SIAPA BILANG MENJUAL ITU SULIT?

SIAPA BILANG MENJUAL ITU SULIT

BUKU BEST SELLER TENTANG PENJUALAN

Menjual seringkali menjadi hambatan bagi seorang member MLM, direct selling, maupun salesman konvensional. Banyak dari mereka yang mengeluh gagal dalam menjual karena tidak memiliki konsumen dan tidak tahu kemana harus menjual. Menjual dianggap pekerjaan paling sulit di dunia, padahal mereka bisa ketawa setelah berhasil menjual. Oleh sebab itu pelajari buku ini karena akan mengupas tuntas 6 cara cerdas bagaimana seorang member MLM, direct selling dan salesman konvensional dapat menjual dengan mudah, dan menangkap peluang dari situasi penjualan yang berkelanjutan!  6 cara cerdas dalam buku ini antara lain:

  1. Memiliki sikap positif sebagai penjual.
  2. Bagimana mengubah hambatan menjadi keyakinan.
  3. Bagaimana Melakukan persiapan Menjual.
  4. Bagimana mengetahui kemana harus menjual.
  5. Aktivitas apa yang harus dilakukan setelah terjadi transaksi penjualan.
  6. Menyusun strategi meningkatkan omzet penjualan.

Jangan lewatkan membaca buku ini karena ditulis oleh penulis yang telah berpengalaman  langsung dalam bidang penjualan selama 25 tahun. Buku ini baik dibaca para ibu rumah tangga yang sedang menjalankan penjualan direct selling, MLM dan konvensional. Pelaku MLM, leader, salesman kovensional, Dosen dan mahasiswa dan para awam yang sedang mempelajari penjualan.

GD Star Rating
loading...

GAJI UMR NASIONAL TAHUN 2012

Dibawah ini adalah Gaji UMR Nasional tahun 2012, yang bisa digunakan oleh para pebisnis baru dalam men-set up perusahaan yang dirintisnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Bali Non Kabupaten Non Sektor 0

Bali Kabupaten Badung Non Sektor 1.290.000
Bali Kabupaten Bangli Non Sektor 970.000
Bali Kabupaten Buleleng Non Sektor 975.000
Bali Kabupaten Gianyar Non Sektor 1.104.000
Bali Kabupaten Jembrana Non Sektor 1.000.000
Bali Kabupaten Karangasem Non Sektor 1.039.600
Bali Kabupaten Klungkung Non Sektor 995.000
Bali Kabupaten Tabanan Non Sektor 1.005.000
Bali Kota Denpasar Non Sektor 1.259.000
Bangka Belitung Non Kabupaten Non Sektor 1.110.000
Banten Non Kabupaten Non Sektor 0
Banten Kabupaten Lebak Non Sektor 1.047.800
Banten Kabupaten Pandeglang Non Sektor 1.050.000
Banten Kabupaten Tangerang Non Sektor 1.379.000
Banten Kota Cilegon Non Sektor 1.340.000
Banten Kota Tangerang Non Sektor 1.381.000
Banten Kota Serang Non Sektor 1.320.500
Bengkulu Non Kabupaten Non Sektor 930.000
DI Yogyakarta Non Kabupaten Non Sektor 0
DKI Jakarta Non Kabupaten Non Sektor 0
Gorontalo Non Kabupaten Non Sektor 0
Jambi Non Kabupaten Non Sektor 1.142.500
Jawa Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Jawa Barat Kabupaten Cirebon Non Sektor 980.000
Jawa Barat Kabupaten Garut Non Sektor 880.000
Jawa Barat Kabupaten Indramay Non Sektor 994.864
Jawa Barat Kabupaten Karawang Non Sektor 1.269.227
Jawa Barat Kabupaten Karawang Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Karawang Lain – Lain 0
Jawa Barat Kabupaten Kuningan Non Sektor 805.000
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Non Sektor 880.000
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Lain – Lain 0
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Perdagangan / Jasa 0
Jawa Barat Kabupaten Purwakarta Non Sektor 1.047.500
Jawa Barat Kabupaten Purwakarta Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Purwakarta Lain – Lain 0
Jawa Barat Kabupaten Subang Non Sektor 862.500
Jawa Barat Kabupaten Subang Manufaktur 0
Jawa Barat Kabupaten Sukabumi Non Sektor 885.000
Jawa Barat Kabupaten Sukabumi Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Sumedang Non Sektor 1.007.500
Jawa Barat Kabupaten Tasikmalaya Non Sektor 946.000
Jawa Barat Kota Bandung Non Sektor 1.271.625
Jawa Barat Kota Banjar Non Sektor 780.000
Jawa Barat Kota Bekasi Non Sektor 1.422.252
Jawa Barat Kota Bekasi Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kota Bekasi Otomotif 0
Jawa Barat Kota Bogor Non Sektor 1.174.200
Jawa Barat Kota Cimahi Non Sektor 1.209.442
Jawa Barat Kota Cirebon Non Sektor 980.000
Jawa Barat Kota Depok Non Sektor 1.424.797
Jawa Barat Kota Sukabumi Non Sektor 890.000
Jawa Barat Kota Tasikmalaya Non Sektor 950.000
Jawa Barat Kabupaten Bandung Non Sektor 1.223.800
Jawa Barat Kabupaten Bandung Barat Non Sektor 1.236.991
Jawa Barat Kabupaten Bekasi Non Sektor 1.491.866
Jawa Barat Kabupaten Bogor Non Sektor 1.174.200
Jawa Barat Kabupaten Ciamis Non Sektor 793.750
Jawa Barat Kabupaten Cianjur Non Sektor 876.500
Jawa Tengah Non Kabupaten Non Sektor 0
Jawa Tengah Kabupaten Banjarnegara Non Sektor 765.000
Jawa Tengah Kabupaten Jepara Non Sektor 800.000
Jawa Tengah Kabupaten Karanganyar Non Sektor 846.000
Jawa Tengah Kabupaten Kebumen Non Sektor 770.000
Jawa Tengah Kabupaten Kendal Non Sektor 904.500
Jawa Tengah Kabupaten Klaten Non Sektor 812.000
Jawa Tengah Kabupaten Kudus Non Sektor 889.000
Jawa Tengah Kabupaten Magelang Non Sektor 837.000
Jawa Tengah Kabupaten Pati Non Sektor 837.500
Jawa Tengah Kabupaten Pekalongan Non Sektor 873.000
Jawa Tengah Kabupaten Pemalang Non Sektor 793.000
Jawa Tengah Kabupaten Banyumas Non Sektor 795.000
Jawa Tengah Kabupaten Purbalingga Non Sektor 818.500
Jawa Tengah Kabupaten Purworejo Non Sektor 809.000
Jawa Tengah Kabupaten Rembang Non Sektor 816.000
Jawa Tengah Kabupaten Semarang Non Sektor 991.500
Jawa Tengah Kabupaten Sragen Non Sektor 810.000
Jawa Tengah Kabupaten Sukoharjo Non Sektor 843.000
Jawa Tengah Kabupaten Tegal Non Sektor 780.000
Jawa Tengah Kabupaten Temanggung Non Sektor 866.000
Jawa Tengah Kabupaten Wonogiri Non Sektor 775.000
Jawa Tengah Kabupaten Wonosobo Non Sektor 825.000
Jawa Tengah Kabupaten Batang Non Sektor 880.000
Jawa Tengah Kota Magelang Non Sektor 0
Jawa Tengah Kota Surakarta Non Sektor 864.450
Jawa Tengah Kota Salatiga Non Sektor 901.396
Jawa Tengah Kota Semarang Non Sektor 0
Jawa Tengah Kota Pekalongan Non Sektor 895.500
Jawa Tengah Kota Tegal Non Sektor 795.000
Jawa Tengah Kabupaten Blora Non Sektor 855.500
Jawa Tengah Kabupaten Boyolali Non Sektor 836.000
Jawa Tengah Kabupaten Brebes Non Sektor 775.000
Jawa Tengah Kabupaten Cilacap Non Sektor 852.000
Jawa Tengah Kabupaten Demak Non Sektor 893.000
Jawa Tengah Kabupaten Grobogan Non Sektor 785.000
Jawa Timur Kabupaten Bangkalan Non Sektor 885.000
Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi Non Sektor 915.000
Jawa Timur Kabupaten Blitar Non Sektor 820.000
Jawa Timur Kabupaten Bojonegoro Non Sektor 930.000
Jawa Timur Kabupaten Bondowoso Non Sektor 800.000
Jawa Timur Kabupaten Gresik Non Sektor 1.257.000
Jawa Timur Kabupaten Gresik Perdagangan / Jasa 0
Jawa Timur Kabupaten Jember Non Sektor 920.000
Jawa Timur Kabupaten Jombang Non Sektor 978.200
Jawa Timur Kabupaten Kediri Non Sektor 999.000
Jawa Timur Kabupaten Lamongan Non Sektor 950.000
Jawa Timur Kabupaten Lumajang Non Sektor 825.391
Jawa Timur Kabupaten Madiun Non Sektor 775.000
Jawa Timur Kabupaten Magetan Non Sektor 750.000
Jawa Timur Kabupaten Malang Non Sektor 1.130.500
Jawa Timur Kabupaten Mojokerto Non Sektor 1.234.000
Jawa Timur Kabupaten Mojokerto Lain – Lain 0
Jawa Timur Kabupaten Nganjuk Non Sektor 785.000
Jawa Timur Kabupaten Ngawi Non Sektor 780.000
Jawa Timur Kabupaten Pacitan Non Sektor 750.000
Jawa Timur Kabupaten Pamekasan Non Sektor 975.000
Jawa Timur Kabupaten Pasuruan Non Sektor 1.252.000
Jawa Timur Kabupaten Ponorogo Non Sektor 745.000
Jawa Timur Kabupaten Probolinggo Non Sektor 888.500
Jawa Timur Kabupaten Sampang Non Sektor 800.000
Jawa Timur Kabupaten Sidoarjo Non Sektor 1.252.000
Jawa Timur Kabupaten Situbondo Non Sektor 802.500
Jawa Timur Kabupaten Sumenep Non Sektor 825.000
Jawa Timur Kabupaten Trenggalek Non Sektor 760.000
Jawa Timur Kabupaten Tuban Non Sektor 970.000
Jawa Timur Kabupaten Tulungagung Non Sektor 815.000
Jawa Timur Kota Batu Non Sektor 1.100.251
Jawa Timur Kota Blitar Non Sektor 815.000
Jawa Timur Kota Kediri Non Sektor 1.037.500
Jawa Timur Kota Madiun Non Sektor 812.500
Jawa Timur Kota Malang Non Sektor 1.132.254
Jawa Timur Kota Mojokerto Non Sektor 875.000
Jawa Timur Kota Pasuruan Non Sektor 975.000
Jawa Timur Kota Probolinggo Non Sektor 0
Jawa Timur Kota Surabaya Non Sektor 1.257.000
Kalimantan Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Non Sektor 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Pertambangan 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Makanan / Minuman 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Keuangan / Asuransi 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Perdagangan / Jasa 0
Kalimantan Tengah Non Kabupaten Non Sektor 0
Kalimantan Tengah Non Kabupaten Pertambangan 0
Kalimantan Timur Non Kabupaten Non Sektor 0
Kepulauan Riau Non Kabupaten Non Sektor 0
Kepulauan Riau Kota Batam Non Sektor 1.402.000
Lampung Non Kabupaten Non Sektor 0
Lampung Kabupaten Lampung Tengah Non Sektor 0
Lampung Kabupaten Way Kanan Non Sektor 0
Lampung Kabupaten Tulang Bawang Non Sektor 0
Lampung Kota Bandar Lampung Non Sektor 0
Lampung Kota Bandar Lampung Makanan / Minuman 0
Maluku Non Kabupaten Non Sektor 0
Maluku Non Kabupaten Pertambangan 0
Maluku Non Kabupaten Makanan / Minuman 0
Maluku Non Kabupaten Perminyakan 0
Maluku Non Kabupaten Perdagangan / Jasa 0
Maluku Kabupaten Buru Perdagangan / Jasa 0
Maluku Utara Non Kabupaten Non Sektor 0
Nangroe Aceh Darussalam Non Kabupaten Non Sektor 0
Nangroe Aceh Darussalam Non Kabupaten Lain – Lain 0
Nangroe Aceh Darussalam Kota Banda Aceh Otomotif 0
Nusa Tenggara Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Nusa Tenggara Timur Non Kabupaten Non Sektor 0
Papua Non Kabupaten Non Sektor 0
Papua Non Kabupaten Pertambangan 0
Papua Non Kabupaten Perminyakan 0
Papua Non Kabupaten Properti / Real Estat 0
Riau Non Kabupaten Non Sektor 1.238.000
Riau Kabupaten Bengkalis Non Sektor 1.270.000
Riau Kabupaten Indragiri Hilir Non Sektor 0
Riau Kabupaten Indragiri Hulu Non Sektor 1.389.000
Riau Kabupaten Kampar Non Sektor 1.345.000
Riau Kabupaten Kuantan Singingi Non Sektor 1.270.000
Riau Kabupaten Pelalawan Non Sektor 1.250.000
Riau Kabupaten Rokan Hulu Non Sektor 1.265.000
Riau Kabupaten Rokan Hilir Non Sektor 1.287.000
Riau Kabupaten Siak Non Sektor 1.310.000
Riau Kota Dumai Non Sektor 1.287.000
Riau Kota Pekanbaru Non Sektor 1.260.000
Sulawesi Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Selatan Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Tengah Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Tengah Kota Palu Non Sektor 0
Sulawesi Tenggara Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Tenggara Non Kabupaten Pertambangan 0
Sulawesi Tenggara Kota Kendari Non Sektor 0
Sulawesi Tenggara Kota Kendari Lain – Lain 0
Sulawesi Utara Non Kabupaten Non Sektor 0
Sumatera Barat Non Kabupaten Non Sektor 1.150.000
Sumatera Selatan Non Kabupaten Non Sektor 1.195.220
Sumatera Selatan Non Kabupaten Pertambangan 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Lain – Lain 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten IT / Telekomunikasi 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Keuangan / Asuransi 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Perdagangan / Jasa 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Properti / Real Estat 0
Sumatera Utara Non Kabupaten Non Sektor 1.200.000
Sumatera Utara Kota Binjai Non Sektor 0
Sumatera Utara Kota Medan Non Sektor 0
Sumatera Utara Kota Medan Makanan / Minuman 0

