«

»

Sep 22

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA : ” TRIK MENGATUR PENGELUARAN” (BAG – 8)

”Seorang sales kaya memiliki kemampuan menghindari untuk mengeluarkan uang yang tidak perlu untuk membeli barang yang diinginkan.”

– Frans M. Royan –

TRIK MENGELOLA PENGELUARAN

TRIK MENGELOLA PENGELUARAN

Di dalam hidup ini orang tidak luput dari pengeluaran. Begitu banyak kebutuhan yang harus dibeli sehingga pengeluaran kadang kala tidak seimbang dengan pemasukan. Nah, kalau sudah terjadi hal yang demikian maka kejadiannya akan sangat menyulitkan para salesman. Bisa jadi ia akan mulai gali lubang tutup lubang. Serta agar tidak terjadi demikian, tentunya para penjual harus pandai-pandai dalam menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran. Pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan biasanya berada pada lingkaran yang tidak terkontrol oleh para penjual. Misalnya saja tidak membeli barang yang dibutuhkan, tetapi membeli barang yang diinginkan. Barang yang dibutuhkan pada prinsipnya tidak bisa ditunda, sedangkan barang yang diiginkan masih bisa ditunda.

Sangatlah berbahaya kalau kita sering jalan-jalan ke Mall, di estalase toko-toko yang nampak bersinar itu dapat mengundang keinginan anda untuk membeli. Pertama mungkin anda tidak sadar dengan harga yang ditawarkan, seperti mumpung ”ada diskon 30%” anda diajak untuk mampir ke toko itu oleh para SPG toko. Anda semula tidak tertarik, karena anda sudah masuk toko dan sempat melihat-lihat serta ada sedikit keinginan membeli, akhirnya anda belanja juga. Nah, peristiwa yang seperti ini seringkali terjadi. Orang biasanya tidak tahan dengan munculnya produk baru dan selalu ingin membelinya. Apalagi jika sedang membawa uang dan membawa kartu kredit.

Seorang sales kaya memiliki kemampuan menghindari untuk mengeluarkan uang yang tidak perlu untuk membeli barang yang diinginkan. Ia tidak akan tergelincir pada kegiatan gali lubang tutup lubang oleh karena masalah terpancing  untuk membelanjakan uangnya. Jadi apa yang sering dilakukan oleh salesman terhadap pengeluarannya? Simaklah beberapa hal yang dijelaskan di bawah ini.

Mencatat pengeluaran anda selama ini

Pada umumnya urusan catat mencatat ini justru akan menghambat keleluasaan seseorang, lebih-lebih jika dihubungkan dengan masalah gengsi. Orang akan gengsi jika ketahuan mencatat pengeluaran-pengeluaran di hadapan orang lain. Seperti mengajak entertaint pelanggan, salesman kadang kala melakukan hal ini dan pada saat mau mencatat uang yang dikeluarkan, maka anda akan mengalami kegelisahaan seperti muncul perasaan: malu! Oleh sebab itu anda harus memiliki strategi dalam mencatat apa saja (kebutuhan keluarga, pribadi, anak-anak, dan lain-lain) yang akan dikeluarkan dengan cara mengumpulkan bon-bon yang sudah diterima. Setelah bon-bon itu dikumpulkan  maka buatlah tabel pengeluaran seperti di bawah ini:

URAIAN PENGELUARAN

Biaya operasional sales

Pulsa HP

Bahan bakar

Parkir

Makan

Biaya perawatan kendaraan

Beli assesoris kendaraan

Kebutuhan rumah tangga

Listrik

Telepon

Air

Sembako

Perawatan badan (Sabun, odol, serta lainnya)

Iuran sampah dan Siskamling

Kesehatan (Vitamin, massage, dan lain-lain)

Uang saku untuk anak

Buku-buku untuk anak

Langganan koran

Langganan majalah anak-anak

Langganan Majalah Wanita

Langganan Majalah Pria

Membayar pihak lain

Uang sekolah

Iuran Arisan

Kursus anak

Cicilan rumah

Cicilan kendaraan

Premi Asuransi

Kebutuhan pribadi dan lain-lain

Beli buku

Beli rokok

Makan bersama teman

Nonton Bioskop

Beli Film DVD

Beli CD Play station

Arisan keluarga

………………………………………………………………..

………………………………………………………………..

