MEMAKSIMALKAN SOFTWARE SMS

Software SMS akhir-akhir ini semakin populer, sayang penggunaannya kadang tidak tepat. Ada yang menggunakan untuk kegiatan yang sangat negatif, misalnya menipu para pemegang hand phone, tetapi disisi lain software SMS akan memiliki daya guna yang sangat luar biasa apabila kita bisa memberdayakannya. Software SMS dapat digunakan banyak hal untuk berbagai perusahaan seperti pengelolaan Piutang penjualan, remainder untuk member customer perusahaan, `untuk mempromosikan jasa dan barang yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk mengelola piutang penjualan secara mekanisme bisa dilakukan yaitu dengan mengkonfimasi keberadaan piutang penjualan yang dimiliki oleh customer, sehingga customer dapat menjadwalkan pembayaran ke supplier tepat waktu sebab ada supplier yang akan memberikan diskon tambahan apabila customer bisa membayar tepat waktu atau membayar lebih awal dari TOP (Term of payment), selain itu bisa pula untuk remainder customer mengenai kedatangan seorang salesman ke tempat usaha customer. Sehingga salesman tidak buang-buang waktu pada saat lakukan kunjungan, khususnya bagi customer yang sering bepergian meninggalkan usahanya. Begitu pula Software SMS bisa untuk dipakai sebagai alat untuk mempromosikan jasa dan produk yang sedang ditawarkan kepada customer sesuai dengan sasaran. Nah, jangan sia-siakan software SMS dan gunakanlah semaksimal mungkin untuk menunjang kinerja perusahaan anda agar semakin meningkat dan semakin profit. Apabila anda ingin informasi lebih lanjut: klik ini atau www.softwareaccountingsurabaya.com , atau hubungi : 0818521172/031-33311179/ 0888-4800-511

GD Star Rating
loading...

TIPS MEMILIH TRAINER YANG TEPAT UNTUK HABISKAN BUDGET TRAINING DI PERUSAHAAN ANDA

V -2 Poster Training for Sales Managers 2016 copyPada saat ini banyak penawaran dari trainer-trainer pemasaran, khususnya di akhir tahun ketika budget perusahaan harus segera dihabiskan. Namun hargai budget training di akhir tahun anda agar nilai lebih akan didapatkan oleh Tim pemasaran anda. Oleh sebab itu pilihlah trainer profesional dengan jam terbang tinggi dengan ciri-ciri :

  • Trainer memiliki jam terbang “pengalaman” bidang yang kurang lebih sama dengan topik training yang dibawakan. Hindari memilih trainer penjualan tidak berpengalaman, atau yang pengetahuannya hanya didapat dari buku-buku. Pilih mana pilot yang pernah menerbangkan pesawat, atau pilih pilot yang tahu banyak tentang mengemudi pesawat dari buku-buku? Ciri-ciri trainer seperti ini biasanya tidak mau mengajar lebih dari 3 jam di satu pertemuan karena sulit menjawab hal-hal bersifat praktis.
  • Trainer saat ini berkecimpung di dunia pendidikan, selain punya pengalaman seperti poin satu tadi. Trainer akan memiliki cara melatih dengan benar sesuai dengan pedagogi yang pernah didapat untuk kebutuhan academik tertentu.
  • Trainer juga sebagai konsultan berbagai perusahaan. Trainer seperti ini tentunya memiliki banyak pengalaman tambahan akan kasus-kasus yang sedang ditangani di versi yang terbaru, dibanding trainer yang sebagai trainer saja.
  • Trainer memiliki bisnisnya sendiri. Dari pengalaman berbisnis pengalamannya bisa dibagikan.

Semoga kiat mencari trainer yang benar diatas bisa menjadi kompas yang tepat bagi pencarian trainer dengan budget akhir tahun anda. Apabila menginginkan informasi lebih lanjut mengenai training, consulting dan aplikasi software bapak/ibu dapat menghubungi 0818521172  atau 031-33311179 atau email ke : groedu@gmail.com  atau ke groedu_ inti@hotmail.com. Salam sukses!

 

GD Star Rating
loading...

CARUT MARUT PERUSAHAAN DISTRIBUTOR YANG TAK MEMILIKI MENAGEMENT DISTRIBUTOR

Pada saat penjualan produk turun seperti sekarang ini, baru ketahuan laporan keuangan perusahaan turun.  Hal ini tidak bisa dipungkiri bagi perusahaan berjenis distributor. Seperti yang diketahui, margin distributor sangat tipis dibanding pabrikan sendiri. Distributor menanggung biaya operasional yang tidak sedikit. Selain harus menanggung resiko piutang bad debt. Memang pekerjaannya lebih ringan, tetapi rada ribet dalam mendistribusikan produk punya pabrikan. Disisi marketing perusahaan manufacturing atau pabrikan sudah ada budget program promosi yang besar dan margin yang diperoleh cukup baik dibanding Distributor. Distributor hanya memiliki fungsi mengedarkan barang saja, oleh sebab itu jika ingin tetap survive maka saat inilah kita mulai melakukan evaluasi distributor kita.

 

Pengawasan yang penting untuk distributor adalah laporan penjualan per hari, minggu dan bulan. Lalu di akhir bulan pengawasannya dilakukan melalalui laporan keuangan. Sering kita menjadi kaget dengan laporan keuangan yang sedang kita hadapi, biasanya minus jika tidak mencapai target. Tentu saja hal ini terjadi karena operational cost distributor sangat tinggi. Membiayai kendaraan delivery dan personalnya, membiayai admin support dan salesman yang keliling. Hal itu tidak bisa dipungkiri bisa menjadi pusat kerugian.  Namun  jika penjualan yang diperoleh cukup baik, maka kondisi minus tidak akan terjadi. Sekarang ini yang sedang menjadi problem utama distributor setelah kondisi ekonomi melemah, banyak yang mulai ancang-ancang tutup karena tidak kuat memikul beban biaya yang tinggi sementara penjualan tidak meningkat. Nah, bagaimana caranya agar semua itu bisa diatasi?

 

 

Bangunlah management distributor dengan baik. Mulai merapikan manajemen distributor dengan baik. Mulailah dengan menganalisa jumlah pekerja yang ada, setelah itu agar pekerja yang ada bekerja secara maksimal, berilah panduan job des dengan baik sehingga tidak ada kelebihan orang yang mengobrol yang tidak perlu. Jumlah karyawan yang terlalu banyak mengakibatkan biaya cukup besar. Setelah itu jumlah armada kirim kita berapa jumlahnya, apabila kekurangan maka ditambah, tetapi tentu saja harus seimbang dengan order yang didapat salesman. Karena yang bagian mengantar barang, sebaiknya hitung dengan cermat kebutuhannya.

