Previous Next

Mar 13

BAGAIMANA CARA MEMODERNKAN BISNIS ONLINE KITA DENGAN SISTEM MANAJEMEN TERSISTEMATIS?

Era kini bisnis online menjadi alternatif pemasaran produk selain dengan cara off line. Namun yang perlu diketahui bahwa bisnis on line tidak sebatas berjualan produk dan mengirimkannya, tetapi membutuhkan manajemen agar bisnis online semakin berkembang. Perkembangan dunia bisnis online membuat banyak pelaku bisnis terjun ke dalamnya, namun tidak sedikit yang mengalami kesulitan dalam pengelolaannya, mulai dari masalah sumber daya manusia (SDM), penyimpanan stok, sampai kepada cara pemasaran yang efektif. Groedu International Consultant akan menjawab semua permasalahan itu dengan, SISTEM MANAJEMEN BISNIS ONLINE.
Kami akan memberikan bantuan kepada Anda tentang tips dan cara tentang:
> membuat aturan dan standar pekerjaan,
> cara mengatur dan menilai kerja tim karyawan,
> pencatatan dan pengelolaan keuangan bisnis yang lebih baik,
> mengurangi resiko kehilangan barang atau kerugian lainnya,
> strategi inovasi produk dan layanan,

> pemilihan mitra dan saluran pemasaran yang tepat, dsb.

Sehingga bisnis online Anda dapat semakin berkembang dan bertahan lama. Sistem ini sangat cocok diterapkan di bermacam bisnis online yang Anda miliki ataupun pada perusahaan Anda yang ingin masuk ke dalam pemasaran online. Silakan hubungi kami di 081 852 11 72 atau 081 252 982 900 (WA) untuk penjelasan yang lebih lanjut!

GD Star Rating
loading...

Mar 13

PERTIMBANGAN ANTARA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JIKA ANDA INGIN MEMBANGUN DAN MENJALANKAN BISNIS SENDIRI

Membangun bisnis sendiri membutuhkan sebuah proses yang cukup panjang dan harus dimulai dari adanya perencanaan, implementasi sampai selanjutnya adalah evaluasi bisnis. Bagi sebagian orang, membangun bisnis adalah tantangan terberat yang cukup menarik untuk dilakukan, pertaruhan antara resiko dan profit, memulai awal yang baru, bahkan ada pula yang menganggap bahwa memulai bisnis sendiri adalah salah satu hal yang dianggap cukup mengerikan.

• Kelebihan Jika Anda Ingin Membangun Bisnis Sendiri

Berikut ini merupakan beberapa kelebihan-kelebihan jika Anda ingin membangun bisnis sendiri apabila dibandingkan dengan memiliki bisnis waralaba:

1. Merk Dagang Sudah Menjadi Milik Sendiri.

Dalam membangun dan menjalankan bisnis sendiri Anda memiliki kebebasan 100% untuk segala hal yang berkaitan dengan bisnis tersebut. Mulai dari perencanaan untuk menentukan produk seperti apa yang nantinya akan dijual, siapa yang menjadi target market dari bisnis tersebut, sampai dengan tentang bagaimana cara Anda untuk menjualnya. Anda tidak harus terpaku kepada siapapun dan terikat pada perjanjian apapun, Anda sangat bebas dalam berkreasi secara mandiri.

2. Bebas Untuk Menentukan Lokasi Bisnis.

Dilokasi manapun yang Anda anggap cukup strategis dan menguntungkan, maka dapat Anda menggunakannya sebagai tempat yang cukup layak untuk membangun bisnis. Tidak ada persyaratan apapun untuk menentukan lokasinya, semuanya juga tergantung pada pertimbangan antara keuntungan dan kerugian Anda sebagai seorang pemilik bisnis.