 

Kalau anda rajin untuk mencatat keperluan anda, maka anda akan mengetahui dan betapa kagetnya setelah uraian pengeluaran itu dijumlahkan semuanya. Angkanya bisa lebih dari yang anda duga. Serta yang membuat terkejut adalah ternyata pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Kalau sudah terjadi seperti itu anda mestinya langsung introspeksi atau sebaliknya malah menjadi linglung. Nah, sekarang anda sudah membuktikan bahwa ternyata dengan mencatat semua pengeluaran yang sudah dilakukan setiap bulan anda bisa melihat betapa banyak pengeluaran yang mestinya tidak anda inginkan. Dan anda bertanya-tanya: untuk apa sih membelanjakan semua uang itu untuk keperluan yang tidak penting?

Seorang salesman yang kaya sebelum membelanjakan uangnya pasti akan mempertimbangkan, apakah perlu membelinya atau sebaliknya. Jika membeli pasti akan merogoh kocek dan menambah pengeluaran yang tidak semestinya. Misalnya saja anda melihat sebuah DVD film yang terkini dan anda ingin melihatnya. Tapi barang ini setelah dilihat akan diletakan begitu saja di rak dan tidak pernah digunakan lagi. Kalau DVD bajakan sih tidak masalah karena harganya tidak sampai 10 ribu rupiah, tapi kalau DVD original, anda tentunya siap-siap mengeluarkan uang lebih banyak dari semestinya. Anda tentu berpikir sekali lagi, untuk apa membeli DVD itu. Idealnya untuk menghemat uang mestinya ada suatu cara yaitu menyewanya DVD itu, toh film hanya dilihat sekali dua kali saja selanjutnya sudah bosan. Ini sebuah ilustrasi membeli barang yang sebenarnya tidak harus mengeluarkan uang banyak-banyak.

Daftar pengeluaran akhirnya sangat berguna bagi seorang salesman dalam mengendalikan pengeluarannya. Jika pengeluaran bisa dikendalikan dengan baik, maka untuk mendapatkan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran lebih mudah. Jangan sampai tiba-tiba mempersalahkan istri yang ”katanya” tidak bisa mengelola keuangannya sehingga banyak hutang di sana-sini. Padahal kalau mau ditelusuri ternyata sebab yang paling utama adalah banyaknya pengeluaran tidak perlu yang sudah dilakukan. Oleh karena istri tidak bisa menyeimbangkan keuangannya maka akhirnya berhutang di sana-sini.

Kurangilah belanjaan yang tidak bersifat primer. Melakukan pengurangan pembelian yang tidak bermanfaat secara primer tidak akan menyulitkan posisi keuangan anda. Misalnya saja anda sudah tidak lagi membeli barang assesoris untuk kendaraan anda, toh tanpa assesorispun kendaraan itu sudah berfungsi baik. Maka lihatlah utilisasi kendaraan anda saja dibanding kecantikan kendaraan. Kalau kendaraan hanya dipakai seminggu sekali, dan anda menghiasnya sedemikian rupa, berarti itu sebuah pemborosan. Kalau selama ini anda memanggil tukang pijit sebulan empat kali, karena anda hobbi pijat, maka kurangilah menjadi 2 kali saja sebulan. Begitu pula dengan langganan majalah, jika majalah itu hanya bersifat hiburan dan tidak menunjang karier anda, sebaiknya gantilah dengan majalah yang berharga murah. Sekarang ini banyak majalah second murah yang masih bagus dan bisa dibaca dengan enak. Saya kira informasi yang ada di majalah tidaklah akan basi, kecuali informasi yang ada di surat kabar. Begitu pula dengan majalah anak-anak kita sebaiknya digantikan dengan majalah second yang masih layak baca. Informasi yang belum pernah dibaca merupakan informasi baru meskipun majalahnya itu lama.

Arisan? Apakah perlu dengan arisan itu. Arisan seringkali beresiko dibawah lari oleh sang bandar. Oleh sebab itu salesman kaya tidak menyukai mengikuti arisan, sebab lebih baik uangnya lebih aman ditabung  saja di bank. Bagaimana dengan arisan PKK dan Keluarga? Kalau sifatnya hanya bersosial dan jumlahnya sedikit tidaklah masalah, tetapi jangan mengikuti arisan yang tujuannya khusus mendapatkan uang. Membeli CD play station hingga bertumpuk-tumpuk juga merupakan pengeluaran yang mestinya tidak harus dilakukan. Kalau mau membelinya sebaiknya di batasi saja. Begitu pula dengan acara nonton bioskop yang selama ini setiap minggu nonton, bisa dikurangi menjadi sebulan sekali saja.  Mengurangi frekuensi untuk mengeluarkan uang berlebihan bukan berarti melarang untuk hidup lebih baik dan layak, tetapi demi penghematan yang semestinya agar terjadi keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Buang kebiasaan tertentu

Buanglah kebiasaan yang sangat merugikan diri sendiri maupun kesehatan seperti membeli rokok sehari sampai 5 pak. Kalau rokok yang dibeli rokok murahan tidak menjadi masalah. Tetapi kalau rokok yang dibeli adalah merek Djie Sam Soe, maka pengeluaran akan meningkat. Memang tidak ada yang melarang anda merokok, tetapi di sini mungkin pesan yang mau disampaikan adalah mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi saja, agar dengan mengurangi sedikit demi sedikit andapun juga berusaha untuk menghilangkan kebiasaan merokok hingga nol persen.