Umumnya principal menginginkan salesman secara exclusive, tetapi hal ini perlu ditinjau ulang sebab jika memang demikian apakah margin produk cukup baik, serta omzet secara historinya juga cukup baik. Kalau memang cukup baik, maka tidak apa-apa pakai salesman exclusive dengan cost rasio yang cukup, maksimal 1% saja. Apabila dibawah ini sebaiknya salesmannya yang mix saja, yang bisa menawarkan aneka produk. Jangan paksakan menambah banyak salesman supaya terdapat keseimbangan antara penjual dan barang yang ditawarkan. Kalau sudah dihitung demikian, mulailah melihat juga barang-barang return yang dipersyaratkan oleh pabrik. Jangan mendistribusikan barang yang dari pabrik tidak diganti jika dalam kondisi expired atau rusak. Misalnya, kalau ada return dengan nilai 1 juta, hanya diganti 50%-nya, maka hindari memegang produk seperti ini. Upayakan mendapatkan produk yang bisa ditukar dengan yang baru jika ada kerusakan. Penyebab kerugian di sinilah yang sering tidak diindentifikasi.

Kerugian lain yang sering pula tidak bisa diindentifkasi adalah kerugian akibat pengelolaan AR (piutang penjualan) ke Customer yang tidak terkendali. Umumnya piutang penjualan tidak dibayar oleh customer, atau dicurangi oleh salesman distributor itu sendiri. Kalau tidak mengelola bagian ini, distributor bisa jebol.

Management distributor anda akan semakin baik jika terdapat penyelarasan antara penjualan dan biaya yang dikeluarkan, tanpa memperhatikan hal itu, tentu saja pasti akan menuai kerugian. Jadi jangan biarkan distributor anda carut marut dengan manajemen yang tidak terkontrol. Semoga artikel ini menjadi manfaat. Apabila membutuhkan informasi lanjutan mengenai manajemen distributor yang baik, dan bimbingan dalam merapikan manajemen distributor silahkan hubungi groedu@gmail.com atau  hubungi 0818521172, (Frans M. Royan, SE,MM)

GD Star Rating
loading...

EASY MARKETING

EASY MARKETING

Easy Marketing adalah buku yang didesain untuk para UKM dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan. Oleh sebab itu buku ini sangat cocok untuk para entrepreneur muda  karena berisi : memilih produk, memilih mitra distributor, memilih channel pemasaran yang handal, mengelola piutang dagang, serta lainnya.

Easy marketing termasuk buku ringan yang tidak ditulis oleh penulis lain. Penulis buku ini sangat cermat, dengan pengalamannya selama 25 tahun di berbagai perusahaan  dan industri dan kini sebagai konsultan bisnis, maka buku ini bisa menjadi pegangan para entrepreneur muda maupun yang senior. Untuk lebih mantapnya sebaiknya kita simak buku ini.

Untuk menghubungi penulis bisa kontak langsung ke Groedu International konsultan – Surabaya. Nomer telphon 031-33311179. Email: groedu@gmail.com.

GD Star Rating
loading...

BANTUAN DAN SARAN YANG TEPAT DATANG DARI SEKITAR KITA

Perkembangan di dunia usaha yang patut dicermati oleh para mitra bisnis adalah tantangan globalisasi, teknologi informasi, dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan iklim usaha. Seperti yang kita ketahui, persaingan pemasaran produk serta layanan di pasar Indonesia, terbukti sudah disusupi berbagai produk dan jasa dari luar negeri, khususnya pada era MEA yang tengah berlangsung saat ini. Oleh sebab itu para mitra bisnis dituntut untuk meningkatkan kompetensi perusahaannya sehingga bisnisnya tidak tenggelam dengan kehadiran perusahaan asing yang membawa teknologi lebih modern, kualitas produk dan jasa lebih baik, dengan strategi harga yang kompetitif.

Adanya perkembangan teknologi informasi yang semakin memudahkan semua orang untuk mengakses informasi mengenai produk dan layanan yang dibutuhkan, diharapkan bagi para mitra bisnis juga memperhatikan pengelolaan manajemen data dan informasi mengenai perusahaannya, sehingga perusahaan memiliki tingkat awareness yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis. Sedangkan dengan adanya peraturan pemerintah, hendaknya para mitra bisnis sudah siap untuk mengakomodir kegiatan operasional perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti peraturan perpajakan dan sebagainya.

Menghadapi perkembangan dunia usaha seperti di atas, para mitra bisnis sebaiknya mempersiapkannya dengan baik, menyediakan waktu beberapa saat untuk refleksi dan menganalisa: sudah sejauh mana kondisi internal dan eksternal perusahaan pada saat ini, dan merencanakan target yang ingin dicapai di tahun depan. Kemudian akan lebih baik bila mitra bisnis menentukan fokus dan komitmennya untuk memulai di aspek mana peningkatan kondisi perusahaannya, baik internal ataupun eksternal.

Mulailah mengubah mind set yang berbunyi “asal perusahaan untung cukup”, tanpa memahami pola keluar masuknya uang perusahaan, tetapi menjadi mengetahui detail uang keluar masuk melalui pencatatan keuangan yang terotomatisasi dengan menggunakan software, seperti software akunting, software payroll, software manufacturing, software berkaitan dengan inventory, dan sebagainya. Mitra bisnis sebaiknya juga menyiapkan sistem manajemen perusahaan dengan kegiatan operasional yang lebih teratur dan tertata rapi sebagai persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi internasional (seperti ISO misalnya), yang tentu saja pengakuan ini berguna dalam menghadapi persaingan yang kompetitif. Selain itu mitra bisnis juga dapat meningkatkan kemampuan SDM perusahaan melalui training, atau pendampingan yang berisikan motivasi dan peningkatan pengetahuan dan keahlian. Melalui skill dan pengetahuan yang cukup diharapkan SDM dapat menunjang percepatan dan pertumbuhan yang ingin dicapai perusahaan di tahun depan.

Menetapkan target dalam setiap perencanaan yang dibuat adalah hal utama, serta memotivasi SDM terus menerus agar kinerja organisasi semakin meningkat, serta ukur kinerja mereka dengan parameter yang tepat. Apabila nantinya target tersebut dapat tercapai di tahun depan, bersiaplah para mitra bisnis menggantikan pola kepemimpinan perusahaan dengan pola kepemimpinan manajemen autopilot, di sini sangat dibutuhkan manajemen representatif yang dapat mengendalikan perusahaan dengan baik dan mitra bisnis dapat mengalihkan fokus pada bisnis atau kegiatan lain yang lebih bermakna untuk kesejahteraan orang banyak. Sebaliknya bila belum mencapai target yang direncanakan, sebaiknya mitra bisnis tidak perlu panik, tetapi menganalisa kembali, berbagai faktor penyebab kegagalan serta dengan cepat memperbaikinya. Apabila harapan tersebut belum memberikan solusi terbaik, bersyukur dan berbuat bijaklah kita karena bantuan dan saran yang tepat tentunya bisa datang dari sekitar kita. Akhir kata, kami Manajemen Groedu International Consultant mengucapkan:
“Selamat Tahun Baru 2016!
Semoga tahun 2016 merupakan tahun kesuksesan kita bersama!”

GD Star Rating
loading...