Sumber : hrcentro.com

GD Star Rating
loading...

PERLUKAH SOP (STANDARD OPERATION PROCEDURE) UNTUK BISNIS ANDA?

Seperti yang kita ketahui, bisnis seperti MC Donald dan KFC, serta bidang makanan lainnya. Bisa beroperasi dengan sendirinya tanpa pemilik menunggu dan ikut menjalankan operasional bisnis tersebut. Secara logika jika pemilik bisnis harus ikutan mengelola bisnis, maka berapa banyak gerai yang harus diurus setiap hari. Rasanya kalau membagi setahun dengan waktu kedatangan pemilik maka tidak masuk akal. Dan pasti ada gerai-gerai dan bahkan banyak gerai-gerai tersebut keselip alias tidak mendapatkan giliran pemiliknya ikut mengurusnya. Keajaiban ini benar-benar nyata. Kenapa bisa begitu bisnis tersebut? Salah satunya adalah manajemen yang tertata dengan baik. Nah, salah satu dokumen penting yang biasa dipakai adalah SOP.

pembuat-sop-perusahaan

Keajaiban SOP sangat luar biasa apabila didokumentasikan dengan baik dan dipraktekan dengan baik pula. Oleh sebab itu judul diatas dijawab “ sangatlah perlu SOP untuk perusahaan apapun”. Lalu bagaimana cara membuatnya? Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah apabila bisnis kita baru, maka SOP yang dibuat akan mengacu pada industry yang sejenis meskipun dalam perjalanan bisnis SOP akan diubah sedemikian rupa. Jadi cara pengerjaannya adalah dengan menjiplak proses bisnis industry serupa. Lalu SOP diimprove sedemikian rupa menyesuaikan keadaan riil perusahaan. Pendampingan untuk pembuatan SOP baru oleh konsultan system manajemen sangat perlu dan penting.

Kedua adalah membuat SOP dengan menyesuaikan proses bisnis riil perusahaan sehari-hari dan dengan demikian SOP dibuat dengan cara tidak terpaksa. Untuk bagian kedua ini sangat bagus dan disarankan.

Namun walau begitu, masih banyak perusahaan yang belum memiliki SOP sehingga dalam perusahaan nampak begitu kacau dan tidak terorganisasi dengan baik. Kendala-kendala yang dihadapi adalah tidak ada pembimbingan maupun orang yang mengerjakannya. Inilah kesulitan utama SOP yang harus dibuat oleh perusahaan.

Konsultan manajemen akan sangat welcome dalam membantu pembuatan SOP perusahaan, sehingga dengan metode cukup baik, SOP akan dibantu disusun sedemikian rupa mengikuti proses bisnis yang ada di perusahaan. Oleh sebab itu peranan konsultan pembuat SOP sangat penting.

Bagaimana cara mencari konsultan SOP yang handal dan berpengalaman? Tentu saja pembaca bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

Konsultan SOP memiliki pengalaman telah membantu banyak perusahaan dalam menerapkan SOP di perusahaan.

Konsultan SOP memiliki pengalaman pembuatan SOP yang sangat beragam dengan industry yang beraneka ragam.

Konsultan SOP dalam mengerjakan akan melibatkan para karyawan dalam menyusunnya, bukan mengacu pada pola pikir konsultan SOP, sehingga penerapan SOP tidak sesuai dengan yang ada di lapangan, atau sesuai dengan proses bisnisnya.

Konsultan SOP menyarankan perusahaan untuk menindaklanjuti pembuatan SOP ini ke ruang lingkup yang lebih besar, seperti menganjurkan perusahaan untuk mengambil sertifikasi ISO. Dengan demikian perusahaan teraudit dan terkontrol oleh pihak auditor independen.

Kalau mengetahui hal ini, maka hindari membeli SOP jadi dari pihak lain yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. SOP yang baik adalah SOP yang dibuat berdasarkan proses bisnis yang ada diperusahaan bukan yang mengambil SOP orang lain atau perusahaan lain dan di terapkan di perusahaan. Tentunya tidak akan cocok. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan pembaca. Apabila pembaca membutuhkan informasi lanjutan dan bimbingan dalam pembuatan SOP, silahkan email ke groedu@gmail.com atau kontak ke Hp 0818521172 atau ke 081252982900. Kami siap membantu. ( Frans M. Royan)

GD Star Rating
loading...

ONE STOP SHOPPING DALAM SET UP MINIMARKET DAN SUPERMARKET

Urusan mendirikan minimarket dan supermarket  tidaklah gampang. Penderitaan utama adalah dalam menyiapkan infrastruktur mulai dari bangunan, rak, lay out toko, mesin kasir, software dan pengadaan orangnya. Rasanya kita tak sanggup untuk lakukan hal ini, bukan pekerjaan mudah kata orang! Kegagalan utama dalam set up ini umumnya dipicu oleh kegagalan ketika launching mini market atau supermarket pertama kali. Kalau tidak salah harga ya toko sepi oleh pengunjung. Jika salah harga seolah-olah toko kita ramai tetapi untuk tujuh hari kemudian toko kita bangkrut. Nah, persoalan ini seringkali terjadi ketika kita membuka usaha baru. Kalau pun selamat dari kegagalan karena merugi, maka ketika launching toko kita tidak seramai harapan. Wah, susah ya mendirikan ritel modern?

