Okt 13

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA: ” BERMAIN NILAI WAKTU UANG” (BAG-11)

”Uang kita sekarang akan bernilai lebih besar esok harinya, tapi ada syaratnya yaitu kalau tidak disimpan di bawah bantal, di celengan tanah liat, atau di tiang bambu rumah.”

– Frans M. Royan –

NILAI WAKTU UANG

NILAI WAKTU UANG

Salesman kaya akan bermain di nilai waktu uang. Ia akan mengetahui informasi barang investasi yang bisa menggelembungkan uangnya di masa mendatang. Mengapa ia bermain di nilai waktu uang, sebab dengan mengetahui nilai waktu uang, ia bisa mengatur strategi penggunaan uang masa kini untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

Uang kita sekarang akan bernilai lebih besar esok harinya, tapi ada syaratnya yaitu kalau tidak disimpan di bawah bantal, di celengan tanah liat, atau di tiang bambu rumah. Uang itu besuk akan bertambah jika diinvestasikan dan ditabungkan di bank. Joel G. Siegel & Joe K. Shim pakar keuangan menganjurkan pada para salesman untuk mengembangkan uangnya melalui investasi dan tabungan. Seperti dengan membeli sebuah rumah, uang anda akan berkembang di masa mendatang. Penulis memiliki pengalaman yang unik tentang masalah ini, ketika bekerja di perusahaan dimana pertama kali penulis belajar, penulis dapat mengumpulkan uang dari komisi dan membeli rumah yang harganya masih murah. Pada saat akad kredit, semua orang menyangka penulis mewakili orang tua untuk menandatangani surat jual beli rumah itu. Padahal rumah itu penulis beli sendiri dari hasil jerih paya sebagai seorang salesman. Kala itu penulis baru berusia 25 tahunan sehingga merasa kikuk di hadapan mereka, selain masih kurang pengalaman, lawan-lawan akad kredit waktu itu sudah banyak yang ubanan. Namun penulis bersyukur, dengan nilai nominal uang kurang lebih 11 jutaan kala itu, kini rumah itu sudah berharga 200 jutaan di pasaran.

Kesimpulannya nilai uang yang sama tidak akan bisa kita belikan barang yang sama di 20 tahun ke depan. Maka benarlah apa yang diungkapkan oleh Joel G. Siegel & Joe K. Shim, bahwa uang anda akan bernilai lebih besar besuk jika diinvestasikan atau ditabungkan.  Laju inflasi yang setiap tahun terjadi membuat nilai uang anda menjadi kecil jika digunakan untuk membeli barang yang sama pada tahun yang berbeda. Di bawah ini kita akan diajak untuk mengetahui lebih lanjut mengenai nilai waktu uang.

Apa nilai waktu uang itu?

Nilai waktu uang atau time value of money adalah bergeraknya nilai uang dari waktu sekarang ke masa yang akan datang. Nilai uang yang sama sekarang ini tidak akan bisa digunakan lagi di masa mendatang karena nilai uang itu semakin mengecil. Penulis masih ingat ketika sekolah dasar oleh ibu diberi uang saku sebesar 10 rupiah. Uang 10 rupiah ini sudah bisa digunakan untuk membeli jajan seperti roti dan minuman. Namun sekarang ini uang ini sudah tidak berlaku lagi sebab tidak ada roti yang harganya sebesar 10 rupiah. Sekarang ini roti yang cukup enak harganya minimal 5 ribuan. Nah, kalau mau menghitung, maka sudah berapa kali naiknya harga barang itu. Dengan uang yang sama anda tidak mungkin bisa membeli roti itu di masa yang akan datang.

Begitu pula dengan barang investasi seperti rumah. Bahan bangunan setiap tahun mengalami kenaikan. Upah tukang setiap tahun mengalami kenaikan. Harga tanah setiap tahun mengalami kenaikan. Sebagai salesman yang masih mudah jika tidak pandai mengetahui nilai waktu uang ini, anda tidak akan memiliki harta yang berarti setelah pensiun. Nah, mengetahui nilai waktu uang berarti anda menyadari bahwa sebaiknya mulai menyimpan dan membelikan barang investasi untuk kepentingan di masa  mendatang.

Jangan jauh-jauh gaji kita saja dari tahun ke tahun selalu naik. Pertama kali penulis bekerja, gajinya kalau dihitung dengan pendapatan hari ini hitungannya sepadan dengan uang makan seorang manager dalam sehari. Nah, kalau anda terlena dengan memboroskan uang maka masa depan anda menjadi suram. Anda tidak memiliki apa yang dinamakan dengan ”hasil jerih paya” sebab semua penghasilan anda sudah anda keluarkan sedemikian rupa untuk kepentingan yang terjadi hari ini.

