Previous Next

Apr 22

TIPS PEMBENAHAN MANAJEMEN BISNIS UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEBANGKRUTAN

Dalam menjalankan sebuah bisnis yang sejak awal mula dimulainya sebuah bisnis, tentunya seorang pemilik menginginkan bisnisnya mampu berkembang kearah yang lebih baik dan mampu untuk menghasilkan laba serta dapat mencapai target-target yang sebelumnya telah direncanakan dengan strategi yang sangat matang.

Agar dapat mencapai hal tersebut, maka tentunya diperlukan adanya sebuah kerja keras yang memang harus dilakukan. Tidak jarang selama menjalankan sebuah bisnis, seringkali harus mengalami berbagai hambatan dan rintangan, baik itu berupa hambatan yang lebih bersifat internal maupun dari faktor eksternal perusahaan.

Hambatan-hambatan seperti ini harus bisa dihadapi oleh para pebisnis agar tidak sampai berdampak yang lebih buruk lagi pada perkembangan bisnisnya, terutamanya adalah jika hambatan tersebut berupa kesulitan financial (keuangan) yang semakin lama malah menjadi semakin memburuk.

Jika sebuah perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang terus memburuk, maka dikhawatirkan perusahaan tersebut akan beresiko besar untuk mengalami kebangkrutan total. Dan jika sebuah perusahaan sudah benar-benar mengalami kebangkrutan total, maka tentu saja seorang pebisnis harus rela untuk bekerja dengan ekstra keras agar mampu mengembalikan kondisi keuangan perusahaan untuk menjadi lebih stabil seperti sediakala.

Jika perusahaan sudah hampir menghadapi sebuah kebangkrutan total, maka bagaimana solusinya agar bisa mengembalikan kondisi keuangan perusahaan untuk bisa kembali stabil seperti sebelumnya?

Karena itulah, maka berikut ini merupakan beberapa tips tentang bagaimana untuk mengelola keuangan bisnis agar tidak sampai mengalami kebangkrutan total:

1. Secepatnya Melakukan Tindakan Evaluasi Internal Bisnis.

Jika dalam menjalankan roda perputaran bisnis Anda mengalami permasalahan. Khususnya adalah berupa permasalahan financial (keuangan), maka tentunya terdapat adanya faktor-faktor yang sangat mempengaruhinya. Karena itulah, maka Anda harus secepatnya melakukan tindakan evaluasi pada semua hal-hal dan sektor yang berhubungan langsung dengan bisnis Anda, seperti halnya mengevaluasi bagaimana sistem bisnis yang sudah dijalankan selama ini, dan produk perusahaan yang selama ini telah Anda tawarkan apakah sudah berkualitas baik atau tidak? Hal-hal tersebut memang bertujuan agar Anda mampu mengetahui tentang apa saja sumber dari berbagai permasalahan atau yang menjadi penyebab utama dari kerugian tersebut. Apabila Anda memang sudah benar-benar mengetahui apa saja yang menjadi penyebabnya, maka akan menjadi jauh lebih mudah untuk sedikit demi sedikit memperbaikinya.

2. Melakukan Berbagai Pembenahan-Pembenahan Terhadap Sistem Bisnis.

Salah satu yang menjadi penyebab utama dari sebuah bisnis yang mengalami kerugian terbesar adalah terletak pada sistem bisnis yang selama ini telah dijalankan, apakah masih kurang tepat? Ataukah sistem bisnis tersebut memang sudah tepat namun masih perlu dilakukan berbagai pembenahan-pembenahan? Karena sebenarnya sistem bisnis tersebut juga berkaitan erat dengan sumber daya manusia yang berada dalamnya.

Dengan berbagai kondisi tersebut, maka setidaknya Anda harus melakukan berbagai tinjauan-tinjauan ulang terhadap sumber daya manusia yang sudah ada dalam perusahaan. Apakah sudah optimal atau tidak. Jika jawabannya adalah tidak, maka segeralah untuk melakukan tindakan perbaikan. Dengan begitu Anda akan dapat dengan segera untuk melakukan pembenahan terhadap sistem bisnis dan untuk mencari berbagai informasi dari kesalahan-kesalahan apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya kerugian tersebut.

3. Sesegara Mungkin untuk Melakukan Perubahan Pada Bisnis (Transformasi Bisnis).

Agar bisa mengembalikan kondisi keuangan perusahaan seperti semula memang tidak mudah, Anda harus mulai untuk melakukan berbagai perubahan yang dirasa sangat perlu untuk dilakukan dan memperbaiki apapun yang bisa menyebabkan perusahaan Anda semakin merugi. Perubahan tersebut masih dapat Anda lakukan seperti halnya pada perubahan sistem bisnis, sasaran bisnis, lokasi bisnis, dan tentang bagaimana untuk mengubah strategi pemasarannya. Yang mana hal seperti itu juga harus disesuaikan dengan hasil dari evaluasi bisnis pada poin pertama. Agar penyebab utama dari terjadinya kerugian tersebut dapat ditemukan sebuah solusi yang lebih tepat. Maka diharapkan tidak akan terjadi lagi kerugian-kerugian selanjutnya dimasa yang akan datang.

