1O CARA DALAM MENJUAL STOK BARANG LAMA DI TOKO RITEL ANDA

 

Bagi seorang pebisnis khususnya dalam bidang retailer selain sudah dipusingkan dengan pertarungan strategi persaingan melawan para kompetitor dan bagaimana caranya unuk merangkul sebagian besar konsumen mereka agar mau membeli lebih sering, lebih banyak, sampai akhirnya mau merekomendasikan produk kita kepada relasi/keluarga mereka, seringkali para pelaku bisnis retail ini harus dihadapkan dengan beberapa masalah bagaimana seharusnya unuk menjual stock-stcok barang sisa yang sudah lama karena biasanya untuk beberapa perusahaan retail mereka sebenarnya telah mempersiapkan stock beberapa item produk dalam kuota tertentu sebagai persediaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Keadaan pasar produk yang senantiasa dinamis bergerak naik dan turun terkadang menyebabkan  stok barang yang sudah mereka siapkan menjadi barang sisa yang sulit untuk dijual, dikarenakan percepatan kebutuhan konsumen akan sebuah produk semakin terus berubah. Kondisi seperti inilah yang seringkali menjadi faktor kerugian bagi beberapa pelaku bisnis retail khususnya para startup yang baru saja memulai bisnis.

Dalam upaya menekan cost kerugian agar tidak semakin parah dari kondisi tersebut salah satu solusinya adalah dengan mengurangi jumlah stock barang menjadi sistem P.O (pre order) dimana produk yang dipesan oleh konsumen akan diproduksi jika sudah memenuhi kuota tertentu, namun juga terkadang kita bisa menemukan upaya para pelaku bisnis ini yang tetap berusaha menjual stock barang sisa dengan harapan masih bisa meraup sedikit keuntungan. Nah berbicara tentang upaya menjual barang stock sisa atau barang lama mungkin ini adalah beberapa tips strategi yang bisa digunakan dalam menjual stock-stock barang lama Anda :

1. Garage Sales (Garasi Penjualan)
Cara ini seringkali dilakukan oleh beberapa pebisnis retail walaupun menggunakan istilah yang berbeda-beda pada dasarnya konsep program ini adalah event Garage Sales, dimana dalam kegiatan yang biasanya diselenggarakan di halaman depan toko dijual beberapa produk (item barang) yang biasanya stock barang sisa atau barang lama dengan penawaran harga yang sangat special (penawaran yang mungkin tidak akan konsumen dapatkan seperti biasanya disaat melaakukan pembelian secara reguler).

2. Discount For Selected Item (Diskon Untuk Barang Terpilih)
Nah ini juga salah satu cara yang lumrah digunakan oleh beberapa pebisnis retail berupa penawaran dengan iming-iming diskon yang bisa menjadi daya tarik persuasif bagi beberapa konsumen. Beberapa barang stock lama bisa kita jual dengan diskon khusus misalkan up to 50%, besar kecilnya diskon tentu saja harus disesuaikan dengan kategori dan jenis produk tersebut. Supaya lebih menarik dan meyakinkan konsumen, biasanya beberapa pelaku bisnis retail mencantumkan harga sebelumnya yang sudah di markup disandingkan dengan harga diskon yang sangat berbeda seolah-olah harganya sangat murah.

3. Packaging (Pengemasan)
Saat Anda memiliki budget khusus untuk melakukan packaging maka bisa menjadi salah satu upaya untuk dapat menambah nilai value dari produk stock lama tersebut dan bagaimana agar kita dapat mengemas kembali produk tersebut supaya lebih segar dan menarik bagi para konsumen, sehingga barang stock lama menjadi barang baru yang siap untuk dijual kembali kepada konsumen.

