Previous Next

Des 20

KELEBIHAN VS KEKURANGAN DARI PENGGUNAAN MATRIKS BCG SEBAGAI ALAT BANTU ANALISIS DARI ARUS KAS BISNIS

Pada artikel sebelumnya sudah pernah dibahas tentang apa itu sebenarnya Matriks BCG dan untuk kali ini adalah penjelasan lain tentang kelebihan dan kekurangan dai Matriks BCG yang sudah dikenal sangat luas ini. Banyak diantara perusahaan-perusahaan besar dan Go Internasional serta para konsultan-konsultan bisnis professional sudah mulai mengajarkan dan menggunakan matrik ini sebagai alat bantu utama terhadap analisis bisnis. Karena matriks inilah yang telah dikenal pertama kali jika dibandingkan matriks-matriks yang lainnya.

Kelebihan dari penggunaan Matriks BCG adalah sebagai salah satu alat bantu yang cukup valid dalam penggunaan dasar saat pembuatan keputusan yang paling mudah apabila dibandingkan dengan jenis matrik-matrik lannya. Hanya dengan membaca grafiknya saja, pebinis akan dengan mudah dapat melihat sedang berada pada posisi manakah perusahaan mereka berada.

Matriks ini lebih memusatkan perhatian pada aliran dari arus kas, karakteristik tentang investasi jangka panjang maupun jangka pendek, dan berbagai kebutuhan-kebutuhan dari divisi-divisi perusahaan. Divisi bisa saja berubah kapan saja dari waktu ke waktu tanda adanya prediksi sebelumnya, seperti berikut :

1. Anjing (Dog).

Menjadi Sebuah Tanda Tanya (Question Mark).

2. Tanda Tanya (Question Mark)

Berubah menjadi Bintang (Star).

3. Bintang (Star).

Berubah menjadi Sapi Perah (Cash Cow).

4. Atau Sapi Perah.

Malah berubah menjadi Anjing.

Namun yang jarang terjadi adalah tentang perubahan yang bisa menjadi searah jarum jam. Matriks BCG selain memiliki kelebihan, sebenarnya juga memiliki beberapa kelemahan-kelemahan.

Kekurangan-kekurangan dari penggunaan Matriks BCG ini di antaranya adalah tentang bagaimana mungkin berbagai kompleksitas-kompleksitas dari lingkungan bisnis (makro) dan perindustrian hanya dapat diukur oleh satu variabel saja? Selain itu, matriks BCG juga hanya lebih berfokus dengan menggunakan dua dimensi saja, yaitu:

1. Pangsa pasar relatif .
2. Tingkat pertumbuhan pasar.

Terlampau sulitnya untuk mendapatkan data dari pangsa pasar dan tingkat pertumbuhan pasar menjadi salah satu kekurangan dan Matrik BCG. Sedangkan Matriks BCG juga terlalu menyederhanakan banyaknya bisnis karena lebih memandang bahwa semua bisnis sebagai bentuk karakter dari bintang, seperti : sapi perah atau anjing.

Dalam metode seperti ini, telah diasumsikan bahwa setiap unit dari bisnis tidak tergantung kepada unit-unit bisnis lainnya, padahal dalam beberapa kasus, unit dari bisnis (anjing) dapat membantu unit-unit bisnis lainnya dalam memperoleh keunggulan yang lebih kompetitif. Matriks seperti ini sama sekali tidak menggambarkan apakah divisi atau industri mereka apakah mampu tumbuh sepanjang waktu, sehingga matriks seperti ini tidak memiliki karakteristik waktu yang khusus. Karena itu terdapat adanya variable-variable lainnya yang juga sangat penting untuk dipertimbangkan, seperti: ukuran pasar dan keunggulan kompetitifnya.

Matriks sangat bergantung kepada luasnya definisi pasar. Suatu unit bisnis akan dapat mendominasi pada pasar yang lebih kecil, namun dengan memiliki pangsa pasar yang sangat rendah dalam industri secara keseluruhan. Dan untuk kasus seperti ini, definisi pasar dapat menjadikan perbedaan antara (anjing) dan (sapi perah). Selain itu, lemahnya keterkaitan diantara pangsa pasar dan kas masuk juga dapat terjadi apabila ditemukan adanya pesaing yang mampu dalam melakukan pembelian bahan mentah dengan harga yang relatif lebih rendah, tanpa harus dihubungkan dengan penguasaan dari pangsa pasar yang dimilikinya. Matriks BCG juga dianggap terlalu berlebihan dalam memberikan tekanan kepada keseimbangan dari aliran kas diantara unit bisnis strategis yang dimiliki oleh perusahaan. Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 (Wa) atau kontak 081-8521172. Kami siap membantu!

GD Star Rating
loading...

