STRATEGI MENINGKATKAN PENJUALAN TOKO RITEL MELALUI IMPULSE BUYING

Impulse buying merupakan pembelian yang dilakukan oleh customer yang tidak direncanakan sebelumnya, bersifat mendadak (spontan) dan seringkali cepat, serta cenderung dipengaruhi oleh emosi dan perasaan customer. Pemilik toko yang ingin meningkatkan omzet penjualannya sebaiknya tidak hanya fokus pada penjualan produk utamanya saja tetapi perlu juga memperhatikan perilaku impulse buying para customernya karena porsi pembelian dari impulse buying cukup besar dari total pembeliannya. Hal ini didukung dari beberapa statistik*) yang mencatat bahwa sebanyak 40% dari total pembelanjaan customer merupakan impulse buying, dimana 40% dilakukan saat berbelanja di toko dan 25% pada saat berbelanja online.

Selain itu, statistik lain mencatat sebanyak 60% wanita melakukan impulse buying pada saat berbelanja dan 45% customer dengan usia lebih muda dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi lebih cenderung melakukan impulse buying. Sebanyak 88% motivasi dalam melakukan impulse buying adalah bahwa barang tersebut sedang diskon/ obral. Sebagai tambahan dicatat bahwa 75% dari customer merasa puas atau senang setelah melakukan impulse buying.

Beberapa motivasi yang menjadi dasar dari pelanggan untuk melakukan impulse buying adalah keinginan untuk berhemat, keinginan untuk mendapatkan barang yang bagus, ataupun pada dasarnya seseorang memang suka (mendapatkan kepuasan) untuk berbelanja atau melakukan konsumsi.

Oleh karena itu beberapa usaha yang dapat meningkatkan kecenderungan customer untuk melakukan impulse buying antara lain:

  • Menciptakan suasana berbelanja yang baik

Pada toko yang berukuran kecil penentuan harga produk memiliki pengaruh utama pada impulse buying, sedangkan pada toko yang besar maka pemajangan produk berpengaruh utama pada impulse buying. Suasana berbelanja dipengaruhi antara lain penataan layout produk dan peralatan toko yang baik dan teratur, kebersihan, penciptaan suasana (ambiens) dari segi suara, pencahayaan, pewarnaan, dan sebagainya. Sehingga penting untuk selalu menjaga kebersihan, kerapian, dan keteraturan di toko sehingga pembeli dapat menjadi lebih nyaman dan menghabiskan lebih banyak waktu di toko yang dapat meningkatkan peluang impulse buying.

  • Meningkatkan penampakan/ visibility produk

Dalam industri ritel pepatah “Melihat adalah Membeli” berlaku dengan baik dimana sampai sekarang customer lebih suka untuk melihat langsung dan memeriksa sekaligus mencoba produk tersebut (bila diperbolehkan) sebelum melakukan pembelian. Oleh karena itu salah satu langkah yang dapat digunakan untuk menarik pandangan customer adalah dengan memasang penanda (buatlah penanda yang menarik dengan memuat promosi atau diskon barang sale yang dibuat dengan pewarnaan yang kontras dan mencolok seperti merah dan kuning).

  • Peletakan dan pemajangan produk impulse buying

Selain itu peletakkan dan pemajangan sebuah produk dengan baik akan meningkatkan peluang produk untuk diambil customer, seperti contoh di rak supermarket maka produk yang laku (fast moving) diletakkan di rak bagian tengah yang mudah dilihat (eye level) atau dijangkau tangan akan lebih laku daripada produk yang diletakkan di rak atas atau rak bawah. Oleh karena itu sebaiknya produk impulse buying diletakkan dekat dengan produk toko yang fast moving sehingga dapat memancing customer untuk menambahkan ke belanjaannya. Selain itu dapat pula diletakkan di dekat kasir yang dekat pintu keluar toko sehingga customer dapat meraihnya dengan cepat.

  • Mempengaruhi faktor psikologis customer

Pada saat berbelanja, kebanyakan keputusan melakukan pembelian customer sangat dipengaruhi oleh faktor psikologisnya, sehingga pemilik toko sebaiknya dapat memanfaatkan faktor-faktor psikologis ini, antara lain:

  • Faktor urgensi/ mendesak

Merangsang psikologis melalui promosi dengan batasan waktu, seperti “Hanya Hari ini” atau “Hanya 2 atau 3 hari saja”, atau seperti yang dilakukan oleh supermarket atau hypermarket ritel modern yang memberikan banyak promo diskon barang pada saat weekend dimana banyak customer keluarga yang berbelanja barang kebutuhan rumah tangga pada waktu itu.

  • Nilai barang (value)

Mempengaruhi customer dengan memberikan penawaran yang  murah hati seperti “buy one, get one” maka mereka berpikir bahwa hal itu adalah sebuah pembelian yang bagus untuk sejumlah nominal uang yang sama. Biasanya promosi ini dilakukan oleh restoran yang memiliki margin profit yang cukup besar ataupun untuk menghabiskan stok barang lama yang kurang laku.

  • Kegembiraan dan kebaruan

Faktor ini biasanya dipicu dari iklan promosi produk baru yang sering muncul di media massa atau rilisan baru di toko (umumnya fashion dan elektronik) yang membuat customer merasa senang apabila dapat mengalami rasa kebaruan dan tidak ketinggalan sehingga nantinya akan melakukan impulse buying.

Ataupun bila Anda sedang bepergian ke tempat yang tidak dapat sering Anda kunjungi, seperti keluar negeri maka nilai sebuah produk/ momen akan meningkat seperti membeli suvernir atau mencoba kuliner yang Anda nilai sangat berharga pada saat itu maka Anda pun tidak dapat mengontrol diri untuk tidak berbelanja.

  • Jenis barang yang menjadi sasaran impulse buying

Walaupun semua barang dapat dijadikan sasaran promosi toko, terutama barang yang slow moving (tak terlalu laku) namun, idealnya, barang yang sering dijadikan impulse buying adalah barang-barang yang berukuran kecil dan memiliki harga yang tidak mahal, karena hal ini mempengaruhi pengambilan keputusan yang tidak terlalu rumit dan cepat. Sebagai contoh, beberapa barang seperti minuman soda, permen, coklat, baterai sering diletakkan dekat dengan konter kasir toko agar customer dapat segera mengambilnya tanpa berpikir terlalu panjang. Oleh karena itu dapat disimpulkan adalah barang yang murah, sensorik, dan mendesak.

  • Uji coba & demo pertunjukan produk

Dengan adanya  kegiatan uji coba atau pertunjukan produk yang menarik dapat meningkatkan ketertarikan customer terhadap suatu barang, sehingga seringkali di sebuah toko dilakukan pertunjukan atau atraksi, seperti demo memasak atau alat kesehatan sehingga customer ingin juga untuk mencobanya di rumah.

Biasanya di sebuah toko roti atau snack, diberikan free sample pada roti atau snack yang ingin dipromosikan demikian di sebuah toko pakaian akan disediakan kamar ganti, hal ini bertujuan agar customer dapat mencoba produk yang diinginkan sebelum melakukan pembelian.

  • Referensi atau testimonial

Nilai sebuah referensi atau testimonial positif dari teman, keluarga, dan kolega terhadap sebuah produk akan meningkatkan ketertarikan customer untuk mencoba dan membeli produk tersebut padahal tidak pernah direncanakan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena tingkat kepercayaan terhadap seseorang yang dikenal lebih memiliki pengaruh daripada penjual atau promotor yang mengiklankan produknya dengan baik

  • Online media / Social media

Di zaman online media yang mudah diakses maka social media (seperti Facebook, Instagram, Youtube, Path, Twitter, dsb.) semakin mempercepat saluran penerimaan informasi tentang produk kepada customer. Selain itu customer juga mudah melakukan penelusuran produk sebelum pergi ke toko dan melakukan transaksi. Penulis sendiri sering melakukan cek harga produk secara online dan memperkirakan margin yang bisa dinegosiasikan nanti kepada penjual. Oleh karena itu sebaiknya pemilik toko mulai membuat website dan mengaktifkan akun social media toko atau produk jualannya.

Demikian beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh para pemilik toko untuk meningkatkan penjualan produk mereka, khususnya dari impulse buying. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pemilik toko dan penjual produk ritel, apabila masih memiliki hal-hal yang kurang dipahami maka dapat menghubungi kami di 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com (Stan Widyanto).

Sumber *):

http://betabait.com/the-impulse-shopping-fact-sheet/

http://brandongaille.com/18-dramatic-impulse-buying-statistics/

https://blog.vendhq.com/post/64901826173/encourage-impulse-buys-store-deeper-look-unplanned-purchases

GD Star Rating
loading...