DISTRIBUTION & PRICING STRATEGY FOR B TO B COMPANY

IMG_0015Ingin memenangkan persaingan yang sangat hypercompetitif dengan biaya sepadan? Sebaiknya pilih dan fokuskan strategy pemasaran kita dengan dua cara yang efektif, yakni distribusikan produk kita dan gunakan strategy harga yang tepat. Seperti yang kita ketahui pada saat ini agar dapat berhasil dipemasaran produk, ternyata tidak cukup hanya dengan promosi. Promosi dengan cara berlebihan tanpa diikuti kegiatan distribusi juga percuma karena membuang biaya promosi tersebut. Mengapa demikian? Sebab konsumen juga kesulitan mendapatkan produk-produk yang kita promosikan melalui media apapun khususnya yang a bove the line. Sedangkan mengutip perusahaan-perusahaan yang sukses dipemasaran produk, distribusi dan strategi harga sangat menentukan selain kegiatan promosi dan lainnya. Oleh karena itu peranan distribusi dan penentuan harga produk di pasar sangat memainkan peran dalam hal ini.

Strategy distribusi dan penentuan harga yang bagaimana yang harus kita tentukan agar  menang dalam pendistribusian produk? Untuk menjawab semua itu ikuti suatu topik workshop yang cukup menarik di tahun ini mengenai distribusi dan pricing strategy.  Dimana dalam workshop tersebut kita akan mengetahui berbagai hal yang menarik antara lain :

  1. Memahami mind set distribusi yang akan kita ajarkan ke tim penjualan.
  2. Mengindentifikasi produk yang kita pasarkan apakah layak didistribusikan atau tidak.
  3. Mengidentifikasi saluran distribusi yang tepat bagi pendistribusian produk  yang kita produksi.
  4. Mengetahui strategy distribusi yang tepat dengan mengembangkan konsep multy distributor atau cabang, termasuk kelemahan dan keunggulan dengan metode tersebut untuk Principal.
  5. Aplikasi distribusi di distributor dan praktek-praktek controlling dan pengendaliannya.
  6. Mengenali tools proses apa saja yang akan kita gunakan dalam distribusi produk.
  7. Memetakan wilayah geografis dengan sentuhan territory management termasuk pilihan sales people yang akan kita gerakan dalam distribusi.
  8. Menetapkan harga yang sesuai dengan produk pesaing yang menggunakan pola distribusi yang sama.
  9. Groupping dan pembuatan struktur harga untuk saluran yang kita gunakan (gerenal trade maupun modern trade)
  10. Penetapan program promosi yang berkaitan harga di pasar.
  11. Mengindentidikasi keberhasilan distribusi produk menggunakan pernak-pernik tools seperti SCP (Spreading, coverage & penetration), Nilai availability produk, visibility produk, distribution vertical dan distribution horisontal, dan lain-lainnya.

Ikuti worksop yang sangat menarik ini yang disampaikan oleh praktisi, trainer dan consultant yang telah berpengalaman 30 tahun di bidang sales dan marketing yang jarang diselenggarakan di Surabaya.

 

GD Star Rating
loading...

CARA EFEKTIF MEMASARKAN PRODUK HASIL PRODUKSI MANUFACTURING

Seringkali perusahaan salah langkah ketika memasarkan produk  yang dihasilkan oleh pabrik yang baru dibangunnya. Untuk sementara pembuatan produk semata-mata untuk memenuhi trial mesin industry yang canggih. Sedangkan pasar yang akan dibidik masih abu-abu, kalaupun sudah melalui riset yang mendalam tetapi masih ada yang ketinggalan yaitu saluran pemasaran yang belum diketahui dengan pasti.

Untuk mengatasi hal ini ada salah satu cara adalah membangun saluran pemasaran local yang tentu saja kurang menjadi perhatian selama ini. Khususnya perusahaan multi nasional yang baru masuk ke pasar Indonesia, umumnya akan menyerahkan kepada Distributor Tunggal yang tidak bisa bekerja secara detail. Seperti yang diketahui persaingan pasar di Indonesia begitu ketat, dengan strategi pamungkas masing-masing perusahaan lokal, perusahaan yang baru masuk tidak bisa melawan produk local. Kegagalan demi kegagalan terjadi satu persatu.

Lalu bagaimana mengatasinya? Kerja sama dengan para pemain local adalah kuncinya. Tunjuklah distributor local sebagai mitra bisnis sehingga produk yang sedang diproduksi dengan mesin canggih tidak gagal total di kancah persaingan yang gencar. Mengapa harus menggunakan Distributor local? Alasannya adalah :

  1. Distributor local memiliki saluran distribusi yang sangat detail di wilayah masing-masing sesuai dengan area cover yang dimilikinya.
  2. Distributor local telah dikenal oleh saluran retail dan grosir yang sudah diketahui oleh mereka sehingga setiap kehadiran produk baru berkat pertolongan para penyalur ini bisa terpenetrasikan ke customer lebih intensif.
  3. Oleh karena sudah bekerja bertahun-tahun dan saling berhubungan dengan penyalur kecil tersebut, maka lebih dipercaya apabila Distributor local memberikan produk ke saluran itu dengan cara konsinyasi ataupun dengan cara tunai. Toh mereka bisa mengembalikan ke distributor local sewaktu-waktu jika tidak laku. Berbeda dengan distributor tunggal yang jangkauannya cukup jauh dan sulit diajak komunikasi jika terjadi sesuatu dengan produk pra- launchingnya.
  4. Bekerja dengan banyak distributor local bagaikan meletakan pundi-pundi uang ke keranjang tidak sama sehingga resiko yang terjadi terbagi di berbagai kantong-kantong, artinya jika terjadi kerugian maka tidak hanya pada satu titik, karena kerja sama dengan distributor tunggal.
  5. Distributor local akan menerima segala resiko piutang penjualan yang tidak perlu harus ditanggung oleh produsen. Oleh sebab itu bisa berbagi dengan berbagai distributor local mengenai resiko piutang adalah keunggulan jika memasarkan produk menggunakan saluran distributor local.

Oleh sebab keungulan-keunggulan tersebut diatas apabila pembaca sedang memiliki produk dan sekarang sedang diproduksi dan belum menemukan model penyalurannya, maka silahkan menggunakan metode ini sebagai cara memasarkan produk baru yang dibuat oleh mesin canggih seperti apapun. Silahkan cek produk yang dihasilkan mesin canggih ini sangat berhasil ketika di pasarkan dengan saluran distributor local.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dan apabila menginginkan informasi sangat detail silahkan hubungi 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com. Kami siap membantu!

 

 

GD Star Rating
loading...

LIMA LANGKAH MENANGANI KEKHAWATIRAN CUSTOMER

Lima langkah untuk Menangani Kekhawatiran Customer

Lima langkah untuk Menangani Kekhawatiran Customer

Customer tetap saja sebagai manusia, ia memiliki kekhawatiran-kekhawatiran tertentu ketika hendak membeli barang pada seorang Salesman. Nah, agar konsumen tidak khawatir, maka seorang penjual memiliki tugas agar konsumen yang sedang kita prospek tidak mengurungkan niatnya untuk lakukan transaksi. Di bawah ini terdapat 5 langkah bagaimana agar konsumen yang sedang kita prospek tidak khawatir dengan penawaran kita. Apa saja lima langkah tersebut, silahkan ikuti tulisan di bawah ini sampai selesai!