Untuk membuat lancar semuanya sebaiknya carilah pertolongan pada seorang konsultan ritel modern yang sudah pengalaman. Kita akan dituntun untuk melakukan dan menyiapkan hal-hal sebagai berikut :

Infrastruktur – seorang konsultan memiliki link atau channel supplier yang berkaitan infrastuktur mulai rak, mesin kasir, software, desainer interior dan infrastruktur lainnya yang dibutuhkan oleh minimarket atau supermarket ketika beroperasional. Oh, tidak perlu itu …kalaupun tidak perlu agar toko kita ramai tentunya perlu suasana toko yang nyaman dan menyenangkan oleh sebab itu butuh jasa seorang desain interior. Dan tentu saja seorang konsultan ritel bisa membantu hal ini dengan baik. Kadang yang dirasa tidak perlu, selalu sulit untuk dipenuhi oleh seorang pemilik usaha. Hal ini tidak mudah dan butuh persiapan panjang.

SDM – setelah infrastruktur selesai dibangun, termasuk lay outnya, maka tugas berikutnya adalah menyiapkan SDM yang akan membantu mengoperasikan minimarket atau supermarket yang kita miliki. Mulai pencarian seorang manajer, jika toko diserahkan kepada seorang manajer, sampai dengan operasional toko terdiri dari pramuniaga dan lainnya. Seorang konsultan ritel bisa membantu lakukan hal ini agar pemilik usaha tidak kesulitan mencari orang. Sangat ribet dalam mendirikan supermarket atau minimarket tanpa didampingi seorang konsultan.

Sistem manajemen – kalau SDM sudah dicari , ternyata ada yang dibutuhkan lagi yaitu system manajemen untuk perusahaan ritel tersebut. Yakni dengan mengatur mekanisme kerja mulai fungsi setiap SDM dalam organisasi, job desnya, sampai aliran pekerjaannya seperti apa, dan dokumen penting yang dipakai apa saja. Sistem manajemen ini lebih menjadi landasan dasar operasional dari mini market atau supermarket agar perusahaan ritel ini bisa berjalan dengan baik.  Tanpa system manajemen operasional perusahaan ritel akan kacau.

Teknologi pendukung – setelah system manajemen ada lalu dibutuhkan teknologi pendukung yaitu software yang akan menunjang operasional seperti mesin kasir yang bisa beroperasional dengan melakukan penjualan melalui POS.  Hal ini penting  agar penjualan bisa dilakukan dengan cepat dan dibukukan secara system dengan baik. Bagian ini sering kali seorang pemula tidak memahami cara kerja dari POS. Dimana POS hanya melakukan penjualan dengan 1 gudang. Jika penjualan metodenya bisa dilakukan kredit dan menggunakan gudang lain, maka POS tidak bisa digunakan dalam system operasional penjualan di perusahaan ritel modern. Oleh sebab itu jangan sampai keliru ketika memilih teknologi pendukung. Seorang konsultan akan membantu untuk mendapatkan software yang bisa bekerja secara multi gudang. Ini berkaitan dengan system manajemen yang harus dibuat. Serta untuk lakukan mapping bisnis proses dalam system operasional hanya konsultan manajemen ritel.  Selain itu teknologi ini bisa membantu di sisi system accounting, sehingga laporan keuangan perusahaan bisa muncul dan seorang pebisnis bisa dengan mudah mengelola perusahaan ritelnya.

Tahap launching dan pra launching – ada dua kemungkinan yang terjadi di ritel kita. Pada saat launching terjadi penjualan lancar tetapi secara operasional ternyata tidak berjalan lancar. Konsumen sangat sedikit datang ke toko kita, maka konsultan bisa memandu seorang pebisnis untuk lakukan program-program penjualan yang tepat guna serta efektif. Nah, pengalaman untuk membuat program-program ini hanya bisa dilakukan jika anda menggunakan seorang konsultan yang tepat. Jadi bantuan seorang konsultan sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Analisa keuangan dan profit – pada akhirnya seorang pebisnis menghendaki usahanya profit. Untuk apa usaha jika tidak profit, oleh sebab itu perjalanan bisnis akan dipantau oleh seorang konsultan agar perusahaan bisa profit dan mengalami pertumbuhan. Dengan bantuan konsultan maka lengkaplah sudah set up mini market atau supermarket yang pembaca lakukan hingga perusahaan ritel kita berjalan dengan baik dan lancar.

Semoga artikel ini membantu bapak ibu yang saat ini sedang mempersiapkan berdirinya bisnis ritel. Apabila membutuhkan bantuan dan pembimbingan dalam mendirikan ritel modern silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak kami di 0818521172 atau 081-252-98-2900, kami siap membantu. (Frans M. Royan)

GD Star Rating
loading...

SIMPLE MANAJEMEN AUTOPILOT

Saya punya teman yang memiliki toko kelontong. Ia bekerja sendiri dan dibantu oleh istri. Setiap hari mereka berdua selalu sibuk mengurus toko kelontongnya dan pulang selalu malam hari. Bahkan sampai larut malam, dan terkadang tertidur bersama dengan uang yang baru saja dihitung dari hasil penjualan hari itu. Enak sih memiliki uang yang berkelimpahan. Semua serba cukup. Namun sayang teman satu saya ini tidak pernah bisa menikmati yang didapatnya, sebab ia tidak bisa pergi kemana-mana karena terikat oleh pekerjaan. Serta ia sering bilang kalau tokonya ditinggal pasti tidak ada yang mengerjakan dan menghasilkan uang.

Satu lagi seorang teman yang bisnisnya sama, juga toko kelontong. Setiap tahun bisa 3 sampai 4 kali bepergian. Santai-santai, shopping dan jalan-jalan menikmati hasil kerjanya. Anehnya ketika ia jalan-jalan bersama istri tokonya tetap dibuka dan menghasilkan uang.

Kok bisa?

Ternyata dua teman tersebut memiliki cara kerja dan cara pandang yang sangat berbeda dengan mekanisme mereka bekerja. Singkat kata untuk teman saya yang kedua, sudah berani membayar pegawai dan toko terus berkembang karena pegawai-pegawai turut berpikir dan bekerja untuk membesarkan toko. Teman saya yang kedua ini menunjuk satu orang sebagai pengurus toko dan diberi anak buah, dimana batas tanggung jawab dan wewenang disampaikan dengan tegas. Di toko juga menerapkan aturan main yang jelas mengenai urutan pelayanan. Ditoko juga memasang sistem software yang dapat 24 jam dilihat oleh teman saya meski pergi kemana-mana. Begitu juga kondisi toko bisa dipantau dari cctv yang dipasangnya di bagian-bagian penting toko. Software juga bisa memberikan laporang komplit: pembelian, penjualan, laporan stok barang, laporan keuangan (Neraca, rugi-laba) , laporan biaya-biaya dan lain-lain. Jadi teman saya tidak pernah merasa was-was dengan bisnisnya.

Manajemen Autopilot sebenarnya cara pengelolaan sebuah bisnis yang semuanya tersistem dengan baik. Mulai penggunaan sumber daya manusianya, perangkat lunak, serta hal-hal penting dalam sebuah usaha. Bukan hanya perusahaan raksasa seperti yang ada di Singapura, Hongkong, Malaysia, atau negara lainnya. Tetapi usaha toko kelontongpun bisa dibuat manajemennya ala manajemen Autopilot. Petunjuk singkatnya : atur siapa yang jadi pengendali, lebih kerennya susun sebuah struktur organisasi, buat aturan main kerjanya (SOP), beri tugas dan tanggung jawab para pekerja (job desnya), atur pula reward & punishment-nya yang kelas (KPI-nya), pakailah sebuah tools untuk mengkoreksi semua pekerjaan yang ada. Dengan begitu aktivitas bisnis sekecil apapun jika sudah tersistem dengan baik akan menjadi usaha yang tidak harus ditunggu 24 jam agar beroperasi. Maka pikirkanlah mulai sekarang untuk mengubah kegiatan yang tadinya one man show menjadi kegiatan bisnis yang sudah Autopilot. Semoga artikel ini bermanfaat. Di tulis oleh : Frans M. Royan, SE,MM (Pakar manajemen autopilot. www.konsultanmanajemenoutopilot.com)

GD Star Rating
loading...

BUKU BEST SELLER “DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT”

DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT

Buku ini tercipta karena rasa prihatin penulis terhadap banyaknya distributor yang belum pernah berbenah dalam manajemennya, padahal tuntutan principal semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Tak semua produsen bisa menyalurkan produknya ke seluruh wilayah Nusantara. Masalah yang kerap dijumpai mereka adalah investasi dalam membangun infrastruktur—seperti kantor, sumber daya manusia dan armada pengiriman, risiko pengiriman (terjadinya huru-hara, jalan rusak, kehilangan), kemampuan dan penguasaan SDM terhadap para pelanggan lokal yang menyebabkan produsen memilih menggunakan distributor sebagai perpanjangan tangannya.

Belum lagi kendala wilayah geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, di mana ada 33 provinsi yang tersebar di 3.100 kepulauan berpenghuni, sepanjang 5.100 km dari barat ke timur dan selebar 1.900 km dari utara ke selatan, serta terpencar di 432 kota. Tantangan seperti ini kemungkinan tidak sanggup ditangani sendiri oleh principal. Mereka membutuhkan mitra kerja sama, yang antara lain adalah distributor lokal.

Kondisi Indonesia yang berpulau-pulau ini menyulitkan distribusi produk jika pekerjaan tersebut ditangani sendiri oleh principal. Tak mungkin principal bisa membuka cabangnya di seluruh Indonesia untuk melayani begitu banyak pelanggan tanpa bantuan distributor. Kalaupun bisa dilakukan, proses distribusi pastilah akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Belum lagi kerepotan untuk mengelola kantor cabang, SDM, beserta armada pengirimannya. Selain itu, biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk mempersiapkan dan menjalankan infrastruktur itu tentunya juga besar.