Membeli barang investasi

Apa yang perlu dibeli dengan cepat? Pertama kali yang harus dilakukan adalah membeli rumah. Rumah adalah kebutuhan primer sebab tanpa rumah anda tidak akan hidup nyaman. Ada pula pemikiran yang mengatakan bahwa membeli rumah juga pemborosan semata, tertutama bagi golongan pedagang. Ia dari pada membeli rumah lebih baik menggunakan uang itu untuk berdagang. Uangnya bisa diputar sedemikian rupa sehingga mendapatkan capital gain. Ini juga ada benarnya, tetapi anda harus ingat dengan pesan maha sakti pakar investasi, bahwa menaruh telur itu jangan di keranjang yang sama. Artinya kalau kita mau berinvestasi maka berinvestasilah ke produk investasi yang beragam. Jika suatu waktu terjadi resiko maka tidak semua uang yang kita tanamkan berbarengan lenyap.

Kalau selama ini uang anda dimasukan ke barang dagangan, dan suatu ketika terjadi resiko, seperti misalnya produk anda bermasalah karena Balai Penelitian obat dan makanan menemukan produk-produk yang anda jual mengandung melamin, kalau urusannya dengan pemerintah bisa jadi barang yang ada di gudang anda seluruhnya di sita oleh negara demi keselamatan masyarakat. Kalau sudah begini tentu pedagang sudah melakukan kesalahan yang fatal, dan akan menyalahkan diri sendiri akibat kerugian yang besar.  Berbeda kalau anda tidak hanya memasukan uang anda di barang dagangan, tetapi anda masukan ke deposito, emas, membeli rumah atau tanah, maka kejadiannya mungkin bisa lain. Anda bisa terbebas dari kasus-kasus yang merugikan anda.

Maka belilah barang investasi yang akan menguntungkan anda. Kalau mau diurut barang investasi yang patut anda beli adalah tanah, rumah, kios, emas atau menabungnya ke bank. Menggunakan uang kita untuk barang investasi adalah suatu cara agar nilai uang kita semakin bertambah di masa yang akan datang.

Ide penggunaan nilai waktu uang

Menggunakan uang dengan membeli barang rongsokan merupakan ide gila. Di Surabaya ada pengusaha besi tua yang kaya raya. Mungkin sebelumnya ia tidak menyangka kalau usahanya yang sering dipandang orang sebagai ”usaha yang kalau bekerja berada di tempat kumuh” itu, ternyata menghasilkan banyak uang. Pemilik usaha tidak perduli dengan barang rongsokan itu. Setelah mendapatkan dari seorang penjual besi tua, ia menelantarkan besi-besi itu di pelataran rumah, di gudang yang tidak berpagar, atau di gudang tertutup sekalipun. Barang-barang itu ditelantarkan begitu saja seperti tidak ada nilai. Orang juga tidak akan memiliki keinginan untuk mengambil barang-barang itu karena selain bentuknya yang jelek, berat dan membuat orang tetanus jika terluka.

Namun kenyataannya dari besi tua itu pemilik mendapatkan uang banyak. Apa rahasianya? Ternyata ia bermain di nilai waktu uang. Penjelasannya mungkin seperti ini. Ketika ia membeli besi tua itu, harganya tentunya murah sekali karena merupakan barang rongsokan. Barang rongsokan itu tidak perduli dari rongsokan apa, mulai dari rongsokan kapal, mobil tua, sepeda motor tua, mesin bekas, sampai dengan besi-besi bongkaran bangunan rumah tua. Besi-besi itu ditampung di dalam suatu gudang. Setelah dibiarkan saja beberapa saat, kemudian pemiliknya menjualnya. Menjual besi-besi itu tidak keburu-keburu amat. Nampak besi itu tidak ada gunanya. Tetapi ketika ada pembeli yang datang besi itu bagaikan menjual harta karun. Nilainya begitu tinggi dibanding ketika membelinya pertama kali.

Kalau dihitung anda pasti keheranan menghitung selisih harga beli dengan harga jual yang memiliki perbedaan amat jauh. Dari sinilah pengusaha besi tua mendapatkan keuntungan. Pertama ia membeli dengan harga murah, dan besi itu dibiarkan terlantar sampai karatan, tetapi ketika waktunya untuk dijual ia menjualnya. Serta harga jualnya tentunya mengikuti harga pasar. Kalau mau meneliti sebenarnya pengusaha besi tua itu telah bermain di nilai waktu uang. Uangnya bertumbuh mengikuti harga pasar di masa sekarang.