4. Memperbaiki Manajemen Keuangan Bisnis.

Manajemen keuangan bisnis menjadi poin terpenting lainnya yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Yang mana dengan melakukan manajemen keuangan agar dapat mencegah terjadinya kerugian yang jauh lebih besar lagi terhadap bisnis. Jika perusahaan Anda telah mengalami kerugian, maka setidaknya perhatikanlah bagaimana proses manajemen keuangan dari bisnis Anda tersebut. Apakah sudah berjalan dengan baik atau tidak. Jika tidak, maka tentunya Anda harus memperbaiki manajemen keuangan perusahaan dengan sesegera mungkin agar kondisi keuangan perusahaan dapat semakin membaik dan tidak sampai mengalami kerugian semakin parah.

5. Memilih Untuk Tetap Fokus dan Lebih Optimis.

Pada saat perusahaan sedang mengalami kerugian, maka tentunya akan menjadikan seorang pebisnis semakin kehilangan fokus dan tidak bersemangat lagi untuk melanjutkan bisnisnya. Akan tetapi hal itu malah justru akan menjadikan Anda semakin lebih dalam terpuruk dan akhirnya bisnis Anda tidak akan mampu untuk bisa tertolong lagi. Karena itulah, maka Anda juga harus tetap fokus dan harus segera bangkit kembali untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan Anda

Tetaplah tenang dalam mempelajari berbagai situasi dan permasalahan yang sedang Anda hadapi saat ini agar dapat segera menemukan solusi yang lebih tepat. Selain itu, Anda juga harus selalu bersikap optimis, karena dengan bersikap lebih optimis maka dapat membantu Anda untuk semakin terdorong dalam memperbaiki keuangan perusahaan yang hampir mengalami kebangkrutan total tersebut.

Nah, itulah sedikit tips tentang bagaimana dalam melakukan pembenahan-pembenahan terhadap manajemen dalam upaya untuk mencegah terjadinya kebangkrutan total pada perusahaan Anda. Apabila pembaca membutuhkan informasi mengenai lebih lanjut mengenai artikel di atas, atau membutuhkan pembimbingan dalam merapikan manajemen mulai : manajemen system, sumber daya manusia, finance accounting, Gudang dan logistic, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

GD Star Rating
loading...

Apr 18

PERAN DAN TUGAS PENTING PIHAK KETIGA (MEDIATOR BISNIS) DALAM PROSES KEGIATAN PENJUALAN PERUSAHAAN

Dalam menjalankan sebuah bisnis, terkadang harus memaksa seorang pebisnis untuk menjalin hubungan baik dengan para pihak, dan salah satunya adalah dari pihak ke 3 yang biasa disebut dengan mediator bisnis dan mungkin saja sangat mendukung berbagai kegiatan bisnisnya, terlebih lagi dalam hal pemasaran/pendistribusian barang-barang penjualan.

Hal ini harus dilakukan karena perusahaan juga sebenarnya menginginkan adanya terobosan baru atau ekspansi terhadap pasar lain dalam upaya untuk semakin memperluas jangkauan dari luar pasar yang sebelumnya sudah dikerjakan. Untuk melakukan tindakan ekspansi pasar tentunya harus dilakukan dengan sebuah perencanaan yang sangat matang, dimana tidak hanya harus mempersiapkan segala infrastruktur yang cukup memadai saja, namun juga harus mengetahui dengan lebih pasti tentang bagaimana kondisi dari target pasar yang ingin dituju tersebut.

Maka dari sinilah perusahaan sangat membutuhkan adanya seorang mediator bisnis sebagai pihak ke 3. Seorang mediator bisnis biasanya juga lebih sering disebut sebagai business transfer agent (agen pengalih bisnis). Tugas utama dari seorang mediator bisnis ini adalah untuk membantu para pembeli dan penjual dalam proses jual beli atau bisa dibilang sebagai perantara/jembatan yang akan mempertemukan antara dua pihak, yaitu pihak penjual dan pembelinya.

Dalam hal ini seorang mediator bisnis akan memperkirakan seberapa besar nilai dari bisnis, mengiklankan barang-barang yang dijual dengan nama atau tanpa sedikitpun menyebutkan identitasnya, melakukan wawancara awal pada potential customer, bernegosiasi dengan para calon pembeli, memfasilitasi dilakukannya survey dan untuk membantu kelancara dari proses penjualannya.