Des 20

PELATIHAN PIVOT EXCEL FROM BEGINER TO PROFESIONAL, JANGAN LEWATKAN

Kali ini konsultan bisnis Surabaya,  yaitu Groedu International consultant menyelenggarakan event ke tiga materi microsoft excel dengan judul ” Pivot Table Excel from beginer to Profesional ”  Tujuan pelatihan:
Memberikan pelatihan pada staff maupun manajemen perusahaan untuk mengolah dan mengorganisir data serta melakukan analisa menggunakan fitur-fitur yang dimiliki Excel. Pelatihan disampaikan 6 sessi dalam dua hari. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan mampu mengolah data menggunakan :
Membuat Validasi data/Data Filtering/ Melakukan konsolidasi data/Membuat berbagai analisa data menggunakan PivotTable/ Melakukan analysa menggunakan fungsi-fungsi statistik/ Menyajikan dalam PivotChart.
Peserta diharapkan sudah memiliki kemampuan menggunakan Excel secara dasar serta membawa Laptop dengan Excel 2007 keatas.
Materi yang diajarkan:
1. Mengenal data Statis/ Data Realtime/ data yang di link dengan sumber lain.
2. Mengenal format data secara standar hingga custom format.
3. Memanfaatkan referensi bebas/ referensi absolud/ semi absolut.
4. Mengenal pengelolaan tabel secara profesional serta fitur-fitur otomatis dari suatu tabel Excel.
5. Mengenal berbagai teknik melakukan sort data, berbagai macam jenis data, pengurutan berdasarkan satu kunci hingga beberapa kunci pengurutan
6. Mengenal berbagai teknik melakukan filtering data hingga filter tingkat lanjut.
7. Berbagai teknik untuk melakukan data sekurity terlebih bila data tersebut akan dibagikan ke rekan kerja maupun pihak lain.
8. Menyiapkan data teks sebelum dilakukan analisis.
9. Memeriksa validitas data numerik yang di ambil dari aplikasi lain sebelum dilakukan kalkulasi, di hitung menggunakan formula Excel.
10. Mengenal data dalam satuan tanggal dan waktu sehingga peserta mampu membuat perhitungan waktu dalam satuan tahun, bulan, hari, jam hingga menit.
11. Mengenal fungsi-fungsi dalam membuat perhitungan hingga perhitungan bersyarat baik bersyarat tunggal maupun syarat ganda.
12. Menggunakan fungsi-fungsi utama Excel untuk menganalisa data, menampilkan data2 terbesar, terkecil, 5 data terbesar/ terkecil.
13. Menampilkan data bilangan dalam bentuk chart pada sel yang ditempati.
14. Mempersiapkan data yang akan di buat PivotTable.
15. Menganalisa data menggunakan PivotTable.
16. Menampilkan PivotChart kedalam sebuah laporan.
17. Menggunakan fungsi-fungsi statistik untuk menganalisa data.
Silahkan bagi peminat untuk pelatihan ini, kontak ke wa 081-252-982900.  Anda akan mendapatkan diskon untuk pendaftar  4 pertama !

GD Star Rating
loading...

Des 17

BEBERAPA STRATEGI AGAR SEORANG PEBISNIS BISA MENDAPATKAN PINJAMAN MODAL UNTUK PROSES PENGEMBANGAN PERUSAHAAN

Konsultan bisnis surabaya, dengan badan hukum bernama PT. Groedu Limardi Indonesia akan membahas artikel dengan topik mendapatkan modal dari pihak ketiga.  Modal yang akan digunakan untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis merupakan salah satu komponen terpenting sebagai roda penggerak operasional bisnis. Tanpa adanya modal, maka kemungkinan terbesarnya adalah bisnis Anda tidak akan lagi bisa berjalan dengan baik. Karena letak permasalahannya adalah pada kebanyakan kasus yang sering terjadi, modal yang paling dibutuhkan untuk menjalankan roda perputaran bisnis juga sebenarnya tidak sedikit. Bahkan karena hal semacam ini pula, banyak diantara para pebisnis yang akhirnya memutuskan untuk menunda atau bahkan membatalkan perencanaan bisnisnya. Padahal setidaknya mereka mungkin masih dapat mencari alternatif berupa pinjaman untuk proses pengembangan bisnisnya.

Hal seperti itu memang sangat disayangkan, karena sebenarnya untuk saat ini sudah sangat banyak sekali tersedia berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan modal pinjaman bagi seorang pebisnis, baik yang masih berskala sangat kecil atau yang sudah setingkat menengah. Apakah Anda adalah termasuk salah satu diantara sekian banyak pebisnis yang sedang mencari pinjaman modal tersebut? Berikut ini merupakan beberapa jenis sumber-sumber pinjaman modal yang masih bisa Anda pertimbangkan untuk mengembangkan bisnis Anda.

1. Menjadi Reseller sekedar satu atau memegang penjualan beberapa produk.

Reseller atau perantara, sesuai dengan namanya adalah orang-orang yang mengambil untung dengan cara menjualkan produk-produk milik orang lain. Lalu, bagaimana caranya untuk menjadi seorang reseller agar bisa membantu Anda agar bisa cepat mendapatkan pinjaman modal usaha?

Ingatlah, bahwa modal juga tidak harus selamanya dalam bentuk uang. Namun bisa juga dengan cara menjadi seorang reseller, yang nantinya Anda akan bisa mendapatkan modal yang berupa produk-produk dari pihak produsen. Tentu saja Anda harus lebih jeli dalam menilai tentang bagaimana perkembangan dan trend dari kondisi pasar untuk saat ini agar barang yang akan Anda jualkan kembali tersebut bisa terjual dengan sangat banyak.

