Previous Next

Sep 29

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA: ” TRIK MENGELOLA KARTU KREDIT AGAR LEBIH KAYA” (BAG – 9)

”Kartu kredit ini jika digunakan dengan baik, serta dimanfaatkan untuk kepentingan mencari uang, maka kartu kredit akan sangat membantu.”

– Frans M. Royan –

TRIK MENGGUNAKAN KARTU KREDIT AGAR TIDAK TERLIBAT HUTANG

TRIK MENGGUNAKAN KARTU KREDIT AGAR TIDAK TERLIBAT HUTANG

Salesman yang kaya tidak hanya pandai menjual barang, tetapi pandai juga dalam mengelola kartu kredit. Kalau hanya pandai menjual saja, tetapi banyak hutang di kartu kredit maka salesman memiliki problem yang besar terhadap keuangannya. Kartu kredit yang digunakan sekenanya akan memunculkan biaya yang sangat banyak, seperti bunga pinjaman, biaya pengambilan tunai, biaya materai, biaya administrasi, biaya iuran tahunan serta biaya lainnya. Kartu kredit yang tidak ditangani pelunasannya dengan baik akan memberatkan keuangan salesman itu sendiri. Oleh sebab itu banyak sales menjadi miskin karena kurang memperhitungkan keuangan akibat dalam menggunakan kartu kredit.

Salesman yang kaya akan memperhitungkan hal ini agar terhindar dari terlilit hutang akibat menggunakan kartu kredit. Ada pula salesman yang anti dengan kartu kredit dengan pertimbangan takut terhasut oleh penggunaan kartu kredit. Alasan ini masuk akal, namun di sisi mobilitas salesman masih membutuhkan sarana yang bisa digunakan untuk keperluan mendadak dan menunjukan prestise. Ada beberapa salesman untuk produk tertentu yang harus mengeluarkan uang untuk kegiatan entertaint. Nah, untuk kegiatan ini jika mengandalkan uang tunai tidaklah mungkin, berapa banyak yang akan dibayar belum bisa diketahui. Apalagi jika keperluan itu untuk hal-hal yang mendadak.

Salesman kaya dalam menggunakan kartu kredit tentunya sangat bijaksana. Jika sudah menggunakan, ia akan segera menyelesaikan kartu kredit, dan tidak mau membayar cicilan minimum. Membayar cicilan minimum dapat memperumit masalah karena harus menghitung sendiri dan rapi dalam menyimpan file tagihan. Mengelola keuangan lewat kartu kredit jika tidak jeli akan sangat membahayakan. Sekarang ini membeli apa saja akan mudah jika hanya berbekal kartu kredit. Konsekuensinya jika tidak bisa mengelola maka salesman yang banyak uangnya juga bisa terlilit hutang. Di bawah ini akan diulas berbagai hal yang berhubungan dengan bagaimana mengelola kartu kredit agar tidak terlilit hutang.

Sadar fungsi kartu kredit

Salesman kaya akan menyadari pentingnya fungsi kartu kredit. Kalau ada teman yang tidak mau menggunakan kartu kredit merupakan kebebasan individu. Kartu kredit akan memiliki manfaat yang besar jika kondisi urgent.  Misalnya ketika sedang travelling ke luar kota dan kebetulan harus membayar hotel dalam jumlah tertentu, maka kartu kredit dapat membantu banyak. Di luar kota selain bahan bakar, biaya parkir, makan, terkadang harus membelikan oleh-oleh untuk orang kantor. Membayar semua kebutuhan selama di luar kota dengan uang tunai dapat merepotkan terutama jika juga mendapat uang tunai dari pelanggan. Campur aduknya keuangan ini juga dapat menimbulkan selisih perhitungan. Serta yang tidak disadari pula keinginan membeli berang-barang yang menarik hati tidak bisa terbendung. Pengalaman memberikan bukti kalau sedang mengadakan perjalanan diluar kota banyak biaya yang akan dikeluarkan.

Kartu kredit akan banyak membantu dalam pembayaran berbagai hal yang nilainya cukup besar. Selain itu adanya kartu kredit juga sangat membantu jika proses klaim di kantor memiliki tenggang yang agak lama. Kalau klaim baru dibayar seminggu kemudian, dan anda membutuhkan biaya operasional lagi, maka uang tunai yang sudah digunakan tidak akan cukup menunjang operasional berikutnya. Jadi yang praktis dan bisa membantu adalah kartu kredit. Kartu kredit kan bisa dibayar sebelum jatuh tempo sebulan kemudian. Sementara itu klaim yang sudah cair bisa membantu biaya operasional berikutnya dan membayar kartu kredit yang jatuh tempo.

Salesman yang kaya sadar bahwa fungsi kartu kredit hanya sebagai penyedia dana bukan sebagai sumber dana. Itu artinya jika menggunakan kartu kredit berarti anda telah berhutang. Namun banyak salesman miskin yang mengira kartu kredit itu sebagai sumber dana, sehingga ketika hutang semakin menumpuk, ia kesulitan membayar. Problemnya sebenarnya sepele, ia mengabaikan pembayaran yang mestinya harus dilakukan. Ia tenang saja karena bisa membayar cicilan minimum. Ketika ia menggunakan lagi, dan menggunakan lagi maka hutangnya semakin menumpuk. Apalagi jika salesman tersebut memiliki banyak kartu kerdit.

Sebenarnya kartu kredit bisa menjadi sebagai sumber dana jika digunakan dengan tepat. Hal ini sangat masuk akal jika salesman mengembalikannya sebelum jatuh tempo, atau ia menggunakan untuk membeli kebutuhan urgent dan kemudian segera mengembalikan. Kuncinya agar tidak terjerat oleh kartu kredit, segeralah mengembalikan sebelum jatuh tempo. Serta hindarilah membayar cicilan minimum.

Membayar tepat waktu kartu kredit

Penggunaan kartu kredit selain dapat membantu biaya operasional dan kebutuhan hidup lain. Kartu kredit juga dapat menjebak orang masuk dalam jurang yang gelap. Artinya ia akan kesulitan jika sudah terlilit oleh hutang yang menumpuk. Salesman kaya selalu memperhatikan kartu kreditnya dan akan membayar segera jika sudah jatuh tempo. Ia juga menghindari pembayaran minimal, sebagai pertimbangan pembayaran minimal dapat mengajak orang untuk gampang menggunakan kartu kredit. ” Bisa dicicil saja kok repot” pasti pikiran kita seperti ini. Justru dengan pikiran seperti ini kita akan dijebak oleh kartu kredit. Dan seringkali sales miskin kejebak oleh hal ini.

Pembayaran minimal selain dapat menghambat konsentrasi anda pada pekerjaan, anda juga akan terkena bunga. Kenapa dapat mengganggu pekerjaan anda, sebab anda pasti akan selalu menghitung berapa sih hutang saya. Serta banyaknya pikiran-pikiran tentang hutang dapat menyebabkan anda terganggu dalam pekerjaan. Oleh sebab itu menyelesaikan sekaligus sebenarnya memperingan pikiran anda akan hutang-hutang anda. Tapi bagaimana kalau tidak ada uang? Nah, ini kasus lain. Kalau tidak ada uang mencicil adalah alternatif, namun tujuan akhir adalah segera menyelesaikan hutang itu agar tidak berlarut-larut. Membayar tepat waktu adalah suatu cara agar anda dapat mengelola kartu kredit anda dengan benar.

Jadi jangan remehkan kartu kredit. Kartu kredit yang digunakan dengan benar akan menjadi sahabat, tetapi jika tidak digunakan dengan benar akan menjadi musuh. Anda bisa-bisa dikejar-kejar debt collector yang kejamnya minta ampun. Selain dikejar-kejar, anda akan merasakan tekanan psikologis, sebab akhirnya semua orang tahu kalau anda memiliki banyak hutang, terutama tetangga, teman kantor atau mertua anda. Hi, tentunya ngeri sekali!

