Previous Next

Jul 05

PERNAHKAH TERPIKIRKAN OLEH ANDA TENTANG BISNIS PERANTARA, BENARKAH BERBISNIS INI CUKUP MENGUNTUNGKAN?

Di Indonesia, sebutan untuk makelar, calo, tengkulak atau broker dari kalangan pasar saham nasional mungkin sudah sangat tidak asing lagi dan cukup banyak dikenal luas oleh masyarakat. Seperti misalnya calo tiket, makelar tanah, makelar rumah, tengkulak hasil perkebunan, broker surat-surat perizinan, broker saham dan lain sejenisnya.

Tingkatannya pun bermacam-macam, ada yang masih kelas paling bawah sampai dengan kelas yang paling profesional dan sudah sangat tersistem dengan cukup rapi yang langsung dikoordinir dibawah perusahaan. Keempat istilah tersebut memang hampir-hampir mirip dan sama persis dalam berbagai pekerjaannya, namun terkadang masih saja ter cap sebagai istilah yang negatif dikalangan kebanyakan masyarakat luas.

Karena yang banyak sekali diketahui masyarakat adalah, karena mereka hanya sekedar ingin mencari untung saja dalam setiap kesempitan (isu negatif dari para tengkulak). Namun jika ditelusuri dengan lebih mendalam lagi, maka seseorang yang pekerjaannya adalah sebagai makelar, calo, tengkulak atau sebagai broker adalah sebagai profesi pedagang perantara yang pekerjaannya adalah untuk menghubungkan antara pedagang satu dengan pedagang yang lainnya, penjual yang kesulitan untuk menjualkan barang-barangnya dengan para pembeli yang juga merasa kesulitan untuk menemukan barang-barang dengan kriteria-kriteria yang diinginkan oleh si pembeli. Dengan kata lain, mereka adalah termasuk kedalam kategori jenis pebisnis yang menjalankan bisnisnya sebagai perantara dari bisnis lainnya.

Seiring dengan semakin berkembangnya dunia teknologi dalam berbagai aspeknya, untuk saat ini juga diikuti dengan semakin berkembang pula pertumbuhan dari bisnis perantara yang telah banyak menggunakan dan mengadopsi sistem teknologi terbaru saat ini. Masyarakat menjadi tidak merasa dirugikan lagi, namun mereka merasa semakin terbantu dengan adanya sistem tersebut.

Perhatikanlah bagaimana cara kerja dari sistem perantara jual-beli online seperti: bukalapak, lazada, tokopedia, sophee, dan yang sejenisnya, untuk perantara sistem pencarian kerja online yang menjembatani diantara perusahaan-perusahaan pencari tenaga kerja dengan skill yang mereka butuhkan dengan para pencari kerja dengan berbagai variasi keahlian dan kriteria yang bisa saja seperti apa yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan, seperti halnya jasa perantara pencarian kerja online: jobsd, jobstreet dan lain sebagainya yang sebenarnya menjadi penjembatan atau perantara diantara penjual (calon tenaga kerja) dan pembeli (perusahaan).

Hampir bisa dipastikan memang mirip-mirip tipis bukan, bentuk alur dari sistem kerja bisnis perantara seperti ini? Terdapat range (jarak) untuk sistem pembagian hasilnya atau imbal jasa untuk jenis bisnis perantara tersebut. Dari hasil keuntungan yang telah disepakati bersama oleh kedua belah pihak, yaitu diantara pihak penjual dan perantara atau pihak perantara dengan pihak pembeli.

Benarkah untuk jenis bisnis perantara seperti ini memang sangat prospek dan cukup menguntungkan? Model bisnis seperti ini sebenarnya juga sudah mulai popular untuk saat ini dan juga cukup menguntungkan, karena untuk menjalankan bisnis seperti inipun juga tidak membutuhkan adanya modal yang terlalu besar, bahkan juga bisa tanpa modal sedikitpun.

Selain itu untuk permasalahan resiko meruginyapun sangat kecil, karena hanya sebagai perantara saja (bukan pemilik sebenarnya) dari barang yang jika tidak laku maka yang akan rugi adalah produsen atau penjual yang sebenarnya (bukan perantara).

Sebagai contoh dari perantara (makelar) properti yang akan mencarikan pembeli prospek untuk menjualkan rumah seharga 1M. Makelar tersebut akan mendapatkan komisi sebanyak 2,5% atau 25jt (komisi yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan negosiasi kesepakatan antara pihak perantara dengan si penjual). Bayangkan saja jika sekali deal dan rumah dapat benar-benar terjual, maka si perantara tersebut akan benar-benar mendapatkan uang sebesar 25 juta rupiah. Dan ini merupakan perantara yang sudah termasuk kelas professional dan sudah sangat berpengalaman dalam bidangnya.

