Previous Next

Jun 25

JANGAN MAU JADI SALES MISKIN

JANGAN MAU JADI SALES MISKIN

Profesi salesman apa bisa kaya? Pertanyaan seperti ini seringkali muncul, terutama dari kalangan fresh graduate. Mereka khawatir jika memilih karier sebagai sales adalah akhir segalanya. Namun mereka tidak tahu bahwa ternyata banyak orang yang memilih profesi ini menjadi kaya raya. Kemudian temuan yang paling mengejutkan bahwa salesman kaya raya itu ternyata adalah salesman yang tidak mencapai target. Mereka juga suka memutus pelanggan lama dan terus mencari pelanggan baru.

Salesman kaya raya ternyata adalah salesman yang pandai menghabiskan biaya operasional. Ia juga membenci pada nilai uang tertentu sebagai cara menggelembungkan assetnya. Idenya juga meloncat-loncat karena menurutnya investasi yang dibelinya bisa dibayar dengan komisi penjualannya. Ia menggesek kartu kreditnya bukan demi berhutang, sebaliknya demi penyediaan dana agar menghasilkan uang. Sales kaya termasuk pegawai yang berani berhutang, sebab ia memiliki pemahaman yang baik tentang time value of money. Ia cerdik menggunakan faktor kali dan memiliki cara unik dalam membangun kariernya.

Buku ini adalah buku yang menarik dan penuh inspirasi yang patut dibaca para praktisi penjualan, orang awam yang baru terjun pada penjualan, wirausaha maupun owner usaha atau siapa saja yang berminat dalam penjualan. Lebih unik lagi karena buku ini ditulis secara langsung oleh praktisi yang berpengalaman selama 25 tahun dan mendapatkan banyak “keuntungan secara financial” di sales & marketing.

GD Star Rating
loading...

Jun 25

KIAT SUKSES MEMASARKAN HARD GOOD LEWAT ON LINE

MEMASARKAN HARD GOOD LEWAT ON LINE

Pada suatu penelitian ditemukan bahwa sekitar 97% para pebisnis secara on line gagal. Ternyata diketahui bahwa kegagalan mereka bersumber pada terjebaknya mereka pada model mental dunia lama yaitu off line, membangun toko on line seolah “memasang sebuah toko” di on line, dengan infrastruktur navigasi, disain, merchandising, merchant account dan shopping cart, dan berpikir bahwa traffic sama dengan lokasi strategis yang mereka miliki di toko off line. Jelas hal ini salah besar!

Untuk membangun toko online ternyata kita harus memperhatikan : bagaimana kita membuat strategi memprajual toko on line melalui berbagai pernak-pernik artikel berbasis tema. Mengapa demikian? Ternyata para pengunjung toko on line adalah para pencari solusi. Oleh karena sifat inilah, yang membedakan traffic di off line dan on line. Buku ini akan membahas secara detail mengenai :

  • Sejarah penjualan secara on line, memandu agar pebisnis online tidak tersesat.
  • Dasar-dasar bisnis on line.
  • Bagaimana membangun sebuah situs berbasis tema.
  • Mengembangkan kata-kata kunci profitabilitas tinggi agar traffic tinggi.
  • Melonjakan traffic dengan program affiliate.
  • Memakai blog untuk memprajual toko anda.
  • Menginstal software shopping cart untuk mempermudah belanja.
  • Submit ke mesin-mesin pencari.
  • Membangun Elektronik magazine (Ezine) untuk tingkatkan penjualan.

Buku yang ada di tangan anda sangatlah sayang jika tidak segera dimiliki, sebab buku ini ditulis praktisi sales dan marketing off line dan on line. Buku ini sangat cocok untuk pemerhati bisnis on line, para awam yang ingin membuka usaha, para pemilik bisnis online, mahasiswa, dosen serta para peminat bisnis on line pada umumnya.

GD Star Rating
loading...

Jun 25

BUKU BEST SELLER “DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT”

DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT

Buku ini tercipta karena rasa prihatin penulis terhadap banyaknya distributor yang belum pernah berbenah dalam manajemennya, padahal tuntutan principal semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Tak semua produsen bisa menyalurkan produknya ke seluruh wilayah Nusantara. Masalah yang kerap dijumpai mereka adalah investasi dalam membangun infrastruktur—seperti kantor, sumber daya manusia dan armada pengiriman, risiko pengiriman (terjadinya huru-hara, jalan rusak, kehilangan), kemampuan dan penguasaan SDM terhadap para pelanggan lokal yang menyebabkan produsen memilih menggunakan distributor sebagai perpanjangan tangannya.