Ide pemanfaatan kartu kredit

Kartu kredit ini jika digunakan dengan baik, serta dimanfaatkan untuk kepentingan mencari uang, maka kartu kredit akan sangat membantu. Penulis memiliki bawahan (salesman) yang selalu datang ke klub, dimana klub itu menjual rokok Djie Sam Soe dengan harga yang sama dengan harga pasaran. Rekan saya kemudian membeli rokok-rokok itu setiap sabtu menggunakan kartu kredit yang dimilikinya. Setelah itu ia menjual rokok itu ke grosir dengan harga yang sama. Rokok ini oleh pabrik tidak dijual lepas kendali sehingga stoknya menumpuk di grosir. Grosir akan mendapatkan jatah lebih kecil dari pada permintaan konsumen, sehingga grosir kekurangan stok dan rekan saya begitu mudah menjual rokok itu.

Hasil penjualannya digunakan membeli perangko dan materai. Sore hari sepulang kerja, ia kemudian keliling ke toko-toko yang membutuhkan materai dan prangko. Ia menjual materai dan perangko dengan cara  tunai. Dari penjualan perangko dan materai ini ia mendapatkan selisih harga dan merupakan keuntungannya. Sebelum jatuh tempo ia bayarkan ke kartu kreditnya. Begitu seterusnya ia berulang-ulang menggunakan kartu kredit untuk membeli rokok dan menjualnya, hasil penjualan dibelikan perangko dan materai, setelah itu menjualnya ke toko-toko setelah hutang kartu kreditnya jatuh tempo ia membayar kartu kredit itu. Ini ide pemanfaatan kartu kredit untuk sebuah usaha.

Ada lagi yang mengambil uang tunai dari kartu kredit kemudian digunakan untuk membeli kartu hand phone perdana dan voucher isi ulangnya. Kartu yang dibelinya itu kemudian dijual di berbagai toko hand phone, dan ia membayar kartu kreditnya sebelum jatuh tempo. Ia lakukan berulang kali untuk mendapatkan margin dari kartu perdana dan voucher isi ulang. Ide ini sudah pernah di kisahkan pada buku berjudul ”tetap kaya di masa sulit” dan ini adalah kisah riil dan pernah dilakukan seorang rekan.

Trik penggunaan kartu kredit dilakukan pula oleh salesman kaya dengan membeli barang-barang murah, dan kemudian menjualnya kembali dengan harga normal. Namun untuk membayar barang-barang itu ia menggunakan kartu kredit. Dengan demikian ia memperoleh selisih harga yang merupakan keuntungannya. Kalau anda memiliki banyak ide tentang hal ini sebaiknya tulisakan ide-ide tersebut.

 

 

Tulislah ide-ide anda dalam penggunaan kartu kredit sehingga anda mendapatkan uang dari kartu kredit itu!

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Memaksimalkan utilisasi kartu kredit

Agar tidak terbelit oleh hutang dan penggunaan kartu kredit yang tidak maksimal sebaiknya mengevaluasi kartu kredit yang digunakan. Orang memiliki kartu kredit sebanyak 6 bank yang berbeda sudah wajar sekali, sebab sekarang ini pihak bank sangat mudah memberikan kartu kredit, apalagi kalau sudah pernah memiliki kartu kredit. Kartu kredit sebelumnya bisa menjadi refrensi bagi bank yang menawarkan kartu kredit. Salesman seringkali menggunakan kartu-kartu kredit itu. Tetapi apakah kartu kredit yang dimilikinya itu maksimal atau tidak? Oleh sebab itu salesman wajib mengevaluasi utilisasi kartu kredit dengan cermat. Menggunakan kartu kredit yang menganggur juga dikenai biaya misalnya uang iuran, biaya materai, biaya administrasi serta lainnya. Meskipun ada bank yang membebaskan uang iuran selama setahun atau lebih, namun anda juga dikenai biaya lain-lain. Untuk itu hitunglah pemakaian rata-rata anda dalam pengunaan kartu kredit itu.

Caranya selama enam bulan coba anda hitung penggunaan kartu kredit itu. Jika kartu kredit yang anda miliki sebanyak 6 dan masing-masing memiliki plavon 3,5 juta anda tinggal mengalikan limit anda. Limit kartu kredit anda sebanyak 6 bank itu sebesar  21 juta. Nah, jika anda selalu menggunakan setiap bulan hanya sebesar 5 juta, maka anda sudah kelebihan sebanyak 4 kartu kredit. Kartu kredit sebanyak 2 bank saja sudah cukup karena sudah mengcover kebutuhan anda. Jadi maksimalkan penggunaan kartu kredit dari pada harus mengeluarkan biaya yang tidak ada manfaatnya. Kita cenderung tidak sadar jika sudah menggunakan begitu banyak kartu kredit dan membayar iuran kartu kredit, padahal kalau mau dihitung kartu kredit itu dapat menyebabkan anda bisa kebelit hutang. Banyak rekan-rekan yang terbelit hutang dan dikejar-kejar oleh debt collector karena penggunaan kartu kredit yang salah. Kartu kredit dipikir sebagai sumber dana padahal hanya penyedia dana saja untuk sementara. Jadi janganlah pekerjaan anda terganggu hanya karena kesulitan membayar kartu kredit. Maka tutuplah kelebihan kartu kredit anda agar anda tidak memikul beban yang berat untuk pembayaran hutang itu.

Mencegah terlilit hutang kartu kredit

Pekerjaan yang paling sulit di dunia ini adalah melepaskan dari kebelit hutang yang mencekik. Orang-orang yang tidak tahan terhadap tekanan dan teror penagih hutang akhirnya melarikan diri. Ini bagi yang tidak bertanggung jawab. Sebagai salesman tentunya juga sering mendapati para pedagang yang akhirnya kabur setelah terlilit banyak hutang. Biasanya usaha mereka awalnya lancar, oleh karena tidak bisa mengelola keuangan akhirnya kreditnya tidak lancar. Sama halnya dengan yang dilakukan salesman miskin, ia sangat menderita lantaran tidak bisa mengontrol keuangannya. Awalnya mungkin  mencicil pembayaran dengan jumlah yang kecil, setelah itu ia tidak membayar yang cukup besar. Kemudian mulai terlilit hutang. Bagaimana agar tidak terlilit hutang?

Ada beberapa resep agar tidak terlilit hutang : 1) aturlah keuangan anda dan berbelanjalah yang dibutuhkan saja. 2) Serta gunakanlah kartu kredit jika dalam kondisi mendesak. 3) Bayarlah kartu kredit sesegera mungkin dan hindari membayar cicilan minimum jika tidak mendesak. 4) Catatlah semua pengeluaran yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit. 5) Kurangi kartu kredit jika penggunaannya tidak maksimal dan segera tutup kartu kredit tersebut.

Mengatur keuangan dengan berbelanja yang ”dibutuhkan” saja sangatlah bijaksana. Tidak semua orang mampu melakukan hal ini, tetapi kalau dipaksakan semua orang pasti bisa. Ada pepatah yang mengatakan bahwa ”penghasilan besar pengeluaran pasti besar”. Orang yang bergaji besar bisa memiliki banyak hutang, sementara itu orang yang bergaji kecil tidak sampai terlilit hutang. Tentu ada rahasia yang perlu diketahui, kenapa orang bergaji besar masih terlilit hutang sementara itu yang bergaji kecil malah bebas hutang. Nah, ini sangat berhubungan sekali dengan prilaku pembelian. Sejauh mana anda dapat mengendalikan pembelian anda. Kalau gaji besar dengan pembelian yang besar tentu saja orang bergaji besar berapapun akan habis dan banyak hutang. Sementara itu bagi yang penghasilannya kecil kalau hemat dalam mengeluarkan uangnya maka iapun akan terbebas dari hutang. Oleh sebab itu kendalikan pengeluaran anda, dan berbelanjalah apa yang dibutuhkan saja.