Selain itu buang pula kebiasaan makan di luar setiap minggu. Saya memiliki seorang teman yang sampai hari ini harus bingung mengontrak rumah. Setiap kali kontraknya habis, ia bingung akan mau pindah kemana lagi. Suatu waktu saya melihatnya sekeluarga kedapatan sedang makan di KFC. Saya tidak tahu kenapa ia tiba-tiba mengatakan pada saya, wah kalau seperti ini terus pasti bangkrut. Saya berpikir untuk apa ia mengatakan seperti itu, ternyata ia sedang mengeluh karena anak dan istrinya meminta setiap minggu untuk mengunjungi KFC atau Mc Donald untuk makan ayam gorengnya. ” tidaklah masalah!” kata saya. Tapi kalau terus-terusan seperti ini selain kesehatan mereka akan buruk, fulusnya juga akan habis. Saya baru mengerti jika mereka selalu ke KFC atau MC Donald hanya untuk makan ayam gorengnya. Kebiasaan ini kalau bisa dikurangi akan sangat baik, sebab terlalu sering juga mengganggu kesehatan, dan kantong anda akan cepat bolong. Kisah ia tidak bisa membeli rumah bisa jadi akibat adanya kebiasaan-kebiasaan yang selalu menghabiskan uang.

Selalu berpergian tiap minggu juga perlu dikurangi agar pengeluaran anda lebih kecil dari penghasilan, dan sisanya bisa ditabungkan. Berdarmawisata setiap minggu juga baik untuk penyegaran jasmani dan rohani, tetapi dalam kondisi yang seperti ini, salesman yang memahami artinya uang, maka ia akan mengurangi acara-acara kreasi yang terlalu sering. Begitu pula acara makan dengan teman sebaiknya dikurangi. Makan dengan teman merupakan trend baru sekarang ini. Terutama jika lama tidak bertemu tetapi anda akan keluar uang untuk membayar makanan itu, atau teman anda yang mentraktirnya. Namun jika anda yang mengundang teman, kemungkinan besar andalah yang akan membayar semua makanan. Kurangilah kebiasaan ini demi kelangsungan keuangan anda.

Serta yang paling penting lagi adalah kurangilah kebiasaan membeli barang yang sifatnya tidak urgent. Seperti yang ada dalam daftar pengeluaran di atas antara lain assesoris kendaraan, film DVD, CD play station, serta lainnya, dimana jika tidak membeli barang itu tidaklah mengganggu keseimbangan kehidupan anda. Kalau kebutuhan membeli beras, jika tidak dibeli maka akan mengganggu kesehatan anda. Tapi kalau barang-barang bukan kebutuhan primer yang disebut itu tidak dibeli, maka apakah akan mengganggu keseimbangan hidup anda? Tentu saja tidak kan!

Mencatat setiap belanjaan

Berbelanja kalau mau hemat dan tepat guna memang harus dicatat, namun banyak sekali  para istri salesman yang tidak mau melakukan hal ini karena suaminya memiliki gaji yang besar. Tunggu dulu! Jika hal ini dilakukan terus menerus, dijamin keuangan keluarga tidak akan sebaik ibu-ibu yang dengan cermat mengatur keuangannya dengan cara mencatat apa saja yang dibutuhkan sebelum berbelanja. Mencatat apa yang mau dibeli memiliki manfaat antara lain : untuk menghindari teknik penawaran para penjual, untuk menghindari impulse buying perusahaan, untuk menghindari lupa dengan apa yang dibelinya, untuk menghitung ketersediaan anggaran dengan barang yang dibelinya dan untuk menghitung pengeluaran bulanan.