Seperti kelihatannya, memang sangat mudah dalam menjalankan berbisnis perantara seperti ini, hanya tinggal mencari penjual yang membutuhkan bantuannya untuk memcarikan calon-calon pembeli prospek bagi si penjual, lalu menawarkan kepada si pembeli yang cukup potensial. Jika benar-benar terjadi deal, maka Anda sudah bisa mendapatkan pemasukan sebagai pebisnis jasa perantara.

Namun untuk menjalankan bisnis perantara seperti ini baik itu sebagai makelar, broker atau yang sejenisnya, diperlukan kemampuan/skill khusus yang lebih mirip seperti seorang ahli marketer atau kemampuan dalam menjelaskan, mempengaruhi dan bernegosiasi. Beberapa hal yang harus benar-benar dimiliki adalah kemampuan dalam komunikasi yang baik, dan menguasai segala hal yang terkait dengan barang-barang/produk yang sedang ditawarkan, memiliki jaringan yang terkait dengan apa yang akan dijual, dan tentunya yang terpenting adalah dapat dipercaya dan bisa diandalkan.

Agar Anda benar-benar bisa sukses dalam memulai bisnis sebagai seorang pebisnis perantara, maka usahakanlah agar kedua kepentingan, baik kepentingan dari si penjual maupun dari si pembeli memang sama-sama harus dapat terpenuhi dan tidak ada salah satu atau dari keduanya belah pihak (pihak penjual dan pembeli) yang merasa telah dirugikan oleh Anda.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar berbisnis sebagai perantara sebagai kategori jenis bisnis yang menjalankan bisnisnya sebagai perantara dari bisnis yang lainnya. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila perusahaan pembaca sudah berkembang dan membutuhkan penanganan secara professional serta membutuhkan system manajemen, pembuatan SOP dan software accounting. Silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu!

GD Star Rating
loading...

Jul 01

BEBERAPA BISNIS RITEL MODERN YANG SEDANG BERKEMBANG SAAT INI BERDASARKAN CIRI-CIRI TERTENTUNYA

Berbisnis ritel terutamanya adalah jenis ritel modern merupakan bentuk aktivitas bisnis yang lebih banyak melibatkan penjualan barang-barang secara langsung kepada para konsumen akhir. Pada perkembangannya, untuk saat ini bisnis ritel modern di Indonesia sudah mulai melakukan berbagai transformasi dari jenis bisnis ritel yang awalnya masih bersifat tradisional untuk menuju kepada jenis bisnis ritel modern. Perkembangan dari jenis bisnis ritel modern di Indonesia yang sudah semakin banyak pada hampir diseluruh wilayah di Indonesia. Dan hal itu memang sudah dapat terlihat dari semakin banyaknya toko-toko ritel modern yang telah membuka cabangnya pada berbagai wilayah di Indonesia.

Jenis perusahaan ritel modern secara umum dapat dikategorikan berdasarkan ciri-ciri tertentu berikut, yaitu:

1. Toko Diskon (Discount Stores).

Merupakan jenis toko ritel modern pengecer yang menjual berbagai macam jenis barang-barang kebutuhan dengan harga yang sedikit lebih murah dan mampu memberikan pelayanan minimum.

2. Toko Khusus (Speciality Stores).

Adalah sejenis toko eceran yang telah menjual barang–barang dari jenis lini produk tertentu saja yang lebih bersifat spesifik.

3. Departemen Stores.

Adalah sejenis toko eceran yang berskala lebih besar dengan cara pengelolaannya yang telah terpisah-pisah dan sudah terbagi menjadi bagian-bagian dari departemen–departemen yang telah menjual bermacam-macam jenis barang-barang yang juga berbeda–beda.

4. Toko Swalayan (Convenience Stores).

Berupa pengecer yang telah menjual jenis dari item-item produk yang lebih terbatas, dan bertempat yang lebih nyaman dengan jam buka yang jauh lebih panjang.

5. Toko Katalog (Catalog Stores).

Merupakan suatu jenis toko yang lebih banyak untuk memberikan berbagai informasi produk melalui media katalog yang telah dibagikan terhadap para konsumen yang lebih potensial untuk membelinya.

6. Toko Cabang (Chain Stores).

Merupakan pihak pengecer yang memiliki lebih dari satu gerai dan sudah dimiliki oleh perusahaan yang sama.

7. Supermarket.

Merupakan jenis toko eceran yang telah menjual berbagai macam jenis produk makanan dan juga sejumlah kecil dari produk non-makanan dengan sistem konsumen yang melayani dirinya sendiri dari (toko swalayan).

8. Hypermarkets

Merupakan sejenis toko eceran yang menjual berbagai jenis barang-barang kebutuhan dalam jumlah yang sangat besar atau bisa lebih dari 50.000 item dan sudah mencakup banyak sekali jenis produk. Hypermarket merupakan gabungan antara retailer toko diskon dengan jenis hypermarket.