Pergunakanlah kartu kredit jika dalam kondisi terdesak. Walau salesman selalu membutuhkan uang untuk biaya operasional, namun menggunakan kartu kredit ini tidaklah masalah sejauh penggunaan kartu kredit itu dalam kondisi urgent. Salesman akan beresiko jika selalu menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan yang sangat konsumtif. Seperti membeli hand phone, TV LCD, kamera digital serta barang elektronik lainnya dengan cara berhutang. Apalagi ketika tagihan muncul, pihak salesman membayar cicilan minimum. Serta kemudian muncul lagi pembelian yang mengakibatkan hutangnya bertumpuk-tumpuk.

Bayarlah kartu kredit sesegera mungkin dan hindari membayar cicilan minimum jika tidak mendesak. Membayar cicilan minimum beresiko terlilit hutang. Orang membayar cicilan minimum adalah indikasi seseorang mulai kekurangan uang akibat pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan. Sebaiknya kalau tidak terdesak membayar semua hutang melalui kartu kredit akan lebih bijaksana.

Lebih bijaksana lagi jika mau mencatat semua pengeluaran yang menggunakan kartu kredit. Semakin cermat mencatat berarti tidak ada hutang sepeserpun yang terlupa, dan anda juga akan siap dengan pembayaran yang akan datang. Memang bank penerbit kartu kredit akan mengirimkan tagihan sesuai dengan jumlah belanjaan anda. Tetapi kalau anda tidak mencatat berbagai belanjaan, bisa jadi belanjaan anda akan melewati anggaran yang anda sediakan. Nah, kalau uang yang anda keluarkan melebihi anggaran yang sudah disediakan, maka anda akan kesulitan pula dalam menangani pembayaran kartu kredit anda.

Pesan terakhir agar tidak terlilit hutang akibat penggunaan kartu kredit adalah kurangi kartu kredit jika penggunaannya tidak maksimal dan segera tutup kartu kredit tersebut. Anjuran ini adalah untuk menghindari iuran tahunan, fee atas pengambilan tunai, materai, atau biaya administrasi lainnya. Sebaiknya anda menghitung pengeluaran rata-rata yang dilakukan via kartu kredit. Jika pengeluarannya rata-rata hanya 20% dari jumlah keseluruhan plavon kartu kredit, maka sebaiknya tutup kartu kredit anda agar anda tidak terbebani oleh biaya-biaya kartu kredit.

Tambahan satu lagi yang disampaikan oleh salesman kaya adalah ”jangan menggunakan kartu kredit jika penghasilan anda tidak ditunjang komisi”. Anjuran ini ada benarnya, kalau selama ini anda tidak pernah mencapai target, maka jangan coba-coba menggunakan kartu kredit. Salesman kaya selalu mencapai target penjualan dan salesman miskin tidak pernah mencapai target penjualan. Komisi yang didapat merupakan vitamin keuangan anda. Kalau ada komisi maka pengeluaran lebih dari anggaran masih ditutupi dengan komisi, tetapi kalau tidak ada komisi, siap-siaplah anda berhemat. Berhemat adalah senjata pamungkas agar anda tidak terlilit hutang dari kartu kredit yang anda gunakan.

GD Star Rating
loading...

Sep 22

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA : ” TRIK MENGATUR PENGELUARAN” (BAG – 8)

”Seorang sales kaya memiliki kemampuan menghindari untuk mengeluarkan uang yang tidak perlu untuk membeli barang yang diinginkan.”

– Frans M. Royan –

TRIK MENGELOLA PENGELUARAN

TRIK MENGELOLA PENGELUARAN

Di dalam hidup ini orang tidak luput dari pengeluaran. Begitu banyak kebutuhan yang harus dibeli sehingga pengeluaran kadang kala tidak seimbang dengan pemasukan. Nah, kalau sudah terjadi hal yang demikian maka kejadiannya akan sangat menyulitkan para salesman. Bisa jadi ia akan mulai gali lubang tutup lubang. Serta agar tidak terjadi demikian, tentunya para penjual harus pandai-pandai dalam menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran. Pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan biasanya berada pada lingkaran yang tidak terkontrol oleh para penjual. Misalnya saja tidak membeli barang yang dibutuhkan, tetapi membeli barang yang diinginkan. Barang yang dibutuhkan pada prinsipnya tidak bisa ditunda, sedangkan barang yang diiginkan masih bisa ditunda.

Sangatlah berbahaya kalau kita sering jalan-jalan ke Mall, di estalase toko-toko yang nampak bersinar itu dapat mengundang keinginan anda untuk membeli. Pertama mungkin anda tidak sadar dengan harga yang ditawarkan, seperti mumpung ”ada diskon 30%” anda diajak untuk mampir ke toko itu oleh para SPG toko. Anda semula tidak tertarik, karena anda sudah masuk toko dan sempat melihat-lihat serta ada sedikit keinginan membeli, akhirnya anda belanja juga. Nah, peristiwa yang seperti ini seringkali terjadi. Orang biasanya tidak tahan dengan munculnya produk baru dan selalu ingin membelinya. Apalagi jika sedang membawa uang dan membawa kartu kredit.

Seorang sales kaya memiliki kemampuan menghindari untuk mengeluarkan uang yang tidak perlu untuk membeli barang yang diinginkan. Ia tidak akan tergelincir pada kegiatan gali lubang tutup lubang oleh karena masalah terpancing  untuk membelanjakan uangnya. Jadi apa yang sering dilakukan oleh salesman terhadap pengeluarannya? Simaklah beberapa hal yang dijelaskan di bawah ini.

Mencatat pengeluaran anda selama ini

Pada umumnya urusan catat mencatat ini justru akan menghambat keleluasaan seseorang, lebih-lebih jika dihubungkan dengan masalah gengsi. Orang akan gengsi jika ketahuan mencatat pengeluaran-pengeluaran di hadapan orang lain. Seperti mengajak entertaint pelanggan, salesman kadang kala melakukan hal ini dan pada saat mau mencatat uang yang dikeluarkan, maka anda akan mengalami kegelisahaan seperti muncul perasaan: malu! Oleh sebab itu anda harus memiliki strategi dalam mencatat apa saja (kebutuhan keluarga, pribadi, anak-anak, dan lain-lain) yang akan dikeluarkan dengan cara mengumpulkan bon-bon yang sudah diterima. Setelah bon-bon itu dikumpulkan  maka buatlah tabel pengeluaran seperti di bawah ini:

URAIAN PENGELUARAN

Biaya operasional sales

Pulsa HP

Bahan bakar

Parkir

Makan

Biaya perawatan kendaraan

Beli assesoris kendaraan

Kebutuhan rumah tangga

Listrik

Telepon

Air

Sembako

Perawatan badan (Sabun, odol, serta lainnya)

Iuran sampah dan Siskamling

Kesehatan (Vitamin, massage, dan lain-lain)

Uang saku untuk anak

Buku-buku untuk anak

Langganan koran

Langganan majalah anak-anak

Langganan Majalah Wanita

Langganan Majalah Pria

Membayar pihak lain

Uang sekolah

Iuran Arisan

Kursus anak

Cicilan rumah

Cicilan kendaraan

Premi Asuransi

Kebutuhan pribadi dan lain-lain

Beli buku

Beli rokok

Makan bersama teman

Nonton Bioskop

Beli Film DVD

Beli CD Play station

Arisan keluarga

………………………………………………………………..

………………………………………………………………..