Belum lagi kendala wilayah geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, di mana ada 33 provinsi yang tersebar di 3.100 kepulauan berpenghuni, sepanjang 5.100 km dari barat ke timur dan selebar 1.900 km dari utara ke selatan, serta terpencar di 432 kota. Tantangan seperti ini kemungkinan tidak sanggup ditangani sendiri oleh principal. Mereka membutuhkan mitra kerja sama, yang antara lain adalah distributor lokal.

Kondisi Indonesia yang berpulau-pulau ini menyulitkan distribusi produk jika pekerjaan tersebut ditangani sendiri oleh principal. Tak mungkin principal bisa membuka cabangnya di seluruh Indonesia untuk melayani begitu banyak pelanggan tanpa bantuan distributor. Kalaupun bisa dilakukan, proses distribusi pastilah akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Belum lagi kerepotan untuk mengelola kantor cabang, SDM, beserta armada pengirimannya. Selain itu, biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk mempersiapkan dan menjalankan infrastruktur itu tentunya juga besar.

Distributor akhirnya menjadi tangan pertama yang menyalurkan produk sampai ke konsumen akhir. Distributor berperan dalam melakukan order ke retailer, mencetak faktur, lalu mengirim produknya. Distributor kini bahkan harus terlibat juga dalam proses menjual. Proses menjual yang jika dilakukan dengan baik oleh distributor inilah yang ikut menentukan juga apakah distributor itu bisa sukses atau tidak. Oleh karena itu, distributor haruslah menjadi manajemen yang bagus.

Mengapa kita harus menggunakan distributor lokal? Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

  1. Distributor lokal lebih menguasai medan atau wilayah secara detail.
  2. Distributor sudah memiliki sumber daya manusia yang siap pakai.
  3. Distributor sudah memiliki kapital yang siap untuk pengembangan lebih lanjut.
  4. Distributor sudah memiliki jaringan pelanggan yang mungkin bisa sangat berguna bagi Anda.
  5. Distributor bisa lebih dipercaya dan mereka bersedia menanggung risiko atas apa yang dilakukan dalam bisnisnya.

Namun, banyak kendala yang mungkin ditemui dalam memilih distributor, karena kebanyakan distributor yang ada berangkat dari pedagang (trader). Distributor dari pedagang yang ada ini belumlah cukup untuk disebut sebagai distributor profesional. Distributor profesional menurut para principal adalah mereka yang lengkap memiliki manajer, sales supervisor, tenaga penjual yang cukup, sistem komputer untuk menangani transaksi, memiliki jadwal kunjungan dan pengiriman, memiliki database pelanggan, serta memiliki hubungan dan kerja sama yang luas dengan banyak principal.

Tahap berikutnya adalah memperbaiki manajemen persediaan tradisional menjadi online. Jika sebelumnya distributor membuat suatu perencanaan dalam proses pembelian produk ke principal, kini hal tersebut bisa dilakukan secara online. Tak perlu lagi berbelit-belit lagi, karena principal sudah bisa melakukan estimasinya. Produk akan langsung dikirimkan ke distributor setelah melihat laporan secaraonline mengenai persediaan. Distributor akhirnya akan lebih mudah dalam mengontrol stok.

Mengingat pentingnya pengelolaan manajemen distributor dengan baik, distributor hendaknya menggunakan SOP sebagai landasan operasionalnya. Sedangkan dalam pelaksanaan SOP, tujuan yang ingin dicapai dalam aktivitas suatu pekerjaan adalah efektif dan efisien. Artinya, apabila para staf distributor sudah selesai melakukan pekerjaan dengan baik, maka hasil yang didapat juga akan baik. Uraian yang juga dibahas dalam buku ini adalah urutan principal untuk mencari mitra distributornya, serta bagaimana cara supaya bisa saling membantu dan bekerja sama.

Pada buku ini akan dijelaskan berbagai hal mengenai pengelolaan distributor dengan detail, mulai dari kerja sama principal dengan accounting, administrasi dan manajemen tenaga penjual distributor, sampai pada pengelolaan gudang, pengiriman, SOP, dan MoU distributor.

Jika tenaga penjual sudah pintar, distributor harus lebih pintar. Jangan sampai penjualan salesmanmelebihi target, tetapi akhirnya membuat bangkrut distributor. Kesuksesan pemasaran suatu produk selain terletak pada banyaknya produk yang dibuat produsen, sebenarnya juga berada di pundak distributor. Buku ini bagus digunakan bagi para pemilik usaha distribusi, pemilik toko (yang nantinya akan menjadi distributor), investor, sampai para pemasar. (Ivan Mulyadi/Majalah MARKETING)

GD Star Rating
loading...