Previous Next

Feb 20

SISTEM BISNIS APA YANG PALING BANYAK DITERAPKAN PADA BANYAK BISNIS SAAT INI?

Dalam menjalankan sebuah bisnis, sistem merupakan salah satu hal terpenting yang harus bisa diterapkan dan harus selalu diperbaharui dari waktu ke waktu. Sebagai seorang business owner, tujuan utamanya adalah dalam rangka untuk membangun dan mengembangkan bisnis yang mampu berjalan dengan ada atau tanpa adanya kehadiran Anda disana, dan itulah fungsi utama dari penerapan dan pengembangan sebuah sistem pada bisnis Anda.

Berdasarkan pendapat dari Robert Kiyosaki, terdapat tiga macam jenis sistem yang paling banyak diterapkan dan banyak digunakan oleh berbagai jenis bisnis saat ini, yaitu:

1. Sistem Bisnis Tradisional.

Yaitu, berupa sistem bisnis dengan Anda sendiri sebagai owner yang sudah membangun dan mengembangkan sistem tersebut. Sang pemilik bisnis sendirilah yang sudah berusaha untuk mengembangkan bisnis dan sistem bisnisnya seiring dengan berjalannya waktu.

Karena terlalu sering menghadapi trial error dan berbagai macam jenis kesulitan-kesulitan dalam membangun dan menjalankan sebuah bisnisnya, maka sang owner sendirilah sebagai inisiator sekaligus sebagai pencarian solusi bagi segala permasalahan-permasalahan yang harus dihadapi oleh bisnisnya. Penggunaan sistem jenis ini juga dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan perjalanan proses bisnis dan berbagai perbaikan-perbaikan yang dilakukannya.

2. Sistem Bisnis Franchise (Waralaba).

Jika Anda memang berkeinginan untuk membeli sistem yang sebelumnya sudah ada dan pernah sukses dalam menjalankannya. Maka biasanya si pemilik bisnis ini lebih sering disebut dengan pihak franchisor dan si pemilik modalnya disebut dengan franchisee. Keuntungan yang paling banyak dicari dari penggunaan sistem jenis ini adalah franchisee tidak perlu lagi harus repot-repot untuk membuat sistem, karena sudah mengikuti sistem dari pihak franchisor dan karena itu pula, Anda dapat lebih memusatkan perhatian Anda kepada berbagai macam upaya dan tindakan-tindakan untuk mengembangkan orang-orang yang berada di dalamnya.

Kekurangan dari jenis bisnis waralaba ini adalah kurangnya tingkat fleksibilitas dari pihak franchisee. Karena pentingnya penggunaan sistem adalah berfungsi untuk mengecilkan terjadinya resiko dan untuk membuat bank agar bisa menjadi lebih mudah dalam meminjamkan uangnya kepada si pebisnis waralaba tersebut.

3. Jangkauan jaringan pemasaran.

Yang ini juga bisa disebut sebagai multilevel marketing atau sistem distribusi secara langsung. Jika Anda sudah membeli keanggotaan dan menjadi salah satu bagian dari sistem yang sudah ada ini, maka bisa langsung memulai untuk membangun bisnisnya.

Semua bisnis yang ingin sukses tetap membutuhkan kerja keras dan suatu kedisiplinan, begitu pula dengan jangkauan dari jaringan pemasaran ini. Kunci utama dari strategi jaringan pemasaran ini bukan hanya sekedar tentang menjual produk saja, akan tetapi juga lebih kepada pendidikan yang sudah ditawarkan oleh perusahaan tersebut dan akan sangat membantu Anda agar bisa berhasil.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang beberapa jenis sistem bisnis yang paling banyak diterapkan dan digunakan untuk bisa mencapai kuadran B, yaitu berupa kuadran yang bisa mencapai financial freedom. Lalu sekarang, jenis sistem bisnis seperti apakah yang sudah pernah Anda coba dari poin-poin diatas? Dan bagaimana hasilnya? Coba Anda pikirkan kembali, apakah sudah benar-benar sesuai seperti apa yang ingin Anda cita-citakan atau belum. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila bapak ibu membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas atau membutuhkan pendampingan dalam pembuatan dokumen bisnis yang akan di-franchisekan, SOP sistem manajemen perusahaan, software accounting +POS, dan pendampingan perampingan manajemen lainnya, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak kami di wa 081-252-982900 atau 081-8521172. Tim kami siap membantu.