4. Copywriting
Tehnik copywriting juga menjadi salah satu faktor terpenting dalam penjualan, tidak hanya untuk barang stock lama saja namun juga berlaku untuk barang baru khususnya dalam menyampaikan serangkaian kalimat yang biasanya disertai gambar kedalam display promosi yang menarik dan persuasif bagi konsumen sehingga mereka tertarik untuk melakukan pembelian. Misalkan penawaran special khusus hari ini Anda cukup membayar seharga Rp. 99.999,- untuk mendapatkan barang ini, buy one get two, diskon hingga 50% khusus member. Intinya adalah bagaimana mengimplementasikan kreatifitas kita kedalam sebuah kalimat promosi yang persuasif dan menarik bagi konsumen.

5. Paket (Kombinasi Barang Lama Dengan Barang Baru)
Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk menekan produk stock lama yang tersisa adalah dengan sistem paket dimana produk tersebut kita kemas dan kita jual dengan produk dari stock yang terbaru. Misalkan sepatu yang merupakan produk stock lama dikemas dengan tas kulit yang merupakan produk stock baru, dan tentu saja value atau daya tarik yang dijual kepada konsumen merupakan special price dimana mereka bisa mendapatkan kedua item barang tersebut dengan harga yang special.

6. Bonus (On The Spot)
Persediaan barang lama tidak harus selalu dijual karena kita bisa menggunakannya sebagai item bonus (promo khusus untuk konsumen), dimana biasanya promo ini berlaku khusus konsumen yang melakukan pembelian on the spot pada periode tertentu misalkan konsumen yang pada periode promo ini melakukan pembelian pada kelipatan tertentu atau minimal Rp. 250.000,- maka akan mendapatkan bonus item berupa 1 set mug cantik *yang notabenenya adalah barang stock lama atau sisa. Semua kembali lagi kepada kekuatan copywriting promo yang menarik dan persuasif untuk menarik konsumen supaya membeli lebih banyak atau lebih sering untuk mendapatkan item bonus selama periode promosi. Selain menjadi item bonus program ini juga sebagai bentuk C.R.M Costumer Relationship Management bagi perkembangan bisnis retail kita.

7. Prize For Kuizz (On-line)
Kurang lebih sama dengan konsep Bonus (On The Spot) menjadikan produk stock lama sebagai hadiah untuk konsumen kita namun yang membedakan disini adalah lebih pada implementasi program. Jika sebelumnya kita berfokus pada aktifitas promosi di dalam toko (instore activity) kini kita lebih terfokus kepada promo online yang sekali lagi memanfaatkan fasilitas Social Media (Facebook & Twitter) sebagai media. Dalam hal ini kita mengajak fans ataupun follower kita untuk berpartisipasi mengikuti kuiz yang berhubungan dengan bisnis kita dimana hadiahnya adalah berupa item tertentu yang sudah disediakan. Misalkan Twitter pada saat konsumen berbelanja diminta mention bahwa dirinya sedang di sebuah retail store yang sedang menyelenggarakan promo diskon besar-besaran atau melalui Facebook fans diminta mengirimkan foto dirinya saat menggunakan produk kita dimana akan di publish di Facebook, yang paling banyak di like atau dikomentari berhak mendapatkan hadiah.

8. Item For Barter Promo (Item Untuk Barter Promo)
Produk barang stock lama juga bisa kita manfaatkan untuk menjalin kerjasama barter promo, misalkan sebuah retail store fashion kerjasama dengan sebuah cafe dimana retail store fashion misalkan memberikan 12 item produk stock lama sebagai hadiah promo cafe yang diajak barter tersebut, dimana setiap konsumen mereka yang berbelanja nominal atau kelipatan tertentu akan diberikan salah satu item tersebut. Feedbacknya bagi retail store fashion berhak menempatkan material promosi Flyer & Roll Banner di cafe tersebut, sebuah solusi promosi yang layak dilakukan bukan?

9. Display Change (Perubahan Tampilan)
Display barang di toko (retail store) terkadang menjadi alasan kenapa sebuah produk dibeli atau dihindari oleh konsumen, dengan demikian display barang juga menjadi bagian penting dalam proses menekan produk stock lama supaya terjual. Beberapa diantaranya bisa dilakukan upaya mengubah tampilan display “point of purchase” lebih menarik, menempatkan display produk stock lama di barisan paling depan, menempatkan display produk stock lama berdekatan dengan produk baru, atau misalkan menyatukan beberapa display barang stock lama dengan yang baru. Semua hal tersebut ditujukan supaya barang-barang stock lama bisa lebih sering terlihat atau pertamakali dilihat oleh konsumen sehingga kemungkinan pembelian akan semakin besar.