CARA MENGATASI TURN OVER TEKNISI YANG MENJADI MIMPI BURUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Sepintas Bagian Engineering atau Maintenance berisi orang-orang multi high skill (memiliki keterampilan tinggi). Untuk pernyataan seperti ini, sangatlah tidak mengherankan bahwa orang-orang dibagian ini sudah terbiasa bekerja secara one man show. Begitu pula dengan bagian engineering, orang-orang dengan keahlian khusus seperti ini terkadang justru merasa lebih nyaman jika bekerja secara sendiri-sendiri.
Namun sebenarnya juga tidak benar-benar pas jika dikatakan bahwa semua para engineer lebih nyaman jika bekerja sendiri. Tetapi ini adalah realitanya, saat lebih memerlukan teknisi lain untuk problem solving. Teknisi seperti ini malah lebih pada sebagai Helper atau teknisi pembantu, dengan pertimbangan safety saat bekerja dan operasionalnya.
Dari sisi mentalitasnya, ada dua macam type teknisi. Type Engineer dan Type Tukangnya Engineer / Helper.
1. Type Engineer
Tidak berarti harus insinyur sarjana teknik, akan tetapi sudah memiliki konsep kerja seorang engineer, diantaranya memiliki minat dalam rekayasa teknik, dan termotivasi untuk menjaga dan meningkatkan performance mesin. Teknisi yang masuk di type ini, melihat knowledge dan skill sebagai modal, ada minat yang sangat besar untuk memperdalam spesialisasinya dan berusaha menguasai bidang keilmuan lain yang dapat menunjang kinerja mereka meski di tingkat basic. Misalnya saja : seorang Teknisi mekanik, juga menguasai electric, instrumentasi, drawing design, manajemen perawatan, dan lain-lain. Jadi benar-benar tingkat dasar ilmunya menunjang untuk melakukan rekayasa teknik dan koordinasi lintas bidang keilmuan.
2. Type Tukangnya Engineer/Helper
Teknisi yang masuk di kategori ini adalah :
• Lebih mengutamakan pengalaman dibandingkan dengan kedalaman proses berpikir dalam menganalisa permasalahan.
• Melihat bidang keilmuan hanya dari sisi yang sangat sempit Mekanik ya mekanik, electric ya electric, dan seterusnya. Tidak ada minat untuk mempelajari bidang lain, sehingga memiliki banyak keterbatasan dalam melakukan rekayasa teknik. Meskipun bisa tidak lebih dari menjadi “Helper” engineer saja.
Yang dimaksud orang dengan keahlian khusus, yaitu Teknisi yang masuk Type satu. Perusahaan tidak akan pernah merasa segan atau ragu untuk memberikan penawaran yang tinggi untuk merekrut mereka, apalagi jika mereka berada di rentang usia yang masih terbilang cukup muda yaitu seusia antara 27 – 30 tahun. Maka disinilah letak permasalahnya, yaitu bisa dikatakan juga dengan “ Pembajakan tenaga kerja “. Faktor Ekonomi menjadi alasan utama, ahli-ahli mesin berkeahlian khusus ini berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.
Lalu apa yang kemudian terjadi? Bagaimana nasib perusahaan yang telah ditinggal oleh teknisi tersebut? Mau tidak mau perusahaan harus tetap mencari teknisi ahli pengganti yang baru lagi dan harus memulai dari dari awal untuk proses adaptasi ulang. Dan Perusahaan yang dituju akan merasa was-was jika ditinggal pergi meski dengan resiko “new boss, new rule”, strategi lama akan terputus dan akan mulai dengan strategi baru.
Kenyataannya dunia Engineering menawarkan kesempatan untuk mengenal berbagai teknologi baru, berimprovisasi dan mengupgrade skill, dimana dari sudut pandang individu apa yang didapat (experience, kowledge, skill) akan berdampak langsung pada nilai jual. industri konvensional sangat tergantung pada individu, namun industri modern lebih tergantung kepada sistem. Sistem yaitu interaksi sinergis antara semua komponen terkait, ada didalamnya human resources, metode kerja.
Ini akan sudah jelas akan menjadi permasalahan yang sangat kompleks bagi kebanyakan perusahaan, namun pastinya tetap ada solusinya yaitu dengan cara berikut ini :
1. Dokumentasi
Sudah jelas, jika semua permasalahan permesinan di mapping setelah itu menetapkan standard perbaikan. Jika semua terdokumentasi, mulai dari Drawing Parts Mesin, Sistem operasional mesin, Problem, langkah Perbaikan, dan lain-lain terkait hal teknis lainnya, Budaya One Man Show berangsur-angsur akan menghilang dengan sendirinya, dan bergeser pada model kerja kolektive. Perlu untuk diingat, bahwa dokumentasi maintenance banyak menyangkut hal yang sangat rahasia (very confidential), anda wajib memiliki mekanisme untuk menjamin kerahasiaannya.
2. Penerapan Sistem Penilaian Performance Berbasis obyektivitas Kinerja
Dengan adanya sistem ini, Gap atau Selisih antara Skill standard dengan actual yang dimiliki akan terlihat secara obyektif. Kuncinya pada data, umumnya semua orang sudah merasa bekerja dengan baik dan benar, tetapi jika tidak berbicara data obyektif, maka akan banyak sekali miss komunikasi. Sistem TPM menyediakan formulasinya, tinggal diolah dengan MBO atau Performance Approval system lainnya. Setelah itu lakukan Trainning rutin untuk pembekalan Basic Skill, melatih urutan kerja, kemampuan analisa masalah, dan lain-lain.
Point kedua akan sangat bagus lagi apabila perusahaan mau berinvestasi software khusus manufacturing sehingga nilai proses pekerjaan Engineering dapat diketahui secara pasti di desktop komputer. Nah, untuk mendapatkan software manufacturing ini tentunya perlu diskusi dengan bijaksana dengan top manajemen karena butuh invetasi. Namun dengan adanya software dijamin turn over para Engineering dijamin ketitik terendah karena dengan adanya software tersebut kegiatan kolektif akan tercipta karena software akan mengintegrasikan setiap proses dengan proses lainnya.
Informasi mengenai software manufacturing dapat klik di www.softwareaccountingsurabaya.com atau email ke consultantsoftware9@gmail.com

Sumber atikel : dedylondong.blogspot.com

GD Star Rating
loading...

Groedu Club

GATHERING

MENGAPA ANDA PERLU BERGABUNG?
Welcome to Groedu Club, komunitas pebisnis & pemasar elit Indonesia. Silakan Join FREE bila Anda memiliki/mengelola/menjalankan sebuah bisnis RIIL, yaitu bisnis yang seluruh aspek dari produk dan jasanya di bawah kendali Anda 100%. Seberapa kecil bisnis Anda saat ini BUKAN masalah selama Anda memiliki impian, visi dan ambisi kuat untuk menumbuhkannya!
Sambutan khusus bila Anda adalah konsultan/trainer/ coach dari segala aspek bisnis. Jadilah bagian dari jaringan narasumber kami untuk pengembangan basis klien Anda.
Kami juga undang Anda penyedia jasa bagi segala aspek bisnis, baik yang bekerja perorangan (freelancer) atau sebagai perusahaan. Anda mungkin saja web designer, programmer, translator, graphic designer, videographer dsb. Jadilah bagian dari jaringan penyedia jasa kami untuk pengembangan klien Anda.
Tolong hemat waktu Anda dan kami dengan tidak mendaftar bila satu-satunya bisnis yang Anda miliki menurut kami BUKAN riil, yaitu mencakup

  •  Peluang MLM/Network Marketing/Direct Selling
  •  Peluang lain berbasis-komisi, seperti agen properti, agen asuransi, program affiliate online dsb.
  •  Money game, arisan berantai dsb.

Setelah mengisi form Join silakan klik link konfirmasi yang terkirim ke email Anda (dalam folder Spam bila bukan Inbox).

KENAPA ANDA PERLU BERGABUNG?

Groedu Club bukan hanya komunitas online pebisnis. Yang akan bedakan kami dan yang akan jadi kegiatan utama kami adalah acara kopi darat atau gathering bulanan di tiap kota tempat ada cukup banyak anggota. Gathering bulanan inilah sarana yang akan pastikan semua anggota secara bersama mampu mengangkat bisnis mereka ke level supersukses yang mustahil tercapai tanpa gathering seperti ini! Selain ajang berbagi kisah dan pengalaman, kopi darat diisi presentasi (ilmu) bisnis oleh narasumber sambil semua menikmati makan & minum.Namun, yang TERPENTING dari gathering ini adalah peluang bagi semua anggota untuk menciptakan deal-deal Joint Venture, Host-Beneficiary, Aliansi Strategis & Barter Bisnis dengan sesama anggota, yang adalah praktik-praktik bisnis yang membedakan bisnis biasa dan bisnis SUPERSUKSES!
Join Klik :klik ini atau www.groeduclub.com
GD Star Rating
loading...

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA : ” STRATEGI MEMBINA HUBUNGAN DENGAN CUSTOMER OLEH SALESMAN KAYA” (BAG-2)

“Menciptakan penjualan tidaklah mudah, apalagi produk yang belum dikenali banyak konsumen. Oleh sebab itu tindakan seorang salesman yang tetap ingin stabil secara keuangan, ia lebih banyak memperhatikan konsumen sedemikian rupa.”

– Frans M. Royan –

 

STRATEGI MEMBINA HUBUNGAN DENGAN CUSTOMER

STRATEGI MEMBINA HUBUNGAN DENGAN CUSTOMER

Di dalam teorinya tidak mungkin kita memutus pelanggan lama, bukankah pelanggan lama memberikan cash in flow lebih banyak pada kita. Ya, memang benar! Tapi tunggu dulu memutus pelanggan lama itu tidak boleh sembarangan, jika sembarangan maka perusahaan akan terancam kelangsungan hidupnya. Lalu bagaimana kok dianjurkan memutuskan pelanggan lama? Kita harus menyimak terlebih dahulu, pelanggan lama yang bagaimana yang akan diputus?

Jika kita mau mengklasifikasikan, pelanggan ternyata bermacam-macam. Pada produk consumer good, seorang pelanggan akan membeli berulang kali untuk memenuhi persediaannya. Ia akan melayani konsumen yang datang kepadanya. Pelanggan lama inilah yang akan memberikan pemasukan lebih besar dan menjadikan perusahaan menjadi kuat. Jadi seharusnyalah ia dipertahankan. Sementara itu salesman juga dianjurkan untuk terus menerus mencari pelanggan baru, sebab pelanggan baru yang membeli juga akan memberikan pemasukan yang tidak sedikit pada perusahaan. Pelanggan baru yang kemudian produktif akan memberikan kemakmuran pula pada salesman.

Di bawah ini akan dijelaskan panjang lebar, mengapa salesman harus memutus pelanggan lama, dalam tanda kutip dan harus mencari pelanggan baru demi pemasukan. Pemasukan dari pelanggan adalah penjualan yang tiada batas. Salesman yang bisa terus menerus mendapatkan pelanggan baru, ia akan mendapatkan komisi dari padanya sehingga ia bisa menyisihkan uangnya untuk disimpan dan diinvestasikan. Inilah rahasia mengapa salesman bisa menjadi kaya raya!

Putus customer lama & bina customer baru

Tunggu dulu anda tidak boleh ceroboh. Pelanggan mana yang perlu diputus itu? Persoalan inilah yang mestinya diketahui. Kalau mau melihat secara keseluruhan keberadaan pelanggan, maka akan kita temukan ada beberapa pelanggan yang berbeda-beda. Ada pelanggan yang membeli secara rutin setiap kali salesman datang, ada yang membeli setelah 2-4 kunjungan baru membeli, ada yang setahun membeli 2 kali, dan ada yang membeli tetapi membayar secara mencicil, tidak rutin dan sulit ditemui. Serta ada pelanggan yang membeli beberapa kali dan kemudian wanprestasi. Ditambah lagi  pelanggan yang pindah tempat.