Secara ringkasan ada Lima langkah untuk Menangani Kekhawatiran Customer:

  1. Dengarkan.
  2. Bertanyalah.
  3. Ucapkan kembali/ubahlah.
  4. Sajikan solusi.
  5. Akhiri untuk tahap selanjutnya.

v Dengarkan seluruh sanggahan. Sering kali terjadi penjual yang telah mendengar sanggahan dari berbagai prospek, langsung menyambar sebelum prospek yang sedang digarap selesai bicara. Ini mengakibatkan prospek merasa penjual tidak mendengarkan apa yang dikatakannya. Kesalahan lain yang dilakukan adalah seorang wiraniaga yang menerima sanggahan secara pribadi dan menjadi defensif. Alasan utama wiraniaga kehilangan bisnis adalah karena kurangnya komunikasi dengan customer.

Berilah jeda sejenak ketika prospek mengangkat suatu sanggahan. Buat ia tahu bahwa Anda memerhatikan komentarnya dengan serius, dan Anda tidak akan memberinya jawaban yang telah belasan kali Anda gunakan.

v Bertanya. Sering kali cara terbaik untuk menjawab sanggahan adalah dengan bertanya. Anda ingin tahu dengan jelas apa yang sebenarnya ditolak prospek. Misalnya prospek berkata, “Saya tidak yakin akan memilih perusahaan Anda. Saya mendengar beberapa hal negatif tentang pelayanan Anda.” Anda mungkin akan tergoda untuk berkata, “Pertama-tama, saya tidak tahu apakah Anda tahu soal ini, tapi tahun lalu kami memenangkan penghargaan nasional untuk departemen servis terbaik di seluruh negeri…” ini adalah jawaban defensif dan tidak akan menenangkan kekhawatiran customer.

Sebaiknya, bertanyalah, “Hal ‘negatif’ seperti apa yang Anda dengar?” Kemudian, ketika customer berkata, “Yang saya tahu, operator servis meminta orang menunggu selama setengah jam, atau kalau tidak, ia berkata akan menghubungi kembali dan melakukannya dua hari kemudian. Saya tidak bisa menunggu selama itu untuk servis.” Hal itu memberi Anda kesempatan untuk menceritakan pada prospek bahwa perusahaan telah menambah 20 orang operator servis baru dan memutar rekaman testimonial dari customer yang pernah mengalami masalah servis, tapi sekarang sudah puas atas peningkatan pelayanan departemen servis.

v Ucapkan kembali/ubahlah. Ketika Anda mengucapkan kembali dalam bentuk lain, Anda memiliki kesempatan untuk mengubah kekhawatiran umum menjadi problem yang spesifik. “Jadi, departemen servis yang efisien dan tepat waktu amat penting bagi Anda?” Customer harus mengatakan setuju, karena itu adalah problem yang diangkatnya. Ketika Anda mengucapkan kembali dan mengubah, itu menunjukkan pada prospek bahwa Anda mendengarkan dan memahami apa yang dikatakannya. Anda bisa memulai ucapan Anda dengan kata-kata kunci yang bisa membantu memperjelas sanggahan, misalnya:

  • “Kalau saya memahami Anda dengan benar, kekhawatiran Anda adalah…”
  • “Yang saya tangkap dari perkataan Anda adalah…”
  • “Jadi, yang Anda maksud adalah…”

Akhiri ucapan Anda dengan pertanyaan tertutup yang memancing persetujuan, seperti:

  • “Bukan begitu?”
  • “Apakah itu yang Anda maksud?”
  • “Apakah itu cukup menjawab pertanyaan Anda?”

v Sajikan solusi. Setelah customer merasa bahwa Anda memahami masalahnya, Anda bisa menunjukkan bagaimana produk atau jasa Anda memenuhi kebutuhannya.

v Akhiri untuk langkah selanjutnya. Langkah ini dicakup dalam tahap 6

Sumber : Buku ” Strategi SuperSales” oleh Barry Farber

 

 

GD Star Rating
loading...

MENGAPLIKASIKAN MARKETING PLAN

MARKETING PLAN

Di Cina membangun sebuah hotel 15 lantai membutuhkan waktu hanya 46 jam, jam ke 47 Hotel sudah bisa dihuni. Hebatnya, ketika membuat gedung itu tidak ada satupun kecelakaan, atau lingkungan kotor seperti kalau membangun gedung di Indonesia, semua bersih. Nah, kenapa membuat gedung bisa memakan waktu hanya 46 jam, ternyata hebatnya bukan di sisi teknologi, tetapi di sisi bagaimana perencanaan yang dibuat untuk membangun gedung itu. Konon untuk membangun gedung itu butuh waktu 5 tahun untuk merencanakannya.

Lalu apa hubungannya dengan buku ini? Selama ini kita selalu diajarkan bahwa kalau mau berusaha “berusaha saja” tidak perlu rumit-rumit menggunakan marketing plan. Lalu, apa kemudian yang terjadi dengan usaha-usaha yang dibangun tanpa marketing plan?

  • Nyaris sebagian besar bangkrut.
  • Kalau ada yang berhasil dari 1000 usaha hanya ada 1 saja yang berhasil. Satu yang berhasil ini saja yang biasanya berbicara paling lantang kalau dirinya berhasil tanpa marketing plan.

Sesungguhnya dalam aktivitas bisnis apapun, marketing plan tetap dibutuhkan. Apalagi dalam kondisi yang sangat kompetitif seperti sekarang ini, jangan mengambil ilmu dari yang berhasil tanpa “marketing plan” ketika persaingan masih tidak ketat. Eranya sekarang amat berbeda. Nah, buku yang anda pegang ini sangat memberikan inspirasi “bagaimana menyusun marketing plan sederhana” demi keberhasilan usaha anda. Buku ini akan membahas: trik menemukan ide-ide kreatif untuk marketing plan, perencanaan produk, STP dan differensiasinya, perencanaan harga yang tepat, mapping dan perencanaan penggunaan SDM, teknik membuat jaringan pemasaran, strategi memetakan wilayah pemasaran, program promosi yang berhasil, handling komplain konsumen dan bagaimana menservice-nya, kehebatan sebuah merchandise management, time table marketing plan dan evaluasi marketing plan setelah dilakukan eksekusi.

Buku ini sangat cocok bagi para entrepreneur muda maupun senior, kalangan praktisi antara lain : Marketing Manager, Sales manager, Sales Supervisor, para awam yang akan berwirausaha maupun dosen dalam memperkaya pengetahuannya dalam bidang pemasaran praktis. Semakin menarik saja buku ini karena ditulis oleh praktisi dan konsultan yang telah berpengalaman selama 25 tahun di bidang pemasaran.