3. Keuntungan yang Tidak Terbatas Oleh Apapun.

Ketika Anda ingin mengembangkan bisnis, maka Anda lebih bebas untuk menentukan sendiri bagaimana cara yang akan Anda gunakan untuk mengembangkannya. Tidak ada batasan aturan apapun yang mampu mengekang Anda untuk membuka cabang baru dimanapun dan kapanpun Anda inginkan atau merambah sektor lain yang baru. Satu-satunya aturan yang menjadi batasan bagi Anda hanyalah peraturan dari pemerintah dan pemerintah daerah. Faktor apapun dapat Anda gunakan dalam melipatgandakan keuntungan dari bisnis Anda.

4. Bebas Menentukan dan Memilih Supplier Manapun yang Anda Inginkan.

Setiap pebisnis pastinya mengharapkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Terkadang untuk bisa mendapatkan harga yang lebih optimal seorang pebisnis merasa perlu untuk mengambil bahan baku dari setiap supplier-supplier yang berbeda-beda. Ketika Anda sudah membangun bisnis sendiri, maka tidak perlu lagi harus terpaku kepada satu supplier saja seperti jenis bisnis waralaba. Anda dapat memilih sendiri supplier manapun yang Anda inginkan dan menggantinya kapanpun Anda merasa ada supplier lain yang jauh lebih menguntungkan dari sebelumnya.

5. Hak Kepemilikan Penuh.

Jika suatu saat Anda merasa bisnis yang Anda jalankan tersebut sudah tidak menguntungkan lagi atau ingin berpindah haluan ke bidang bisnis yang lainnya, maka Anda bebas untuk menjual bisnis tersebut kapanpun Anda inginkan. Anda adalah satu-satunya pemilik mutlak dari bisnis tersebut, sehingga Anda sangat bebas untuk melakukan apapun dengan hak kepemilkan tersebut.

6. Resiko Untuk Potensi Terjadinya Konflik Internal Sangat Rendah.

Dalam menjalankan bisnis sendiri, ikatan yang terpenting adalah antara perusahaan dan target market/pasar atau dengan para suppliernya. Selain itu tidak ada ikatan apapun lainnya yang membatasi Anda pada keberlangsungan hidup dari bisnis yang sedang Anda jalankan tersebut. Lain halnya dengan jenis bisnis waralaba yang sangat bergantung kepada franchisornya. Maka dari itu, menjalankan bisnis sendiri memiliki resiko yang sangat rendah untuk terjadinya konflik kerjasama jika dibandingkan dengan jenis bisnis waralaba.

• Kekurangan Jika Anda Sudah Menjalankan Bisnis Sendiri.

Pada pembahasan diatas sudah dijelaskan tentang apa saja kelebihan-kelebihan dari menjalankan bisnis sendiri, dan sekarang ini marilah kita bahas tentang apa saja yang menjadi kelemahan-kelemahan dalam menjalankan bisnis sendiri yang mungkin bisa Anda jadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan jika Anda ingin menjalankannya:

1. Resiko Sangat Tinggi dan Masih Ada Kemungkinan Tidak Berhasil.

Membangun bisnis sendiri memiliki resiko yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan Anda membeli bisnis waralaba. Hal ini dikarenakan pemilik bisnis sendiri juga masih belum pernah menjalankan bisnisnya dan sangat minim dengan pengalaman, sehingga kurang ada gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana bisnis tersebut nantinya akan berjalan. Hal ini juga bukan berarti bahwa menjalankan bisnis sendiri tidak selalu lebih menguntungkan daripada menjalankan bisnis waralaba. Hanya saja setiap kemungkinan lebih bersifat spekulasi dan berupa pertaruhan yang masih belum pernah dibuktikan secara langsung kevalidannya.

2. Tidak Ada Bantuan atau Kontrol dari Pihak Lain.

Pemilik bisnis memiliki otoritas kendali penuh atas bisnisnya sendiri, sehingga jika terjadi sesuatu apapun tidak ada pihak lain yang akan ikut untuk bertanggungjawab menolong perusahaan Anda. Lain halnya dengan jenis bisnis waralaba, jika franchisee mengalami kesulitan, maka pihak franchisor akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu dalam mengatasi kesulitan franchiseenya tersebut.