9. Minimarket.

Merupakan sejenis toko kelontong modern yang menjual segala macam jenis barang dan makanan, namun juga tidak sebesar dan selengkap seperti halnya supermarket dan hypermarket. Namun untuk jenis minimarket juga sudah menerapkan sistem seperti swalayan.

Terdapat tiga hal pokok yang harus lebih diperhatikan dalam menjalankan jenis usaha toko ritel modern, yaitu:

1. Dalam berbisnis ritel modern, orang-orang yang ingin membuka toko ritel modern tidak bisa selalu melakukan segala pekerjaan tersebut sendirian, maka dari itu dibutuhkan adanya seorang manajer yang lebih handal dan cukup mampu dalam mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan ekspektasi dari pengusaha.

2. Harus ada konsep yang lebih jelas dan lebih terarah tentang jenis usaha ritelnya seperti apa dan dengan menggunakan sistem yang lebih bagus baik dalam hal manajemen maupun yang berasal dari rantai produksi agar bisa dipastikan sampai langsung ke tangan para konsumen. Selain itu perusahaan juga harus memiliki sistem penjualan yang lebih efektif dan cukup efisien, terutamanya adalah dalam hal mempromosikan agar pesan dari brand Anda dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada para calon konsumen.

3. Yang terakhir adalah memperhatikan harga dari suatu produk ritel modern harus tetap dijaga agar tetap dapat menjadi lebih kompetitif, dan tidak sampai terpaut jauh dengan yang berada di pasaran. dan para pengusaha juga harus mampu untuk mengisi celah atau dengan cara-cara yang belum pernah terpikirkan untuk dimanfaatkan oleh para kompetitor atau para pesaing lainnya. Mereka harus mampu dalam melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan tersebut dengan lebih baik dan mendapatkan hasil yang juga baik pula.

Itulah sedikit penjelasan singkat seputar beberapa kategori dari jenis-jenis bisnis ritel modern yang sedang berkembang saat ini berdasarkan dari ciri-ciri tertentunya. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila anda membutuhkan informasi terkait artikel di atas dan membutuhkan bimbingan dalam mendirikan Ritel modern atau grosir modern, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke kami 081-8521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu!

GD Star Rating
loading...

Jun 11

MENGENAL MACAM-MACAM KATEGORI BISNIS E-COMMERCE YANG SEDANG BERKEMBANG PESAT DI INDONESIA

Saat ini konsultan bisnis Surabaya akan membahas mengenai Bisnis e-commerce. Biasanya pada saat kita mendengar kata e-commerce, maka yang akan muncul di pikiran kita adalah berupa bisnis jual-beli yang banyak dilakukan melalui media online saat ini. Bisnis e-commerce sebenarnya tidak hanya mencakup tentang penjualan ditoko-toko online saja, namun lebih daripada itu bisnis e-commerce bisa juga dikelompokkan menjadi beberapa macam kategori berdasarkan layanan yang telah diberikan oleh penyedia dari layanan e-commerce tersebut.

Bisnis e-commerce di Indonesia sendiri dapat dikelompokkan ke dalam lima macam kategori yang saling berlainan, bagi Anda yang ingin lebih mengenal dengan lebih jauh tentang beberapa kategori dari bisnis e-commerce ini, maka berikut ini merupakan lima macam kategori dari jenis bisnis e-commerce, yaitu:

1. Kategori e-commerce jenis iklan baris.

Kategori e-commerce jenis iklan baris atau classifieds ini merupakan bentuk dari e-commerce yang paling sederhana diantara kategori jenis yang lain. Ciri utama dari bisnis ini adalah:

• Penyedia layanan e-commerce tidak akan langsung terlibat dalam proses jual belinya. Pihak e-commerce hanya menyediakan media sebagai sebuah perantara untuk mempertemukan antara si penjual dan pembeli.
• Orang yang nantinya akan menjual barangnya dapat langsung memasang iklannya kapan saja dan dimana saja.
• Keuntungan yang akan diperoleh oleh penyedia jasa layanan e-commerce ini adalah melalui iklan-iklan premium yang telah dipasang pada website yang sudah terdaftar.

Salah satu dari bisnis e-commerce yang menerapkan bisnis jenis ini adalah OLX, yang sebelumnya bernama tokobagus yang merupakan kategori dari bisnis e-commerce terlama di Indonesia. Selain OLX selanjutnya ada Kaskus FJB dimana Kaskus tidak mengharuskan baik penjual atau pembelinya untuk menggunakan fasilitas transaksi yang telah disediakan (misalnya rekening bersama). Kebanyakan para pelaku bisnis dari Kaskus FJB telah menerapkan sistem cash on delivery (COD). Jenis e-commerce seperti ini biasanya lebih sering digunakan oleh penjual yang hendak menawarkan barangnya dengan jumlah yang sangat terbatas atau berupa barang-barang bekas saja.

