Mar 02

ALASAN-ALASAN MENGAPA BISNIS BARU (STARTUP) BISA SAMPAI GAGAL DITENGAH JALAN

Mengapa kebanyakan pengusaha dalam menjalani bisnis baru lebih sering mengalami kegagalan? Apabila dibandingkan dengan bisnis yang sudah dijalani dengan lamanya waktu. Walaupun demikian, tidak seharusnya sebuah bisnis harus berhenti dan gagal ditengah jalan begitu saja. Dengan adanya :

• Perencanaan.
• Pendanaan.
• Fleksibilitas yang tepat.

Maka dari itu sebuah bisnis akan memiliki kesempatan untuk sukses yang lebih besar. Karena itulah sebaiknya Anda harus memahami dan lebih mengenal tentang beberapa kesalahan yang bisa saja menghancurkan sebuah bisnis baru yang nanti akan Anda jalankan.

1. Tidak melakukan riset pasar terlebih dahulu.

Misalnya Anda memang berniat untuk membuka sebuah perusahaan es krim, semua modal sudah disiapkan dan niat Anda sudah sangat bulat. Namun Anda masih tidak bisa melihat kenyataan bahwa sekarang ini adalah musim hujan, saat orang banyak membutuhkan makanan yang hangat dan bukan sebaliknya. Selain itu, dengan banyaknya merek-merek es krim di luar sana, tentunya Anda harus tahu bahwa kompetisi dari bisnis baru Anda akan menjadi semakin berat.

Kesalahan-kesalahan seperti inilah yang akan menjadikan Anda kalah telak sebelum bertanding. Setidaknya Anda harus bisa mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar, bukan malah memaksa produk Anda untuk bisa masuk ke dalam pasar. Akan terasa lebih mudah apabila menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan dari pada harus membuat sesuatu yang baru dan memaksa orang lain untuk mengeluarkan uang karena hal yang tidak mereka butuhkan.

2. Perencanaan bisnis yang masih kurang matang.

Sebuah rencana yang benar-benaro solid dan realistis sudah mutlak sangat dibutuhkan sebuah bisnis. Dalam rencana itu, Anda juga harus memuat beberapa target yang masuk akal, tentang bagaimana dalam mencapai target tersebut, prediksi permasalahan yang mungkin akan menghadang Anda, serta tentang bagaiman dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Anda juga harus bisa secepat mungkin untuk mengubah keputusan, apabila terjadi masalah maka segeralah untuk mencari solusinya, jika pengeluaran dari bisnis Anda sudah mulai membengkak, maka itu artinya Anda harus melakukan penghematan. Semakin banyak masalah maka akan semakkin tinggi pula potensi dari gagalnya perencanaan dari bisnis Anda.

3. Tidak memiliki akses untuk penambahan modal.

Apabila Anda masih baru dalam membuka usaha dan ternyata masih belum berjalan dengan baik, apalagi situasi permodalan sedang macet dan bisnisnya sudah mulai berada diambang kebangkrutan, maka Anda sudah berada dalam posisi yang sedang tidak bagus untuk mencari pinjaman.

Untuk mencegah agar hal tersebut tidak sampai terjadi, maka dari awal Anda harus realistis dalam hal permodalan, gunakanlah modal yang masih tersisa untuk bisa mencapai target yang sudah ditentukan sebelumnya sehingga akan membuat arus kas Anda masih bisa terus mengalir (walaupun kecil). Terlalu banyak memikirkan pinjaman untuk permodalan bisnis memang bisa dibilang terlalu beresiko dan bukanlah awal yang baik bagi bisnis.

4. Lokasi yang buruk, tidak mengandalkan promosi internet dan masih belum memiliki strategi berpromosi.

Lokasi yang buruk sudah menjadi faktor yang terlalu negatif bagi perkembangan bisnis, terutama yang memang lebih banyak mengandalkan pendapatan dari para pelanggan pejalan kaki. Namun, pada saat ini masih ada hal yang lebih penting, yaitu eksistensi di dunia maya (internet). Eksistensi dari bisnis Anda di internet dan berupa jejaring sosial akan sama pentingnya dengan lokasi asli Anda di dunia nyata.

Eksistensi seperti ini memang lebih mirip dengan berpromosi penjualan. Tidak hanya harus Anda pastikan bahwa promosi seperti ini bisa sampai kepada para pelanggan, akan tetapi juga harus pelanggan yang tepat. Pastikan untuk promosi penjualan kepada orang yang memang berminat pada produk Anda.Buatlah orang lain agar tidak hanya menyukai produk Anda, akan tetapi juga memang membutuhkannya. Dengan begitu, produk Anda semakin lama akan membentuk barisan pelanggan yang semakin loyal kepada Anda.

5. Merasa terlena dengan kesuksesan sesaat.

Setelah Anda merumuskan rencana, menjalankan bisnis baru dan mendapatkan basis pelanggan, maka Anda jangan sampai sudah merasa puas dengan hasilnya. Bisa jadi ini masih belum waktunya bagi Anda untuk merasa puas. Terus pantau bagaimana arus situasi pasar dan cari tahulah apakah Anda harus mengubah rencana bisnis Anda atau tidak. Berada pada posisi yang paling dibutuhkan akan membuat Anda memiliki lebih banyak waktu untuk dapat mempertahankan strategi sehingga bisa sukses dikemudian hari. Jangan sampai merasa cepat puas apabila Anda masih belum bisa membuat orang-orang mengenal Anda sebagai pribadi yang sukses, seperti layaknya industri makanan terkenal atau industri permusikan yang mampu mengorbitkan artis-artis terkenal.

6. Merasa terlalu cepat berekspansi.

Apabila bisnis Anda sudah mulai berjalan dengan baik dan sudah mulai menuju ke arah kesuksesan, maka itu saatnya bagi Anda untuk berekspansi. Akan tetapi harus dengan cara untuk memperluas bisnis harus sama seperti Anda telah membangun bisnis tersebut dari awal lagi. Jangan mudah gegabah dan terlalu percaya diri dalam membuka cabang baru untuk bisnis Anda.
Pastikan Anda sudah menemukan pasar dan daerah yang tepat untuk berekspansi. Apabila Anda berencana untuk mendiversifikasi produk, maka jangan sampai menyimpang dari tujuan awal Anda membangun bisnis, atau Anda akan semakin terjebak dalam membentuk sebuah bisnis baru seperti mulai dari awal lagi.

Jika sebuah bisnis berkembang terlalu cepat dan tidak mengikuti beberapa poin di atas, seperti riset pasar, strategi dan rencana bisnis yang baik, dan lain-lain maka tunggu saja saatnya bagi bisnis tersebut untuk tenggelam.
Semoga artikel di atas berguna bagi pembaca. Apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lannjut mengenai artikel diatas dan membutuhkan pembimbingan dalam manajemen agar bisnis tetap jalan, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

GD Star Rating
loading...

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.