 

GD Star Rating
loading...

CARA MENGATASI TURN OVER TEKNISI YANG MENJADI MIMPI BURUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Sepintas Bagian Engineering atau Maintenance berisi orang-orang multi high skill (memiliki keterampilan tinggi). Untuk pernyataan seperti ini, sangatlah tidak mengherankan bahwa orang-orang dibagian ini sudah terbiasa bekerja secara one man show. Begitu pula dengan bagian engineering, orang-orang dengan keahlian khusus seperti ini terkadang justru merasa lebih nyaman jika bekerja secara sendiri-sendiri.
Namun sebenarnya juga tidak benar-benar pas jika dikatakan bahwa semua para engineer lebih nyaman jika bekerja sendiri. Tetapi ini adalah realitanya, saat lebih memerlukan teknisi lain untuk problem solving. Teknisi seperti ini malah lebih pada sebagai Helper atau teknisi pembantu, dengan pertimbangan safety saat bekerja dan operasionalnya.
Dari sisi mentalitasnya, ada dua macam type teknisi. Type Engineer dan Type Tukangnya Engineer / Helper.
1. Type Engineer
Tidak berarti harus insinyur sarjana teknik, akan tetapi sudah memiliki konsep kerja seorang engineer, diantaranya memiliki minat dalam rekayasa teknik, dan termotivasi untuk menjaga dan meningkatkan performance mesin. Teknisi yang masuk di type ini, melihat knowledge dan skill sebagai modal, ada minat yang sangat besar untuk memperdalam spesialisasinya dan berusaha menguasai bidang keilmuan lain yang dapat menunjang kinerja mereka meski di tingkat basic. Misalnya saja : seorang Teknisi mekanik, juga menguasai electric, instrumentasi, drawing design, manajemen perawatan, dan lain-lain. Jadi benar-benar tingkat dasar ilmunya menunjang untuk melakukan rekayasa teknik dan koordinasi lintas bidang keilmuan.
2. Type Tukangnya Engineer/Helper
Teknisi yang masuk di kategori ini adalah :
• Lebih mengutamakan pengalaman dibandingkan dengan kedalaman proses berpikir dalam menganalisa permasalahan.
• Melihat bidang keilmuan hanya dari sisi yang sangat sempit Mekanik ya mekanik, electric ya electric, dan seterusnya. Tidak ada minat untuk mempelajari bidang lain, sehingga memiliki banyak keterbatasan dalam melakukan rekayasa teknik. Meskipun bisa tidak lebih dari menjadi “Helper” engineer saja.
Yang dimaksud orang dengan keahlian khusus, yaitu Teknisi yang masuk Type satu. Perusahaan tidak akan pernah merasa segan atau ragu untuk memberikan penawaran yang tinggi untuk merekrut mereka, apalagi jika mereka berada di rentang usia yang masih terbilang cukup muda yaitu seusia antara 27 – 30 tahun. Maka disinilah letak permasalahnya, yaitu bisa dikatakan juga dengan “ Pembajakan tenaga kerja “. Faktor Ekonomi menjadi alasan utama, ahli-ahli mesin berkeahlian khusus ini berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.
Lalu apa yang kemudian terjadi? Bagaimana nasib perusahaan yang telah ditinggal oleh teknisi tersebut? Mau tidak mau perusahaan harus tetap mencari teknisi ahli pengganti yang baru lagi dan harus memulai dari dari awal untuk proses adaptasi ulang. Dan Perusahaan yang dituju akan merasa was-was jika ditinggal pergi meski dengan resiko “new boss, new rule”, strategi lama akan terputus dan akan mulai dengan strategi baru.
Kenyataannya dunia Engineering menawarkan kesempatan untuk mengenal berbagai teknologi baru, berimprovisasi dan mengupgrade skill, dimana dari sudut pandang individu apa yang didapat (experience, kowledge, skill) akan berdampak langsung pada nilai jual. industri konvensional sangat tergantung pada individu, namun industri modern lebih tergantung kepada sistem. Sistem yaitu interaksi sinergis antara semua komponen terkait, ada didalamnya human resources, metode kerja.
Ini akan sudah jelas akan menjadi permasalahan yang sangat kompleks bagi kebanyakan perusahaan, namun pastinya tetap ada solusinya yaitu dengan cara berikut ini :
1. Dokumentasi
Sudah jelas, jika semua permasalahan permesinan di mapping setelah itu menetapkan standard perbaikan. Jika semua terdokumentasi, mulai dari Drawing Parts Mesin, Sistem operasional mesin, Problem, langkah Perbaikan, dan lain-lain terkait hal teknis lainnya, Budaya One Man Show berangsur-angsur akan menghilang dengan sendirinya, dan bergeser pada model kerja kolektive. Perlu untuk diingat, bahwa dokumentasi maintenance banyak menyangkut hal yang sangat rahasia (very confidential), anda wajib memiliki mekanisme untuk menjamin kerahasiaannya.
2. Penerapan Sistem Penilaian Performance Berbasis obyektivitas Kinerja
Dengan adanya sistem ini, Gap atau Selisih antara Skill standard dengan actual yang dimiliki akan terlihat secara obyektif. Kuncinya pada data, umumnya semua orang sudah merasa bekerja dengan baik dan benar, tetapi jika tidak berbicara data obyektif, maka akan banyak sekali miss komunikasi. Sistem TPM menyediakan formulasinya, tinggal diolah dengan MBO atau Performance Approval system lainnya. Setelah itu lakukan Trainning rutin untuk pembekalan Basic Skill, melatih urutan kerja, kemampuan analisa masalah, dan lain-lain.
Point kedua akan sangat bagus lagi apabila perusahaan mau berinvestasi software khusus manufacturing sehingga nilai proses pekerjaan Engineering dapat diketahui secara pasti di desktop komputer. Nah, untuk mendapatkan software manufacturing ini tentunya perlu diskusi dengan bijaksana dengan top manajemen karena butuh invetasi. Namun dengan adanya software dijamin turn over para Engineering dijamin ketitik terendah karena dengan adanya software tersebut kegiatan kolektif akan tercipta karena software akan mengintegrasikan setiap proses dengan proses lainnya.
Informasi mengenai software manufacturing dapat klik di www.softwareaccountingsurabaya.com atau email ke consultantsoftware9@gmail.com

Sumber atikel : dedylondong.blogspot.com

GD Star Rating
loading...