 

Kalau anda rajin untuk mencatat keperluan anda, maka anda akan mengetahui dan betapa kagetnya setelah uraian pengeluaran itu dijumlahkan semuanya. Angkanya bisa lebih dari yang anda duga. Serta yang membuat terkejut adalah ternyata pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Kalau sudah terjadi seperti itu anda mestinya langsung introspeksi atau sebaliknya malah menjadi linglung. Nah, sekarang anda sudah membuktikan bahwa ternyata dengan mencatat semua pengeluaran yang sudah dilakukan setiap bulan anda bisa melihat betapa banyak pengeluaran yang mestinya tidak anda inginkan. Dan anda bertanya-tanya: untuk apa sih membelanjakan semua uang itu untuk keperluan yang tidak penting?

Seorang salesman yang kaya sebelum membelanjakan uangnya pasti akan mempertimbangkan, apakah perlu membelinya atau sebaliknya. Jika membeli pasti akan merogoh kocek dan menambah pengeluaran yang tidak semestinya. Misalnya saja anda melihat sebuah DVD film yang terkini dan anda ingin melihatnya. Tapi barang ini setelah dilihat akan diletakan begitu saja di rak dan tidak pernah digunakan lagi. Kalau DVD bajakan sih tidak masalah karena harganya tidak sampai 10 ribu rupiah, tapi kalau DVD original, anda tentunya siap-siap mengeluarkan uang lebih banyak dari semestinya. Anda tentu berpikir sekali lagi, untuk apa membeli DVD itu. Idealnya untuk menghemat uang mestinya ada suatu cara yaitu menyewanya DVD itu, toh film hanya dilihat sekali dua kali saja selanjutnya sudah bosan. Ini sebuah ilustrasi membeli barang yang sebenarnya tidak harus mengeluarkan uang banyak-banyak.

Daftar pengeluaran akhirnya sangat berguna bagi seorang salesman dalam mengendalikan pengeluarannya. Jika pengeluaran bisa dikendalikan dengan baik, maka untuk mendapatkan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran lebih mudah. Jangan sampai tiba-tiba mempersalahkan istri yang ”katanya” tidak bisa mengelola keuangannya sehingga banyak hutang di sana-sini. Padahal kalau mau ditelusuri ternyata sebab yang paling utama adalah banyaknya pengeluaran tidak perlu yang sudah dilakukan. Oleh karena istri tidak bisa menyeimbangkan keuangannya maka akhirnya berhutang di sana-sini.

Kurangilah belanjaan yang tidak bersifat primer. Melakukan pengurangan pembelian yang tidak bermanfaat secara primer tidak akan menyulitkan posisi keuangan anda. Misalnya saja anda sudah tidak lagi membeli barang assesoris untuk kendaraan anda, toh tanpa assesorispun kendaraan itu sudah berfungsi baik. Maka lihatlah utilisasi kendaraan anda saja dibanding kecantikan kendaraan. Kalau kendaraan hanya dipakai seminggu sekali, dan anda menghiasnya sedemikian rupa, berarti itu sebuah pemborosan. Kalau selama ini anda memanggil tukang pijit sebulan empat kali, karena anda hobbi pijat, maka kurangilah menjadi 2 kali saja sebulan. Begitu pula dengan langganan majalah, jika majalah itu hanya bersifat hiburan dan tidak menunjang karier anda, sebaiknya gantilah dengan majalah yang berharga murah. Sekarang ini banyak majalah second murah yang masih bagus dan bisa dibaca dengan enak. Saya kira informasi yang ada di majalah tidaklah akan basi, kecuali informasi yang ada di surat kabar. Begitu pula dengan majalah anak-anak kita sebaiknya digantikan dengan majalah second yang masih layak baca. Informasi yang belum pernah dibaca merupakan informasi baru meskipun majalahnya itu lama.

Arisan? Apakah perlu dengan arisan itu. Arisan seringkali beresiko dibawah lari oleh sang bandar. Oleh sebab itu salesman kaya tidak menyukai mengikuti arisan, sebab lebih baik uangnya lebih aman ditabung  saja di bank. Bagaimana dengan arisan PKK dan Keluarga? Kalau sifatnya hanya bersosial dan jumlahnya sedikit tidaklah masalah, tetapi jangan mengikuti arisan yang tujuannya khusus mendapatkan uang. Membeli CD play station hingga bertumpuk-tumpuk juga merupakan pengeluaran yang mestinya tidak harus dilakukan. Kalau mau membelinya sebaiknya di batasi saja. Begitu pula dengan acara nonton bioskop yang selama ini setiap minggu nonton, bisa dikurangi menjadi sebulan sekali saja.  Mengurangi frekuensi untuk mengeluarkan uang berlebihan bukan berarti melarang untuk hidup lebih baik dan layak, tetapi demi penghematan yang semestinya agar terjadi keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Buang kebiasaan tertentu

Buanglah kebiasaan yang sangat merugikan diri sendiri maupun kesehatan seperti membeli rokok sehari sampai 5 pak. Kalau rokok yang dibeli rokok murahan tidak menjadi masalah. Tetapi kalau rokok yang dibeli adalah merek Djie Sam Soe, maka pengeluaran akan meningkat. Memang tidak ada yang melarang anda merokok, tetapi di sini mungkin pesan yang mau disampaikan adalah mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi saja, agar dengan mengurangi sedikit demi sedikit andapun juga berusaha untuk menghilangkan kebiasaan merokok hingga nol persen.

Selain itu buang pula kebiasaan makan di luar setiap minggu. Saya memiliki seorang teman yang sampai hari ini harus bingung mengontrak rumah. Setiap kali kontraknya habis, ia bingung akan mau pindah kemana lagi. Suatu waktu saya melihatnya sekeluarga kedapatan sedang makan di KFC. Saya tidak tahu kenapa ia tiba-tiba mengatakan pada saya, wah kalau seperti ini terus pasti bangkrut. Saya berpikir untuk apa ia mengatakan seperti itu, ternyata ia sedang mengeluh karena anak dan istrinya meminta setiap minggu untuk mengunjungi KFC atau Mc Donald untuk makan ayam gorengnya. ” tidaklah masalah!” kata saya. Tapi kalau terus-terusan seperti ini selain kesehatan mereka akan buruk, fulusnya juga akan habis. Saya baru mengerti jika mereka selalu ke KFC atau MC Donald hanya untuk makan ayam gorengnya. Kebiasaan ini kalau bisa dikurangi akan sangat baik, sebab terlalu sering juga mengganggu kesehatan, dan kantong anda akan cepat bolong. Kisah ia tidak bisa membeli rumah bisa jadi akibat adanya kebiasaan-kebiasaan yang selalu menghabiskan uang.

Selalu berpergian tiap minggu juga perlu dikurangi agar pengeluaran anda lebih kecil dari penghasilan, dan sisanya bisa ditabungkan. Berdarmawisata setiap minggu juga baik untuk penyegaran jasmani dan rohani, tetapi dalam kondisi yang seperti ini, salesman yang memahami artinya uang, maka ia akan mengurangi acara-acara kreasi yang terlalu sering. Begitu pula acara makan dengan teman sebaiknya dikurangi. Makan dengan teman merupakan trend baru sekarang ini. Terutama jika lama tidak bertemu tetapi anda akan keluar uang untuk membayar makanan itu, atau teman anda yang mentraktirnya. Namun jika anda yang mengundang teman, kemungkinan besar andalah yang akan membayar semua makanan. Kurangilah kebiasaan ini demi kelangsungan keuangan anda.

Serta yang paling penting lagi adalah kurangilah kebiasaan membeli barang yang sifatnya tidak urgent. Seperti yang ada dalam daftar pengeluaran di atas antara lain assesoris kendaraan, film DVD, CD play station, serta lainnya, dimana jika tidak membeli barang itu tidaklah mengganggu keseimbangan kehidupan anda. Kalau kebutuhan membeli beras, jika tidak dibeli maka akan mengganggu kesehatan anda. Tapi kalau barang-barang bukan kebutuhan primer yang disebut itu tidak dibeli, maka apakah akan mengganggu keseimbangan hidup anda? Tentu saja tidak kan!