GD Star Rating
loading...

Feb 15

PILAR-PILAR UTAMA BISNIS UNTUK MENUJU EXIT STRATEGI DALAM MEMBIMBING ANDA AGAR MENJADI BUSINESS OWNER

Stigmanya dari kebanyakan orang adalah jika ingin punya bisnis, maka bisnisnya mau tidak mau harus jalan, yang punya malah jalan-jalan, betul apa tidak? Padahal problematika yang sebenarnya terjadi adalah mereka tidak tahu bisnisnya sedang berada pada fase seperti apa. Bisnis yang baru saja di buat, belum terlalu stabil, kemudian langsung ditinggalkan begitu saja, padahal sebenanrya bisnis tersebut belum mampu untuk bisa berjalan dengan baik.

Ingatlah, bahwa memiliki bisnis sendiri itu rasanya sama seperti kita sedang memiliki baby. Punya anak untuk pertama kalinya, baru lahir, senang namun juga sengsara, lalu hal seperti apa yang harus dilakukan? Orang tua pastinya akan lebih banyak perhatiannya untuk si baby ini, full merawat dan menjaganya. Ya sama saja dengan memiliki bisnis sendiri, masih baru saja dibuka, kita juga harus memiliki perhatikan penuh untuk bisnis tersebut.

Business exit strategy yang dimaksudkan di sini adalah kita harus menjadi seorang business owner not business operator. Seperti apa itu? Business owner, kita mau masuk kapan, keluar kapan bebas, bisnis masih tetap bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kita. Namun jika business operator, kita memiliki status bisnis, namun yang mengurus masalah pembukuan, penjualan, logistik, ya juga kita. Istilahnya adalah bekerja dengan gaji yang tinggi, karena kita sendirilah yang akan membayar gaji kepada diri sendiri.

Business owner adalah jika kita tinggalkan bisnisnya, benar-benar sama sekali tidak ada kontak dengan bisnis dan karyawan selama 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, bahkan sampai satu tahun sekalipun, bisnis tersebut tidak apa-apa, masih tetap bisa berjalan dan stabil bahkan bisa growing (semakin bertumbuh).
Nah, apakah Anda ingin tahu tentang apa saja pilar-pilar utama dalam menuju exit strategy ini yang akan mampu dalam membimbing Anda agar bisa menjadi business owner, bukan malah menjadi business operator.

1. Set up Corporation.

Jika Anda memiliki bisnis sendiri, maka setidaknya harus jelas bagaimana legalitasnya, karena alasan itulah maka harus set corporation. Hal ini juga sangat banyak sekali manfaatnya bagi seorang pebisnis, income yang akan masuk bisa langsung terpotong expense dan berbagai biaya-biaya lainnya dulu baru kena pajak. Berbeda dengan employee yang income/pendapatannya saja harus dipotong pajak dulu baru untuk expense (biaya). Setidaknya, semua bisnis yang sudah berbadan hukum, pajaknya tidak lebih dari 5% dari total penghasilannya. Istilahnya adalah kita bisa mengoptimalkan pajak dari manfaat dengan cara membuatnya berbadan hukum.

2. Merekrut Superstar Team.

Find The Avenger Team your’e self, jangan sekedar senang mencari karyawan yang mau gajinya di bawah UMR saja. Superstar itu team yang suatu saat bisa dibentuk untuk menjadi super team. Dan untuk hal ini terdapat tiga macam jenis essensial yang harus kita miliki dalam berbisnis, yaitu:

• Manager/leader, adalah orang-orang yang meng-create system lengkap dengan standarnya. Orang-orang yang mengkoordinasikan kepada karyawan lain dalam me-lead teamnya.
• Entrepreneur, merupakan orang-orang yang tanpa ragu-ragu take risk dan segera mengambil keputusan, sering mencari data untuk pengembangan bisnisnya. Orang yang berpikir, bahwa bisnis ini ingin di bawa kemana. And then!
• Artist, adalah orang-orang yang memiliki skill, kreativitas, orang-orang yang terlibat aktif dalam operasionalnya. Seperti contoh Tony Robbins, Christiano Ronaldo. Dan lain sebagainya.
Dan sekarang, the question is, who are you??