Misalnya, terdapat produk tas wanita dengan model tertentu yang saat ini sedang populer di pasar. Namun, untuk wilayah tempat Anda tinggal, malah justru sangat jarang ditemukan penjual dari tas-tas tersebut, padahal peminatnya sudah lumayan banyak. Nah, karena alasan itulah, maka Anda bisa menjadi seorang reseller dari tas tersebut dari produsen yang berada di kota lain.

2. Menerapkan sistem pembagian hasil (bagi hasil).

Sistem bagi hasil memang lebih mengacu kepada jenis model pembiayaan alternatif di mana suatu bisnis akan mendapatkan pinjaman modal bisnis dari si pemberi pinjaman, bisa berupa individu atau dari kelompok. Si pemodal dan pemilik bisnis akan memiliki persetujuan bahwa sebagian dari penghasilan dan keuntungan bisnis akan langsung dibagikan kembali kepada si pemodal.

Namun, untuk penggunaan sistem bagi hasil seperti ini sendiri juga masih kurang populer di kalangan para pebisnis UKM/UMKM. Salah satu alasannya adalah karena penggunaan sistem seperti ini dianggap masih terlalu kurang menguntungkan, terutamanya adalah untuk jangka panjang. Padahal, untuk sistem bagi hasil ini sendiri dapat menjadi suatu sumber pinjaman dana bisnis yang lebih efektif bagi para pebisnis pemula yang kemungkinan terbesarnya adalah masih belum bisa memenuhi semua persyaratannya.

3. Membuat pengajuan pinjaman modal terhadap Bank.

Ini merupakan salah satu cara yang dianggap sebagai jurus pamungkas atau cara terakhir yang biasanya akan dilakukan jika sudah berbagai cara dilakukan namun tidak pernah membuahkan hasil untuk mendapatkan pinjaman modal. Salah satu kelebihan dari meminjam dana bank adalah besarnya jumlah uang yang ingin Anda dapatkan, mulai dari Rp10 juta sampai dengan total miliaran rupiah. Sedangkan dari sisi lainnya, jika terlalu banyak jumlah pinjaman tersebut yang justru malah melebihi atau terlalu besar bagi kebutuhan untuk proses pengembangan bisnis UKM. Belum lagi juga masih terdapat beberapa persyaratan dan ketentuan-ketentuan tertentu yang biasanya sangat rumit untuk bisa dipenuhi.

Namun, bukan berarti meminjam dana dari bank adalah suatu hal yang buruk. Jika masih merasa tertarik untuk melakukannya, maka sebaiknya lakukanlah survei terlebih dahulu dengan sedetail mungkin tentang seperti apa jenis program pinjaman modal yang sudah ditawarkan oleh bank tersebut. Bandingkan antara satu bank satu dengan bank yang lainnya, lalu sesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

4. Sistem Peer-to-Peer Landing.

Penggunaan sistem Peer-to-peer (P2P) lending sebenarnya juga tidak terlalu jauh berbeda dari pengajuan pinjaman modal bisnis dari bank. Namun, perbedaaannya untuk P2P lending ini adalah sama sekali tidak dikelola oleh lembaga keuangan (lembaga non bank), namun dilakukan melalui sebuah platform online. Platform inilah yang nantinya akan mempertemukan antara si pemberi pinjaman dengan pihak-pihak yang membutuhkan pinjaman dari mereka.

Nah, jika Anda membandingkan dengan bank, P2P lending masih bisa dikatakan jauh lebih simpel karena persyaratan dan ketentuannyapun juga tidak serumit jika Anda melakukan pengajuan pinjaman terhadap pihak bank. Prosesnya lebih mudah dan cepat, karena dilakukan secara online. Bunganyapun relatif lebih rendah. Belum lagi untuk proses pencairan dananya yang jauh lebih cepat, begitu juga dengan proses pengembalian dana kepada para investor. P2P lending memang sangat cocok bagi para pebisnis UKM yang sedang mencari pinjaman modal, akan tetapi mereka masih merasa kesulitan untuk mendapatkannya dari pihak bank.

Dan itulah beberapa jenis sumber pendanaan yang bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi para pebisnis UKM dalam usaha agar bisa mendapatkan pinjaman modal. Seperti apapun sumber pendanaan yang nantinya akan Anda pilih, maka terlebih dahulu pastikan bahwa Anda sudah membaca dengan sangat teliti setiap persyaratan dan ketentuannya agar proses untuk pengajuan pinjaman Anda bisa langsung disetujui dengan lebih cepat. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan apabila bapak ibu membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas serta membutuhkan bimbingan start up pembuatan : Logistik dan transportasi, ritel modern/supermarket/minimarket dan grosir modern, membangun pabrik dengan BOM tunggal, membangun distributor berbagai produk, atau pembuatan FS untuk mendapatkan dana, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 (Wa) atau kontak 081-252-982900. Kami siap membantu.

GD Star Rating
loading...