Previous Next

Jun 25

KIAT SUKSES MEMASARKAN HARD GOOD LEWAT ON LINE

MEMASARKAN HARD GOOD LEWAT ON LINE

Pada suatu penelitian ditemukan bahwa sekitar 97% para pebisnis secara on line gagal. Ternyata diketahui bahwa kegagalan mereka bersumber pada terjebaknya mereka pada model mental dunia lama yaitu off line, membangun toko on line seolah “memasang sebuah toko” di on line, dengan infrastruktur navigasi, disain, merchandising, merchant account dan shopping cart, dan berpikir bahwa traffic sama dengan lokasi strategis yang mereka miliki di toko off line. Jelas hal ini salah besar!

Untuk membangun toko online ternyata kita harus memperhatikan : bagaimana kita membuat strategi memprajual toko on line melalui berbagai pernak-pernik artikel berbasis tema. Mengapa demikian? Ternyata para pengunjung toko on line adalah para pencari solusi. Oleh karena sifat inilah, yang membedakan traffic di off line dan on line. Buku ini akan membahas secara detail mengenai :

  • Sejarah penjualan secara on line, memandu agar pebisnis online tidak tersesat.
  • Dasar-dasar bisnis on line.
  • Bagaimana membangun sebuah situs berbasis tema.
  • Mengembangkan kata-kata kunci profitabilitas tinggi agar traffic tinggi.
  • Melonjakan traffic dengan program affiliate.
  • Memakai blog untuk memprajual toko anda.
  • Menginstal software shopping cart untuk mempermudah belanja.
  • Submit ke mesin-mesin pencari.
  • Membangun Elektronik magazine (Ezine) untuk tingkatkan penjualan.

Buku yang ada di tangan anda sangatlah sayang jika tidak segera dimiliki, sebab buku ini ditulis praktisi sales dan marketing off line dan on line. Buku ini sangat cocok untuk pemerhati bisnis on line, para awam yang ingin membuka usaha, para pemilik bisnis online, mahasiswa, dosen serta para peminat bisnis on line pada umumnya.

GD Star Rating
a WordPress rating system

Jun 25

BUKU BEST SELLER “DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT”

DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT

Buku ini tercipta karena rasa prihatin penulis terhadap banyaknya distributor yang belum pernah berbenah dalam manajemennya, padahal tuntutan principal semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Tak semua produsen bisa menyalurkan produknya ke seluruh wilayah Nusantara. Masalah yang kerap dijumpai mereka adalah investasi dalam membangun infrastruktur—seperti kantor, sumber daya manusia dan armada pengiriman, risiko pengiriman (terjadinya huru-hara, jalan rusak, kehilangan), kemampuan dan penguasaan SDM terhadap para pelanggan lokal yang menyebabkan produsen memilih menggunakan distributor sebagai perpanjangan tangannya.

Belum lagi kendala wilayah geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, di mana ada 33 provinsi yang tersebar di 3.100 kepulauan berpenghuni, sepanjang 5.100 km dari barat ke timur dan selebar 1.900 km dari utara ke selatan, serta terpencar di 432 kota. Tantangan seperti ini kemungkinan tidak sanggup ditangani sendiri oleh principal. Mereka membutuhkan mitra kerja sama, yang antara lain adalah distributor lokal.

Kondisi Indonesia yang berpulau-pulau ini menyulitkan distribusi produk jika pekerjaan tersebut ditangani sendiri oleh principal. Tak mungkin principal bisa membuka cabangnya di seluruh Indonesia untuk melayani begitu banyak pelanggan tanpa bantuan distributor. Kalaupun bisa dilakukan, proses distribusi pastilah akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Belum lagi kerepotan untuk mengelola kantor cabang, SDM, beserta armada pengirimannya. Selain itu, biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk mempersiapkan dan menjalankan infrastruktur itu tentunya juga besar.

Distributor akhirnya menjadi tangan pertama yang menyalurkan produk sampai ke konsumen akhir. Distributor berperan dalam melakukan order ke retailer, mencetak faktur, lalu mengirim produknya. Distributor kini bahkan harus terlibat juga dalam proses menjual. Proses menjual yang jika dilakukan dengan baik oleh distributor inilah yang ikut menentukan juga apakah distributor itu bisa sukses atau tidak. Oleh karena itu, distributor haruslah menjadi manajemen yang bagus.