Mencatat setiap belanjaan

Berbelanja kalau mau hemat dan tepat guna memang harus dicatat, namun banyak sekali  para istri salesman yang tidak mau melakukan hal ini karena suaminya memiliki gaji yang besar. Tunggu dulu! Jika hal ini dilakukan terus menerus, dijamin keuangan keluarga tidak akan sebaik ibu-ibu yang dengan cermat mengatur keuangannya dengan cara mencatat apa saja yang dibutuhkan sebelum berbelanja. Mencatat apa yang mau dibeli memiliki manfaat antara lain : untuk menghindari teknik penawaran para penjual, untuk menghindari impulse buying perusahaan, untuk menghindari lupa dengan apa yang dibelinya, untuk menghitung ketersediaan anggaran dengan barang yang dibelinya dan untuk menghitung pengeluaran bulanan.

Pernahkah tiba-tiba anda dikirimi surat oleh suatu perusahaan tertentu, entah itu yang menetap di stand mall, lokasi pameran atau di kantor-kantor yang ada di suatu perumahan. Isi dari surat itu bahwa anda telah beruntung mendapatkan sebuah hadiah. Pihak penerima surat akan merasa senang terhadap surat itu dan kemudian mengunjungi alamat kantor itu, tetapi setelah bertemu dengan para marketingnya, ia menjadi tak berdaya dan tiba-tiba berminat membeli satu set perlengkapan memasak yang harganya senilai 5 jutaan. Para pemasar produk dengan lihainya bisa mempengarui orang yang tidak ingin membeli jadi ingin membeli. Trik-trik penjualan tingkat tinggi ini seringkali memperdaya para konsumen yang tidak berdaya. Penulis tidak setuju dengan trik-trik penjualan yang berunsur penipuan ini. Bagi penjual yang sejati tidak akan melakukan penjualan yang tidak terpuji, dan ini sering dilakukan oleh mereka yang ingin merusak image para penjual. Jika memiliki catatan apa saja yang akan dibelinya tentunya barang yang ada diluar catatan tidak akan menjadi perioritasnya.

Memiliki catatan adalah upaya untuk menghindari impulse buying. Kalau anda ke supermarket dan melihat ada produk yang dipajang dengan manisnya, anda kemudian membelinya meskipun barang itu berada di luar catatan anda, ini yang dinamakan impulse buying. Jadi panjangan produk itu secara psikologis menyebabkan anda membeli barang diluar perencanaan. Nah, sebagai salesman yang kaya selalu menggunakan catatan jika ingin berbelanja. Kebiasaan ini tentunya akan tertular pada para istri mereka.

Catatan secara sederhana digunakan untuk menghindari ”lupa” terhadap apa yang dibelinya. Melalui catatan yang sudah disiapkan anda tidak akan terlewat dengan apa yang ingin anda beli. Maka sangatlah efektif jika berbelanja dengan menggunakan berbagai catatan. Catatan itu juga bisa digunakan untuk menghitung ketersediaan anggaran dengan barang yang dibelinya. Anggaran yang ada harus diperhitungkan sebelum membeli barang-barang kebutuhan. Salesman yang kaya selalu menghitung anggaran dengan cermat dan tidak menggunakan uangnya lebih dari anggaran.  Setelah menggunakan catatan maka catatan itu bisa digunakan untuk menghitung pengeluaran bulanan. Jadi banyaklah manfaat catatan untuk mengatur keuangan anda.

Koreksi bon dengan benar

Jangan cepat percaya dengan perhitungan yang dibuat oleh restoran maupun supermarket. Kalau habis makan atau berbelanja, cobalah anda meneliti ulang apa yang anda beli dan harga dari barang yang anda beli. Jangan sampai anda membeli obat nyamuk yang harganya seribu rupiah, tetapi di bon anda dihitung seratus ribu rupiah. Begitu pula bon makanan yang anda pesan hitungannya tidak cocok dengan makanan yang anda pesan. Penulis beberapa kali menemui kesalahan pihak restoran, maupun supermarket dalam menghitung rincian belanjaan maupun menu makanan. Mereka bukan sengaja melakukan hal itu, tetapi program komputer yang dioperasikan salah input dimuka, atau sedang mengalami acak karena baru saja ada perubahan harga dari supplier. Sementara itu di restoran, pesanan makanan yang batal dipesan kadang dirinci dan kalau kita tidak mau teliti maka anda akan membayar lebih banyak dibanding semestinya.

Mencegah kesalahan dari pihak store atau resto harus dilakukan sedini mungkin yaitu dengan cara meneliti bon yang anda terima dan apa yang anda beli beserta angkanya. Ada yang mengatakan terlalu buang waktu, sehingga acuh tak acuh saja dengan bon-bon yang diterimanya. Kalaupun diterima ia menelitinya selintas saja, dan kemudian membuangnya ke tong sampah. Salesman yang kaya tidak akan melakukan hal itu, ia akan meneliti dan kalau sudah cocok akan dimasukan dalam file yang dimilikinya. File itu bisa agenda kecil seukuran besarnya saku baju. Semua berkas bon yang didapat dari pengeluaran selalu dikumpulkan di tempat itu. Serta ia selalu mencatat pengeluarannya yang tidak mendapatkan bon dalam deret angka dan tanggal pengeluaran. Setiap bulan akhirnya ketahuan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk hidupnya.

Mengoreksi bon yang didapat dari belanja atau makan di restoran adalah tindakan yang memalukan untuk sebagian orang, tetapi ini adalah suatu cara bagaimana mengatur pengeluaran agar tidak lebih besar dari pada pemasukan. Selain itu untuk menghindari kekeliruan yang berakibat kerugian pada anda. Secara singkat mengoreksi bon adalah untuk mengajari kita teliti, ingat dan menghitung apa saja yang dikeluarkan dari kantong anda. Untuk menjadi salesman kaya ternyata bukan hanya karena harus memiliki penghasilan yang besar, tetapi juga mencakup ketelitian dalam mengeluarkan uang.

GD Star Rating
loading...

Sep 15

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA : ” TRIK MENGELOLA GAJI KE TABUNGAN” (BAG-7)

”Sebenarnya masalah pintar atau tidaknya seseorang bukan menjadi jaminan seseorang bisa menjadi kaya. Intisarinya ”bagaimana ia bisa menghargai jerih payahnya” kalau sudah tidak menghargai jerih payahnya pada umumnya orang kurang mengontrol pengeluarannya.”

-Frans M. Royan –

TRIK MENGELOLA GAJI  KE TABUNGAN

TRIK MENGELOLA GAJI KE TABUNGAN

Kalau komisi  tidak usah ditabung tetapi langsung untuk membayar cicilan, maka gaji bisa disisihkan untuk tabungan. Bagaimanapun caranya, meskipun selama ini kita tidak bisa menabung, kita tetap harus mengusahakan bisa menabung. Menabung bukan saja sebagai cara-cara kita berjaga-jaga, tetapi sebenarnya memiliki tujuan untuk menggelembungkan kekayaan. Kalau rajin menabung dan menaruh uang hasil tabungan di tempat yang benar, keuntungan pasti di pihak penabung. Sekarang ini jenis tabungan beraneka ragam. Ada tabungan yang sekaligus memberikan proteksi kesehatan, kematian, biaya pendidikan atau ketika terjadi resiko lainnya.

Meskipun sudah tahu manfaatnya, tetapi masih banyak pula orang tidak bisa menabung dari gajinya. Gaji yang didapat seolah mengalir seperti air. Tidak hanya orang yang bergaji pas-pasan yang memiliki alasan seperti ini, tetapi salesman dengan penghasilan tinggipun juga tidak bisa menabung. Apa yang menyebabkan semua ini? Tentunya bukan dari besar kecilnya gaji yang didapat oleh para penjual, tetapi bagaimana penjual itu dapat mengelolah gajinya sedemikian rupa supaya bisa disisihkan untuk tabungan. Di bawah ini ada suatu kisah yang sangat menarik mengenai atasan dan bawahan.