Pernahkah tiba-tiba anda dikirimi surat oleh suatu perusahaan tertentu, entah itu yang menetap di stand mall, lokasi pameran atau di kantor-kantor yang ada di suatu perumahan. Isi dari surat itu bahwa anda telah beruntung mendapatkan sebuah hadiah. Pihak penerima surat akan merasa senang terhadap surat itu dan kemudian mengunjungi alamat kantor itu, tetapi setelah bertemu dengan para marketingnya, ia menjadi tak berdaya dan tiba-tiba berminat membeli satu set perlengkapan memasak yang harganya senilai 5 jutaan. Para pemasar produk dengan lihainya bisa mempengarui orang yang tidak ingin membeli jadi ingin membeli. Trik-trik penjualan tingkat tinggi ini seringkali memperdaya para konsumen yang tidak berdaya. Penulis tidak setuju dengan trik-trik penjualan yang berunsur penipuan ini. Bagi penjual yang sejati tidak akan melakukan penjualan yang tidak terpuji, dan ini sering dilakukan oleh mereka yang ingin merusak image para penjual. Jika memiliki catatan apa saja yang akan dibelinya tentunya barang yang ada diluar catatan tidak akan menjadi perioritasnya.

Memiliki catatan adalah upaya untuk menghindari impulse buying. Kalau anda ke supermarket dan melihat ada produk yang dipajang dengan manisnya, anda kemudian membelinya meskipun barang itu berada di luar catatan anda, ini yang dinamakan impulse buying. Jadi panjangan produk itu secara psikologis menyebabkan anda membeli barang diluar perencanaan. Nah, sebagai salesman yang kaya selalu menggunakan catatan jika ingin berbelanja. Kebiasaan ini tentunya akan tertular pada para istri mereka.

Catatan secara sederhana digunakan untuk menghindari ”lupa” terhadap apa yang dibelinya. Melalui catatan yang sudah disiapkan anda tidak akan terlewat dengan apa yang ingin anda beli. Maka sangatlah efektif jika berbelanja dengan menggunakan berbagai catatan. Catatan itu juga bisa digunakan untuk menghitung ketersediaan anggaran dengan barang yang dibelinya. Anggaran yang ada harus diperhitungkan sebelum membeli barang-barang kebutuhan. Salesman yang kaya selalu menghitung anggaran dengan cermat dan tidak menggunakan uangnya lebih dari anggaran.  Setelah menggunakan catatan maka catatan itu bisa digunakan untuk menghitung pengeluaran bulanan. Jadi banyaklah manfaat catatan untuk mengatur keuangan anda.

Koreksi bon dengan benar

Jangan cepat percaya dengan perhitungan yang dibuat oleh restoran maupun supermarket. Kalau habis makan atau berbelanja, cobalah anda meneliti ulang apa yang anda beli dan harga dari barang yang anda beli. Jangan sampai anda membeli obat nyamuk yang harganya seribu rupiah, tetapi di bon anda dihitung seratus ribu rupiah. Begitu pula bon makanan yang anda pesan hitungannya tidak cocok dengan makanan yang anda pesan. Penulis beberapa kali menemui kesalahan pihak restoran, maupun supermarket dalam menghitung rincian belanjaan maupun menu makanan. Mereka bukan sengaja melakukan hal itu, tetapi program komputer yang dioperasikan salah input dimuka, atau sedang mengalami acak karena baru saja ada perubahan harga dari supplier. Sementara itu di restoran, pesanan makanan yang batal dipesan kadang dirinci dan kalau kita tidak mau teliti maka anda akan membayar lebih banyak dibanding semestinya.

Mencegah kesalahan dari pihak store atau resto harus dilakukan sedini mungkin yaitu dengan cara meneliti bon yang anda terima dan apa yang anda beli beserta angkanya. Ada yang mengatakan terlalu buang waktu, sehingga acuh tak acuh saja dengan bon-bon yang diterimanya. Kalaupun diterima ia menelitinya selintas saja, dan kemudian membuangnya ke tong sampah. Salesman yang kaya tidak akan melakukan hal itu, ia akan meneliti dan kalau sudah cocok akan dimasukan dalam file yang dimilikinya. File itu bisa agenda kecil seukuran besarnya saku baju. Semua berkas bon yang didapat dari pengeluaran selalu dikumpulkan di tempat itu. Serta ia selalu mencatat pengeluarannya yang tidak mendapatkan bon dalam deret angka dan tanggal pengeluaran. Setiap bulan akhirnya ketahuan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk hidupnya.

Mengoreksi bon yang didapat dari belanja atau makan di restoran adalah tindakan yang memalukan untuk sebagian orang, tetapi ini adalah suatu cara bagaimana mengatur pengeluaran agar tidak lebih besar dari pada pemasukan. Selain itu untuk menghindari kekeliruan yang berakibat kerugian pada anda. Secara singkat mengoreksi bon adalah untuk mengajari kita teliti, ingat dan menghitung apa saja yang dikeluarkan dari kantong anda. Untuk menjadi salesman kaya ternyata bukan hanya karena harus memiliki penghasilan yang besar, tetapi juga mencakup ketelitian dalam mengeluarkan uang.

GD Star Rating
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>