Agu 16

PAKET IMPLEMENTASI SOFWARE ACCOUNTING SUKSES

Banner Software TerintegrasiMengapa paket implementasi software accounting sukses sangat penting di perusahaan anda? Antara lain manfaatnya adalah:

  1. Perusahaan terhindar dari kekacauan fungsi pekerjaan karyawan yang over lapping. Mengubah karyawan yang generalis menjadi spesialis, dengan demikian karyawan akan fokus dengan tugas dan tanggung jawab inti.
  2. Perusahan dapat meminimalkan budget untuk lisensi software sebab sistem manajemen sudah dirapikan sehingga perusahaan dapat menghemat budget untuk pembelian software accounting.
  3. Perusahaan akan terhindar dari fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh karyawan melalui perangkat teknologi yang canggih. Mengubah data dan memanipulasi data. Paket layanan implementasi software accounting sukses akan membantu set up hak akses yang tepat bagi pengguna software accounting.
  4. Perusahaan akan mendapat bimbingan secara manajemen, dan manfaat pendampingan yang dilakukan konsultan manajemen dan accounting.
  5. Perusahaan akan rapi secara sistem dan intruksi operasional lisan didokumenkan secara tertulis menjadi Job description, SOP (Standard Operating procedure)  dan intruksi kerja.
  6. Perusahaan bisa menentukan dan menyediakan sumberdaya dengan beban kerja yang sudah teranalisa melalui job analisis setelah menggunakan software accounting.
  7. Serta manfaat lainnya yang membantu operasional perusahaan secara keseluruhan. Khususnya yang berkaitan dengan implementasi software accounting dan operasional perusahaan lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Groedu International Consultant
City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Telphon : 031-33311179
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com
website : www.konsultanmanajemenoutopilot.com

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

Jun 24

SISTEM MANAJEMEN KINERJA BALANCED SCORECARD (STRATEGIC PERFORMANCE MANAGEMENT), APA MANFAATNYA BAGI PERUSAHAAN?

Sekitar 45% dari pemimpin sumber daya manusia (HR Leader) dari perusahaan-perusahaan global berpandangan bahwa penilaian kinerja tahunan sebenarnya tidak mampu secara akurat menilai kinerja karyawan. Lalu sebenarnya apa yang terjadi dan apanya yang salah?

Temuan dari survey tersebut adalah (terdapat sekitar kurang lebih dari 770 HR Leader yang menjadi responden) sungguh sangat mengejutkan. Masalahnya adalah, pandangan seperti ini muncul dari pimpinan SDM perusahaan-perusahaan terkemuka dari berbagai belahan dunia. Dan ternyata, keluhan tentang efektifitas penilaian kinerja maupun sistem manajemen kinerja karyawan banyak terjadi di mana-mana.

Sistem manajemen kinerja dari organisasi dan karyawan memang bukanlah sesuatu yang bisa dibangun dengan mudah, apalagi jika harus dioperasionalkan. Saat dulu, sistem manajemen kinerja masih kurang terukur dengan baik dan lebih cenderung untuk subyektif, maka komplain terhadap desain dan praktek-praktek sistem manajemen kinerja karyawan menjadi sangat lazim untuk digunakan.

Harapan akan munculnya sistem manajemen kinerja yang lebih baik sudah mulai ada sekitar tahun 1992, saat Prof. Robert Kaplan dari Harvard Business School dan koleganya Dr. David Norton, menyampaikan tentang konsep Balanced Scorecard pertama kali dari majalah Harvard Business Review (HBR) yang berjudul The Balanced Scorecard, Measures that Drive Performance (edisi Januari-Februari 1992). Tentang sistem manajemen kinerja yang banyak menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang lebih terukur sehingga menjadi lebih obyektif.

Karena respon yang begitu besar, Kaplan dan Norton kemudian menuliskan 2 artikel lagi pada HBR dengan judul Putting the Balanced Scorecard to Work (September-Oktober 1993), dan Using the Balanced Scorecard as Strategic Management System (Januari-Februari 1996). Dan akhirnya, pada tahun 1996 itu juga, Kaplan dan Norton menerbitkan buku pertamanya dengan judul The Balanced Scorecard. Sejak peluncuran buku pertama tersebut, keduanya telah menulis sekitar 5 buku khusus tentang Balanced Scorecard dan yang terakhir berjudul The Execution Premium.

Pada awalnya, Balanced Scorecard hanya akan diperkenalkan untuk tujuan menjadi alat bantu dalam eksekusi strategi melalui pembentukan sistem manajemen kinerja perusahaan atau organisasi (strategic performance management). Namun, semakin lama, buku Balanced Scorecard juga menjadi sebuah sistem manajemen kinerja individu bagi pegawai yang lebih mengacu kepada strategi internal organisasi. Sistem manajemen kinerja pegawai ini memang sengaja dibangun agar dapat memastikan bahwa setiap unit kerja dan pegawai dapat bekerja secara lebih terfokus dalam mengimplementasikan strategi organisasinya.

Hal ini lebih dimungkinkan karena adanya teknik cascading. Menurut The Balanced Scorecard Institute, cascading Balanced Scorecard lah yang sebenarnya banyak sekali menterjemahkan scorecard (Key Performance Indicator/KPI) level corporat (yang lebih sering disebut dengan Tier 1) terhadap unit bisnis, unit pendukung atau juga termasuk departemen (Tier 2), dan terhadap kelompok kerja atau individu (Tier 3). Maksud dari cascading ini adalah untuk memastikan bahwa setiap unit dan pegawai yang memiliki fokus terhadap hasil akhir yang sama atau menjadi lebih konsisten. Keselarasan organisasi yang terlihat sangat jelas melalui strategi, melalui Peta Strategi (Strategy Map), KPI, dan inisiatif strategis (strategic initiative).

Namun, dalam upaya untuk penerapan teknik cascading maupun sistem manajemen kinerja Balanced Scorecard juga tidak mudah dan bukan berarti dapat bebas dari masalah. Pangkal utama dari masalahnya adalah dapat terletak tentang bagaimana cara dalam melakukan cascading. Banyak diantara konsultan Balanced Scorecard yang telah menyusun KPI karyawan dengan langsung menurunkan KPI corporat kepada level departemen atau unit kerja serta individual, baik secara penuh (full cascading) maupun secara parsial (partial cascading).

Secara umum, KPI corporat yang di-cascading berhubungan langsung dengan perspektif keuangan dan pelanggan, yang sejatinya adalah bersifat lagging indicator atau outcome indicator, KPI yang angka pencapaian targetnya baru bisa diperoleh setelah perusahaan mengadakan tutup buku pada periode waktu tersebut. Dan akibatnya, KPI dari setiap individu maupun unit kerja yang sebagian besar akan sama dengan KPI corporat. Cara cascading seperti inilah yang lebih mudah dan lebih cepat untuk dikerjakan, namun tidak begitu efektif apabila digunakan sebagai sistem manajemen kinerja.

Alasannya kenapa?

Karena cara penyusunan KPI dari unit kerja dan individu semacam ini hanya bagus untuk menjamin bahwa setiap unit maupun karyawan harus memiliki tanggungjawab yang sama dalam mewujudkan sasaran strategis nya (strategic objective). Namun, dari sinilah masalahnya mulai muncul. Saat sebuah organisasi terlalu banyak membuat KPI yang lebih bersifat tanggungjawab bersama, maka rasa untuk memiliki sebagai seorang pegawai atau unit kerja terhadap KPI tersebut sudah pasti sangat rendah. Setiap individu akan selalu bersembunyi di balik pencapaian target KPI tersebut. Apabila pencapaian KPI-nya bagus, maka semua akan senang. Dan akan lain halnya apabila target KPI corporat tersebut tidak mampu tercapai?