Pelanggan-pelanggan yang tidak menguntungkan seperti yang membeli tapi membayar dengan cara mencicil, pembeli wanprestasi dan pelanggan yang pindah adalah pelanggan yang perlu ditinggalkan meskipun mereka termasuk pelanggan lama. Mengapa harus memutuskan pelanggan lama? Karena pelanggan seperti ini tidak dapat membantu menambah penjualan, dengan demikian tidak bisa mempertebal kantong salesman, maupun volume penjualan untuk perusahaan. Sedangkan pelanggan yang aktif terus kita bina dan tingkatkan pembeliannya. Oleh sebab itu sangatlah keliru jika kita memutuskan pelanggan lama yang produktif. Dan hal ini tidaklah masuk akal, sebab pelanggan lama adalah pemberi uang yang paling banyak bagi perusahaan maupun bagi penjual. Mempertahankan pelanggan lama yang berpotensi adalah kewajiban para penjual agar ia terus mendapatkan penghasilan yang lebih.

Bagaimana selanjutnya dengan pelanggan lama yang sudah ditinggalkan? Untuk urusan keuangan yang mencicil tetap akan dikelola sedemikian rupa, tetapi salesman tidak lagi mengirimkan produk pada pelanggan tersebut. Sementara itu untuk menggantikan pelanggan lama yang tidak aktif, salesman akan mencari secara terus menerus pelanggan baru. Mengapa harus mencari pelanggan baru? Pelanggan baru yang membeli produk dapat menambah penjualan, dengan demikian untuk mencapai target yang diinginkan salesman telah memiliki cadangan. Pelanggan baru dengan sendirinya akan memberikan icome pada salesman jika target penjualannya masuk 100%. Pelanggan baru yang terus menerus ditambah dan kemudian dibina akan berpotensi menjadi pelanggan lama yang loyal. Perusahaan akan mendapat keuntungan jika salesman terus menerus mendapatkan pelanggan baru. Oleh sebab itu mendapatkan pelanggan baru dan membinanya sedemikian rupa merupakan kewajiban salesman dan merupakan rahasia mengapa salesman bisa menjadi kaya raya. Tentu saja pelanggan baru akan memberikan income tambahan pada salesman!

Kaidah SCP

Bagaimana mencari pelanggan baru itu? Ternyata ada satu formulasi yang mendasari mengapa seorang salesman perlu secara terus menerus mendapatkan pelanggan baru, dan bagaimana mengelola pelanggan baru itu menjadi pemberi income yang lebih banyak, baik pada perusahaan dan pada salesman itu sendiri. Sementara itu bagaimana mencari pelanggan baru itu? Maka gunakanlah konsep SCP. Konsep SCP ini mengatakan bahwa salesman harus mengetahui wilayah penjualannya sedemikian rupa, serta mencari pelanggan sampai sedetail-detailnya, dan memberdayakan pelanggan itu untuk meningkatkan penjualan.

Pada konsep SCP, S adalah spreading yang berarti seberapa luas wilayah yang dikuasakan oleh perusahaan pada seorang salesman. C adalah coverage artinya seberapa mampu dan detail seorang salesman dalam menemukan para pelanggan di wilayah penjualannya. Sedangkan P adalah penetration artinya seberapa banyak seorang salesman menjual aneka barang yang dimiliki perusahaan kepada pelanggan. Jika salesman sudah menguasai konsep ini dengan sendirinya penjualan salesman akan terus meningkat.

Mengapa demikian? Salesman yang mengetahui batasan wilayahnya dengan benar maka ia memiliki peluang untuk memasarkan produknya seluas wilayah penjualan yang dikuasakan. Salesman juga bisa mengunjungi setiap pelanggan yang ada di wilayah itu sebanyak mungkin dan sampai detail. Kunjungan yang banyak terhadap pelanggan adalah peluang salesman untuk menjual lebih banyak. Sementara itu pelanggan yang sudah membeli produknya maupun yang belum membeli dapat ditingkatkan pembeliannya dengan cara mendorong secara terus menerus untuk membeli produk yang beragam. Jika awalnya hanya membeli 1 item produk, maka dengan memahami konsep SCP salesman mendorong pelanggan membeli lebih dari 1 item. Bisa jadi semua item dijual oleh pelanggan itu. Banyaknya item produk yang dijual dapat memberikan kesempatan pada konsumen untuk memilih. Ini bagi produk-produk consumer good atau produk-produk yang dijual ke penyalur. Sedangkan yang dijual ke konsumen langsung, secara otomatis penjualan produk yang beragam ke konsumen langsung dapat meningkatkan jumlah penjualan.

Apa hubungannya dengan keuangan salesman? Tentu saja memiliki hubungan, semakin baik dalam menerapkan konsep penjualan ini maka penjualan produk meningkat, target tercapai dan salesman mendapatkan komisi. Komisi yang masuk adalah penghasilan yang luar biasa dan dapat diberdayakan dalam menambah kekayaan. Bukankah salesman mendapatkan tambahan penghasilan dari komisi? Tapi tunggu dulu ia hanya dapat komisi jika targetnya masuk, nah konsep SCP ini akan membantu banyak salesman dalam meraih penjualannya.

Antisipasi kehilangan pelanggan

Konsep SCP adalah konsep yang dapat membantu dalam mengantisipasi hilangnya pelanggan dari daftar list customer. Hilangnya pelanggan itu bisa disebabkan oleh pelanggan pindah usaha, produk yang dipasarkan sudah tersubstitusi dan produk perusahaan mengalami decline. Pelanggan yang pindah dapat mengurangi jumlah pembeli produk perusahaan. Kalau tidak segera digantikan dengan pelanggan lain maka jumlah penjualan secara total akan berkurang. Salesman yang kaya akan segera menggantikan pelanggan yang pindah dengan pelanggan baru.

Produk yang sudah digantikan dengan merek lain juga dapat menganggu keseimbangan volume penjualan total jika tidak cepat dicarikan pelanggan baru. Atau kalau kejadiannya secara menyeluruh, berarti kondisi ini sangat berbahaya bagi perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan perlu meluncurkan produk baru untuk menandingi produk yang sudah cukup mengganggu itu. Perusahaan yang melakukan ini misalnya PT. Sinar Antjol yang mengeluarkan sabun bubuk Wow dan cukup mengusik produk Daia, oleh Wing Surya kemudian segera ditandingi dengan mengeluarkan produk sabun bubuk merek Boom. Peluncuran produk baru yang dilakukan perusahaan itu adalah untuk meng-counter produk pesaing yang menggantikan produk perusahaan.

Penurunan penjualan akibat adanya produk pengganti ini akan cukup mengganggu penghasilan salesman kalau salesman tidak segera bertindak, yaitu mencari pelanggan baru, dan perusahaan membantunya dengan mengeluarkan produk baru. Serta lebih gawat lagi adalah jika produk sudah pada tahap decline. Maka salesman tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa mengharapkan perusahaan untuk meregenerasi produk dengan merek baru agar salesman bisa menjual lebih banyak lagi. Pada saat posisi decline inilah salesman bisa kehilangan penghasilan, terutama komisi yang didapatnya karena target tidak masuk. Untuk mengatasi hal ini salesman wajib melakukan antisipasi agar produk tidak terancam dan penjualan produk terus bertumbuh. Salah satu aktivitas yang mendukung adalah implementasi konsep SCP dalam praktek di lapangan.

Intisarinya bahwa salesman yang kaya akan mempertahankan pelanggan dengan cara apapun agar volume penjualan tidak turun. Tentu saja semua ini sangat berkaitan dengan isi kantong salesman. Kalau penjualan turun maka kantong salesman menjadi tipis. Kantong salesman yang tipis tidak bisa diharapkan untuk dapat melakukan apapun termasuk menabung dan berinvestasi.

Familiaritas merupakan keunggulan

Menciptakan penjualan tidaklah mudah, apalagi produk yang belum dikenali banyak konsumen. Oleh sebab itu tindakan seorang salesman yang tetap ingin stabil secara keuangan, ia lebih banyak memperhatikan konsumen sedemikian rupa. Hubungan dengan pelanggan dilaluinya dengan begitu baik hingga pada tingkat kekeluargaan. Di Indonesia dimana masyarakatnya yang masih memiliki rasa bersosialisasi tinggi, menginginkan setiap salesman yang melayani juga memahami dirinya. Familiaritas konsumen akan menguntungkan bagi penjual yang sama-sama memiliki karakter seperti itu. Hubungan yang baik antara penjual dan pembeli pada tingkat kekeluargaan mampu mempertahankan nilai penjualan yang stabil. Dengan demikian familiaritas ini merupakan keunggulan.

Suatu survey yang dilakukan di Amerika, konsumen masih menginginkan untuk bertemu dengan para penjualnya. Di negara paman Sam itu mereka melarang penjualan secara telemarketing. Sedangkan di Indonesia orang masih suka dikunjungi oleh sanak saudara dan handai taulan. Kunjungan salesman diantaranya adalah bentuk dalam menyambung hubungan kekeluargaan. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari hubungan kekeluargaan antara penjual dan konsumen ini. Manfaat itu seperti, konsumen lebih mudah memutuskan untuk membeli dibanding jika tidak mengenal orang yang menawarkan produk kepadanya. Di sini berlaku hukum refferal yang mengatakan bahwa seorang konsumen akan lebih percaya membeli suatu produk jika direfrensikan oleh seorang teman dekat.

Seorang konsumen yang puas akan bercerita pada 4-5 orang yang dikenalnya. Sedangkan konsumen yang kecewa akan menyebarkan kekecewaannya lebih banyak ke orang lain. Pilih yang mana jika ingin mempertahankan pelanggan? Tentunya memilih pelanggan yang puas dengan layanan para penjual. Jika konsumen puas dengan sendirinya para penjual tidak perlu bersusah paya lagi untuk menawarkan kepada konsumen lainnya. Para konsumen yang puaslah yang akan bercerita dan menjual pada konsumen lainnya. Pelanggan yang puas tentunya akan memberikan refrensi dan membeli lebih banyak.

Akhirnya membangun kedekatan dan keharmonisan dengan pelanggan lebih penting agar pelanggan tetap loyal dan menjadi bagian yang berharga bagi perusahaan. Loyalitas mereka akan membuat perusahaan semakin kuat, dengan begitu secara langsung juga akan memperkuat salesman di sisi keuangannya. Pelanggan yang loyal akan menciptakan penjualan secara word to mouth, serta hal ini sungguh menguntungkan bagi salesman dalam meningkatkan penghasilan.