10. Tukar Barang Lama
Cara ini juga dapat dilakukan dengan membuat program penukaran barang lama, barang lama tersebut diberikan harga khusus kemudian konsumen dapat menggunakan uang hasil menjual barang lamanya untuk DP/ uang muka pembayaran barang baru tersebut. Produsen-produsen alat rumah tangga dan elektronik sering kali membuat program seperti ini untuk menghabiskan sisa stok barang mereka.

 

Sumber Utama : http://creasionbrand.blogspot.co.id/2012/06/10-solusi-menjual-stok-barang-lama.html

GD Star Rating
loading...

MEMAKSIMALKAN SOFTWARE SMS

Software SMS akhir-akhir ini semakin populer, sayang penggunaannya kadang tidak tepat. Ada yang menggunakan untuk kegiatan yang sangat negatif, misalnya menipu para pemegang hand phone, tetapi disisi lain software SMS akan memiliki daya guna yang sangat luar biasa apabila kita bisa memberdayakannya. Software SMS dapat digunakan banyak hal untuk berbagai perusahaan seperti pengelolaan Piutang penjualan, remainder untuk member customer perusahaan, `untuk mempromosikan jasa dan barang yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk mengelola piutang penjualan secara mekanisme bisa dilakukan yaitu dengan mengkonfimasi keberadaan piutang penjualan yang dimiliki oleh customer, sehingga customer dapat menjadwalkan pembayaran ke supplier tepat waktu sebab ada supplier yang akan memberikan diskon tambahan apabila customer bisa membayar tepat waktu atau membayar lebih awal dari TOP (Term of payment), selain itu bisa pula untuk remainder customer mengenai kedatangan seorang salesman ke tempat usaha customer. Sehingga salesman tidak buang-buang waktu pada saat lakukan kunjungan, khususnya bagi customer yang sering bepergian meninggalkan usahanya. Begitu pula Software SMS bisa untuk dipakai sebagai alat untuk mempromosikan jasa dan produk yang sedang ditawarkan kepada customer sesuai dengan sasaran. Nah, jangan sia-siakan software SMS dan gunakanlah semaksimal mungkin untuk menunjang kinerja perusahaan anda agar semakin meningkat dan semakin profit. Apabila anda ingin informasi lebih lanjut: klik ini atau www.softwareaccountingsurabaya.com , atau hubungi : 0818521172/031-33311179/ 0888-4800-511

GD Star Rating
loading...

TIPS MENGHINDARI CALON KARYAWAN YANG BERPENGARUH BURUK PADA PERUSAHAAN

Pewawancara atau bagian rekrutmen perusahaan sebaiknya berhati-hati dalam mengenali calon karyawan selama proses interview, terutama bagi calon karyawan yang ternyata memiliki pengaruh buruk (toxic employee) kepada tim dan organisasi perusahaan yang telah terbentuk dan bekerja dengan baik, sehingga pelamar-pelamar seperti ini perlu dihindari sejak awal sebelum terlambat diketahui dan sudah menjadi bagian dari perusahaan nantinya.

Di bawah ini adalah 14 pertanyaan yang dapat membuka sifat buruk dari calon karyawan:

  1. Menanyakan pertanyaan tentang berpengaruh buruk

Menanyakan satu hal yang tidak disukai dari pengalaman pekerjaan sebelumnya atau yang sekarang, tampaknya terlalu umum dan sudah dipersiapkan jawabannya dengan baik oleh pelamar. Namun dengan menanyakan sampai 5 hal yang tidak disukai akan mengungkapkan bagaimana strategi perubahan yang dimiliki ataukah tanda kenegatifan calon karyawan tersebut.