2. Kategori Customer to Customer (C2C).

Perbedaan antara bisnis C2C (customer to customer) dengan kategori jenis e-commerce iklan baris adalah selain penjual dapat juga mempromosikan produknya, pihak dari e-commerce juga menyediakan fasilitas untuk pembayaran dalam bertransaksi online. Inilah yang kemudian menjadi sebagai cirri khas yang lebih menonjol dalam berbisnis C2C, dimana si penyedia jasa memberikan fasilitas rekening dari pihak ketiga atau escrow. Escrow merupakan penghubung utama diantara e-commerce penjual dengan pembeli.

Jika pembeli sudah memilih suatu produk dan telah memutuskan untuk membelinya, maka pembeli akan melakukan pembayaran melalui transfer kepada pihak escrow. Setelah pihak escrow melakukan verifikasi penerimaan dana, maka penjual akan mengirimkan order pembelian. Dan setelah pembeli menerima barang yang sudah dipesan dan melakukan konfirmasi, maka pihak escrow akan melanjutkan pembayarannya kepada si penjual. Menggunakan fasilitas escrow cukup menjamin keamanan dalam bertransaksi e-commerce ini dan jika ternyata barang yang sudah dibeli bermasalah, maka akan dilakukan pengembalian dana kepada si pembeli. Seperti contoh pelaku e-commerce yang telah menerapkan sistem seperti ini adalah dari Tokopedia. Keuntungan e-commerce yang didapatkan dari iklan premium serta komisi jasa dari escrow.

3. Shopping Mall.

Jenis bisnis e-commerce dengan konsep seperti Shopping Mall ini tidak ubahnya dengan C2C. Namun yang membedakan diantara keduanya adalah dari pihak penjual pada e-commerce tersebut. Layaknya sebuah mall offline, e-commerce shopping mall seperti ini lebih banyak digunakan oleh tenant atau vendor yang sudah memiliki brand (merek) yang cukup kuat di pasar, baik lokal maupun internesional. Vendor yang hendak bergabung harus melalui proses verifikasi yang sangat ketat. Keuntungan yang bisa didapat dari piihak e-commerce adalah melalui komisi yang akan didapatkannya dari vendor dengan brand ternama tersebut. E-commerce di Indonesia dengan konsep seperti ini misalnya adalah Matahari Mall.

4. Kategori Business to Consumer.

E-commerce yang termasuk ke dalam kategori seperti ini yang lebih berfokus kepada penjualan produk milik perusahaan dari e-commerce itu sendiri. Semua keuntungan yang telah dihasilkan dari penjualan produk akan langsung masuk kepada perusahaan tersebut. Untuk saat ini e-commerce business to consumer sudah mulai berkembang di Indonesia (meskipun belum menyeluruh). Tentu saja untuk mengembangkan bisnis seperti ini juga tidak mudah, karena membutuhkan adanya modal yang sangat besar dan sistem penjualan serta pasokan barang-barangnya juga harus dilakukan sendiri oleh penyedia e-commerce tersebut. Seperti contoh e-commerce dengan konsep yang termasuk ke dalam kategori seperti ini adalah Lazada yang juga menggunakan sistem seperti C2C yang menerima penjual mandiri yang mampu dalam menjamin ketersediaan barang-barangnya namun juga menggunakan kategori business to customer.

5. Kategori Toko Media Sosial.

Seiring dengan perkembangan media sosial yang sudah semakin populer, maka semakin memicu untuk munculnya potensi-potensi lain yang bisa saja dimanfaatkan dari media tersebut. Beberapa perusahaan e-commerce atau mandiri yang membangun bisnisnya dengan diawali dari media sosial. Jenis media sosial yang sampai saat ini masih sangat banyak digunakan untuk jenis bisnis seperti ini adalah Facebook. Namun untuk beberapa waktu terakhir dari media online lainnya seperti Instagram dan Twitter juga sudah mulai banyak digunakan untuk kepentingan bisnis e-commerce seperti ini. Salah satu kelebihan dari jenis medsos shop ini adalah dengan memanfaatkan begitu banyaknya para pengguna dari sosmed serta berbagai kemudahan dalam membuat serta mengaksesnya dengan gratis.

Dengan lebih mengenal dari beberapa bentuk bisnis e-commerce yang sudah ada saat ini, maka akan dapat semakin menambah wawasan bagi Anda sekalian yang sedang berencana untuk memulai berbisnis online. Selain itu dengan memilih sendiri jenis (kategori) e-commerce yang lebih tepat sebagai penunjang penjualan dari bisnis Anda, maka akan semakin mendorong bisnis Anda untuk menjadi semakin berkembang besar lagi dari sebelumnya. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

GD Star Rating
loading...