Mengacu pada tujuan akhir

Memutus pelanggan lama dan menambah pelanggan baru bukan merupakan tujuan akhir, tetapi merupakan jembatan menuju tujuan utama yaitu mendapatkan income yang cukup dan kemudian diberdayakan. Kalau salesman tidak mau melakukan ini, maka pelanggan yang tidak produktif hanya dapat menambah beban saja. Seperti waktu yang dibutuhkan oleh salesman bertambah walau kunjungannya akhirnya tidak menghasilkan apa-apa. Jadi dari pada waktu digunakan untuk mengelola pelanggan tidak produktif lebih baik digunakan untuk mencari pelanggan baru. Pelanggan baru yang menjelma menjadi pelanggan produktif akan lebih menguntungkan.

Tujuan utama dari rekayasa diatas adalah untuk meningkatkan penjualan semata, serta hasil yang maksimal di segi keuangan penjualnya. Untuk itu perubahan apapun yang dilakukan oleh salesman untuk tujuan positif mangacu pada tujuan akhir itu sendiri. Penjualan dan penjualan!

 

 

GD Star Rating
loading...

MANFAAT DAN FUNGSI DARI PENERAPAN SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURES)

SOP atau yang lebih sering disebut sebagai prosedur tetap (protap) merupakan sebuah penetapan yang tertulis tentang apa saja yang harus dilakukan, kapan, dimana dan oleh siapa saja serta dibuat untuk menghindari terjadinya berbagai tugas ganda atau variasi tugas dalam proses pelaksanaan kegiatan operasional bisnis oleh para pegawai yang pada akhrinya nanti akan menyebabkan semakin terganggunya kinerja organisasi dan terjadi ketidakjelasan antara tugas dan tanggungjawab dari masing-masing jabatan dari (instansi internal organisasi swasta/pemerintah) secara keseluruhan.

Dalam hal pembenahan struktur organisasi SOP memiliki beberapa manfaat penting bagi internal organisasi, dan manfaat tersebut diantaranya adalah (Permenpan No.PER/21/M-PAN/11/2008):

1. Sebagai standarisasi cara yang harus dilakukan oleh seorang pegawai dalam hal menyelesaikan pekerjaannya secara lebih terspesifikasi, agar dapat menekan bahkan untuk mengurangi terjadinya kesalahan dan kelalaian dalam hal pengerjaan tugas seorang karyawan.
2. Penetapan SOP akan sangat membantu para staff untuk menjadi lebih mandiri dan untuk mengurangi tingkat ketergantungan kepada intervensi dari pihak manajemen, sehingga akan semakin mengurangi tingkat keterlibatan dari pihak pimpinan dalam pelaksanaan berbagai proses operasional tugas dan tanggungjawab sehari-harinya.
3. Lebih meningkatkan tingkat akuntabilitas dan transparansi bisnis dengan cara mendokumentasikan berbagai pemilahan tugas dan tanggungjawab secara lebih khusus dalam melaksanakan tugas-tugasnya masing-masing.
4. Menciptakan ukuran standar dari kinerja yang nanti akan memberikan para karyawan sebuah cara yang lebih konkret untuk memperbaiki kinerja serta akan dapat membantu dalam mengevaluasi berbagai usaha yang telah dilakukan.
5. Menciptakan bahan-bahan training yang pada akhirnya akan dapat semakin membantu para karyawan baru untuk menjadi lebih cepat beradaptasi dengan pekerjaannya sendiri dalam melaksanakan segala tugas-tugas dan tanggungjawabnya.
6. Menunjukkan adanya kinerja bahwa organisasi menjadi lebih efisien dan dapat dikelola dengan baik.
7. Menyediakan pedoman bagi setiap karyawan pada unit pelayanan dalam melaksanakan pemberian pelayanan sehari-harinya.
8. Menghindari terjadinya tumpang tindih terhadap pelaksanaan tugas dan pemberian pelayanan.
9. Membantu penelusuran terhadap terjadinya kesalahan-kesalahan secara prosedural dalam memberikan pelayanan. Menjamin proses pelayanan agar tetap berjalan dalam berbagai situasi yang terjadi.

Sedangkan fungsi utama dari SOP sendiri adalah sebagai berikut :

1. Dapat semakin memperlancar tugas dari para petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
2. Sebagai dasar hukum apabila terjadi penyimpangan tugas dan wewenang atau tanggungjawab.
3. Mengetahui dengan lebih jelas tentang berbagai hambatan-hambatannya dan cukup mudah untuk dilacak.
4. Mengarahkan para petugas/pegawai/karyawan untuk sama-sama saling berdisiplin dalam bekerja.
5. Sebagai pedoman awal dalam melaksanakan pekerjaan rutin masing-masing jabatan.

Prinsip-prinsip dasar dalam penggunaan SOP

Dalam PERMENPAN PER/21/M-PAN/11/2008 telah disebutkan bahwa penyusunan SOP harus memenuhi prinsip-prinsip antara lain adalah : kemudahan dan kejelasan, efisiensi dan efektivitas, keselarasan, keterukuran, dinamis, berorientasi kepada para pengguna, kepatuhan terhadap hukum, dan kepastian tentang hukum.

1. Konsistensi.

SOP harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapapun, dan dalam kondisi seperti apapun juga oleh keseluruhan dari jajaran organisasi swasta maupun pemerintahan.
2. Komitmen.

Penerapan SOP harus dilaksanakan dengan komitmen secara penuh dari seluruh jajaran organisasi, mulai dari level yang paling rendah sampai kepada yang tertinggi.

3. Perbaikan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan SOP harus terbuka terhadap berbagai penyempurnaan-penyempurnaan untuk dapat memperoleh prosedur yang benar-benar lebih efisien dan efektif.

4. Bersifat mengikat.

Penerapan SOP harus bersifat untuk mengikat para pelaksananya dalam melaksanakan berbagai tugas-tugasnya harus sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
5. Seluruh unsur-unsur memiliki peran penting.

Seluruh pegawai/karyawan memiliki peran-peran tertentu dalam setiap prosedur yang sebelumnya telah distandarkan. Apabila karyawan tertentu tidak bersedia atau tidak mampu dalam melaksanakan segala perannya dengan baik, maka akan sangat mengganggu dari keseluruhan proses, yang pada akhirnya juga akan semakin berdampak kepada proses penyelenggaraan operasional perusahaan.

6. Tetap terdokumentasi dengan baik.

Seluruh prosedur yang telah distandarkan harus tetap didokumentasikan dengan baik, sehingga akan dapat selalu dijadikan sebagai referensi untuk setiap karyawan yang memerlukannya.

Semoga artikel diatas bermanfaat bagi pembaca. Apabila pembaca membutuhkan pendampingan dan bimbingan dalam pembuatan SOP untuk perusahaan bisnis yang mau didirikan maupun yang sudah berjalan, silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 08185-21172 atau ke 081-252-982900. Kami siap membantu. (Frans M. Royan)

GD Star Rating
loading...

PROMOSI HOT MENGGUNAKAN SPG TELANJANG

SPG TELANJANG PROMOSIKAN SABUN GEL DI CINA

Sekarang ini program promosi sudah kehilangan akal. Marketer tidak lagi menggunakan cara yang sopan untuk lakukan promosi. Pada cara-cara yang landai SPG diseragami dengan uniform yang sopan. Sementara itu di negara lain, jualan sabun dipraktekan langsung dengan SPG bugil. Di Cina cara ini sudah dilakukan. Di Indonesia kalau lakukan hal ini tentunya pengusaha akan menuang protes dari masyarakat. Oleh sebab itu jangan main-main dengan cara gila lakukan promosi dengan membiarkan SPG telanjang di depan kerumunan orang banyak. Meski ini sudah terjadi di Cina, dimana SPG sabun gel mempraktekan langsung penggunaan sabun tersebut di muka konsumennya. Aha…apakah marketer akan meniru cara hot dengan membiarkan SPG telanjang?

GD Star Rating
loading...

MENDAPATKAN YANG TERBAIK DARI DISTRIBUTOR

 

DISTRIBUTOR FOOD & BEVERAGE

Hubungan Principal dan Distributor layaknya seperti hubungan suami-istri . Banyak ups and downs-nya. Bagi Principal, kinerja, komitmen dan upaya Distributor seringkali diragukan dan dianggap kurang memadai. Sebaliknya, bagi Distributor, dukungan, perhatian dan kepemimpinan Principal sering dipertanyakan dan dianggap kurang fokus. Dalam sebuah kerjasama pasti akan terjadi kesenjangan dan perbedaan prioritas, strategi dan taktik.

Principal tanpa mengeluarkan anggaran besar atau mengorbankan marjin-nya terlalu tinggi bisa mendapat kinerja memuaskan, komitmen plus dan upaya ekstra dari Distributor – asal para Marketing Director atau National Sales Director, atau para Operations Director beserta dengan segenap para Manager Utama menyentuh dan memberlakukan dengan konstruktif dan positif tiga titik pemicu kesetiaan dukungan Distributor.

Tiga (3) Titik Pemicu Kesetiaan Dukungan Distributor, antara lain:

  1. Melindungi Investasi dan Usaha Distributor
  2. 2. Marketing beyond SalesManagement beyond Marketing >Business beyond Management
  3. Mencipta Nilai Tambah > memberi Nilai Tambah bagi Jaringan Usaha Distributor

Apabila Principal konsisten memberikan dan menjadikan 3 interaksi, 3 dukungan atau 3 landasan bekerjasama diatas kepada mitra distributor, penulis menjamin Distributor akan menunjukkan kinerja memuaskan, mendapat komitmen plus, dan berupaya lebih keras mencapai Target yang disasar. Kenapa ? Karena Principal terlebih dahulu telah melindungi, mengakomodasi dan merawat kepentingan inti dan agenda utama Distributor sebelum menuntut Distributor untuk mengakomodasi dan merawat kepentingan pokok dan Target Trade Marketing, Penjualan dan Distribusi Principal

  1. 1. Melindungi Investasi dan Usaha Distributor

Kecemasan Utama Distributor adalah pada masa berakhirnya Kontrak Kerjasama/ Perjanjian Penjualan dan Distribusi, mereka tidak akan dipakai lagi dan kontrak tidak akan diperpanjang. Padahal beberapa investasi truk, prasarana gudang, pallet atau komputer sudah dilakukan dan butuh 3 hingga 6 tahun harus dihapus bukukan (write off). Belum lagi upaya, energi dan waktu yang mubazir/percuma dalam membangun jaringan pasar yang harus hancur dimulai ulang 2 sampai 3 tahun kemudian, dan belum sempat menikmati buah hasil peluh keringatnya.