Distributor akhirnya menjadi tangan pertama yang menyalurkan produk sampai ke konsumen akhir. Distributor berperan dalam melakukan order ke retailer, mencetak faktur, lalu mengirim produknya. Distributor kini bahkan harus terlibat juga dalam proses menjual. Proses menjual yang jika dilakukan dengan baik oleh distributor inilah yang ikut menentukan juga apakah distributor itu bisa sukses atau tidak. Oleh karena itu, distributor haruslah menjadi manajemen yang bagus.

Mengapa kita harus menggunakan distributor lokal? Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

  1. Distributor lokal lebih menguasai medan atau wilayah secara detail.
  2. Distributor sudah memiliki sumber daya manusia yang siap pakai.
  3. Distributor sudah memiliki kapital yang siap untuk pengembangan lebih lanjut.
  4. Distributor sudah memiliki jaringan pelanggan yang mungkin bisa sangat berguna bagi Anda.
  5. Distributor bisa lebih dipercaya dan mereka bersedia menanggung risiko atas apa yang dilakukan dalam bisnisnya.

Namun, banyak kendala yang mungkin ditemui dalam memilih distributor, karena kebanyakan distributor yang ada berangkat dari pedagang (trader). Distributor dari pedagang yang ada ini belumlah cukup untuk disebut sebagai distributor profesional. Distributor profesional menurut para principal adalah mereka yang lengkap memiliki manajer, sales supervisor, tenaga penjual yang cukup, sistem komputer untuk menangani transaksi, memiliki jadwal kunjungan dan pengiriman, memiliki database pelanggan, serta memiliki hubungan dan kerja sama yang luas dengan banyak principal.

Tahap berikutnya adalah memperbaiki manajemen persediaan tradisional menjadi online. Jika sebelumnya distributor membuat suatu perencanaan dalam proses pembelian produk ke principal, kini hal tersebut bisa dilakukan secara online. Tak perlu lagi berbelit-belit lagi, karena principal sudah bisa melakukan estimasinya. Produk akan langsung dikirimkan ke distributor setelah melihat laporan secaraonline mengenai persediaan. Distributor akhirnya akan lebih mudah dalam mengontrol stok.

Mengingat pentingnya pengelolaan manajemen distributor dengan baik, distributor hendaknya menggunakan SOP sebagai landasan operasionalnya. Sedangkan dalam pelaksanaan SOP, tujuan yang ingin dicapai dalam aktivitas suatu pekerjaan adalah efektif dan efisien. Artinya, apabila para staf distributor sudah selesai melakukan pekerjaan dengan baik, maka hasil yang didapat juga akan baik. Uraian yang juga dibahas dalam buku ini adalah urutan principal untuk mencari mitra distributornya, serta bagaimana cara supaya bisa saling membantu dan bekerja sama.

Pada buku ini akan dijelaskan berbagai hal mengenai pengelolaan distributor dengan detail, mulai dari kerja sama principal dengan accounting, administrasi dan manajemen tenaga penjual distributor, sampai pada pengelolaan gudang, pengiriman, SOP, dan MoU distributor.

Jika tenaga penjual sudah pintar, distributor harus lebih pintar. Jangan sampai penjualan salesmanmelebihi target, tetapi akhirnya membuat bangkrut distributor. Kesuksesan pemasaran suatu produk selain terletak pada banyaknya produk yang dibuat produsen, sebenarnya juga berada di pundak distributor. Buku ini bagus digunakan bagi para pemilik usaha distribusi, pemilik toko (yang nantinya akan menjadi distributor), investor, sampai para pemasar. (Ivan Mulyadi/Majalah MARKETING)

GD Star Rating
loading...

PELATIHAN KIAT SUKSES MENGELOLA PIUTANG CUSTOMER

Memberikan kredIit pada customer seringkali menimbulkan dampak yang tidak di inginkan jika sales force tidak bisa mengelola piutang dagang customer tersebut dengan baik. Seringkali terjadi, karena tidak rutinnya sales force/collector untuk menagih, membuat customer kurang persiapan jika ditagih diluar jadwal. Selain itu pemberian produk yang diluar estimasi juga merupakan peluang terjadinya kredit macet pada konsumen. Selain itu kurangnya fokus dalam pengelolaan piutang dagang customer ini, juga bisa memicu kantor cabang merugi yang disebabkan kurang dilakukan audit piutang dagang di lapangan, skedule kerja collector yang kurang memadai dan kurangnya kontrol pihak atasan secara kesinambungan. Problem piutang dagang bad debt akan menjadi bom waktu jika tidak segera dikeola dengan baik, khususnya dalam pemantauannya. Pada pelatihan ini para peserta akan diberikan banyak pengetahuan bagaimana mengelola piutang dengan baik dan benar, melakukan berbagai pencegahan terhadap piutang bad debt, melakukan tindakan apabila terdapat piutang bermasalah, mengatur proporsi yang harus ditanggung jika terjadi piutang bad debt, serta hal lainnya dalam pengelolaan piutang yang akan menjadi bekal pimpinan cabang, sales supervisor maupun salesman/ collector itu sendiri agar terhindar dari kerugian akibat customer tidak membayar.

Peran piutang penjualan bagi perusahaan dan bagaimana memperlakukannya ( Kenapa AR (Piutang Customer) harus dikelola, Financial cyrcle, Alur sales dan alur kredit, status piutang penjualan, bagaimana memperlakukan piutang penjualan over due dan bad debt, mencatat transaksi penjualan, kesalahan pencatatan dan dampaknya)

Strategi mengelola Piutang penjualan (Track record, matrix prilaku debitur, gunakan route plan tagihan, lakukan negosiasi, melihat isyarat kebohongan customer, gunakan managemen persediaan, gunakan strategi pola kerja, Strategi mengelola piutang penjualan melalui audit lapangan, langkah-langkah audit lapangan, problem yang terjadi setelah audit lapangan, kendala audit lapangan, manfaat audit lapangan)

Strategi 

mengelola piutang bermasalah dan mencegah piutang bad debt (Mengelola piutang penjualan bermasalah, penyebab piutang bermasalah, dampak piutang penjualan bermasalah, gejala awal piutang penjualan bermasalah, reaksi penerima kredit dan reaksi pemberi kredit, Langkah-langkah selamatkan piutang bermasalah, mencegah piutang bad debt)

Performance sales force, aturan main dan tanggung jawab Sales force (Performance sales force Vs piutang penjualan, Tujuan memasukan AR (Piutang Customer) dalam performance, Gunakan grafik AR (Piutang Customer), rapatkan pengelolaan piutang penjualan, aturan main dan tanggung jawab sales force, Prosedur pelaporan piutang penjualan hilang, Shock terapi piutang penjualan)

TUJUAN PELATIHAN

  1. Memberikan pengetahuan cukup baik pada pimpinan kantor  cabang, Sales supervisor (Calon pimpinan cabang) dan collector dalam mengelola piutang dagang customer.
  2. Memberikan pengetahuan cukup baik pada pimpinan kantor  cabang , Sales supervisor (Calon pimpinan cabang) dan collector arti pentingnya pengelolaan piutang penjualan terhadap keberlangsungan usaha di kantor cabang.
  3. Memberikan pemahaman mengenai managemen piutang dagang secara keseluruhan untuk pimpinan cabang, sales supervisor dan collector agar kantor cabang terus meningkat secara penjualan meskipun penjualan tetap dilakukan secara kredit.

METODE PELATIHAN

Ceramah Interaktif, pemutaran film, latihan/workshop & contoh kasus.

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA: ” TRIK MENGELOLA KARTU KREDIT AGAR LEBIH KAYA” (BAG – 9)

”Kartu kredit ini jika digunakan dengan baik, serta dimanfaatkan untuk kepentingan mencari uang, maka kartu kredit akan sangat membantu.”

– Frans M. Royan –

TRIK MENGGUNAKAN KARTU KREDIT AGAR TIDAK TERLIBAT HUTANG

TRIK MENGGUNAKAN KARTU KREDIT AGAR TIDAK TERLIBAT HUTANG

Salesman yang kaya tidak hanya pandai menjual barang, tetapi pandai juga dalam mengelola kartu kredit. Kalau hanya pandai menjual saja, tetapi banyak hutang di kartu kredit maka salesman memiliki problem yang besar terhadap keuangannya. Kartu kredit yang digunakan sekenanya akan memunculkan biaya yang sangat banyak, seperti bunga pinjaman, biaya pengambilan tunai, biaya materai, biaya administrasi, biaya iuran tahunan serta biaya lainnya. Kartu kredit yang tidak ditangani pelunasannya dengan baik akan memberatkan keuangan salesman itu sendiri. Oleh sebab itu banyak sales menjadi miskin karena kurang memperhitungkan keuangan akibat dalam menggunakan kartu kredit.

Salesman yang kaya akan memperhitungkan hal ini agar terhindar dari terlilit hutang akibat menggunakan kartu kredit. Ada pula salesman yang anti dengan kartu kredit dengan pertimbangan takut terhasut oleh penggunaan kartu kredit. Alasan ini masuk akal, namun di sisi mobilitas salesman masih membutuhkan sarana yang bisa digunakan untuk keperluan mendadak dan menunjukan prestise. Ada beberapa salesman untuk produk tertentu yang harus mengeluarkan uang untuk kegiatan entertaint. Nah, untuk kegiatan ini jika mengandalkan uang tunai tidaklah mungkin, berapa banyak yang akan dibayar belum bisa diketahui. Apalagi jika keperluan itu untuk hal-hal yang mendadak.

Salesman kaya dalam menggunakan kartu kredit tentunya sangat bijaksana. Jika sudah menggunakan, ia akan segera menyelesaikan kartu kredit, dan tidak mau membayar cicilan minimum. Membayar cicilan minimum dapat memperumit masalah karena harus menghitung sendiri dan rapi dalam menyimpan file tagihan. Mengelola keuangan lewat kartu kredit jika tidak jeli akan sangat membahayakan. Sekarang ini membeli apa saja akan mudah jika hanya berbekal kartu kredit. Konsekuensinya jika tidak bisa mengelola maka salesman yang banyak uangnya juga bisa terlilit hutang. Di bawah ini akan diulas berbagai hal yang berhubungan dengan bagaimana mengelola kartu kredit agar tidak terlilit hutang.