Ide lain yang juga termasuk gagasan menarik. Tip Top adalah mini shop yang menjual buku-buku bekas. Strategi pemiliknya tidak hanya menjual buku bekas saja, tetapi ia juga membeli buku bekas dari para pelanggannya yang tidak lagi dipakai. Setelah itu ia memperbaiki buku-buku yang rusak, membersihkan buku-buku yang kotor, dan setelah itu dibungkusnya dengan plastik. Buku-buku yang tadinya oleh pemiliknya dimasukan dalam dus-dus bekas seperti barang tidak berguna oleh Tip Top disulap menjadi barang yang sangat berguna. Ia menjual buku-buku bekas itu di Mall-mall, dan ia mendapatkan keuntungan yang banyak dari penjualan buku-buku itu. Seringkali kalau para salesman membeli buku-buku itu akan melihat bahwa harga buku yang dulunya hanya Rp 100,- dijual menjadi Rp 25.000,-. Kalau kita mau menyadari ternyata nilai extrinsic buku lebih besar dari nilai intrinsic-nya. Pada saat buku itu diproduksi mungkin harga pokok produksi kurang dari Rp 100,- tetapi setelah sekian waktu harga buku itu melambung sedemikian rupa mengikuti harga pasar buku-buku sejenis.

Ide di atas adalah ide orang-orang umum dalam bisnisnya masing-masing. Bagaimana dengan ide para salesman kaya? Sebenarnya banyak yang dilakukan oleh salesman kaya untuk mendapatkan capital gain dari konsep nilai waktu uang. Terutama untuk para penjual produk-produk yang tidak mengikuti aturan main expired. Ketika penulis bekerja di obat-obatan, jika tidak masuk target atau target kurang sedikit, maka penulis membeli berbagai produk perusahaan itu sendiri. Di rumah kelihatan seperti gudang karena penuh sesak dengan barang. Setelah beberapa waktu ketika terjadi inflasi, kenaikan harga BBM atau faktor lain harga produk disesuaikan dengan harga pokok produksi. Penulis yang tadinya hanya memiliki niatan membeli produk agar mendapatkan komisi, namun penulis mendapatkan keuntungan yang berlipat setelah produk itu harganya naik.

Anda tahu bahwa sebenarnya penulis sedang mengalami kerugian, sebab kalau uang tunai dibelikan barang maka uang itu tidak berkembang karena tidak mendapatkan bunga. Tetapi ketika produk itu naik, baru penulis merasakan dampaknya dari selisih harga yang terjadi. Konsep nilai waktu uang bisa direkayasa ataupun tidak. Di dalam kasusnya ini, penulis tidak berusaha merekayasanya. Sementara itu orang akan merekayasa uangnya agar bertumbuh esuk harinya dengan membeli produk investasi seperti obligasi, saham, reksadana, kontrak perdagangan berjangka, property atau emas lantakan. Atau memasukan ke bank untuk mendapatkan bunganya.  Memasukan dalam bank bisa dalam bentuk tabungan atau deposito dan kedua-duanya mendapatkan bunga.

Atau membeli produk perusahaan bisa direkayasa, terutama yang seringkali dilakukan oleh banyak pedagang perantara. Ketika terjadi inflasi dan barang-barang naik, maka ia merogoh uangnya dalam-dalam. Jadi ia menguras uangnya yang ada di bank demi membeli barang yang mau naik. Ia dengan beraninya membeli produk-produk yang kurang laku di pasar jika diberikan harga lama. Atau membeli barang fast moving dalam jumlah besar dan kemudian menimbunnya di gudang. Setelah harga stabil di posisi harga baru, ia kemudian menjual barang-barang itu. Para pedagang telah memainkan nilai waktu uang dengan membeli barang harga lama, meskipun produk tidak laku. Ia kemudian membiarkan produk itu tertimbun berbulan-bulan di gudang dan kemudian menjualnya setelah harga stabil.

Para penjual yang kaya akan melakukan hal yang sama, tetapi harus diingat bahwa membeli barang tidak laku penuh dengan resiko. Barang akan ”berhenti” digudang dan jika uang tunai yang digunakan maka uang anda tidak bertambah keesukan harinya karena tidak mendapatkan bunga. Tetapi jika produk bisa terjual dengan posisi harga baru, maka para penjual akan menikmati pertambahan nilai uangnya. Inilah yang seringkali dilupakan orang, bahwa nilai waktu uang ternyata tidak hanya harus dibelikan produk investasi tetapi juga harus dibelikan produk tidak laku sekalipun. Sebagai catatan para penjual harus konsekuen karena harus mencairkan stok produk yang dibelinya. Jika tidak bisa mencairkan stok produk yang dibelinya, maka nilai uangnya tidak akan bertambah.

Mencermati nilai waktu uang berarti seorang salesman harus bisa merekayasa uang miliknya sedemikian rupa agar nilainya bertambah dikemudian hari. Jalan keluarnya adalah investasi, melakukan melalui perdagangan atau melalui hobbi-pun uang anda akan memilki nilai yang semakin bertumbuh. Para kolektor koin emas, lukisan, perangko, uang lama sampai dengan koleksi pernak-pernik antik bisa mendapatkan capital gain dari barang-barang yang dijualnya. Namun pada intinya keuntungan mereka adalah berdasarkan adanya konsep nilai waktu uang.

GD Star Rating
loading...

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.