Principal dalam hal ini didorong untuk mempertimbangkan menggunakan Kontrak Kerjasama/ Perjanjian Penjualan dan Distribusi 5 tahun daripada 1,2 atau 3 tahun.  Agar Principal lebih nyaman dan tidak cemas terlalu dikunci dengan periode kerjasama yang lama (5 tahun), bisa dibuat Klausul “Automatic Renewal”, apabila sejumlah Key Performance Indicators.

Sisi lain, melindungi investasi dan usaha Distributor mencakup SKU (Stock keeping Unit Management ) yang kemudian diangkat menjadi Product dan Brand Portfolio Management . Para Principal biasanya produktif meluncurkan Brandbaru, atau SKU baru melalui product line extention. Namun, mereka lupa atau sengaja menunda untuk menghentikan beberapa item produk yang memiliki kontirbusi Nilai Penjualan di bawah 1 persen, atau apabila repeat order-nya hanya terjadi di atas 2 bulan 1x (perputaran lambat). Padahal, tindakan “melupakan” atau sengaja menunda pemangkasan Produk Item Haram / Anak Tiri / Anak Bawang akan menyita, dan mengikat terlalu banyak sumber daya distributor yang sudah terbatas, atau lebih sedikit dibanding sumber daya Principal sejak awal.

  1. 2. Marketing Beyond Sales > Management Beyond Marketing > Business Beyond Marketing

National / Regional / Area Sales Managers bila berunding dan bertemu dengan Pemilik / Top Manajemen Distribtutor harus memperluas “Spheres of Influence”, tidak saja seputar Pencapaian Target Penjualan, Target Distribusi, Target Produktivitas Salesforce atau Target Produktivitas Outlet, namun harus bisa menghitung, mengukur dampak serta mengantisipasi perkembangan penjualan terhadap Manajemen Pemasaran.

National / Regional / Area Sales Managers harus berubah fungsi sebagai MarketMarket Unit atau Market Channel Manager. Mereka harus mampu memastikan integrasi Selling In vs Selling Out dengan menciptakan Manajemen Selling Through yang berkesinambungan. Para Manajemen Principal juga harus terampil dalam Trade Marketing, tidak lagi Trade Promotion. Mereka tidak saja jago dalam Customer Goodwill, namun harus piawai dalam Trade ManagementMarket Channel Management atau Key Account Management .

Peningkatan Penjualan diharapkan berdampak ke Peningkatan Pangsa Pasar, dan akan berakibat pada Peningkatan Modal Kerja, Perubahan Arus Tunai, Resiko Kredit Macet, Manajemen Stock, dan Manajemen Logistik. Kebanyakan National / Regional / Area Sales Managers menghindari pembahasan mengenai manajemen logistik, keuangan dan risiko. Mereka hanya terfokus pada Manajemen Pemasaran, Manajemen Saluran Pasar, Manajemen Penjualan dan Manajemen Pelanggan. Market, Market Unit atau Market Channel Manager – kini harus ditingkatkan ketrampilan mereka menjadi Management Consultant atau Business Advisor atau Entrepreneur Manager, yang tidak saja menguasai Manajemen Penjualan dan Pemasaran, namun harus fasih dan terampil dalam Manajemen Keuangan, Logistik, Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Risiko dan Strategis. Dia juga harus piawai dalam proses pengambilan keputusan, priority and time manajemen. Karena fokus utamanya pada Business ( Perusahaan ), bukan lagi Pasar/Pemasaran dan Penjualan.

  1. 3. Mencipta Nilai Tambah > memberi Nilai Tambah bagi Jaringan Usaha Distributor

Membantu Distributor menjadi kuat pada akhirnya akan membantu mengembangkan usaha Principal. Membantu Distributor memiliki daya saing yang unggul akan menolong Produsen menjadi kompetitif juga. Maka dari itu, Principal harus melihat Pola Kerjasama antara Principal dan Distributor dari kaca mata sebuah Operating System yang bakudaripada sebuah Operating System yang personal. Ganti Pimpinan, ganti Operating Strategy and Plans secara drastis atau subyektif menurut selera pribadi.

Memodernisasi Manajemen dan Sistem Operasi  Distributor dengan komputerisasi dan jaringan database juga akan Menciptakan Nilai Tambah yang langgeng, sehingga ketergantungan pada pemilik atau pribadi seorang sosok akan ditekan. Disamping itu, akan membuat gelombang komunikasi dan persepsi antara Principal dan Distributor lebih homogen, merekat dan selaras.

Principal juga bisa membangun sinergi dalam hal Pelatihan Manajemen, Pemberian Peluang Kerja atau magang kerja di perusahaan Principal bagi Pangeran Penerus Usaha Distributor (generasi kedua). Sinergi lain dalam hal Management Information System yang bisa saling dibagi dan dimanfaatkan untuk perencanaan strategis dan taktis, serta mempercepat pengambilan keputusan melalui Hot Line System dan Virtual atau Electronic Decision making Systemyang sangat bermanfaaat, apabila membutuhkan Principal dan Distributor dibedakan dalam jarak dan waktu.

Bagaimana menurut Anda ?

Sumber: Mindiarto ( Forceone)

GD Star Rating
loading...

BUKU BEST SELLER “DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT”

DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT

Buku ini tercipta karena rasa prihatin penulis terhadap banyaknya distributor yang belum pernah berbenah dalam manajemennya, padahal tuntutan principal semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Tak semua produsen bisa menyalurkan produknya ke seluruh wilayah Nusantara. Masalah yang kerap dijumpai mereka adalah investasi dalam membangun infrastruktur—seperti kantor, sumber daya manusia dan armada pengiriman, risiko pengiriman (terjadinya huru-hara, jalan rusak, kehilangan), kemampuan dan penguasaan SDM terhadap para pelanggan lokal yang menyebabkan produsen memilih menggunakan distributor sebagai perpanjangan tangannya.

Belum lagi kendala wilayah geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, di mana ada 33 provinsi yang tersebar di 3.100 kepulauan berpenghuni, sepanjang 5.100 km dari barat ke timur dan selebar 1.900 km dari utara ke selatan, serta terpencar di 432 kota. Tantangan seperti ini kemungkinan tidak sanggup ditangani sendiri oleh principal. Mereka membutuhkan mitra kerja sama, yang antara lain adalah distributor lokal.

Kondisi Indonesia yang berpulau-pulau ini menyulitkan distribusi produk jika pekerjaan tersebut ditangani sendiri oleh principal. Tak mungkin principal bisa membuka cabangnya di seluruh Indonesia untuk melayani begitu banyak pelanggan tanpa bantuan distributor. Kalaupun bisa dilakukan, proses distribusi pastilah akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Belum lagi kerepotan untuk mengelola kantor cabang, SDM, beserta armada pengirimannya. Selain itu, biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk mempersiapkan dan menjalankan infrastruktur itu tentunya juga besar.

Distributor akhirnya menjadi tangan pertama yang menyalurkan produk sampai ke konsumen akhir. Distributor berperan dalam melakukan order ke retailer, mencetak faktur, lalu mengirim produknya. Distributor kini bahkan harus terlibat juga dalam proses menjual. Proses menjual yang jika dilakukan dengan baik oleh distributor inilah yang ikut menentukan juga apakah distributor itu bisa sukses atau tidak. Oleh karena itu, distributor haruslah menjadi manajemen yang bagus.

Mengapa kita harus menggunakan distributor lokal? Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

  1. Distributor lokal lebih menguasai medan atau wilayah secara detail.
  2. Distributor sudah memiliki sumber daya manusia yang siap pakai.
  3. Distributor sudah memiliki kapital yang siap untuk pengembangan lebih lanjut.
  4. Distributor sudah memiliki jaringan pelanggan yang mungkin bisa sangat berguna bagi Anda.
  5. Distributor bisa lebih dipercaya dan mereka bersedia menanggung risiko atas apa yang dilakukan dalam bisnisnya.

Namun, banyak kendala yang mungkin ditemui dalam memilih distributor, karena kebanyakan distributor yang ada berangkat dari pedagang (trader). Distributor dari pedagang yang ada ini belumlah cukup untuk disebut sebagai distributor profesional. Distributor profesional menurut para principal adalah mereka yang lengkap memiliki manajer, sales supervisor, tenaga penjual yang cukup, sistem komputer untuk menangani transaksi, memiliki jadwal kunjungan dan pengiriman, memiliki database pelanggan, serta memiliki hubungan dan kerja sama yang luas dengan banyak principal.

Tahap berikutnya adalah memperbaiki manajemen persediaan tradisional menjadi online. Jika sebelumnya distributor membuat suatu perencanaan dalam proses pembelian produk ke principal, kini hal tersebut bisa dilakukan secara online. Tak perlu lagi berbelit-belit lagi, karena principal sudah bisa melakukan estimasinya. Produk akan langsung dikirimkan ke distributor setelah melihat laporan secaraonline mengenai persediaan. Distributor akhirnya akan lebih mudah dalam mengontrol stok.

Mengingat pentingnya pengelolaan manajemen distributor dengan baik, distributor hendaknya menggunakan SOP sebagai landasan operasionalnya. Sedangkan dalam pelaksanaan SOP, tujuan yang ingin dicapai dalam aktivitas suatu pekerjaan adalah efektif dan efisien. Artinya, apabila para staf distributor sudah selesai melakukan pekerjaan dengan baik, maka hasil yang didapat juga akan baik. Uraian yang juga dibahas dalam buku ini adalah urutan principal untuk mencari mitra distributornya, serta bagaimana cara supaya bisa saling membantu dan bekerja sama.

Pada buku ini akan dijelaskan berbagai hal mengenai pengelolaan distributor dengan detail, mulai dari kerja sama principal dengan accounting, administrasi dan manajemen tenaga penjual distributor, sampai pada pengelolaan gudang, pengiriman, SOP, dan MoU distributor.