Sadar fungsi kartu kredit

Salesman kaya akan menyadari pentingnya fungsi kartu kredit. Kalau ada teman yang tidak mau menggunakan kartu kredit merupakan kebebasan individu. Kartu kredit akan memiliki manfaat yang besar jika kondisi urgent.  Misalnya ketika sedang travelling ke luar kota dan kebetulan harus membayar hotel dalam jumlah tertentu, maka kartu kredit dapat membantu banyak. Di luar kota selain bahan bakar, biaya parkir, makan, terkadang harus membelikan oleh-oleh untuk orang kantor. Membayar semua kebutuhan selama di luar kota dengan uang tunai dapat merepotkan terutama jika juga mendapat uang tunai dari pelanggan. Campur aduknya keuangan ini juga dapat menimbulkan selisih perhitungan. Serta yang tidak disadari pula keinginan membeli berang-barang yang menarik hati tidak bisa terbendung. Pengalaman memberikan bukti kalau sedang mengadakan perjalanan diluar kota banyak biaya yang akan dikeluarkan.

Kartu kredit akan banyak membantu dalam pembayaran berbagai hal yang nilainya cukup besar. Selain itu adanya kartu kredit juga sangat membantu jika proses klaim di kantor memiliki tenggang yang agak lama. Kalau klaim baru dibayar seminggu kemudian, dan anda membutuhkan biaya operasional lagi, maka uang tunai yang sudah digunakan tidak akan cukup menunjang operasional berikutnya. Jadi yang praktis dan bisa membantu adalah kartu kredit. Kartu kredit kan bisa dibayar sebelum jatuh tempo sebulan kemudian. Sementara itu klaim yang sudah cair bisa membantu biaya operasional berikutnya dan membayar kartu kredit yang jatuh tempo.

Salesman yang kaya sadar bahwa fungsi kartu kredit hanya sebagai penyedia dana bukan sebagai sumber dana. Itu artinya jika menggunakan kartu kredit berarti anda telah berhutang. Namun banyak salesman miskin yang mengira kartu kredit itu sebagai sumber dana, sehingga ketika hutang semakin menumpuk, ia kesulitan membayar. Problemnya sebenarnya sepele, ia mengabaikan pembayaran yang mestinya harus dilakukan. Ia tenang saja karena bisa membayar cicilan minimum. Ketika ia menggunakan lagi, dan menggunakan lagi maka hutangnya semakin menumpuk. Apalagi jika salesman tersebut memiliki banyak kartu kerdit.

Sebenarnya kartu kredit bisa menjadi sebagai sumber dana jika digunakan dengan tepat. Hal ini sangat masuk akal jika salesman mengembalikannya sebelum jatuh tempo, atau ia menggunakan untuk membeli kebutuhan urgent dan kemudian segera mengembalikan. Kuncinya agar tidak terjerat oleh kartu kredit, segeralah mengembalikan sebelum jatuh tempo. Serta hindarilah membayar cicilan minimum.

Membayar tepat waktu kartu kredit

Penggunaan kartu kredit selain dapat membantu biaya operasional dan kebutuhan hidup lain. Kartu kredit juga dapat menjebak orang masuk dalam jurang yang gelap. Artinya ia akan kesulitan jika sudah terlilit oleh hutang yang menumpuk. Salesman kaya selalu memperhatikan kartu kreditnya dan akan membayar segera jika sudah jatuh tempo. Ia juga menghindari pembayaran minimal, sebagai pertimbangan pembayaran minimal dapat mengajak orang untuk gampang menggunakan kartu kredit. ” Bisa dicicil saja kok repot” pasti pikiran kita seperti ini. Justru dengan pikiran seperti ini kita akan dijebak oleh kartu kredit. Dan seringkali sales miskin kejebak oleh hal ini.

Pembayaran minimal selain dapat menghambat konsentrasi anda pada pekerjaan, anda juga akan terkena bunga. Kenapa dapat mengganggu pekerjaan anda, sebab anda pasti akan selalu menghitung berapa sih hutang saya. Serta banyaknya pikiran-pikiran tentang hutang dapat menyebabkan anda terganggu dalam pekerjaan. Oleh sebab itu menyelesaikan sekaligus sebenarnya memperingan pikiran anda akan hutang-hutang anda. Tapi bagaimana kalau tidak ada uang? Nah, ini kasus lain. Kalau tidak ada uang mencicil adalah alternatif, namun tujuan akhir adalah segera menyelesaikan hutang itu agar tidak berlarut-larut. Membayar tepat waktu adalah suatu cara agar anda dapat mengelola kartu kredit anda dengan benar.

Jadi jangan remehkan kartu kredit. Kartu kredit yang digunakan dengan benar akan menjadi sahabat, tetapi jika tidak digunakan dengan benar akan menjadi musuh. Anda bisa-bisa dikejar-kejar debt collector yang kejamnya minta ampun. Selain dikejar-kejar, anda akan merasakan tekanan psikologis, sebab akhirnya semua orang tahu kalau anda memiliki banyak hutang, terutama tetangga, teman kantor atau mertua anda. Hi, tentunya ngeri sekali!

Ide pemanfaatan kartu kredit

Kartu kredit ini jika digunakan dengan baik, serta dimanfaatkan untuk kepentingan mencari uang, maka kartu kredit akan sangat membantu. Penulis memiliki bawahan (salesman) yang selalu datang ke klub, dimana klub itu menjual rokok Djie Sam Soe dengan harga yang sama dengan harga pasaran. Rekan saya kemudian membeli rokok-rokok itu setiap sabtu menggunakan kartu kredit yang dimilikinya. Setelah itu ia menjual rokok itu ke grosir dengan harga yang sama. Rokok ini oleh pabrik tidak dijual lepas kendali sehingga stoknya menumpuk di grosir. Grosir akan mendapatkan jatah lebih kecil dari pada permintaan konsumen, sehingga grosir kekurangan stok dan rekan saya begitu mudah menjual rokok itu.

Hasil penjualannya digunakan membeli perangko dan materai. Sore hari sepulang kerja, ia kemudian keliling ke toko-toko yang membutuhkan materai dan prangko. Ia menjual materai dan perangko dengan cara  tunai. Dari penjualan perangko dan materai ini ia mendapatkan selisih harga dan merupakan keuntungannya. Sebelum jatuh tempo ia bayarkan ke kartu kreditnya. Begitu seterusnya ia berulang-ulang menggunakan kartu kredit untuk membeli rokok dan menjualnya, hasil penjualan dibelikan perangko dan materai, setelah itu menjualnya ke toko-toko setelah hutang kartu kreditnya jatuh tempo ia membayar kartu kredit itu. Ini ide pemanfaatan kartu kredit untuk sebuah usaha.

Ada lagi yang mengambil uang tunai dari kartu kredit kemudian digunakan untuk membeli kartu hand phone perdana dan voucher isi ulangnya. Kartu yang dibelinya itu kemudian dijual di berbagai toko hand phone, dan ia membayar kartu kreditnya sebelum jatuh tempo. Ia lakukan berulang kali untuk mendapatkan margin dari kartu perdana dan voucher isi ulang. Ide ini sudah pernah di kisahkan pada buku berjudul ”tetap kaya di masa sulit” dan ini adalah kisah riil dan pernah dilakukan seorang rekan.

Trik penggunaan kartu kredit dilakukan pula oleh salesman kaya dengan membeli barang-barang murah, dan kemudian menjualnya kembali dengan harga normal. Namun untuk membayar barang-barang itu ia menggunakan kartu kredit. Dengan demikian ia memperoleh selisih harga yang merupakan keuntungannya. Kalau anda memiliki banyak ide tentang hal ini sebaiknya tulisakan ide-ide tersebut.

 

 

Tulislah ide-ide anda dalam penggunaan kartu kredit sehingga anda mendapatkan uang dari kartu kredit itu!

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Memaksimalkan utilisasi kartu kredit

Agar tidak terbelit oleh hutang dan penggunaan kartu kredit yang tidak maksimal sebaiknya mengevaluasi kartu kredit yang digunakan. Orang memiliki kartu kredit sebanyak 6 bank yang berbeda sudah wajar sekali, sebab sekarang ini pihak bank sangat mudah memberikan kartu kredit, apalagi kalau sudah pernah memiliki kartu kredit. Kartu kredit sebelumnya bisa menjadi refrensi bagi bank yang menawarkan kartu kredit. Salesman seringkali menggunakan kartu-kartu kredit itu. Tetapi apakah kartu kredit yang dimilikinya itu maksimal atau tidak? Oleh sebab itu salesman wajib mengevaluasi utilisasi kartu kredit dengan cermat. Menggunakan kartu kredit yang menganggur juga dikenai biaya misalnya uang iuran, biaya materai, biaya administrasi serta lainnya. Meskipun ada bank yang membebaskan uang iuran selama setahun atau lebih, namun anda juga dikenai biaya lain-lain. Untuk itu hitunglah pemakaian rata-rata anda dalam pengunaan kartu kredit itu.

Caranya selama enam bulan coba anda hitung penggunaan kartu kredit itu. Jika kartu kredit yang anda miliki sebanyak 6 dan masing-masing memiliki plavon 3,5 juta anda tinggal mengalikan limit anda. Limit kartu kredit anda sebanyak 6 bank itu sebesar  21 juta. Nah, jika anda selalu menggunakan setiap bulan hanya sebesar 5 juta, maka anda sudah kelebihan sebanyak 4 kartu kredit. Kartu kredit sebanyak 2 bank saja sudah cukup karena sudah mengcover kebutuhan anda. Jadi maksimalkan penggunaan kartu kredit dari pada harus mengeluarkan biaya yang tidak ada manfaatnya. Kita cenderung tidak sadar jika sudah menggunakan begitu banyak kartu kredit dan membayar iuran kartu kredit, padahal kalau mau dihitung kartu kredit itu dapat menyebabkan anda bisa kebelit hutang. Banyak rekan-rekan yang terbelit hutang dan dikejar-kejar oleh debt collector karena penggunaan kartu kredit yang salah. Kartu kredit dipikir sebagai sumber dana padahal hanya penyedia dana saja untuk sementara. Jadi janganlah pekerjaan anda terganggu hanya karena kesulitan membayar kartu kredit. Maka tutuplah kelebihan kartu kredit anda agar anda tidak memikul beban yang berat untuk pembayaran hutang itu.