Seorang atasan tiba-tiba memanggil anak buahnya. Anak buahnya merasa ketakutan, sebab sekarang ini sedang maraknya orang di-PHK, apalagi perusahaan dimana ia bekerja sedang mengadakan perampingan karena penjualan produk turun drastis akibat pasokan dari pabrikan kurang memenuhi quota. Para penjual bekerja berdasarkan produk yang ada di gudang dan tidak seagresif sebelumnya. Kondisi ini bagi salesman yang kaya merupakan kerugian, oleh sebab itu bagi mereka yang memiliki kewajiban ”mencicil” rumah, tanah serta lainnya segera mencari pekerjaan baru. Atau sumber penghasilan baru yang selama ini tidak dipikirkan.

Begitu pula dengan bawahan yang sedang dipanggil itu, ia merasa takut ”dipecat” karena sekarang ini ia memiliki kewajiban mencicil rumah yang baru dibelinya, sepeda motor yang dipakainya, serta cicilan tanah yang kurang 2 kali cicilan. Di rumah istrinya sudah diberdayakan untuk menambah penghasilan dengan cara membuka toko makanan ringan untuk anak-anak. Ia ketika dipanggil pikirannya sudah melayang kalau mau dipecat, sehingga sedetik kemudian ia sudah merencanakan jika hal itu benar-benar terjadi.

Ketika sudah berada di hadapan pimpinannya, seorang sales manager yang juga pegawai di perusahaan itu, keringat dinginnya mengucur deras dari dahinya. Atasan salesman itu merasa heran juga dengan bawahannya karena tidak seperti biasanya. Ketika suara atasannya terlontar, jantung ia seperti copot mendengarnya. ” Iya…iya…pak!”  ” kau jangan gugup! Tenang-tenang….” katanya dan lanjutnya ”Kenapa kau kupanggil di ruangan ini?” ” he…sa..saya  mau dipecat pak?!!” Atasannya kemudian tertawa ngakak. Melihat tingkah laku anak buahnya yang ketakutan itu, ia kemudian menenangkan. ” Bukan…kau salah. Mana ada perusahaan memecat karyawan terbaiknya.” kata atasannya itu lembut. ” Ohhh…” salesman itu melongo dan mulai tenang.” Iya, pak….kira-kira keperluannya apa?”

Sekarang yang menjadi cemas bukan lagi anak buahnya tetapi atasannya. Ia mengerutkan dahinya dan mencoba berpikir serius. Singkat kisah, atasan salesman tersebut ternyata sedang mengagumi dirinya. Meskipun dengan penghasilan yang jauh lebih kecil darinya, tetapi anak buahnya bisa menggunakan uangnya untuk berbagai investasi. Ia bercerita bahwa sampai hari ini, ia masih belum punya rumah dan rumah yang ditinggali sekarang ini statusnya sebagai rumah kontrakan. Kalau dibanding dengan salesman itu kekayaannya sangat jauh. Inilah yang menjadi pemikirannya. Ia bukannya iri hati dan dengki dengan bawahannya, tetapi ia malah angkat topi dan ingin tahu rahasianya, bagaimana caranya  sehingga anak buahnya itu lebih kaya darinya.

Anak buahnya malah ketakutan ditanya seperti itu. Ia berpikir, jangan-jangan atasannya akan bertindak sebagai orang KPK. Tapi kemudian ia pasrah dan mau menjelaskan semuanya pada atasan, dan ia memiliki keyakinan tidak akan terjadi apa-apa sebab semua kekayaannya diperolehnya dengan halal. Ia kemudian menceritakan kiat-kiatnya. Pertama, tentunya ia sangat hemat. Kalau semua teman-teman makan di warung-warung makan, ia selalu membawanya dari rumah. Begitu pula pengeluaran rumah tangga dibuat sehemat mungkin. Di halaman rumah ia menanami sayur-sayuran dan tanaman obat dan memanfaatkan halaman itu untuk mengurangi pengeluaran. Kedua, membuat pos-pos pengeluaran yang sangat terperinci. Ia mencatat apa saja yang dibayarnya. Sehingga setelah gajian ia langsung membagi uangnya untuk pos-pos pengeluaran seperti air, listrik, telepon, les anak-anak, buku, uang sekolah, cicilan rumah, cicilan motor serta lain-lain yang dibayarnya. Ketiga, tidak ke Mall di hari sabtu dan minggu. Istrinya disarankan  berbelanja di pasar tradisional, bukan di supermarket, meskipun sekali-kali dilakukan tetapi frekuensinya yang paling banyak adalah ke pasar tradisional. Keempat, menabung uang sisa kembalian, tidak perduli sisa kembalian apa saja langsung dimasukan dalam celengan tanah liat. Meskipun ini sudah umum namun apa yang dibuatnya bisa memberikkan hasil. Seperti uang mukanya sepeda motor yang dipakainya sekarang ini merupakan hasil menabung di celengan.

Atasannya termangu-mangu. Pemikiran anak buahnya ternyata lebih masuk akal dibanding dirinya. Ia tidak melakukan apa yang dilakukan anak buahnya. Ia selalu memberikan bimbingan penjualan ke anak buah, tetapi ia kurang memahami hal ini. Memang tidak masuk akal seorang atasan bisa dikalahkan oleh anak buah. Namun fakta membuktikan bahwa banyak atasan yang berpikir lebih maju, tetapi kurang mengontrol pengeluaran. Gaji yang didapatnya besar tetapi pengeluarannya juga besar. Kadang seringkali orang yang bergaji besar kurang menghargai jerih paya, sementara itu orang yang bergaji kecil justru menghargai jerih paya. Sebenarnya masalah pintar atau tidaknya seseorang bukan menjadi jaminan seseorang bisa menjadi kaya. Intisarinya ”bagaimana ia bisa menghargai jerih payahnya” kalau sudah tidak menghargai jerih payah pada umumnya orang kurang mengontrol pengeluarannya.

Mengapa tidak bisa menabung?  

Mengapa tidak bisa menabung? Sebenarnya merupakan penyakit yang lebih ganas dari kanker. Kalau kebiasaan ini mendarah daging maka niscaya kesulitan keuangan akan mendera sepanjang hidup. Bahkan orang-orang yang terbelit hutang landasan dasarnya karena mereka tidak sadar pada kegiatan menabung. Jika aktivitas menabung ini terus dipupuk, maka keinginan untuk berhutang lebih kecil dibanding yang tidak bisa menabung. Berhutang boleh-boleh saja selama uang dari hasil hutang itu digunakan untuk membiayai pembelian barang investasi, tetapi jika mendapatkan hutang demi kebutuhan yang bersifat konsumtif, ini sangat berbahaya! Jika macet hutang itu tidak bisa dilunasi dengan barang yang dibelinya, karena nilai dari barang yang dibelinya nilainya jauh merosot dibanding pertama kali membeli. Berbeda jika berhutang untuk kebutuhan investasi. Pada saat mengalami resiko macet, maka barang investasi kalau dijual nilainya lebih tinggi dibanding pertama kali membelinya.

Sebenarnya biang keladi tidak bisa menabung ini disebabkan oleh pengeluaran tidak terencana, tidak mau mencatat pengeluaran, membeli barang-barang konsumtif serta adanya kewajiban yang lebih besar dari penghasilan. Anda tentu seringkali menegur seorang istri yang tiba-tiba membeli barang yang menurut anda tidak dibutuhkan, tetapi istri anda tetap membelinya meskipun harganya mahal. Sesampai di rumah barang-barang itu ditimang-timang sayang oleh istri anda. Barang-barang yang dibeli oleh kaum hawa ini biasanya peralatan dapur, baju, serta barang lainnya. Barang dapur seperti panci satu set yang ukurannya mulai besar sampai kecil. Teflon yang ukurannya besar sampai kecil. Mereka memiliki koleksi itu, tetapi berada dalam gudang. Benar saja, mereka kan wanita karier, jadi tidak punya waktu dan selain tidak bisa masak. Ini sering terjadi dan membuat gudang rumah anda penuh.