3. Strategi Bisnis yang Masih Belum Teruji dengan Pasti.

Seorang pemilik bisnis sendiri belum memiliki strategi bisnis yang sudah teruji secara pasti apabila dibandingkan dengan jenis bisnis waralaba. Anda harus mencari-cari dan mencoba-coba sendiri strategi bisnis untuk diterapkan pada perusahaan Anda. Tidak ada langkah yang pasti dalam membangun sebuah bisnis, terkadang hal ini malah justru menjadi kebingungan tersendiri bagi si pemilik bisnis. Trial dan error harus tetap dilakukan sampai Anda sudah benar-benar menemukan strategi bisnis yang paling pas bagi perusahaan Anda.

4. Sama Sekali Tidak Ada Training dari Pihak Lain.

Tidak sama seperti jenis bisnis waralaba yang akan selalu ada training/pelatihan bagi pihak franchisee barunya, seorang pebisnis mandiri tidak pernah ada training apapun bagi pemiliknya. Malah justru Andalah yang harus merencanakan training seperti apa yang ingin Anda berikan kepada para bawahan di perusahaan yang akan Anda jalankan nantinya.

5. Harus Membangun Reputasi Sendiri Tanpa Bantuan dari Pihak Lain.

Setiap bisnis mandiri harus berupaya untuk membangun reputasi produknya yang dimulai dari nol. Hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah serta membutuhkan waktu yang sangat panjang. Tingkat keberhasilannyapun juga tidak dapat dipastikan.

6. Sarana untuk Berpromosi yang Serba Terbatas.

Promosi yang harus dilakukan oleh perusahaan mandiri hanya terbatas pada outlet yang dimilikinya saja. Jika ingin lebih memperluas jangkauan promosinya, maka Anda membutuhkan biaya yang jumlah tidak sedikit.

Nah, sekarang Anda sudah mengerti bukan! Tentang penjelasan bagaimana pertimbangan yang harus Anda lakukan setelah mengetahui apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari membangun dan menjalankan bisnis sendiri. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila anda sedang merencanakan untuk start up suatu bisnis, entah itu di bidang ritel, perdagangan/distributor maupun produksi/pabrikan, silahkan hubungi kami, kami siap membantu dan siap dengan SOP operasional, software accounting, rak yang dibutuhkan jika start up supermarket dan mini market, termasuk data base supplier, data kategori produk dan kesiapan start up lainnya. Kontak kami di 081-252-982900 atau ke 081-8521172. Kami siap membantu membangun bisnis anda!

GD Star Rating
loading...

Mar 10

HAL-HAL PENTING APA SAJA DALAM AKUNTANSI DISTRIBUSI YANG PERLU ANDA KETAHUI?

Kembali lagi bersama kami Konsultan bisnis Surabaya  Groedu. Pada gilirannya kini kami akan memberikan penjelasan tentang hal-hal penting dalam akuntansi dagang dan distributorship.
Sebelum memulai pembahasan mengenai perusahaan dagang dan distribusi lebih lanjut, ada baiknya kita lihat terlebih dahulu mengenai penggolongan perusahaan berdasarkan jenis kegiatannya. Setiap perusahaan mempunyai sifat akuntansi yang berbeda.
Dalam akuntansi perusahaan distribusi fokus kita akan lebih kita tingkatkan pada beberapa hal yang penting. Hal-hal tersebut ialah:
1. Persediaan
Persediaan merupakan salah satu kunci sukses perusahaan dagang. Daya saing perusahaan dagang dapat dinilai dari ketersediaan stoknya. Agar perusahaan dinilai sehat, memiliki daya saing, biasanya perusahaan dagang selalu memiliki rencana stok opname yang dapat dilakukan tiap bulan, tiga bulan sekali dsb.

2. Kelancaran utang piutang
Salah satu kekuatan agar persediaan selalu tersedia yakni nilai utang dan piutang harus lancar. keduanya berfungsi memberikan support pada perusahaan distribusi. Utang ada kaitannya dengan kas, sebab supplier akan merasa aman tatkala mereka memiliki kemampuan untuk membayar utang dimasa depan. Oleh sebab itu dalam analisa laporan keuangan pasti selalu kita jumpai rasio utang lancar.