Mencegah terlilit hutang kartu kredit

Pekerjaan yang paling sulit di dunia ini adalah melepaskan dari kebelit hutang yang mencekik. Orang-orang yang tidak tahan terhadap tekanan dan teror penagih hutang akhirnya melarikan diri. Ini bagi yang tidak bertanggung jawab. Sebagai salesman tentunya juga sering mendapati para pedagang yang akhirnya kabur setelah terlilit banyak hutang. Biasanya usaha mereka awalnya lancar, oleh karena tidak bisa mengelola keuangan akhirnya kreditnya tidak lancar. Sama halnya dengan yang dilakukan salesman miskin, ia sangat menderita lantaran tidak bisa mengontrol keuangannya. Awalnya mungkin  mencicil pembayaran dengan jumlah yang kecil, setelah itu ia tidak membayar yang cukup besar. Kemudian mulai terlilit hutang. Bagaimana agar tidak terlilit hutang?

Ada beberapa resep agar tidak terlilit hutang : 1) aturlah keuangan anda dan berbelanjalah yang dibutuhkan saja. 2) Serta gunakanlah kartu kredit jika dalam kondisi mendesak. 3) Bayarlah kartu kredit sesegera mungkin dan hindari membayar cicilan minimum jika tidak mendesak. 4) Catatlah semua pengeluaran yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit. 5) Kurangi kartu kredit jika penggunaannya tidak maksimal dan segera tutup kartu kredit tersebut.

Mengatur keuangan dengan berbelanja yang ”dibutuhkan” saja sangatlah bijaksana. Tidak semua orang mampu melakukan hal ini, tetapi kalau dipaksakan semua orang pasti bisa. Ada pepatah yang mengatakan bahwa ”penghasilan besar pengeluaran pasti besar”. Orang yang bergaji besar bisa memiliki banyak hutang, sementara itu orang yang bergaji kecil tidak sampai terlilit hutang. Tentu ada rahasia yang perlu diketahui, kenapa orang bergaji besar masih terlilit hutang sementara itu yang bergaji kecil malah bebas hutang. Nah, ini sangat berhubungan sekali dengan prilaku pembelian. Sejauh mana anda dapat mengendalikan pembelian anda. Kalau gaji besar dengan pembelian yang besar tentu saja orang bergaji besar berapapun akan habis dan banyak hutang. Sementara itu bagi yang penghasilannya kecil kalau hemat dalam mengeluarkan uangnya maka iapun akan terbebas dari hutang. Oleh sebab itu kendalikan pengeluaran anda, dan berbelanjalah apa yang dibutuhkan saja.

Pergunakanlah kartu kredit jika dalam kondisi terdesak. Walau salesman selalu membutuhkan uang untuk biaya operasional, namun menggunakan kartu kredit ini tidaklah masalah sejauh penggunaan kartu kredit itu dalam kondisi urgent. Salesman akan beresiko jika selalu menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan yang sangat konsumtif. Seperti membeli hand phone, TV LCD, kamera digital serta barang elektronik lainnya dengan cara berhutang. Apalagi ketika tagihan muncul, pihak salesman membayar cicilan minimum. Serta kemudian muncul lagi pembelian yang mengakibatkan hutangnya bertumpuk-tumpuk.

Bayarlah kartu kredit sesegera mungkin dan hindari membayar cicilan minimum jika tidak mendesak. Membayar cicilan minimum beresiko terlilit hutang. Orang membayar cicilan minimum adalah indikasi seseorang mulai kekurangan uang akibat pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan. Sebaiknya kalau tidak terdesak membayar semua hutang melalui kartu kredit akan lebih bijaksana.

Lebih bijaksana lagi jika mau mencatat semua pengeluaran yang menggunakan kartu kredit. Semakin cermat mencatat berarti tidak ada hutang sepeserpun yang terlupa, dan anda juga akan siap dengan pembayaran yang akan datang. Memang bank penerbit kartu kredit akan mengirimkan tagihan sesuai dengan jumlah belanjaan anda. Tetapi kalau anda tidak mencatat berbagai belanjaan, bisa jadi belanjaan anda akan melewati anggaran yang anda sediakan. Nah, kalau uang yang anda keluarkan melebihi anggaran yang sudah disediakan, maka anda akan kesulitan pula dalam menangani pembayaran kartu kredit anda.

Pesan terakhir agar tidak terlilit hutang akibat penggunaan kartu kredit adalah kurangi kartu kredit jika penggunaannya tidak maksimal dan segera tutup kartu kredit tersebut. Anjuran ini adalah untuk menghindari iuran tahunan, fee atas pengambilan tunai, materai, atau biaya administrasi lainnya. Sebaiknya anda menghitung pengeluaran rata-rata yang dilakukan via kartu kredit. Jika pengeluarannya rata-rata hanya 20% dari jumlah keseluruhan plavon kartu kredit, maka sebaiknya tutup kartu kredit anda agar anda tidak terbebani oleh biaya-biaya kartu kredit.

Tambahan satu lagi yang disampaikan oleh salesman kaya adalah ”jangan menggunakan kartu kredit jika penghasilan anda tidak ditunjang komisi”. Anjuran ini ada benarnya, kalau selama ini anda tidak pernah mencapai target, maka jangan coba-coba menggunakan kartu kredit. Salesman kaya selalu mencapai target penjualan dan salesman miskin tidak pernah mencapai target penjualan. Komisi yang didapat merupakan vitamin keuangan anda. Kalau ada komisi maka pengeluaran lebih dari anggaran masih ditutupi dengan komisi, tetapi kalau tidak ada komisi, siap-siaplah anda berhemat. Berhemat adalah senjata pamungkas agar anda tidak terlilit hutang dari kartu kredit yang anda gunakan.

GD Star Rating
loading...

MANAJEMEN AIR ASIA SIAPKAN ASURANSI KECELAKAAN QZ8501

[JAKARTA] Manajemen Maskapai penerbangan AirAsia berjanji memenuhi tanggung jawabnya kepada penumpang pesawat QZ8501 yang hilang pada Minggu (28/12) pukul 07.55 WIB.
CEO AirAsia Group, Tony Fernades mengatakan, saat ini pihaknya akan berusaha melayani proses asuransi kepada 132 penumpang yang ikut dalam penerbangan QZ8501.
“Klaim asuransi sedang diproses dan keluarga penumpang akan tetap terlindungi sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia,” ujar Tony.
Ia juga mengaku saat ini maskapai AirAsia tidak terlalu terpengaruh dengan kecelakaan pesawat tersebut dan tetap berjalan dengan normal.
Fernandes mengaku tidak ada maskapai penerbangan manapun di dunia yang bisa menjamin 100% tidak akan terjadi kecelakaan selama pengoperasian rute perjalanan.

“Banyak faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan sebuah pesawat, dan selama 30 tahun terakhir tidak ada satupun CEO maskapai di dunia yang bisa memastikan tidak ada kecelakaan dalam penerbangannya,” tambah Fernandes.
Terkait proses refund kepada 23 penumpang yang tidak jadi terbang pada penerbangan pesawat AirAsia QZ8501, Fernandes mengatakan, pihaknya akan mengecek hal itu.

“Kita sedang cek data penumpang, dan selama proses refund berjalan kita hanya menerima 18 permintaanrefund,” tandas Fernandes. [CRB/L-8]

Sumber : Suara Pembaruan

 

GD Star Rating
loading...

CARA EFEKTIF MEMASARKAN PRODUK HASIL PRODUKSI MANUFACTURING

Seringkali perusahaan salah langkah ketika memasarkan produk  yang dihasilkan oleh pabrik yang baru dibangunnya. Untuk sementara pembuatan produk semata-mata untuk memenuhi trial mesin industry yang canggih. Sedangkan pasar yang akan dibidik masih abu-abu, kalaupun sudah melalui riset yang mendalam tetapi masih ada yang ketinggalan yaitu saluran pemasaran yang belum diketahui dengan pasti.

Untuk mengatasi hal ini ada salah satu cara adalah membangun saluran pemasaran local yang tentu saja kurang menjadi perhatian selama ini. Khususnya perusahaan multi nasional yang baru masuk ke pasar Indonesia, umumnya akan menyerahkan kepada Distributor Tunggal yang tidak bisa bekerja secara detail. Seperti yang diketahui persaingan pasar di Indonesia begitu ketat, dengan strategi pamungkas masing-masing perusahaan lokal, perusahaan yang baru masuk tidak bisa melawan produk local. Kegagalan demi kegagalan terjadi satu persatu.

Lalu bagaimana mengatasinya? Kerja sama dengan para pemain local adalah kuncinya. Tunjuklah distributor local sebagai mitra bisnis sehingga produk yang sedang diproduksi dengan mesin canggih tidak gagal total di kancah persaingan yang gencar. Mengapa harus menggunakan Distributor local? Alasannya adalah :

  1. Distributor local memiliki saluran distribusi yang sangat detail di wilayah masing-masing sesuai dengan area cover yang dimilikinya.
  2. Distributor local telah dikenal oleh saluran retail dan grosir yang sudah diketahui oleh mereka sehingga setiap kehadiran produk baru berkat pertolongan para penyalur ini bisa terpenetrasikan ke customer lebih intensif.
  3. Oleh karena sudah bekerja bertahun-tahun dan saling berhubungan dengan penyalur kecil tersebut, maka lebih dipercaya apabila Distributor local memberikan produk ke saluran itu dengan cara konsinyasi ataupun dengan cara tunai. Toh mereka bisa mengembalikan ke distributor local sewaktu-waktu jika tidak laku. Berbeda dengan distributor tunggal yang jangkauannya cukup jauh dan sulit diajak komunikasi jika terjadi sesuatu dengan produk pra- launchingnya.
  4. Bekerja dengan banyak distributor local bagaikan meletakan pundi-pundi uang ke keranjang tidak sama sehingga resiko yang terjadi terbagi di berbagai kantong-kantong, artinya jika terjadi kerugian maka tidak hanya pada satu titik, karena kerja sama dengan distributor tunggal.
  5. Distributor local akan menerima segala resiko piutang penjualan yang tidak perlu harus ditanggung oleh produsen. Oleh sebab itu bisa berbagi dengan berbagai distributor local mengenai resiko piutang adalah keunggulan jika memasarkan produk menggunakan saluran distributor local.