Pembelian barang-barang yang akhirnya tidak digunakan itu seringkali terjadi tanpa direncanakan sama sekali. Anggaran rumah tangga seperti untuk membeli beras, lauk pauk, bayar anak sekolah, bayar listrik, PDAM dan telepon disalurkan ke tempat yang salah. Setelah hal ini dilakukan maka tidak jarang untuk menutup anggaran rumah tangga, istri mulai berhutang ke pegadaian, ke bank dengan menggesek kartu kredit serta berhutang di tempat lainnya. Kalau mau diteliti, sebenarnya pembelian tidak terencana itu untuk kebutuhan barang konsumtif. Pada akhirnya jika tidak terselesaikan hutang-hutang itu maka ia akan terlilit hutang. Inilah yang menyebabkan orang tidak bisa menabung. Maka hindarilah membeli barang konsumtif yang tidak direncanakan!

Tidak pernah mau mencatat pengeluaran juga menyebabkan orang tidak bisa menabung. Kalau ada uang jika tanpa mencatat apa yang dibutuhkan cenderung akan ”kelewatan” dan membuat anggaran berbelanja selama sebulan itu tidak cukup akibat membeli barang lain diluar catatan. Sekarang ini perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk berupaya bagaimana konsumen tertarik membeli produknya meskipun tidak direncanakan. Program perusahaan adalah program impulse buying. Anda bisa melihatnya di supermarket maupun hypermarket, dimana produk-produk di display sedemikian bagusnya. Oleh sebab itu para penjual harus sadar, jangan sampai program yang anda buat itu menyesatkan istri-istri anda di rumah.

Adanya kewajiban yang lebih besar dari penghasilan ini juga menyebabkan ketidak seimbangan antara pemasukan dan pengeluaran, sehingga keuangan menjadi minus. Para penjual yang tidak bisa menabung bukan karena penghasilannya kecil, tetapi seberapa banyak pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan hidup dan kewajibannya. Membayar cicilan motor saja sudah merupakan kewajiban. Jadi kalau bisa kewajiban tidak lebih dari 30% penghasilan total. Tentunya supaya anda bisa menabung!

Mengapa harus menabung?

Seringkali anak kita bertanya: untuk apa sih menabung? Terutama ketika ia diajari oleh ayah atau ibunya untuk menabung. Jawaban kita pasti ”supaya uang kita banyak”. Menabung bukan supaya uang kita banyak saja yang menjadi tujuan, tetapi tujuan yang benar adalah untuk berjaga-jaga agar ketika terjadi resiko, kita masih memiliki biaya untuk hidup. Para penjual umumnya bekerja tidak hanya bertahan di satu perusahaan. Sesuai dengan kenyataannya mereka adalah orang-orang yang mobilitasnya tinggi dan sering pindah-pindah perusahaan. Ketika dalam masa pencarian, penjual memiliki waktu tunggu yang tentunya membutuhkan biaya. Kecuali langsung pindah dan bekerja di tempat lain, maka untuk biaya hidup tidaklah menjadi masalah. Tapi kalau memiliki masa tunggu yang lama jika tidak ada tabungan untuk berjaga-jaga, maka sulitlah hidup seorang salesman. Ia bakalan akan pinjam uang sana sini!

Selain untuk keperluan berjaga-jaga, menabung sebenarnya memiliki tujuan berinvestasi. Misalnya saja, penjual mencicil uang muka rumah yang dibelinya dengan gaji yang diperolehnya. Membeli rumah adalah tujuan investasi. Atau sebesar 30% dari gaji digunakan untuk membayar cicilan. Cicilan itu bisa jadi dibayar dari hasil menabung sisa biaya operasional selama sebulan. Bukankah hal itu sama dengan menabung, tetapi langsung untuk membeli benda berharga yang akan bernilai tinggi di tahun yang akan datang? Atau menabung dari gaji dengan cara menyisihkan lebih awal untuk pembayaran cicilan rumah, nah..tindakan untuk mencicil benda investasi ini merupakan tindakan untuk mendapatkan kenaikan nilai dari investasi.

Serta yang paling penting, menabung adalah suatu tindakan untuk mengontrol pengeluaran. Orang menabung dengan sendirinya akan berpikir banyak mengenai uang yang akan dikeluarkan. Ia jika memiliki tujuan yang kuat untuk menabung, tentunya pembelian barang-barang yang belum penting akan ditunda. Nah, tindakan ini membuat seorang salesman berusaha keras mengontrol pengeluarannya. Seperti keharusahan menabung di awal, maka ketika ia memiliki dana terbatas akan berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

Rupa-rupa cara menabung

Menabung ini sebenarnya memiliki sejarah yang panjang. Orang-orang primitif selalu menyimpan persediaan makanan menjelang musim dingin. Menyimpan persediaan makanan ini merupakan konsep menabung seperti yang kita ulas sebelumnya. Kalau orang primitip belum mengenal uang, maka jalan satu-satunya ia akan membarter barang miliknya dengan orang lain. Konsep menabungnya, yaitu menimbun makanan untuk berjaga-jaga dimasa musim dingin. Begitu pula yang dilakukan oleh petani, ia akan menyimpan padinya di dalam lumbung. Tujuannya apa? Ketika musim paceklik tiba petani akan tetap memiliki persediaan makanan.

Nah, konsep ini kemudian diubah, yang ditabung bukan barang tetapi uang yang bisa digunakan sebagai alat tukar. Di zaman orang masih harus membarter barangnya dengan barang yang diinginkan, ia hanya menabung barang. Sedangkan di masa modern ini yang ditabung adalah uang yang dimilikinya. Para penjual mestinya masih ingat dimana orang tua kita biasanya menabung sebelum ada bank seperti sekarang ini? Orang menabung di celengan tanah liat, di tiang bambu rumahnya dan di bawah tempat tidur.

Menabung di celengan tanah liat sejak penulis kecil sudah ada. Orang tua kita biasanya akan membelikan celengan Punakawan berbentuk seperti Semar, Petruk, Bagong dan Gareng.  Celengan tanah liat ini kalau sudah penuh kemudian dipecahkan dengan cara membantingnya di lantai dan kita semua kemudian bertepuk tangan. Kalau celengan itu adalah celengan bersama maka kita akan menghitungnya ramai-ramai. Atau kalau tidak ada celengan tanah liat, bisa menggunakan celengan plastik atau celengan kaleng. Sekarang ini banyak pabrik yang memproduksi berbagai celengan yang bagus-bagus. Bahkan beberapa industri menggunakan celengan ini sebagai hadiah produk. Jika membeli produk tersebut dalam jumlah tertentu, maka konsumen berhak mendapatkan celengan. Penggunaan celengan semakin luas. Namun sayangnya kalau menggunakan celengan ini uang yang kita miliki tidak menganut time value of money. Nilai sekarang dan besuk tetap sama seperti nominalnya, artinya kalau ditarik lima tahun ke belakang uang sebesar itu sudah bisa dibuat membeli emas 1 gram, tetapi sekarang tidak bisa. Uang tidak berkembang dan mendapat bunga.

Ada pula yang menabung di tiang bambu rumah. Pada saat itu rumah petani kebanyakan terbuat dari bambu. Karena rumah bisa dengan mudah diobok-obok oleh pencuri, maka menyimpan uang di tiang pancang rumah yang terbuat dari bambu resikonya bisa diatasi. Tidaklah mungkin maling akan mencuri dengan membawa rumah petani itu sekalian.