Tidak berbeda dengan piutang usaha. Piutang usaha juga ada kaitannya dengan Arus Kas.  Umur piutang merupakan indikator/ ukuran sehat tidaknya nilai piutang sebuah perusahaan. Semakin panjang umur piutang dari seorang konsumen, maka terdapat potensi bagi perusahaan yakni kesulitan dalam memperoleh kas.

3. Ada yang menyebutkan kas adalah raja, namun bukan berarti kas adalah segala-galanya. Adakalanya perusahaan mengagungkan nilai kas, sehingga ketika nilai aliran kas turun ekspresi mereka, tindakan mereka spontan dan mencari jalan agar nilai kas tetap stabil.

Banyak pelaku usaha yang berusaha agar perusahaannya terorganisir dan agar semua aktivitas perusahaannya bisa terjaga. Para pelaku usaha juga berusaha agar kas yang diperoleh mampu menutupi semua utang, mendanai investasi dan sebagainya.

4. Profit perusahaan
Secara teori memang agar perusahaan tetap berkembang perusahaan harus selalu mencetak profit. Sebab jika perusahaan tidak profit, perusahaan akan mengalami kegoncangan. Ketika perusahaan goncang di internalnya, maka akan kemungkinan untuk menang dalam persaingan akan cukup berat. Maka profit perusahaan penting untuk diperhatikan.

Saat ini, sebagian besar orang masih ada yang tetap menggunakan metode manual/ mencatat pada kertas/ buku untuk mencatat transaksi usahanya. Bahkan masih ada juga perusahaan besar, memiliki aset besar namun masih belum siap menggunakan software accounting untuk menjalankan usahanya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan potensi  masalah akan timbul berkaitan dengan distribusi :

1. Monitoring atas persediaan lemah ketika dilakukan pengiriman barang dagang ke alamat konsumen yang letaknya di luar kota atau di luar pulau.
2. Monitoring atas piutang lemah, hal ini akan membuat masalah baru pada fungsi penagihan piutang.
3. Manajemen akan kesulitan mengelola batasan piutang konsumen.
4. Management akan kesulitan menentukan kinerja tim penjualan per Sales / Kanvas.
5. Pengelolaan atas dokumen-dokumen biaya kirim ada potensi tidak terekap dengan rapi.
6. Laporan penjualan tidak up to date
7. Pelaporan keuangan tidak tepat waktu

Agar masalah masalah diatas dapat teratasi sebaiknya pembaca perlu memiliki software yang memiliki kemampuan sebagai berikut :
1. Memiliki tampilan yang mudah dipahami. Keunggulannya yakni agar pengguna lebih cepat memahami software.
2. Trend bukti transaksi sudah mengikuti desain tren masa kini. Bukti dokumen yang bagus dan modern akan membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik.
3. Setiap laporan dapat dilakukan custome. Memodifikasi tampilan laporan dapat dilakukan oleh perusahaan maka akan membuat laporan jauh lebih up to date dibandingkan tetap menggunakan software yang tersusun menggunakan model baku.
4. Menyediakan informasi arus barang misal arus pemesanan.
5. Menyediakan fitur pengingat yang memberikan informasi secara up to date posisi barang yang ketika dibutuhkan pemesanan kembali, Piutang yang telah melewati masa jatuh tempo, dan hutang yang telah melewati masa jatuh tempo.
6. Menyediakan batas piutang pada masing-masing pelanggan. Tujuannya agar tidak terjadi kelebihan pembelian dari customer.
7. Managemen pergudangan yang mampu mendeteksi arus barang masuk dan arus barang keluar.
8. Multi proyek
9. Multi departemen

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai hal penting dalam akuntansi distribusi. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) Distributor, Ritel Modern dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu
Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya

GD Star Rating
loading...