3. Develop Training System.

You either grow, you die. Team juga harus memiliki alokasi dana khusus untuk kebutuhan education (pengembangan) SDM. Karena dengan begitu, team Anda juga akan semakin terus berkembang agar dapat membantu perusahaan. Mostly team yang dengan sengaja diikutkan beberapa kali training yang didanai langsung oleh persuahaan.

4. Fair Compesation.

Jika kita sedang ingin membangun hubungan kemitraan atau berpartner dalam hal membuka bisnis agar bisa saling menguntungkan, maka setidaknya kita harus memiliki beberapa kompensasi yang fair, clear di depan, dan mengevaluasi pada setiap waktunya, misalnya 3 bulan sekali. Alokasikan dananya juga untuk karyawan dan management fee nya.

Untuk keuangan pribadi adalah sekitar 50-70% kemudian usahakan untuk di reinvest lagi pada perusahaan yang sama. Dan habit yang baik pada team juga, minimal adalah 10% dari income/pendapatan harus dimasukan ke suatu asset alokasi yang tujuannya adalah untuk berinvestasi jika mereka memang tidak memiliki bisnis sampingan lain.

Jadi, memiliki bisnis yang terpenting adalah kita harus memiliki sistem yang jelas yang bisa diduplikasi juga untuk para team karyawannya, agar nantinya stigma/pandangan bahwa bisnis mau tidak mau harus bisa berjalan, dan ownernya bisa jalan-jalan itu bisa benar-benar terjadi terhadap Anda semua. Nah, semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian. Nah, agar bisa menuju semua itu perusahaan perlu manajemen yang rapi yang dilengkapi dengan berbagai tools seperti software accounting, dokumen sistem manajemen, serta tools terkait penilaian kinerja karyawan. Agar perusahaan menjadi baik dan berkembang dibutuhkan itu semua. Apabila pembaca membutuhkan pendampingan dan konsultasi, silahkan hubungi kami di groedu@gmail.com atau wa di 081-252-982900 atau telphon di 081-8521172. Tim kami siap membantu.

GD Star Rating
loading...

Feb 12

PEMBENTUKAN INTERNAL AUDIT, PERLUKAH UNTUK PERUSAHAAN ANDA?

Pada Kesempatan kali ini Konsultan bisnis surabaya akan berbagi Informasi mengenai Pembentukan Internal Audit. Berikut dibawah ini penjelasan singkatnya.

Pada artikel sebelumnya yang berjudul “Internal Audit” telah disinggung bahwa penting memiliki fungsi internal audit agar kinerja perusahaan dapat diukur baik keefektifan maupun efisiensinya. Kini gilirannya membahas apa yang mesti diperlukan dalam membentuk fungsi internal audit.
Hal yang perlu diperhatikan agar memilki departemen audit yang efektif yaitu :
1. Komite audit yang dibentuk harus memilki dukungan yang kuat dari Top management.

CEO (Chief Executife Officer), GM (General Manager), Presdir (Presiden Direktur) atau Dirut (Direktur Utama) pada umumnya merupakan posisi manajemen puncak. Tanpa dukungan dari mereka, fungsi internal audit lemah dan gagal dalam mencapai tujuannya.

Tidak jarang fungsi audit internal yang dibentuk oleh perusahaan dengan biaya yang tidak sedikit untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, tetapi belum mendapatkan manfaat yang optimal. Misal temuan audit hanya sebatas temuan dokumentasi yang tidak signifikan bagi perusahaan. Tetapi ada juga temuan yang signifikan, tapi oleh karena tidak mendapat dukungan penuh dari manajemen puncak maka temuan tersebut tidak ditindak lanjuti dengan serius. Sehingga masalah yang teridentifikasi tetap masih belum dibenahi.