Layanan yang telah disediakan oleh seorang mediator bisnis juga bisa sangat beragam, dimana semuanya juga masih tergantung pada setiap kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh seorang mediator bisnis itu sendiri. Biasanya jasa mediator yang paling sering disediakan adalah berupa:

1. Membantu para klien dalam menetapkan nilai most probable selling price (harga jual yang paling memungkinkan untuk menjualnya).
2. Mengolah berbagai informasi tentang perusahaan secara komprehensif dan untuk menguraikan bisnis bagi para calon pembeli potensial.
3. Melakukan pencarian pembeli baru.
4. Melakukan pemaparan bisnis kepada prospek/potential customer.
5. Menyaring calon-calon pembeli potensial dalam hal kemampuan penyelesaian pembelian yang lebih cepat.
6. Mengkoordinasikan negosiasi dan menyediakan kesepakatan bisnis.
7. Menyediakan manajemen kesepakatan secara lebih menyeluruh.
8. Menjaga kerahasiaan data penjualan.

Setelah terjadi kesepakatan diantara pebisnis yang ingin menjual produknya dengan seorang mediator bisnis sebagai pihak ke 3, maka mediator bisnis akan terus berupaya untuk menemukan calon-calon pembeli potensial. Mediator bisnis juga akan menarik potential buyer dengan berbagai macam cara, seperti mencantumkan bisnis yang mereka sediakan pada website mereka, beriklan dari internet, koran, atau majalah-majalah bisnis.

Mediator bisnis juga akan menjadi lebih sering untuk melakukan pertemuan secara langsung untuk memberikan pemaparan dengan lebih jelas terhadap para prospek customer untuk semakin membangkitkan ketertarikan mereka terhadap produk yang dijualnya.

Adapun kompensasi dari seorang mediator bisnis ini akan dibuat berdasarkan per basis waktu, uang jasa penyangganya, dan komisi berupa upah dari keberhasilan atas penutupan transaksi (closing) nya. Mediator bisnis juga dapat menggunakan salah satunya atau langsung mengkombinasikan dari keduanya.

Namun untuk bentuk kompensasi yang biasanya paling umum adalah berupa komisi. Komisi untuk seorang mediator bisnis juga masih tergantung pada tingkat keberhasilan mereka dalam menemukan pembeli yang benar-benar pas atas produk yang dijual oleh pebisnis, keberhasilan dalam hal bernegosiasi kontrak pembelian yang cukup memuaskan dari kedua belah pihak, atau berupa penyelesaiaan transaksi yang lebih memungkinkan bagi pihak penjual dan pembeli yang juga sama-sama puas.

Selain menerima komisi, seorang mediator bisnis juga harus membayar berbagai biaya-biaya yang sudah dikeluarkannya untuk melakukan berbagai tugas-tugasnya, seperti membayar biaya iklan, akomodasi, transportasi, komunikasi dan lain sebagainya yang kesemuanya itu juga akan menjadi tanggungan dari seorang mediator bisnis tersebut.

Dalam praktek yang sesungguhnya, semua kompensasi yang telah dibayarkan oleh pihak yang terlibat kepada mediator bisnis juga harus dilakukan secara lebih terbuka pada semua pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli yang juga menyangkut keikutsertaan dari mediator bisnis tersebut. Nah, itulah sedikit pembahasan tentang peran dan tugas penting dari pihak ketiga (seorang mediator bisnis) dalam proses kelancaran dari kegiatan penjualan perusahaan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

GD Star Rating
loading...

Apr 14

KEUNTUNGAN MENJADI DISTRIBUTOR DAN PILIHAN PELUANG UNTUK MENJADI PENGUSAHA DISTRIBUTOR

Bisnis Distributor adalah sejenis usaha yang dilakukan untuk menjadi sebagai perantara yang menyalurkan produk dari pabrikan (manufakturing) kepada para pengecer. Setelah pabrik menghasilkan sebuah produk yang memiliki nilai jual, lalu produk tadi akan dikirimkan kepada distributor yang sudah terdaftar menjadi salah satu distributor dari pabrik penghasil produk. Distributor lalu akan menjualnya kepada para pengecer. Sebenarnya peluang usaha distributor merupakan salah satu peluang yang sangat menguntungkan apabila bisa dijalankan dengan baik.

Dalam pengertian lain, distributor merupakan perantara diantara para produsen dan konsumen. Distributor memiliki tugas untuk membeli produk dari produsen yang lebih besar lagi, mengklasifikasi produk sesuai dengan jenis, ukuran, dan kualitasnya masing-masing dan memperkenalkan produk kepada para konsumen.