Setiap orang akan saling tunggu. Tidak akan banyak yang melakukan langkah proaktif dalam upaya untuk memastikan tercapainya target KPI korporat tersebut karena pihak perusahaan tidak akan bersedia untuk menjelaskan KPI yang menghubungkan mereka dengan KPI corporat tersebut. Hal ini sudah jelas sangat tidak tepat bagi upaya organisasi dalam mewujudkan target kinerjanya sendiri. Konsekuensi lain dari cara cascading seperti ini adalah, apabila kinerja perusahaan masih bagus, maka kinerja setiap pegawai sebagian besar juga akan bagus.

Padahal, di antara para pegawai yang berkinerja bagus tersebut, sebenarnya yang benar-benar berkinerja bagus tidaklah banyak. Begitu juga sebaliknya. Saat kinerja perusahaan semakin tidak bagus, maka sebagian besar pegawai juga akan berkinerja tidak bagus. Padahal, di antara pegawai yang berkinerja kurang bagus tersebut, masih tetap terdapat sejumlah pegawai yang kinerjanya sangat bagus. ( Dari Berbagai Sumber)

GD Star Rating
loading...

Jun 22

INILAH : SINYAL BAIK DAN ANGIN SEGAR BAGI ANDA PEMILIK ATAU PEBISNIS START UP TOUR & TRAVEL

Siapa yang tidak menyangka bahwa bisnis pariwisata atau tour & travel merupakan salah satu peluang bisnis yang memiliki prospek bagus dan mengandung daya tarik tersendiri serta salah satu bisnis yang sangat layak untuk dikembangkan, dan Anda jangan lupa bahwa bisnis ini juga memiliki peluang yang sangat potensial.

Setiap orang biasanya memiliki kebiasaan untuk melakukan kegiatan berwisata kemanapun itu, karena yang pastinya akan dapat mengusir rasa jenuh dan penat dari segala aktifitas yang melelahkan dan membosankan sehari-harinya. Anda pastinya juga akan menginginkan hal seperti itu jika profesi Anda adalah sebagai seorang pekerja, sudah sewajarnya membutuhkan waktu untuk beristirahat dan bersenang-senang hanya untuk sekedar bisa menenangkan pikiran sejenak.

Begitu pula bagi Anda yang masih bersekolah, sama sekali tidak ada bedanya dengan para pekerja, mereka juga membutuhkan waktu untuk sekedar refreshing agar dapat mengembalikan semangat mereka untuk kembali belajar. Setidaknya Anda harus cepat tanggap dengan cerahnya propek dari bisnis ini, Anda sudah harus menyadarinya dari sekarang dan mulailah dengan perencanaan yang sangat matang.

Apakah Anda berminat ingin berbisnis travel? Persiapan dari bisnis tour & travel yang harus Anda persiapkan dapat berupa rincian paket perjalanan wisata, sistem reservasi, pengelolaan tour dan dokumen-dokumen lainnya yang berhubungant dengan perijinan usaha, atau yang paling mudah dilakukan adalah dengan menyediakan paket tiket pesawat dan kereta api murah dengan menjadi agennya.

Sebelum itu semua, tentunya Anda harus memiliki kemampuan untuk menyiapkan dari sisi financial atau bisa dibilang sebagi pendanaan modal kerja dan pengelolaan Sumber Daya Manusia. Hadapi persaingan dengan para kompetitor Anda dengan cara melakukan riset pemasaran terlebih dahulu. Selanjutnya susunlah strategi pemasaran agar bisnis Anda dapat menjadi yang paling terdepan.

Cara yang paling jitu adalah dengan perkuat branding dan sering-sering berpromosi. Tingkatkan kualitas pelayanan Anda, karena bisnis ini bergerak dalam bidang jasa.Bisnis tour travel tidak hanya harus mampu dilakukan oleh kalangan profesional saja. Andapun masih berpeluang besar untuk dapat sukses menekuni bisnis seperti ini.

Kunci utamanya adalah terletak kepada kemauan dan kemampuan. Kemauan dalam artian bersungguh-sungguh untuk memulai bisnis dengan kesiapan fisik dan mental (jika suatu saat terjadi kegagalan). Sedangkan, kemampuan berhubungan dengan seberapa besar niat Anda yang ingin sukses dan bertahan di tengah gempuran dan tantangan-tantangan yang akan dihadapi dalam memulai bisnis seperti ini.

Berikut ini adalah beberapa alasan yang harus Anda tahu tentang mengapa bisnis tour & travel memiliki prospek yang sangat cerah dan begitu potensial.

1. Bisnis Abadi Sepanjang Masa.

Berwisata merupakan suatu kebutuhan yang harus bahkan wajib untuk dipenuhi oleh setiap individu. Selain untuk dapat menenangkan pikiran dan membuat suasana hati menjadi senang, banyak manfaat lainnya yang nanti akan Anda dapatkan. Wisata dapat memberi wawasan baru bagi Anda yang berhubungan dengan lokasi yang sedang dikunjungi. Kegiatan seperti ini tidak terbatasi oleh usia karena semua usia berhak untuk berwisata.

Hal tersebut menjadikan bisnis tour travel akan selalu ramai dan dicari-cari. Perbanyaklah paket perjalanan tujuan wisata dan berikan harga yang cukup menarik agar bisnis tour & travel milik Anda memiliki lebih banyak pelanggan potensial.

2. Dukungan Promosi Dari Pemerintah.

Indonesia merupakan negara yang memiliki ribuan pulau dan banyak tempat-tempat wisaya yang menarik lainnya. Saksi sejarah tentang kerajaan-kerajaan yang pernah ada pun sekarang dapat menjadi sorotan objek wisata. Tidak hanya itu, keberagaman budaya dalam Negeri juga menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Kelengkapan inilah yang memaksa pemerintah untuk gencar mempromosikan tempat-tempat wisata di Indonesia. Para pebisnis tour travel tentunya harus menyambut baik dukungan dari pemerintah tersebut. Semakin banyak lokasi wisata yang masih ada, maka bisnis tour travel juga akan semakin ikut laris bersama dengan kemunculan objek wisata-wisata baru lainnya.

3. Kebutuhan Akan Berwisata Setiap Tahun Semakin Meningkat Drastis.

Kebutuhan akan perjalanan-perjalanan wisatawan tidak hanya terbatas kepada kebutuhan psikis dari kalangan-kalangan atas saja. Namun masyarakat dari kalangan menengah ke bawahpun juga masih membutuhkannya.

Ramainya tempat-tempat wisata pada saat hari-hari liburan menunjukkan betapa tingginya antusiasme dari masyarakat untuk berwisata. Bahkan pertumbuhan pembangunan objek-objek wisata juga semakin meningkat tajam.