Untuk mendukung kinerja fungsi audit, perlu ditetapkan siapa yang akan melakukan evaluasi atas proses audit internal termasuk evaluasi kompetensinya. Auditor internal mesti memperbaiki setiap kekurangan sesuai dengan saran dari pimpinan dan instruksi dari manajemen puncak. Perbaikan atas kesalahn tersebu harus terbukti pada kegiatan pemeriksaan internal selanjutnya.
Dukungan yang perlu diberikan kepad komite audit yakni :
– Posisi Internal audit harus independent. Artinya posisi tersebut mesti bebas dari interfensi dan pengaruh dari pihak manapun. Auditor bertindak dan patuh hanya pada aturan. Sehingga laporan hasil audit akan lebih obyektif dan bebas dari bias informasi yang disebabkan oleh kepentingan dari manapun.
– Terdapat company policy kebijakan perusahaan yang jelas dan terarah yang perlu dipatuhi. Kebijakan yang ditetapkan merupakan bagian dari cara membentuk tata kelola perusahaan. Dengan membentuk internal audit artinya menjaga agar tata kelola perusahaan dapat tetap terjaga dan keajiban yang ditugaskan dipastikan telah terlaksana dengan baik.

2. Komite Audit yang dibentuk harus memiliki kedudukan yang independen di dalam perusahaan.
Independensi auditor internal sering diragukan dibandingkan dengan independensi eksternal audit. Karena auditor eksternal berasal dari luar lingkungan perusahaan dan auditor internal merupakan pegawai perusahaan. jadi meskipun dibentuk oleh manajemen atas akan tetapi tetap nampak tidak independen sebab mereka masih menerima gaji dari perusahaan.
Selain kedudukannya mesti harus independen, dalam pekerjaanya komite audit juga harus terpisah kegiatan operaionalnya dengan pekerjaan fungsi lainnya. Audit internal tidak diijinkan ikut serta dalam aktivitas perusahaan misalnya ikut menangani poses pembelian, penjualan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan.

3. Fungsi audit internal harus didukung dengan penyediaan teknologi yang cukup untuk melakukan pemeriksaan.
Fungsi audit tidak akan berjalan jika tidak didukung dengan peralatan dan perlengkapan yang cukup. Agar dapat mencapai sasaran tujuan audit proses audit mesti menggunakan teknologi terkini.
Teknik audit konvensioanal mungkin masih dapat dilakukan, namun dalam kondisi berbeda perlu menggunakan bantuan teknologi yang sedikit lebih maju untuk mendorong efisiensi dan efektifitas proses audit.

Kini fungsi audit mulai terbantu dengan munculnya berbagai macam alat bantu atau program-prgram kompuer yang dapat digunakan dalam proses pemeriksaan. Teknik auidit berbantuna komputer ini disebut dengan (Computer Assisted Audit Techniques). Keungggulan yang ditawarkan dari teknik ini yakni beberapa diantaranya yaitu efektif dan menyingkat waktu pemeriksaan, temuan yang dihasilkan bagus, dan pekerjaan audit lebih praktis namu tetap terkendali.

4. Departemen Internal Audit harus memilki Internal Audit Charter

Internal Audit Charter tau piagam audit internal ialah dokumen formal yang menyatakan tujuan, wewenang dan tanggung jawab unit audit intern suatu organisasi. Fungsi utama dari piagam ini yakni mempertegas posisi internal auditor, hanya dokumen ini yang mampu menjadi pendukung independensi mereka. Dukungan tersebut terlihat dari posisinya di dalam struktur organisasi perusahaan.

Piagam audit ini fungsinya sangat fital bagi pelaksanan pemeriksaa internal. Menciptkan temuan hinga rekomendasi yang objektif bukan perkar mudah. Diperlukan banyak hal dan piagam audit ini dapat dikatakan sebagai mandat dari petinggi perusahaan yang mempertegas independensi penugasan auditor.

Mandat yang diberikan harus jelas dan terarah agar tujuan dari pelaksanaan audit tercapai. Ketidak jelasan mandat yang diberika akan menimbulkan resiko ketidak tepatan alokasi sumber daya audit. Potensi sumber daya yang terserap akan lebih banyak dari yang semestinya sehinga kurang efisien. Potensi resiko lainnya yakni kegagalan audit, yakni pemeriksaan yang telah direncanakan dan dilakukan tidak memberikan manfaat apapun bagi perusahaan.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai Pembentukan Internal Audit. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu
Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya.

GD Star Rating
loading...