bidang yang lain, yaitu:

1. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

Sebuah bisnis tidak akan bisa berkembang tanpa adanya manusia. Karena itulah perlu dipikirkan dengan baik adalah siapa saja yang akan mengisi setiap posisi jabatan yang disesuaikan dengan kualifikasi serta kebutuhan dari bisnis. Pada titik ini, sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk membuat daftar kebutuhan dari sumber daya manusia untuk perusahaannya.

2. Manajemen Operasional.

Hal Ini sangat berkaitan erat dengan urusan produksi. Sebuah lini bisnis tidak harus memproduksi barangnya atau jasanya sendiri, namun bisa menggunakan jasa atau tenaga kerja dari orang lain untuk memproduksi sesuatu. Dari sinilah arti penting dari seorang yang berniat untuk menjalankan sebuah bisnis.

Apakah ia akan memproduksi jasa atau barangnya sendiri? Atau malah ia akan menggunakan jasa orang lain untuk memproduksi barang-barang tertentu yang ingin dijual/dipasarkannya. Selain tentang bentuk barang/jasa yang ingin dijualnya, orang juga masih perlu untuk mengecek tentang ketersediaan barang/jasa yang akan dijualnya.

3. Manajemen Keuangan.

Manajemen keuangan ini terkait dengan bagaimana mencatat sebuah pemasukan serta pengeluaran dalam satu periode tertentu. Pencatatan keuangan yang terbaik akan sangat membantu dalam mengetahui bagaimana perkembangan dari sebuah bisnis.

4. Manajemen Pemasaran.

Ide apapun yang sudah terwujud dalam bentuk jasa/barang, tentunya tetap membutuhkan untuk dipasarkan. Maka dari sinilah betapa pentingnya pengetahuan untuk memasarkan sebuah produk atau jasa. Pemasaran yang berkaitan erat dengan bagaimana dalam menjaring konsumen yang sesuai dengan pangsa pasar yang ingin ditujunya. Mengetahui dengan seksama bagaimana bentuk dan metode pemasaran yang lebih spesifik akan sangat membantu dalam mengenalkan barang/jasa yang diproduksinya kepada publik.

Manajemen bisnis sudah menjadi nyawa dari sebuah perusahaan, dan merupakan sebuah entitas yang sangat menentukan pertumbuhan dari sebuah perusahaan. Pengelolaan serta manajemen yang terbaik akan sangat membantu bagi perusahaan untuk bertahan dari segala macam permasalahan yang ada. Kemampuan manajemen yang baik akan sangat membantu perusahaan agar dapat berkembang menjadi lebih besar lagi.

Meskipun demikian, akan selalu ada saja sebuah bisnis yang gagal, padahal segala sesuatu yang terkait dengan manajemen sudah dilakukan dengan baik. Pada titik ini, terdapat kendala yang terkadang tidak mungkinbisa dihindari. Dalam lingkup yang jauh lebih besar, terdapat beberapa standardisasi yang mendukung untuk berkembangnya manajemen dari sebuah perusahaan, yaitu:

1. Manajemen yang terbuka dan keinginan untuk selalu belajar.

Pertimbangkanlah dari banyaknya perubahan diluar sana yang berjalan dengan sangat cepat.
Sebuah bisnis harus bisa menerima perubahan itu dan tidak bisa hidup dengan selalu menutup diri dari keadaan dunia di luar sana. Dengan cara seperti itulah, maka sebuah bisnis tidak akan ketinggalan dan bisa tetap bersaing dengan bisnis lainnya.

2. Memberikan lingkungan kerja yang mendukung dan nyaman bagi karyawan.

Seorang karyawan akan menghabiskan setengah dari hidupnya di dalam kantor, dan karenanya kondisi kantor harus mendukung pekerjaannya, memiliki lingkungan yang kondusif serta mampu memberikan kenyamanan yang lebih bagi karyawan. Suasana kantor yang nyaman dan penuh kekeluargaan akan sangat membantu untuk meningkatkan kinerja karyawan bagi perusahaan.

3. Manajer yang bersikap demokrat, tegas, dan terbuka.

Manajer adalah seorang penunjuk jalan utama bagi perusahaan. Mereka adalah nahkoda yang akan menentukan apakah sebuah tujuan bisa tercapai atau tidak. Seorang manajer seharusnya memiliki sikap yang terbuka, dengan mau menerima saran dan masukan dari bawahannya. Selain itu dibutuhkan adanya ketegasan dalam mengambil keputusan, serta memimpin dengan tangan terbuka. Artinya, ia harus mampu mengambil keputusan yang melibatkan banyak orang.

4. Perencanaan yang sangat matang.

Perencanaan yang telah disusun dengan sangat matang akan sangat membantu perusahaan dalam menghadapi berbagai tekanan serta permasalahan yang sudah diperhitungkan sebelumnya.

5. SDM yang Sejahtera, Loyal, dan Berkualitas.

Ini merupakan kunci utama yang akan mampu menggerakkan perusahaan dengan baik. Kualitas tidaklah cukup dan harus diimbangi dengan loyalitas. Karenanya diperlukan adanya ikatan emosional antara karyawan dengan perusahaan agar karyawan mampu memberikan kontribusi terbaiknya bagi perusahaan.

Demikianlah penjelasan tentang apa saja prinsip-prinsip dari manajemen bisnis yang harus diketahui oleh para pebisnis, dan harus dipahami oleh banyak orang yang sedang menjalankan sebuah bisnis. Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait artikel di atas dan membutuhkan berbagai pembuatan dokumen seperti SOP perusahaan dan software accounting untuk perusahaan? Silahkan hubungi 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu.

GD Star Rating
a WordPress rating system

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.