Agar dapat menjalankan bisnis distributor, maka Anda harus pintar-pintar dalam membaca situasi dan keinginan dari pasar. Terdapat beberapa keuntungan apabila Anda menjadi salah satu dari distributor, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Biaya produksi sama sekali tidak menjadi beban Anda, itu berarti bahwa kerugian akan dapat semakin diminimalisir.

2. Margin profit masih tergolong kecil, karena yang diandalkan dari bisnis ini adalah besaran dari distribusi produk.

3. Seorang pelaku distributor tidak perlu pusing-pusing untuk memikirkan masa kadaluarsa dari produk, karena masalah seperti itu sudah menjadi tanggungjawab sepenuhnya dari pihak yang memproduksi produk.

4. Menjadi distributor tidak perlu memikirkan tentang marketing, karena itu sudah menjadi tanggungjawab dari produsen. Itu sebabnya peluang untuk berbisnis distributor merupakan salah satu jenis bisnis yang banyak sekali mencetak orang-orang kaya baru.

Terdapat banyak sekali jenis peluang dari bisnis distributor. Apa saja jenis usaha distributor yang bermodal kecil, namun memiliki untung yang lumayan besar?

1. Distributor Produk Minuman.

Penghasil dari produk minuman bermerek terkenal dan sudah sangat besar biasanya akan mencari distributor untuk dapat melakukan sistem titip. Dengan demikian, maka Anda tidak perlu modal yang lumayan besar untuk menjalankannya. Produsen akan dengan senang hati menitipkan dagangan mereka kepada Anda. Anda hanya membutuhkan tempat. Cari tempat yang strategis dan semakin memungkinkan untuk peluang bisnis distributor ini. Apabila usaha ini semakin laris, maka Anda akan mendapatkan untung yang semakin besar. Namun resikonya pun juga terbilang minim. Anda bisa menyediakan berbagai minuman mulai dari kemasan kecil sampai yang berskala besar seperti galon.

Selain produk minuman mineral, Anda juga bisa menjadi distributor minuman berenergi, minuman ringan, dan kopi kemasan sachet. Tentu saja peluang dari bisnis distributor ini yang menjual aneka minuman akan menjadi prospek yang semakin bagus untuk ke depannya.

2. Distributor Produk Sembako.

Peluang dari berbisnis distributor lainnya adalah dengan cara menyediakan produk-produk sembako. Sembako, seperti beras, telur, gula, sayur-sayuran, daging, minyak goreng, susu, minyak tanah, dan garam, berpeluang untuk dijadikan sebagai usaha distributor. Peluang usaha distributor memiliki cakupan yang paling luas. Anda bisa menjadi seorang distributor dari beberapa produk sembako tadi, atau bisa juga seluruhnya. Untuk menarik para pelanggan, Anda bisa memainkan harga produknya.

3. Sebagai Distributor Pulsa.

Menjadi distributor pulsa elektrik merupakan peluang usaha distributor yang sangat minim modal. Selain itu, distributor pulsa tidak membutuhkan tempat khusus dan praktis. Anda hanya membutuhkan satu atau lebih telepon selular, sudah cukup dengan menjalankan bisnis seperti ini.

Terdapat dua macam cara dari sistem pemasaran distributor pulsa, yaitu offline dan online. Apabila offline, maka Anda harus datang dan mendeposit. Maraknya penggunaan smartphone untuk alat sebagai internet, tentunya peluang bisnis dari distributor pulsa sudah menjadi sangat basah. Anda bisa mengeruk banyak keuntungan dari bisnis ini, karena pada saat seperti ini orang-orang seperti sedang ketagihan smartphone.

4. Distributor Produk Makanan Ringan.

Cari dan temukan industri rumahan yang telah memproduksi makanan ringan. Jajanan ringan seperti ini bisa dijadikan sebagai peluang usaha distributor terbaik sebagai pilihan Anda. Keuntungannya adalah Anda tidak perlu memikirkan tentang modal, tinggal pasarkan saja. Yang harus Anda perhatikan adalah Anda harus mencapai kesepakatan harga dengan sang produsen makanan ringan tersebut.

Volume produksi merupakan faktor penentu utama dari keuntungan Anda. Peluang usaha distributor akan semakin membuka kesempatan yang lebar bagi Anda yang ingin memulainya. Selain yang sudah disebutkan diatas, jenis peluang bisnis distributor lainnya yang perlu Anda coba adalah distributor dari hasil bumi, sandal dan sepatu, obat, mainan, buku dan alat-alat tulis, jajanan, mainan anak, gas elpiji, dan peralatan rumah tangga. Lalu sekarang tunggu apalagi? Apakah masih berpikir berulang-ulang kali untuk tidak menjadi seorang distributor?

Semoga artikel diatas menjadi inspirasi, dan apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas, seperti ingin mendirikan distributor baru dan mendapatkan produk sekaligus dibantu secara manajemen, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

GD Star Rating
loading...