Jika tenaga penjual sudah pintar, distributor harus lebih pintar. Jangan sampai penjualan salesmanmelebihi target, tetapi akhirnya membuat bangkrut distributor. Kesuksesan pemasaran suatu produk selain terletak pada banyaknya produk yang dibuat produsen, sebenarnya juga berada di pundak distributor. Buku ini bagus digunakan bagi para pemilik usaha distribusi, pemilik toko (yang nantinya akan menjadi distributor), investor, sampai para pemasar. (Ivan Mulyadi/Majalah MARKETING)

GD Star Rating
loading...

PENGEMBANGAN SDM DENGAN KONSEP ADLI (APPROACH, DEPLOYMENT, LEARNING DAN INTEGRATION)

Anda tentunya sangat setuju dengan adanya istilah yang mengatakan bahwa Sumber Daya Manusia adalah salah satu asset terpenting milik perusahaan dalam usaha yang dilakukan oleh organisasi internal perusahaan untuk membangun bisnisnya saat ini dan untuk kedepannya. Namun yang harus diketahui sekarang adalah tentang bagaimana Sumber Daya Manusia (SDM) yang seperti apa dan bagaimana yang akan dapat menjadi asset terpenting bagi perusahaan? Yaitu Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya tinggi, bukan hanya sekedar jumlah dari Sumber Daya Manusia nya yang banyak dan lengkap, tanpa adanya Kompetensi yang tepat dalam bidangnya masing-masing.

Maka selanjutnya MBCFPE atau (Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence) yang menegaskan tentang jenis-jenis SDM yang sangat berguna bagi internal organisasi perusahaan Anda. Fokus terhadap SDM dalam MBCFPE adalah tentang bagaimana langkah dari sebuah organisasi dalam melibatkan, mengelola dan mengembangkan karyawannya agar dapat digunakan secara penuh segala potensi mereka sehingga akan mampu selaras dan sejalan dengan VISI, MISI, Nilai-nilai, Strategi dan Action Plan dari perusahaan secara utuh atau menyeluruh.

Fokus terhadap SDM disini juga dimaksudkan untuk menguji kemampuan dari Manajemen dalam menilai seberapa besar kapabilitas akan kebutuhan karyawan dengan lingkungan kerja yang lebih kondusif dalam mencapai performa tertinggi mereka.

Agar dapat mengembangkan SDM yang lebih kompeten dan cukup potensial maka Anda sebagai seorang wakil dari Manajemen harus lebih mengedepankan tentang pendekatan ADLI atau disingkat dengan :

1. Approach (Pendekatan).
2. Deployment (Penyebaran).
3. Learning (Pembelajaran).
4. Integration (Penyatuan).

Keempat Konsep yang biasa disingkat sebagai ADLI ini secara sederhana dijelaskan sebagai berikut:

1. Approach (Pendekatan).

Pendekatan yang efektif adalah pendekatan tersistematik, dan bersifat responsif (cepat tanggap) secara penuh terhadap semua persyaratan SDM. Pendekatan yang telah dilakukan terhadap masing-masing unit kerja sehingga akan mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama.

2. Deployment (Penyebaran).

Bisa berupa pelibatan, pengelolaan, pengembangan SDM dan juga termask penciptaan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan dapat disebarluaskan secara menyeluruh dengan meminimalisir kelemahan-kelemahan atau kesenjangan pada semua unit kerja. Masing-masing unit kerja akan mendapatkan konsep dan target serta prosedur yang sama antara satu dengan yang lainnya.

3. Learning (Pembelajaran).

Yaitu bentuk dari evaluasi secara tersistematik dan peningkatan kinerja SDM yang berdasarkan dari fakta, dan pembelajaran dari organisasi untuk menjadi alat kunci dari manajemen. perbaikan dan inovasi yang didukung dengan analisis dan saling berbagi informasi atau praktek terbaik (Sharing) pada seluruh organisasi.

4. Integration (Penyatuan).

Merupakan bentuk dari pendekatan dengan cara memperhatikan segala kebutuhan organisasi dari criteria-kriteria lainnya. Sehingga masing-masing unit dari organisasi akan mendapatkan kualitas yang sama dan tetap merata. Setelah itu masing-masing unit kerja akan saling memperkuat satu sama lain dan menyatukan organisasi dalam sebuah kekuatan bersama yang kokoh.

Kriteria utama dalam fokus dari Sumber Daya Manusia adalah dari Lingkungan Tenaga Kerja (Workforce Environment) dan juga Keterlibatan Tenaga Kerja (Workforce Engagement).

1. Lingkungan Tenaga Kerja (Workforce Environment).

• Mengelola kapasitas dan kapabilitas dari tenaga kerja sedemikian rupa agar dapat mencapai target kinerja dari organisasi.
• Memelihara lingkungan kerja yang semakin mendukung dan memperhatikan kesehatan serta keselamatan kerja (K3).

2. Keterlibatan Tenaga Kerja (Workforce Engagement).

• Melibatkan, memberikan kompensasi dan penghargaan terhadap karyawan dalam mencapai Performa tertingginya.
• Mengembangkan karyawan dan pemimpin dalam organisasi agar dapat mencapai kinerja tertingginya.
• Menilai keterlibatan karyawan dan menggunakan hasil penilaian dalam pencapaian kinerja secara maksimal.

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menurut Malcolm Baldrige Criteria adalah tentang bagaimana cara Anda sebagai puncak Manajemen perusahaan dapat menjadikan karyawan sebagai Asset berharga milik perusahaan dengan pemberdayaan atau pelibatan mereka dalam segala pencapaian kinerja dan untuk membangun lingkungan kerja yang semakin mendukung performa maksimal dari masing-masing individu. Pengembangan SDM yang cukup sederhana dimana Anda hanya cukup memperhatikan setiap masing-masing Individu yang ingin berkembang dan ingin tumbuh dalam internal organisasi perusahaan.

Semoga artikel di atas bermanfaat bagi pembaca. Apabila pembaca membutuhkah bantuan dalam perberdayaan SDM dalam perusahaan, silahkan email ke groedu@gmail.com . Kami siap membantu!

GD Star Rating
loading...

MODAL PENTING APA SAJA SELAIN UANG UNTUK MEMULAI SUATU BISNIS?

Saat ini banyak diantara orang-orang yang di usia mudanya sering menggunakan alasan (kemiskinannya) untuk menghapuskan impian besarnya untuk bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses. Saat akan membicarakan tentang rencana dalam memulai usaha, hal pertama yang akan ditanyakan adalah “modalnya berapa?” karena sebagian besar orang banyak yang beranggapan bahwa modal selalu identik dengan uang. Padahal, sebenarnya modal (uang) hanya memiliki presentase 10% dari total semua modal yang dibutuhkan oleh seorang entrepreneur pemula dalam memulai bisnisnya sendiri.

Tidak adanya modal uang maupun seorang yang menginvestasikan uangnya, selalu menjadi alasan utama bagi semua orang untuk berhenti bermimpi menjadi pengusaha sukses. Sudah menjadi hal yang sangat biasa apabila ingin membuka sebuah bisnis hanya menjadi angan-angan belaka, tanpa adanya action apapun. Bahkan banyak pula diantara orang-orang yang merasa takut untuk berangan-angan memiliki bisnis sendiri, karena mereka merasa tidak memiliki cukup uang untuk dijadikan sebagai modal utama.

Ungkapan diatas sangat mewakili sebagian besar mental dari masyarakat kita yang harus mengurungkan niatnya untuk memulai bisnis sendiri, karena alasan utamanya adalah modal. Sebenarnya, jika mereka sedikit mengubah pola pikirnya, masih banyak hal yang bisa dijadikan sebagai modal untuk usaha selain hanya (uang) semata. Lalu apa saja kebutuhan modal untuk persiapan dalam memulai bisnis sendiri (tentunya adalah selain uang)?) Berikut ini adalah jawabannya :

  1. Modal Pengalaman yang Cukup.

Pengalaman yang Anda miliki, merupakan modal terpenting (selain uang) pada saat akan memulai bisnis sendiri. Dengan adalah modal pengalaman yang sudah cukup Anda peroleh, bisa saja digunakan sebagai titik awal bagi bisnis apa yang ingin Anda jalankan nantinya. Dengan adanya pengalaman yang cukup, akan sangat membantu dalam menciptakan peluang bisnis baru. Misalnya saja : pengalaman yang Anda milliki saat bekerja sebagai seorang karyawan restoran, menjadi kunci utama kesuksesan bagi Anda untuk kedepannya dalam menciptakan peluang usaha makanan sendiri.

  1. Knowledge (Pengetahuan) yang Memadai.

Walaupun sebenarnya Anda memiliki modal uang yang sangat banyak, namun jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Maka sama halnya Anda dengan benda mati dan tidak memiliki jiwa, sehingga tidak akan pernah bisa bergerak kemanapun yang Anda inginkan jika tidak digerakan oleh orang lain. Oleh karena itu pengetahuan menjadi modal terpenting nomor dua setelah pengelaman (selain uang), sedangkan uang justru hanya menjadi modal untuk usaha nomor sekian puluh saja.

  1. Modal Skill (Keahlian/Bakat).

Modal berikutnya adalah berupa skill. Pengetahuan yang Anda miliki, akan sangat bermanfaat apabila didukung dengan skill atau keahlian yang Anda miliki. Peluang bisnis yang nanti akan dibangun menggunakan skill, jauh lebih cepat untuk berkembang jika dibandingkan dengan perusahaan yang sama sekali tidak didasari dengan adanya skill yang kuat.

  1. Keberanian dalam Mengambil Keputusan Memulai Bisnis.

Keberanian bukan berarti harus selalu nekat dalam mengambil resiko, namun keberanian yang dimaksudkan adalah keberanian dalam melawan rasa takut akan terjadinya kegagalan dan harus berani dalam mengelola segala resiko yang kemungkinan akan terjadi. Dengan cara memperhitungkan resiko bisnis yang kemungkinan akan muncul, sedini mungkin Anda akan dapat memperoleh cara dalam mengantisipasi terjadinya hal tersebut.