Oleh sebab keungulan-keunggulan tersebut diatas apabila pembaca sedang memiliki produk dan sekarang sedang diproduksi dan belum menemukan model penyalurannya, maka silahkan menggunakan metode ini sebagai cara memasarkan produk baru yang dibuat oleh mesin canggih seperti apapun. Silahkan cek produk yang dihasilkan mesin canggih ini sangat berhasil ketika di pasarkan dengan saluran distributor local.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dan apabila menginginkan informasi sangat detail silahkan hubungi 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com. Kami siap membantu!

 

 

GD Star Rating
loading...

Agu 16

PAKET IMPLEMENTASI SOFWARE ACCOUNTING SUKSES

Banner Software TerintegrasiMengapa paket implementasi software accounting sukses sangat penting di perusahaan anda? Antara lain manfaatnya adalah:

  1. Perusahaan terhindar dari kekacauan fungsi pekerjaan karyawan yang over lapping. Mengubah karyawan yang generalis menjadi spesialis, dengan demikian karyawan akan fokus dengan tugas dan tanggung jawab inti.
  2. Perusahan dapat meminimalkan budget untuk lisensi software sebab sistem manajemen sudah dirapikan sehingga perusahaan dapat menghemat budget untuk pembelian software accounting.
  3. Perusahaan akan terhindar dari fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh karyawan melalui perangkat teknologi yang canggih. Mengubah data dan memanipulasi data. Paket layanan implementasi software accounting sukses akan membantu set up hak akses yang tepat bagi pengguna software accounting.
  4. Perusahaan akan mendapat bimbingan secara manajemen, dan manfaat pendampingan yang dilakukan konsultan manajemen dan accounting.
  5. Perusahaan akan rapi secara sistem dan intruksi operasional lisan didokumenkan secara tertulis menjadi Job description, SOP (Standard Operating procedure)  dan intruksi kerja.
  6. Perusahaan bisa menentukan dan menyediakan sumberdaya dengan beban kerja yang sudah teranalisa melalui job analisis setelah menggunakan software accounting.
  7. Serta manfaat lainnya yang membantu operasional perusahaan secara keseluruhan. Khususnya yang berkaitan dengan implementasi software accounting dan operasional perusahaan lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Groedu International Consultant
City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Telphon : 031-33311179
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com
website : www.konsultanmanajemenoutopilot.com

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

Mei 21

MENGENAL SECARA LEBIH MENDALAM TENTANG DUNIA BISNIS RITEL MODERN DAN RITEL TRADISIONAL

Apakah Anda sekalian sudah tahu dan bahkan mungkin sudah berkenalan secara lebih dekat dengan ritel modern dan ritel tradisional. Pepatah lama yang mengatakan bahwa “Tak kenal maka tak sayang”. Oleh karena itu kali ini secara khusus untuk yang masih awam terhadap dunia ritel modern dan tradisional, atau bahkan mungkin yang sudah lama hidup di dunia ritel dan ingin lebih memperluas lagi pengetahuannya seputar dunia ritel. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang membedakan antara ritel modern dan ritel tradisional :

1. Letak Display Lebih Terbuka.

Berbeda dengan ritel tradisional, pemajangan barang jual pada ritel modern lebih bersifat terbuka. Para pembeli bisa dengan bebas : melihat, memegang, memilih barang yang disukai dan akan dibeli. Terdapat beberapa item jual yang juga telah menyertakan sample sehingga bisa dicoba terlebih dahulu sebelum akan membelinya contohnya adalah : parfum, make up wajah, dan lain-lain). Pemajangan secara terbuka mampu menyajikan pilihan produk yang lebih beragam.

Ritel Modern

Kelemahan dari display terbuka adalah membutuhkan ruangan yang lebih luas. Semakin luas ruang yang dimiliki maka akan semakin beragam pula jenis barang yang dijual, namun semakin besar pula biaya sewa yang nanti harus dibayarkan. Jauh berbeda dengan bisnis ritel tradisional yang menerapkan pemajangan barang tidak terbuka, dan seringkali menimbulkan beragam pertanyaan dari pihak pembeli, apakah penjual memiliki barang yang sedang mereka cari dan mereka butuhkan? Barang yang tidak tersusun dengan rapi, terlihat bertumpukan satu sama lainnya akan tidak terlihat dan sangat sulit untuk dicari apabila ada pembeli yang sedang membutuhkan barang yang tertumpuk paling bawah. Akibatnya barang tersebut tidak terlihat dan terancam akan gagal terjual.

Maka dari sinilah peran dari si penjaga toko sangat dibutuhkan. Secara umum pembeli akan mencari dan mencoba untuk bertanya kepada si penjaga toko yang jutek, terus ngejawab pertanyaan Anda sambil bermaen game smartphone. Pastinya membayangkan saja sudah sangat malas bukan! Seperti halnya pepatah cina kuno yang mengatakan bahwa “jangan pernah membuka toko apabila tidak bisa tersenyum”. Itulah mengapa begitu pentingnya anjuran untuk menggosok gigi .

2. Fixed Price (Harga Tetap).

Harga yang berlaku pada ritel modern adalah yang harga tetap, harga pas, sama sekali tidak ada tawar menawar. Para pembeli bisa dengan mudah mengetahui harga jual barang sesuai dengan keterangan yang tertera pada rak displaynya.

Jauh berbeda dengan ritel modern, ritel tradisional mengharuskan para pembelinya untuk bertanya kepada para penjual untuk mengetahui harga barang tersebut. Bisa jadi Anda membeli dengan harga kemahalan apabila tidak mengetahui standar dari harga pasar yang sebenarnya.

Warung yang memiliki banyak pelanggan biasanya adalah warung yang jujur dengan pembelinya plus boleh berhutang/kas bon..hehe. sama sekali tidak ada tipu-tipu, tidak khawatir. No money no dong maksudnya adalah tidak ada uang boleh ngutang.

3. Self Service (Swalayan).

Pada rata-rata ritel modern proses pembelian barang bisa dilakukan pelanggan dengan sendirinya, mengambil trolley atau keranjang belanja, memilih dan mengambil barang sesuai dengan kebutuhan dan informasi harga yang tertera, langsung membayar barang belanjaan di kasir. Hal ini menyebabkan peritel modern sanggup melayani pelanggan yang lebih banyak apabila dibandingkan dengan ritel tradisional. Peritel tradisional tidak bisa menerapkan self service seperti ritel modern, dan untuk mengetahui harga barang serta untuk menemukan produk yang sedang dicari pelanggan sangat bergantung kepada bantuan si penjaga toko.

Untuk dapat membantu dalam melayani pelanggan yang lebih banyak, peritel modern harus menggunakan teknologi, penggunaan mesin kasir seperti POS (point of sale) untuk setiap transaksinya di kasir sangat dibutuhkan. Mesin ini juga bisa dengan mudah membantu para staff kasir dalam mengetahui harga dari setiap barang yang nanti akan dibeli oleh pelanggannya. Pasti Anda tidak mungkin bisa membayangkan apabila Anda atau kasir Anda disuruh untuk mengingat ribuan item barang yang Anda jual satu per satu. Apakah Anda berani untuk mencobanya?

Ritel Tradisional

4. Biaya operasional.

Berdasarkan pada berbagai penjelasan di atas, maka sudah sangat jelas bahwa biaya operasional dari ritel modern terbilang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan ritel tradisional. Oleh karena itu biasanya bisnis ritel modern akan menargetkan pasar dari konsumen dari kelas menengah ke atas, dan malah ritel tradisional adalah sebaliknya.

Demikianlah beberapa informasi yang harus Anda ketahui seputar perkenalan dengan dunia ritel baik itu adalah ritel modern dan ritel tradisional, semoga bermanfaat dan salam sukses untuk kita semua. Apabila dikemudian hari membutuhkan bimbingan dan pendampingan dalam menyusun ulang bisnis ritel, atau mendirikan bisnis ritel baru. Silahkan menghubungi kita di groedu@gmail.com atau kontak kami di 0818521172 atau di 081-252982900. Kami siap membantu. ( Frans M. Royan, SE,MM)

GD Star Rating
loading...

Mei 16

TIPS TENTANG BAGAIMANA MEMULAI MEMBUKA BISNIS BARU BAGI PEMULA

Apakah Anda ingin memulai usaha namun masih bingung tentang bagaimana memulainya? Berikut ini adalah panduan singkat tentang bagaimana cara untuk memulai dan membuka usaha.

Setidaknya Anda harus mempersiap tentang apa saja yang Anda butuhkan dalam memulai dan ingin membuka bisnis baru. Banyak orang pada awalnya akan merasa takut untuk memulai untuk membuka sebuah bisnis baru, karena takut gagal atau takut tidak memiliki modal.

Setidaknya terdapat lima poin yang harus Anda lakukan untuk dapat memulai dan membuka bisnis baru. Dan berikut ini adalah lima langkah yang harus Anda lakukan agar dapat memulai dan membuka bisnis baru Anda sendiri :

1. Membangun Jaringan.

Jika ingin memulai dan membuka bisnis baru setidaknya Anda harus membangun jaringan dan relasi yang lebih luas dan semakin banyak. Anda tidak bisa memulai dan membuka bisnis baru jika tidak bisa melakukan networking.