Para pebisnis tour & travel harus tersenyum karena melihat fakta seperti ini. Namun, hal ini juga menyebabkan banyaknya orang untuk ikut terjun langsung ke dalam dunia bisnis seperti ini secara bersamaan. Hal itu adalah sama artinya dengan semakin tingginya tingkat persaingan diantara sesama para pengusaha tour & travel yang menjadi pemicu utama semangat dari Anda untuk tetap terus bertahan dan berkembang dalam bisnis tour & travel ini.

4. Perekonomian Negara Indonesia Menjadi Semakin Membaik.

Perekonomian Negara Indonesia telah semakin stabil sejak kuartal I tahun 2012. Kondisi seperti ini telah ditandai dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi per tahunnya sekitar 6,3%.

Peningkatan seperti ini juga terjadi kepada Gros domestic product (GDP). Pada tahun yang sama telah menunjukkan bahwa GDP semakin meningkat dengan nominal mencapai US$ 4.000.

Hal ini merupakan sinyal positif bagi adanya pertambahan masyarakat kelas menengah ke atas di Indonesia. Golongan masyarakat kelas tersebut lebih cenderung untuk sering memanfaatkan jasa tour & travelnya.

Semoga bacaan diatas membawa manfaat bagi pembaca. Apabila pembaca membutuhkan pendampingan dalam pembuatan manajemen tour & travel, penyediaan software accounting dan program promosi. Silahkan hubungi groedu@gmail.com, atau  kontak 0818521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu.

GD Star Rating
loading...

Jun 21

MENGUKUR PELUANG PERTUMBUHAN BISNIS DENGAN MATRIKS BCG (BOSTON CONSULTING GROUP)

Penggunaan metode analisis BCG menjadi salah satu metode dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis yang lebih strategis dengan cara melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan.

Mencoba dalam mengejar pertumbuhan bisnis perusahaan yang jauh lebih tinggi yang mungkin dapat menyebabkan terjadinya “perang harga” dan dapat semakin menyebabkan terjadinya “kekacauan pasar”. Padahal hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi dan bisa saja untuk dihindari apabila perusahaan bisa lebih cermat dalam mengetahui strategi penjualan produk dan pangsa pasarnya. Karena itu sangat penting dalam mengetahui adanya implikasi strategi produk dan pasar yang berbeda-beda serta kebijakan dalam hal pengembangan produk baru.

Perusahaan yang termasuk multibisnis biasanya akan mengajukan berbagai macam pertanyaan tentang berbagai produk dan unit bisnis yang telah dikelolanya sehingga alam dapat menaikkan keseluruhan kinerja dari perusahaan. Mereka harus mengetahui tentang seberapa banyak waktu dan uang yang harus dianggarkan terhadap produk dan unit bisnis yang paling baik untuk memastikan bahwa keberhasilan mereka harus tetap berlanjut. Sayangnya, terlalu banyak waktu dan uang yang mereka harus anggarkan dalam mengembangkan produk baru ini belum tentu akan sebanding dengan keuntungan yang nanti akan mereka dapatkan.

Salah satu alat bantu dalam mengembangkan strategi perusahaan pada perusahaan multibisnis adalah dengan analisa portfolio. Analisis portfolio yang lebih menempatkan kantor pusat perusahaan pada peran sebagai bankir internal perusahaan. Dalam analisis portfolio, pihak manajemen puncak akan memandang unit bisnis mereka sebagai serangkaian investasi yang diharapkan akan mampu dalam memberikan hasil yang semakin menguntungkan. Unit-unit bisnis inilah yang akan membentuk portfolio investasi yang harus disulap oleh pihak manajemen puncak untuk menjamin hasil yang terbaik dari berbagai investasi-investasi perusahaan. Salah satu konsep pendekatan yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan Matriks BCG.

Lalu Apa itu Matriks BCG?

Matriks BCG (Boston Consulting Group) merupakan sebuah diagram yang telah dibuat oleh Bruce D. Henderson dari Boston Consulting Group pada tahun 1970 agar dapat membantu berbagai perusahaan dalam menganalisis unit bisnis atau cabang/lini dari produk mereka.

Diagram ini menempatkan setiap unit dari bisnis atau produk perusahaan ke dalam suatu matriks yang memiliki dua jenis sumbu, yaitu :

1. Pangsa pasar.
2. Pertumbuhan pasar.

Diagram ini banyak membantu perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya serta merupakan alat bantu analisis dalam pemasaran merek, manajemen produk, manajemen strategis, dan juga analisis portofolio.

Matriks BCG terdiri dari empat macam sel (2 dari 2) matriks yang digunakan dalam melakukan analisis portofolio bisnis sebagai langkah awal dalam perencanaan strategis yang telah didesain secara spesifik untuk mendorong bisnis perusahaan multidivisi dalam merumuskan strategi tersebut. Matriks BCG merupakan empat kelompok bisnis, yang terdiri dari:

1. Kelompok Bisnis Question Mark (Tanda tanya).

Memiliki posisi pangsa pasar yang relatif lebih rendah, akan tetapi mereka saling bersaing dalam industri yang semakin tumbuh pesat. Bisnis seperti ini disebut dengan bisnis tanda tanya karena organisasinya harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau hanya untuk pengembangan produk) atau mungkin bisa juga hanya dengan menjualnya saja.

2. Kelompok Bisnis Star (Bintang).

Mewakili untuk peluang jangka panjang terbaik bagi pertumbuhan dan profitabilitas untuk internal organisasi perusahaan. Divisi dengan pangsa pasar yang relatif lebih tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang sangat tinggi seharusnya dapat menerima investasi yang sangat besar agar dapat mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori seperti ini adalah bisa disebut sebagai pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas yang positif bagi keuangan perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak sekali biaya agar dapat memenangkan pasar dan untuk mengantisipasi para pesaingnya.

3. Kelompok Bisnis Cash Cow (Sapi perah).

Dengan memiliki pangsa pasar yang relatif lebih tinggi, namun harus bersaing dalam dunia industri yang pertumbuhannya sangat lambat. Disebut dengan kelompk bisnis sapi perah karena menghasilkan kas yang lebih besar dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali harus diperah untuk membiayai sektor usaha yang lainnya. Banyak diantara kelompok bisnis sapi perah saat ini adalah bintang dari masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola agar dapat mempertahankan posisi terkuatnya selama mungkin.

4. Kelompok Dog (Anjing).

Dari organisasi yang memiliki pangsa pasar relatif lebih rendah dan harus bersaing dalam industri yang pertumbuhannya juga sangat rendah atau bahkan sama sekali tidak tumbuh. Mereka adalah kelompok anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya begitu lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau bahkan dipangkas dengan retrenchment (penghematan). Saat sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment akan dapat menjadi salah satu strategi yang terbaik karena terlalu banyak anjing yang mencuat kembali, setelah terjadi pemangkasan biaya dan asset besar-besaran, maka akan menjadi bisnis yang mampu untuk bertahan dan juga menguntungkan. Semoga artikel diatas sangat bermanfaat bagi pembaca. ( Dari berbagai sumber)

GD Star Rating
loading...

Post sebelumnya «