  1. Memiliki Konsep Bisnis.

Selain dengan bermodalkan pengalaman, pengetahuan, skill, dan keberanian, modal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya konsep bisnis. Konsep bisnis merupakan arah dalam menjalankan perputaran roda bisnis. Jika Anda masih belum memiliki konsep bisnis yang jelas, maka tidak diragukan lagi bahwa bisnis Anda tidak akan mampu bertahan lama. Konsep dari bisnis ibaratnya seperti kompas bagi sebuah kapal yang sedang berlayar. Tanpa adanya kompas, kapal akan berlayar tak tentu arah yang jelas. Hanya tinggal menunggu waktu saja unutuk jatuh dihempaskan gelombang, dan akhirnya tumbang. Begitu pula dengan bisnis, tanpa konsep bisnis, maka hanya bisa menunggu waktu saja untuk hancur ditengah persaingan pasar.

  1. Networking (Membangun Jaringan).

Meskipun Anda tidak memiliki modal uang yang cukup, namun masih memiliki network atau jaringan relasi yang bagus. Itu sudah menjadi modal yang lebih menguntungkan bagi Anda, karena dengan adanya jaringan relasi yang terbangun dengan baik akan semakin mempermudah segala urusan Anda dalam memulai bisnis sendiri. Contohnya adalah saat Anda tidak memiliki modal uang yang cukup, namun Anda masih memiliki rekan yang bekerja di bank. Maka masalah permodalan, akan dapat dibantu dengan pengajuan pinjaman pada bank tempat rekan Anda bekerja tersebut.

  1. Spiritual Support (Dukungan Spiritual).

Dukungan dan semangat dari lingkungan sekitar, terutama keluarga, rekan dan lain sebagainya sudah menjadi modal yang tidak kalah bernilainya dengan yang diatas. Usahakan untuk selalu meningkatkan modal spiritual seperti percaya/yakin dan berdoa, untuk membangun semangat dan motivasi diri sendiri dalam memulai bisnis sampai mencapai kesuksesan yan sebenarnya.

  1. Inovasi dan Kreativitas.

Dibutuhkan adanya inovasi dan kreativitas dalam memulai sebuah bisnis. Untuk memutuskan ide bisnis apa yang akan digunakan dalam memulai bisnis baru, begitu pula dengan pengembangan bisnis yang membutuhkan adanya inovasi baru agar tidak sampai kalah dengan para pesaingnya. Kesuksesan dan kegagalan dari bisnis Anda sangat tergantung dari kedua faktor tersebut.

  1. Equity (Uang/Asset).

Nah, kebutuhan modal tentang uang atau asset sudah ada pada urutan terbelakang. Setelah semua modal diatas sudah Anda miliki, modal uang atau asset sebenarya juga dibutuhkan dalam memulai sebuah bisnis baru. Besarnya permodalan yang sudah Anda miliki, sangat mempengaruhi terhadap besar kecilnya bisnis yang nanti akan Anda bangun.

  1. Faktor Keberuntungan.

Sebenarnya ini bisa dikatakan (bukan) termasuk Modal, namun juga sangat menentukan sangat mempengaruhi kelangsungan hidup dari bisnis apabila datang pada saat yang tepat, jadi jalankan proses perputaran bisnis Anda dengan benar, semangat yang tak kenal menyerah, bekerja keras, inovasi, dan spiritual support (keyakinan dan doa yang kuat ). Maka keberuntungan tersebut akan segera berpihak kepada Anda.

Semoga beberapa petunjuk permodalan dalam memulai bisnis baru dapat menghilangkan rasa ketakutan Anda dan segera bangun dari mimpi buruk untuk memulai action dalam membangun bisnis baru. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses untuk kita semua.

 

GD Star Rating
loading...

Sep 01

PEAK EXPERIENCE IN BUSINESS

“Pengalaman puncak dalam bisnis adalah pengalaman luar biasa dalam berbisnis, betapa campur tangan dan kebesaran Tuhan menjadi titik focus yang luar biasa dalam kita mengartikan pengalaman itu sebagai rasa syukur ”

Frans M. Royan, SE,MM

Frans M. Royan, SE,MM

Seringkali kita mengabaikan hal ini atau merasakan hal yang biasa dalam kehidupan berbisnis kita. Seorang klien sangat berhati-hati dalam mengelola bisnisnya agar bisnisnya tidak bangkrut di masa sulit seperti ini. Ia mengusahakan dengan cara-cara yang cukup manis, simple dan lurus agar bisnis dikelola demikian rupa supaya tetap jalan dan survive. Adalah sebuah tanggung jawab moral apabila bisnis pada akhirnya menuju batas kehancuran. Kita tidak bisa membayangkan apabila bisnis kita terus menerus merugi di masa sulit seperti ini, dan kita sebagai pebisnis dengan logika dan tanpa rasa dan karsa menutup bisnis sehingga karyawan akhirnya di-PHK. Logikanya untuk apa rugi terus, asset perusahaan diringkas dan dimasukan ke Bank, urusannya selesai. Tinggal ongkang-ongkang menikmati bunga dari Bank. Tidak begitu urusannya dengan seorang pebisnis yang pernah mengalami peak experience in business. Pengalaman puncak yang sangat membahagiakan, memberikan rasa keterharuan, begitu dahsyat atas kebesaran Tuhan yang selama ini ikut campur tangan dalam bisnis kita sehingga memunculkan keluar biasaan “pengalaman” yang tak terlupakan, terucapkan dan memunculkan keterharuan, kebesaran dan keagungan Tuhan dalam menolong kita mulai awal bisnis dengan modal nol rupiah atau bahkan modal dengkul, dan dalam sekian tahun memiliki ribuan karyawan, perluasan pemasaran sampai ke manca Negara, aktiva perusahaan yang bertambah, harta pribadi yang bertambah dan mendapat mutu hidup yang semakin baik dibanding kehidupan di masa lampau. Disamping itu, dengan rasa tulus dan syukur merasakan “ketidak mungkinan” kok kita bisa ya “menggaji ribuan” karyawan yang bekerja di bisnis yang sekarang ini dikelola?

Pengalaman yang luar biasa dalam bisnis ini patut disyukuri, dan menjadikan rasa syukur apabila kita mau feed back atau menoleh ke belakang, seperti apa “aku kemarin” kalau tidak atas pertolongan Tuhan saat ini, tentunya bisnis yang ada sekarang ini bukanlah apa-apa. Bukanlah berkat yang diberikan Tuhan dan bukanlah sebuah hadiah, yang tentu saja meski dalam pengelolaannya selalu diberikan tantangan, hambatan bahkan kebangkrutan dan kemampuan untuk bangkit meneruskan bisnis tersebut hingga hari ini. Pergulatan-pergulatan dalam bisnis, baik terkait dengan Karyawan, manager, staff sampai ofiice boy, lembaga pemerintah, supplier, bank dan lainnya yang kadang mulus bahkan kadang terantuk-antuk berbagai kesulitan dalam prosesnya. Apabila semua bisa diatasi dan kemudian semuanya bisa lancar sampai hari ini, hal ini bukanlah sebuah hadiah dari Tuhan yang maha kuasa, tetapi merupakan rentetan pengalaman dalam bisnis yang terus menerus. Hanya kadar yang menentukan….ketika pengalaman puncak dalam bisnis, kondisi apapun kita akan merasakan “keheranan” dan “ketikdakmungkinan” hal itu terjadi, “luar biasa…luar biasa ya”….bukan semata-mata kepintaran, kekuatan kita, keuletan dan kegigihan kita dalam berjuang di bisnis, tetapi semua berkat campur tangan Tuhan dalam memberikan semuanya. Kita akan merasakan pengalaman puncak dalam bisnis ini ketika kita “sendiri” entah itu dimana, di ruang kantor kita, atau diperjalan kita dalam berbinis, atau ketika berada di tengah hirup pikuk karyawan dan kebisingan mesin, pengalaman puncak akan sangat terasa jika kita “merasa syukur” atas semua yang sudah kita dapatkan hari ini. Pengalaman puncak dalam berbisnis akan sangat terasa apabila “ketakjuban” menjadi nomer satu tertujukan pada kebesaran Sang Pencipta serta relasi kita dengan sesama kita. Semoga pengalaman puncak dalam berbisnis menjadi “pengingat” bahwa kita tidak sendiri. Oleh sebab itu perjuangan kita masih panjang dan membutuhkan pengalaman puncak lainnya yang lebih berwarna. (Frans M. Royan)

 

GD Star Rating
loading...

Agu 29

AKTIVITAS PENGELOLAAN MANAJEMEN PERGUDANGAN (WAREHOUSE MANAGEMENT) DAN MANFAATNYA BAGI PERUSAHAAN

Pelaksanaan manajemen warehouse lebih sering disebut sebagai manajemen gudang yang banyak dijalankan oleh beberapa perusahaan dengan kapasitas produksi yang sangat besar. Tempat kerja dari manajemen warehouse seperti ini berada di gudang. Gudang merupakan tempat penyimpanan sementara dari barang-barang yang akan digunakan selama proses produksi.

Secara terperinci sistem manajemen gudang atau manajemen warehouse ini bisa diartikan sebagai pengelolaan dari berbagai aktifitas yang saling berhubungan dalam melakukan penyimpanan sementara barang-barang produksi. Beberapa kegiatan penyimpanan barang sementara ini terbagi atas tiga macam penyimpanan, yaitu:

1. Penerimaan Bahan Baku/Barang Dari Pemasok.
2. Handling Barang.
3. Pengeluaran Barang ke Tujuan Lokasi Produksi.

Dengan adanya beberapa hal diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan manajemen warehouse (manajemen gudang) terdiri atas beberapa aktivitas sederhana dalam gudang yang terbagi kedalam beberapa kegiatan berikut, yaitu:

1. Kegiatan Administrasi Gudang.

Kegiatan pengeluaran dan pemasukkan dana yang berasal dari perusahaan ini diatur seluruhnya dalam aktivitas administrasi. Semua kegiatan pendanaan yang akan dilakukan dalam administrasi diusahakan harus tercatat seluruhnya agar semakin memudahkan pelaksanaan dalam hal pengembangan produksi perusahaan yang berhubungan dengan manajemen warehouse.

2. Kegiatan Penerimaan Barang.

Aktivitas dalam hal penerimaan barang harus diatur sepenuhnya agar bisa memetakan besaran dana dan produk yang akan didapatkan oleh perusahaan.