Selain menyimpam di tiang bambu, orang juga menyimpan uangnya di bawah tempat tidurnya. Nenek seorang teman yang baru saja meninggal ternyata memiliki tabungan yang cukup besar yang disimpannya di bawah tempat tidur. Keluarga teman saya tidak tahu sama sekali jika neneknya itu memiliki celengan. Setelah nenek itu meningal, tempat tidurnya dibongkar, dan mereka terkejut dengan jatuhnya uang ke lantai beserta emas lempengan yang bunyinya sampai menggerincing. Orang kuno kalau menyimpan barangnya begitu rapi sehingga baru ketahuan setelah meninggal. Menabung dengan cara ini sebenarnya penuh resiko disamping tidak mendapatkan bunga. Namun emas yang disimpannya itu ketika dijual mengikuti harga pasar meskipun ketika membeli harganya murah.

Menabung yang paling aman adalah menabung di bank. Pihak bank akan menjamin keselamatan uang nasabah. Bank memiliki sistem pertahanan yang canggih. Memiliki tempat uang yang aman, komputer diberi pass word, dan dijamin oleh bank Indonesia. Jika terjadi apa-apa seperti bank dilikuidasi, maka penjual akan tetap diperhatikan sesuai dengan kode etik perbankan. Ada dua bentuk tabungan di bank. Pertama, tabungan umum yaitu tabungan yang setiap saat bisa diambil dan mendapatkan bunga. Kedua,  tabungan dalam bentuk deposito. Tabungan ini sama seperti tabungan pada umumnya yang mendapatkan bunga, namun bunganya lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Tabungan ini memiliki jatuh tempo 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan bahkan setahun, sehingga tabungan ini tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Jika terpaksa bisa diambil tetapi nasabah akan dikenakan denda sesuai aturan main yang berlaku di bank. Deposito itu sendiri ada dua macam, pertama deposito berjangka yaitu deposito yang mencantumkan nama pemiliknya. Deposito ini sering juga disebut dengan deposito atas nama. Kedua, sertifikat deposito yaitu deposito yang tidak mencantumkan nama anda sebagai pemiliknya. Deposito ini disebut juga dengan deposito atas unjuk. Dengan demikian, siapapun pemegang sertifikat ini, ia bisa mencairkannya ketika jatuh tempo.

Ide menabung

Kalau menabung dirasakan sangat sulit, maka sebaiknya para salesman mencari cara agar uang yang diperolehnya dari kegiatan penjualan itu tidak lenyap begitu saja seperti ditiup angin. Banyak cara yang membuat kita mau tidak mau harus menabung. Memiliki kewajiban mencicil itu sebenarnya adalah suatu cara menabung. Seperti membeli rumah, orang dipaksa menabung dengan cara membayar angsurannya. Selain tujuan menabung dengan mencicil rumah, sebenarnya ia telah berinvestasi.

Menabung yang efektif lainnya adalah dengan cara menyisihkan terlebih dahulu gaji yang telah diperoleh itu beberapa persen untuk tabungan. Misalnya gaji anda 1 jutaan dan anda menginginkan menabung 20% dari gaji anda maka anda harus mengambil 200 ribuan dari gaji anda untuk dimasukan ke tabungan. Tentunya jangan dimasukan ke tabungan yang konvensional seperti celengan tanah liat atau lainnya. Seringkali memang orang merasa minder jika memasukan uang tabungan dengan nilai nominal kecil di bank. Nah, jika anda mengalami hal seperti itu  sebaiknya gunakan celengan tanah liat terlebih dahulu. Setelah terkumpul banyak, celengan bisa dipecah dan uangnya disetorkan ke bank.

Atau kalau anda mau, terutama bagi yang mendapatkan gaji lewat ATM, sebaiknya bukalah rekening lain. Misalnya kalau rekening gaji anda BCA, maka bukalah rekening lain di BCA dan gunakanlah fasilitas transfer ketika gaji sudah diterima. Melalui cara memisah rekening ini dan tidak mengganggu tabungan sama sekali, hasilnya pastilah baik. Selain mendapatkan bunga, uang anda aman dan terus bertambah. Ini adalah alternatif yang bisa dilakukan bila anda ingin praktis.

Menabung juga bisa menggunakan trik tertentu yang tidak umum dilakukan orang seperti memasukan nilai uang tertentu ke dalam celengan. Anggap saja anda sangat membenci uang nilai 20 ribuan, dan setiap kali anda mendapatkan segera lenyapkan dengan cara memasukan dalam tabungan. Atau pakailah kondisi sebaliknya, anda sangat sayang dengan nilai uang tertentu sehingga kalau melihatnya segeralah masukan dalam celengan. Misalnya anda sangat sayang dengan uang 10 ribuan, setiap kali melihatnya anda langsung memasukan dalam celengan. Benci dan sayang kalau dilakukan pada uang anda bisa menghasilkan nilai tabungan yang sangat luar biasa banyak. Apalagi jika dilakukan sampai puluhan tahun. Tapi ingat jangan sampai anda kelewat, sebab uang yang kita tabung kadang kala ada yang ditarik dari peredaran. Seperti uang seratus ribu dari plastik, sekarang sudah menghilang dan ditarik dari peredaran. Kalau menabung dalam periode lama takut uang anda expired. Kalaupun uang itu bisa di tukar anda butuh waktu untuk datang ke Bank Indonesia.

Ada satu kisah yang menarik menyangkut masalah uang tabungan ini. Kakek saya semasa pendudukan Belanda memiliki usaha sebagai Agen minyak tanah. Uang yang diterima dari konsumen adalah uang Belanda yang bergambar Ratu Yuliana. Kakek saya memiliki kebiasaan menabung uang logam itu hingga mendapatkan berpeti-peti. Ketika temannya memberitahu bahwa uang itu bakalan tidak laku di tanah air dan digantikan dengan uang rupiah, kakek saya menganggap hal itu gurauan semata. Benar setelah bertahun-tahun didiamkan, uang itu akhirnya menjadi uang yang tidak ada harganya. Bahkan ketika penulis kanak-kanak uang yang banyaknya beberapa peti itu dihambur-hamburkan untuk mainan. Sekarang kami sekeluarga juga kecewa, sebab uang itu sebenarnya bisa dijual sebagai koleksi. Namun karena terlanjur dibuang-buang maka uang itupun lenyap tak berbekas. Ini kejadian nyata. Begitu pula dengan obligasi yang dibeli oleh kakek, sampai hari ini tidak ada yang mengurusi. Kabar terakhir dari tante saya obligasi-obligasi itu sudah dibakar habis.

Menabung koin emas juga merupakan suatu cara anda menabung. Koin emas selain memiliki nilai intrinsic juga memiliki nilai extrinsic. Nilai intrinsic-nya adalah nilai dari emas itu sendiri. Anggap saja koin itu dilebur dan dijual maka harganya sesuai dengan harga pasaran. Sedangkan nilai extrinsic-nya adalah nilai koleksi koin emas itu berdasarkan animo penggemar koin emas itu. Ada beberapa koin emas yang bergambar tertentu yang diburu orang dengan harga miliaran rupiah meskipun nilai intrinsic-nya paling hanya ratusan ribu saja. Koin emas di zaman raja-raja juga banyak diburu orang sebagai barang antik yang selain bernilai sejarah juga merupakan koleksi musium dunia. Harganya bisa ribuan bahkan jutaan lipat dari nilai intrinsic-nya.

Sebagai seorang penjual ternyata banyak cara dalam menabung uangnya. Apalagi selain gaji para penjual mendapatkan komisi. Kalau komisi sudah bisa dibuat untuk mencicil suatu kewajiban, maka gaji kalau bisa juga ditabung untuk tujuan berjaga-jaga, investasi dan untuk mengontrol keuangan. Sebagai seorang penjual yang kaya selalu melakukan hal ini, dan hal itu merupakan rahasianya seorang sales yang kaya.

 

GD Star Rating
loading...