Memperbanyak jaringan sudah menjadi sebuah keharusan dan begitu pentingnya bagi keberlangsungan dari memulai dan membuka bisnis baru. Setiap orang akan dapat menjadi potensi sebagai konsumen atau bisa saja bekerja sama dengan Anda dalam memulai dan membuka bisnis baru milik Anda.

2. Mempersiapkan mental.

Banyak orang yang merasa ketakutan dalam memulai dan membuka bisnis baru, hal ini karena dalam pemikirannya sudah terlebih dahulu tertanam mental ketakutan akan kegagalan atau merasa bingung bagaimana dalam memulai dan membuka bisnis baru. Namun terkadang ada juga orang yang memiliki mental jika ingin memulai dan membuka bisnis baru harus memiliki rencana bisnis yang benar-benar sempurna sebelum akan memulainya.

Rencana dari bisnis usaha ini sangat diperlukan, namun juga tidak harus sempurna karena akan dapat disempurnakan pada saat bisnis sudah berjalan. Seorang pengusaha harus memiliki mental yang fokus dan disiplin. Dua hal inilah yang sangt diperlukan untuk dapat memulai dan membuka bisnis baru yang telah sebelumnya telah dipersiapkan dengan sangat matang. Jika mentalnya harus benar-benar sempurna, lalu kapan akan memulai bisnisnya? Benar bukan!

3. Persiapan Modal.

Modal merupakan salah satu faktor penting namun bukan yang utama dalam memulai dan membuka bisnis baru. Banyak orang yang ingin bisa memulai dan membuka bisnis baru, namun tidak memiliki modal sehingga tidak bisa berjalan dengan baik. Padahal, untuk memulai dan membuka sebuah bisnis baru sebenarnya juga bisa dilakukan tanpa modal atau hanya dengan modal kecil saja.

Modal terbagi menjadi tiga macam, yaitu :

1. Modal sendiri.
2. Mencari modal dari investor atau bank.
3. Modal secara partnership.

Modal sendiri dapat diraih dengan cara menabung, atau bisa juga memulai bisnis sendiri dengan tanpa modal seperi menjadi reseller (pengecer) sebuah barang.

Sedangkan untuk modal dari para investor atau bank, memang dibutuhkan adanya sebuah perencanaan bisnis yang benar-benar baik. Serta permodalan ketiga adalah dari hasil partnership, yaitu menggunakan asset yang sudah ada sebagai modal awal dalam bekerja sama dengan orang lain. Seperti halnya memanfaatkan rumah untuk menjual barang yang dititipkan dan lain sebagainya.

4. Pemasaran atau Marketing.

Seorang pengusaha harus mengetahui kelebihan maupun kekurangan dari produk yang membedakannya dengan barang yang sejenis. Setelah itu, memadukannya dengan promosi yang menarik sehingga akan dapat menarik orang lain untuk segera membeli produk dari Anda. Marketing juga dapat dipadukan dengan networking, sehingga akan menjadi komunikasi marketing yang saling terintegrasi satu sama lain.

“Harga yang bisa dipadukan dengan berpromosi, seperti 50 orang pembeli pertama akan mendapatkan potongan, atau bisa juga menawarkan produk-produk kepada orang-orang yang masih kita kenal bukanlah sebuah langkah yang buruk bukan?

5. Mulailah dari sekarang.

Keempat langkah tadi tidak akan bisa berjalan dengan baik jika tidak dimulai dari sekarang. Dalam memulai dan membuka bisnis baru seorang pengusaha harus terus mengembangkan diri dengan cara belajar dari pengalaman atau sekedar dengan membaca buku serta mendatangi acara seminar-seminar para pengusaha untuk dapat semakin memotivasi diri sendiri.

Demikianlah lima tips tentang bagaimana cara dalam memulai dan membuka bisnis baru bagi seorang pemula. Semoga bisa bermanfaat dan apabila pembaca membutuhkan informasi atau bimbingan dalam mendirikan usaha baru, dalam berbagai sektor mulai ritel, Distributor atau pabrikan silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 0818521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu. (Frans M. Royan)

.

GD Star Rating
loading...

Mei 14

MANFAAT DAN FUNGSI DARI PENERAPAN SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURES)

SOP atau yang lebih sering disebut sebagai prosedur tetap (protap) merupakan sebuah penetapan yang tertulis tentang apa saja yang harus dilakukan, kapan, dimana dan oleh siapa saja serta dibuat untuk menghindari terjadinya berbagai tugas ganda atau variasi tugas dalam proses pelaksanaan kegiatan operasional bisnis oleh para pegawai yang pada akhrinya nanti akan menyebabkan semakin terganggunya kinerja organisasi dan terjadi ketidakjelasan antara tugas dan tanggungjawab dari masing-masing jabatan dari (instansi internal organisasi swasta/pemerintah) secara keseluruhan.

Dalam hal pembenahan struktur organisasi SOP memiliki beberapa manfaat penting bagi internal organisasi, dan manfaat tersebut diantaranya adalah (Permenpan No.PER/21/M-PAN/11/2008):

1. Sebagai standarisasi cara yang harus dilakukan oleh seorang pegawai dalam hal menyelesaikan pekerjaannya secara lebih terspesifikasi, agar dapat menekan bahkan untuk mengurangi terjadinya kesalahan dan kelalaian dalam hal pengerjaan tugas seorang karyawan.
2. Penetapan SOP akan sangat membantu para staff untuk menjadi lebih mandiri dan untuk mengurangi tingkat ketergantungan kepada intervensi dari pihak manajemen, sehingga akan semakin mengurangi tingkat keterlibatan dari pihak pimpinan dalam pelaksanaan berbagai proses operasional tugas dan tanggungjawab sehari-harinya.
3. Lebih meningkatkan tingkat akuntabilitas dan transparansi bisnis dengan cara mendokumentasikan berbagai pemilahan tugas dan tanggungjawab secara lebih khusus dalam melaksanakan tugas-tugasnya masing-masing.
4. Menciptakan ukuran standar dari kinerja yang nanti akan memberikan para karyawan sebuah cara yang lebih konkret untuk memperbaiki kinerja serta akan dapat membantu dalam mengevaluasi berbagai usaha yang telah dilakukan.
5. Menciptakan bahan-bahan training yang pada akhirnya akan dapat semakin membantu para karyawan baru untuk menjadi lebih cepat beradaptasi dengan pekerjaannya sendiri dalam melaksanakan segala tugas-tugas dan tanggungjawabnya.
6. Menunjukkan adanya kinerja bahwa organisasi menjadi lebih efisien dan dapat dikelola dengan baik.
7. Menyediakan pedoman bagi setiap karyawan pada unit pelayanan dalam melaksanakan pemberian pelayanan sehari-harinya.
8. Menghindari terjadinya tumpang tindih terhadap pelaksanaan tugas dan pemberian pelayanan.
9. Membantu penelusuran terhadap terjadinya kesalahan-kesalahan secara prosedural dalam memberikan pelayanan. Menjamin proses pelayanan agar tetap berjalan dalam berbagai situasi yang terjadi.

Sedangkan fungsi utama dari SOP sendiri adalah sebagai berikut :

1. Dapat semakin memperlancar tugas dari para petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
2. Sebagai dasar hukum apabila terjadi penyimpangan tugas dan wewenang atau tanggungjawab.
3. Mengetahui dengan lebih jelas tentang berbagai hambatan-hambatannya dan cukup mudah untuk dilacak.
4. Mengarahkan para petugas/pegawai/karyawan untuk sama-sama saling berdisiplin dalam bekerja.
5. Sebagai pedoman awal dalam melaksanakan pekerjaan rutin masing-masing jabatan.

Prinsip-prinsip dasar dalam penggunaan SOP

Dalam PERMENPAN PER/21/M-PAN/11/2008 telah disebutkan bahwa penyusunan SOP harus memenuhi prinsip-prinsip antara lain adalah : kemudahan dan kejelasan, efisiensi dan efektivitas, keselarasan, keterukuran, dinamis, berorientasi kepada para pengguna, kepatuhan terhadap hukum, dan kepastian tentang hukum.

1. Konsistensi.

SOP harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapapun, dan dalam kondisi seperti apapun juga oleh keseluruhan dari jajaran organisasi swasta maupun pemerintahan.
2. Komitmen.

Penerapan SOP harus dilaksanakan dengan komitmen secara penuh dari seluruh jajaran organisasi, mulai dari level yang paling rendah sampai kepada yang tertinggi.

3. Perbaikan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan SOP harus terbuka terhadap berbagai penyempurnaan-penyempurnaan untuk dapat memperoleh prosedur yang benar-benar lebih efisien dan efektif.

4. Bersifat mengikat.

Penerapan SOP harus bersifat untuk mengikat para pelaksananya dalam melaksanakan berbagai tugas-tugasnya harus sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
5. Seluruh unsur-unsur memiliki peran penting.

Seluruh pegawai/karyawan memiliki peran-peran tertentu dalam setiap prosedur yang sebelumnya telah distandarkan. Apabila karyawan tertentu tidak bersedia atau tidak mampu dalam melaksanakan segala perannya dengan baik, maka akan sangat mengganggu dari keseluruhan proses, yang pada akhirnya juga akan semakin berdampak kepada proses penyelenggaraan operasional perusahaan.

6. Tetap terdokumentasi dengan baik.

Seluruh prosedur yang telah distandarkan harus tetap didokumentasikan dengan baik, sehingga akan dapat selalu dijadikan sebagai referensi untuk setiap karyawan yang memerlukannya.

Semoga artikel diatas bermanfaat bagi pembaca. Apabila pembaca membutuhkan pendampingan dan bimbingan dalam pembuatan SOP untuk perusahaan bisnis yang mau didirikan maupun yang sudah berjalan, silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 08185-21172 atau ke 081-252-982900. Kami siap membantu. (Frans M. Royan)

GD Star Rating
loading...

Post sebelumnya «