3. Kegiatan Penyimpanan barang.

Barang-barang yang sudah masuk dalam gudang perusahaan ini sebisa mungkin diupayakan agar tersimpan dengan aman dari berbagai bahaya apapun di dalam lingkungan gudang.

4. Pengepakkan Barang ke Tempat yang akan Dituju.

Pengepakkan barang ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi barang yang akan dikirimkan kepada konsumen harus dalam kondisi yang baik. Pengepakkan barang ini juga akan diatur dalam manajemen warehouse.

5. Kegiatan Pengeluaran Barang.

Beberapa barang yang akan keluar dari perusahaan, semuanya harus tercatat dengan rapi pada gudang perusahaan. Pengeluaran barang produksi akan dilakukan untuk menciptakan suasana produksi yang lebih tertib dan efisien.

Pelaksanaan pada beberapa kegiatan diatas akan diatur oleh manajemen warehouse yang terbagi atas sub-sub bagian tugas. Beberapa sub bagian tugas seperti ini dijalankan dengan melakukan pengendalian operasional, pengendalian biaya dan pengendalian personalia.

Dengan kata lain, manajamen warehouse akan menjalankan sistem supply chain management yang dilakukan untuk mengoptimalkan tugasnya dari sisi pemasaran. Keuntungan yang akan didapatkan dalam penerapan manajemen warehouse oleh perusahaan akan sangat bermanfaat bagi perusahaan. Bentuk dari sisi manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan melalui pelaksanaan manajemen warehouse adalah sebagai berikut:

1. Menghindarkan munculnya pengeluaran budget yang tidak penting pada perusahaan.

Sebenarnya banyak sekali kejadian yang tak terduga pada saat perusahaan akan melakukan aktivitas produksi. Kejadian yang tak terduga seperti ini sering menjadikan perusahaan harus rela mengeluarkan biaya-biaya yang tidak terlalu penting. Di sisi lain, pengeluaran dana yang tidak penting pada perusahaan seperti ini biasanya juga lebih sering disebabkan karena keahlian karyawan yang kurang mencukupi, sehingga pengelolaan dari aktivitas distribusi yang berhubungan dengan dana tidak bisa berjalan dengan optimal.

Namun, pada saat akan menerapkan manajemen warehouse seperti ini, maka aktivitas produksi perusahaan akan dapat langsung menimbang-nimbang dan mengelola kemungkinan dari besaran dana maksimal yang akan dibutuhkan oleh perusahaan selama proses produksi berlangsung.

2. Manajemen warehouse banyak diadopsi oleh beberapa perusahaan besar.

Pengalaman perusahan yang sukses dalam bidang bisnis tentunya sangat banyak, sehingga pada saat mereka sudah sukses dalam menjalankan produksinya dengan menerapkan manajemen warehouse seperti ini, maka sebaiknya Anda juga mengikuti jejak mereka dari sisi pelaksanaan manajemen warehouse perusahaan tersebut.

Selain karena pengaturannya yang cukup mudah, manajemen warehouse seperti ini juga telah dijalankan dengan menggunakan metode yang saling berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya, sehingga beberapa perusahaan besar juga akan dapat bekerja sama secara penuh dengan Anda.

3. Manajemen warehouse semakin meningkatkan perkembangan dan pengaturan bisnis.

Manajemen warehouse dapat dijalankan dengan menggunakan keterampilan dari bagian logistik dalam perusahaan yang lebih berkompeten dalam bidangnya. Intinya adalah, manajemen warehouse akan mendukung peran dari perusahaan Anda untuk bisa menjalankan perkembangan dan pengaturan bisnis yang lebih baik melalui proses supply chain management.

Terakhir manajemen logistic semakin sangat dibutuhkan oleh perusahaan yang mendukung dibidang bisnis on line, seperti Perusahaan Jasa Kurir, Expidisi, pengantaran paket, serta lainnya yang bergerak di bidang antaran, maka logistic sangat dibutuhkan untuk mendukung bertumbuhnya bisnis yang bergerak secara on line ini. Namun demikian masih belum banyak perusahaan yang operasionalnya didukung oleh logistic melakukan pembenahan diri, salah satunya adalah mengenai system manajemen yang professional. Masih banyak perusahaan yang bergerak dibidang logistic ini yang masih konvensional. Oleh sebab itu amat dibutuhkan pengembangan khususnya dibagian SDM dan system manajemen yang terintegrasi.
Semoga artikel ini membantu pembaca menemukan manajemen logistic yang terintegrasi. Apabila pembaca membutuhkan pendampingan dan pembimbingan dalam mendesain system manajemen logistic, penggunaan software accounting, pay roll HRD, serta lainnya silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 0818521172 atau 081-252-982900. Tim konsultan kami siap membantu! (Frans M. Royan, SE,MM)

GD Star Rating
loading...

Agu 28

PROSEDUR DAN TATA CARA KEPENGURUSAN SIUP TANPA ADANYA BANTUAN DARI BIRO JASA PENGURUSAN

Perusahaan anda sudah berjalan, atau mau baru akan membuat, maka dibutuhkan beberapa perijinan, antara lain adalah SIUP. Nah, bagaimana mengurus SIUP. Dibawah ini adalah artikel yang terkait dengan pengurusan SIUP dan semoga bermanfaat.

Prosedur Pengurusan SIUP/Beserta Langkah-Langkah Cara Untuk Membuat SIUP Sebagai Berikut:

Setelah artikel sebelumnya yang membahas tentang pengertian dan apa saja persyaratan dalam kepengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), selanjutnya setelah semua berkas untuk persyaratan secara administrasi dirasa sudah Anda siapkan seluruhnya, Anda kemudian akan dapat mengikuti langkah-langkah untuk prosedur tentang bagaimana tata cara untuk pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan sebagai berikut ini.

1. Mengambil formulir untuk pendaftaran/surat permohonan di Kantor Dinas Perdagangan Setempat.

Anda sebagai pemilik utama perusahaan bisa lansung saja datang ke Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan setempat. Apabila Anda masih sangat sibuk atau merasa sedang berhalangan, Anda bisa juga untuk mengurusnya melalui orang yang sudah Anda berikan kuasa untuk melakukan pengurusan dokumen SIUP perusahaan Anda.

2. Formulir pendaftaran harus diisi dan ditandatangani.

Formulir pendaftaran atau surat permohonan sudah disediakan oleh Kantor Dinas Perdagangan. Anda hanya tinggal datang dan silakan mengisi formulir tersebut dengan benar dan lengkap, kemudian ditanda tangani di atas materai seharga Rp. 6.000 oleh Pemilik/Direktur Utama atau bisa si PenanggungJawab perusahaan. Formulir yang sudah diisi secara lengkap kemudian harus difotokopi sebanyak 2 rangkap dan digabungkan dengan berkas persyaratan administrasi yang sudah diuraikan di atas.

13siup

Apabila Anda menggunakan jasa orang lain untuk kepengurusan pembuatan SIUP Anda, maka wajib untuk melampirkan surat kuasa bermaterai yang sudah ditanda tangani oleh pemilik/Direktur Utama/PenanggungJawab perusahaan.

3. Membayar tarif pembuatan SIUP.

Tarif untuk pembuatan SIUP ini memang berbeda-beda untuk setiap kotamadya/kabupaten, dan sudah diatur oleh Peraturan Daerah (PERDA) pada setiap masing-masing wilayah.

4. Lama Waktu Pengambilan SIUP.

Waktu untuk menunggu sampai jadinya SIUP biasanya paling lambat adalah sekitar dua minggu. Sedangkan waktu yang paling cepat adalah satu minggu sejak terhitung tanggal pendaftaran. Selanjutnya setelah SIUP Anda sudah jadi, maka Anda akan langsung dihubungi oleh petugas dan Anda bisa langsung datang ke kantor tempat Anda mengurus SIUP tersebut untuk proses pengambilannya.

Pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), seperti halnya juga untuk kepengurusan berbagai surat izin usaha lainnya, dapat dilakukan di Kantor Dinas Perdagangan di tingkat kabupaten atau kotamadya atau bisa juga di Kantor Pelayanan Perizinan setempat (pada beberapa daerah terdapat Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu atau BP2T).

Manfaat dan Keuntungan Apabila Anda Sudah Memiliki SIUP Untuk Usaha:

Jika Anda sudah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ini, maka usaha Anda sudah dinyatakan terdaftar secara resmi keberadaannya dan dengan demikian Anda sudah benar-benar resmi dan sah dalam menjalankan usaha perdagangan Anda tersebut. Jadi SIUP sebenarnya sangat penting sebagai penunjang untuk usaha perdagangan, karena dengan adanya SIUP, maka usaha perdagangan Anda akan dapat berjalan dengan lebih aman dan tentunya akan terhindar dari berbagai macam permasalahan usaha, misalnya saja permasalahan yang berhubungan dengan perizinan lokasi bisnis Anda.

Kelebihan Secara Istimewa Dengan Memiliki SIUP Untuk Usaha:

• Sebagai alat pengesahan yang telah di berikan oleh pemerintah, sehingga dalam segala kegiatan usaha Anda tidak akan terjadi permasalahan perizinan.
• Dengan memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan maka akan dapat memperlancar perdagangan ekspor dan impor (apabila bergerak dalam bidang ekspor impor).
• Sebagai syarat utama untuk mengikuti kegiatan lelang yang biasanya seringkali di selenggarakan oleh pemerintah.

Sekedar Catatan:

Apabila tempat kegiatan usaha bukan menjadi milik sendiri, maka harus dilengkapi dengan Surat Izin Pemilik sah sebagai bukti tentang ketidak keberatan untuk penggunaan tanah/bangunan yang dimaksudkan. Surat Izin ini akan ditanda tangani di atas materai Rp. 6000 yang sudah sangat cukup sebagai bukti tentang perjanjian sewa-menyewa diantara si pemilik tempat usaha dan si pelaku usaha.
Semoga artikel diatas membantu pembaca, apabila pembaca sedang mendirikan perusahaan ritel modern, distributor, trading company, serta usaha jenis lainnya yang membutuhkan bantuan manajemen mulai rekrut karyawan, Sistem manajemen dan Software, SOP perusahaan, peraturan perusahaan, Pelatihan operasional perusahaan, serta lainnya yang terkait set up perusahaan baru, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Tim konsultan kami siap membantu. Terima kasih!

 

GD Star Rating
loading...

Post sebelumnya «

» Post terbaru