Mengapa kita harus menggunakan distributor lokal? Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

  1. Distributor lokal lebih menguasai medan atau wilayah secara detail.
  2. Distributor sudah memiliki sumber daya manusia yang siap pakai.
  3. Distributor sudah memiliki kapital yang siap untuk pengembangan lebih lanjut.
  4. Distributor sudah memiliki jaringan pelanggan yang mungkin bisa sangat berguna bagi Anda.
  5. Distributor bisa lebih dipercaya dan mereka bersedia menanggung risiko atas apa yang dilakukan dalam bisnisnya.

Namun, banyak kendala yang mungkin ditemui dalam memilih distributor, karena kebanyakan distributor yang ada berangkat dari pedagang (trader). Distributor dari pedagang yang ada ini belumlah cukup untuk disebut sebagai distributor profesional. Distributor profesional menurut para principal adalah mereka yang lengkap memiliki manajer, sales supervisor, tenaga penjual yang cukup, sistem komputer untuk menangani transaksi, memiliki jadwal kunjungan dan pengiriman, memiliki database pelanggan, serta memiliki hubungan dan kerja sama yang luas dengan banyak principal.

Tahap berikutnya adalah memperbaiki manajemen persediaan tradisional menjadi online. Jika sebelumnya distributor membuat suatu perencanaan dalam proses pembelian produk ke principal, kini hal tersebut bisa dilakukan secara online. Tak perlu lagi berbelit-belit lagi, karena principal sudah bisa melakukan estimasinya. Produk akan langsung dikirimkan ke distributor setelah melihat laporan secaraonline mengenai persediaan. Distributor akhirnya akan lebih mudah dalam mengontrol stok.

Mengingat pentingnya pengelolaan manajemen distributor dengan baik, distributor hendaknya menggunakan SOP sebagai landasan operasionalnya. Sedangkan dalam pelaksanaan SOP, tujuan yang ingin dicapai dalam aktivitas suatu pekerjaan adalah efektif dan efisien. Artinya, apabila para staf distributor sudah selesai melakukan pekerjaan dengan baik, maka hasil yang didapat juga akan baik. Uraian yang juga dibahas dalam buku ini adalah urutan principal untuk mencari mitra distributornya, serta bagaimana cara supaya bisa saling membantu dan bekerja sama.

Pada buku ini akan dijelaskan berbagai hal mengenai pengelolaan distributor dengan detail, mulai dari kerja sama principal dengan accounting, administrasi dan manajemen tenaga penjual distributor, sampai pada pengelolaan gudang, pengiriman, SOP, dan MoU distributor.

Jika tenaga penjual sudah pintar, distributor harus lebih pintar. Jangan sampai penjualan salesmanmelebihi target, tetapi akhirnya membuat bangkrut distributor. Kesuksesan pemasaran suatu produk selain terletak pada banyaknya produk yang dibuat produsen, sebenarnya juga berada di pundak distributor. Buku ini bagus digunakan bagi para pemilik usaha distribusi, pemilik toko (yang nantinya akan menjadi distributor), investor, sampai para pemasar. (Ivan Mulyadi/Majalah MARKETING)

GD Star Rating
a WordPress rating system

Jun 25

EASY MARKETING

EASY MARKETING

Easy Marketing adalah buku yang didesain untuk para UKM dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan. Oleh sebab itu buku ini sangat cocok untuk para entrepreneur muda  karena berisi : memilih produk, memilih mitra distributor, memilih channel pemasaran yang handal, mengelola piutang dagang, serta lainnya.

Easy marketing termasuk buku ringan yang tidak ditulis oleh penulis lain. Penulis buku ini sangat cermat, dengan pengalamannya selama 25 tahun di berbagai perusahaan  dan industri dan kini sebagai konsultan bisnis, maka buku ini bisa menjadi pegangan para entrepreneur muda maupun yang senior. Untuk lebih mantapnya sebaiknya kita simak buku ini.

Untuk menghubungi penulis bisa kontak langsung ke Groedu International konsultan – Surabaya. Nomer telphon 031-33311179. Email: groedu@gmail.com.

GD Star Rating
a WordPress rating system