  1. Menanyakan momen terbaik dari pekerjaan sebelumnya

Sebagian besar pelamar dapat menutupi pengalaman buruk di tempat kerja sebelumnya, maka tanyakan tentang pengalaman baik mereka. Apabila calon karyawan menyebutkan momen terbaik dari pekerjaan sebelumnya tentang perayaan atau traktiran makan di perusahaan sebelumnya maka mereka hanya berpikiran dangkal dan tidak mengerti makna sebenarnya dari pekerjaan yang mereka lakukan.

  1. Menanyakan tentang bagaimana pelamar menangani situasi yang sulit

Calon karyawan yang tidak dapat menangani situasi yang sulit dan malah menimpakan kesalahan ke orang lain tetapi tidak pernah mengakui kesalahannya sendiri bisa menjadi pertanda bahwa karyawan tersebut dapat melakukan hal yang sama di dalam perusahaan di kemudian hari.

  1. Menanyakan tentang masa depan

Memberikan pertanyaan tentang rencana calon karyawan dalam 5-10 tahun ke depan akan membantu penilaian apakah pelamar tersebut cocok untuk berada di dalam perusahaan. Penilaian akan lebih mudah apabila jawaban pelamar tersebut memiliki visi yang sejalan dengan perusahaan dibandingkan dengan pelamar yang hanya menjawab hanya untuk keperluan interview semata.

  1. Melakukan proses wawancara secara kolektif

Satu atau dua orang dapat dikelabui oleh calon karyawan selama proses wawancara, sehingga apabila dilakukan proses wawancara dengan sebuah panel tim (tim pewawancara lebih dari 1 orang) maka akan lebih mudah untuk mengetahui seorang calon karyawan memiliki pengaruh buruk atau tidak. Namun lakukan proses wawancara seperti ini dengan melibatkan 2-3 calon karyawan.

  1. Bertanya pada pemberi referensi kerja

Melakukan tanya jawab pada pemberi referensi bagi calon karyawan (biasanya ex-supervisor), atau secara acak bartanya kepada rekan kerja (dapat dicari dari LinkedIn) calon karyawan tersebut bagaimana kinerjanya di perusahaan-perusahaan sebelumnya. Sebagian besar tidak akan terang-terangan berkata hal negatif tentang calon karyawan tersebut, namun demikian juga pada laporan kinerja mereka tidak akan terkesan luar biasa.

  1. Melakukan proses seleksi dengan tahapan-tahapan yang berbeda

Dengan melakukan proses seleksi dengan tahapan atau kegiatan yang berbeda dapat mengungkapkan sifat asli dari calon karyawan yang berpengaruh buruk. Seseorang mungkin dapat mudah untuk berperilaku baik selama satu jam (satu tahapan seleksi) namun akan sangat sulit melakukannya bila proses seleksi memakan waktu sehari penuh.

  1. Menanyakan tentang pengalaman calon karyawan

Merupakan sebuah keharusan untuk mendiskusikan pengalaman pelamar dengan cermat di pekerjaan sebelumnya, sehingga dapat menemukan orang-orang yang lebih suka menemukan diri mereka dalam pusaran drama daripada fokus pada pekerjaan yang dimilikinya.

  1. Menanyakan pertanyaan-pertanyaan negatif

Menanyakan pertanyaan seperti “Mengapa saya tidak harus menerima Anda?” akan membuka keaslian dari pola pikir calon karyawan yang sedang diwawancarai karena pertanyaan negatif akan memberikan peluang bagi pelamar yang memiliki pikiran positif daripada jawaban yang sudah dikarang-karang sebelumnya.

  1. Menemukan apakah calon karyawan suka menyimpan dendam

Calon karyawan yang menilai perbedaan-perbedaan mereka dengan orang lain namun masih percaya diri untuk mengemukakan opini mereka, akan lebih baik dalam berperilaku dan menjaga hubungan sosial daripada mereka yang hanya menceritakan tentang adanya permasalahannya dengan orang lain.

  1. Menanyakan pertanyaan tentang perilaku

Memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat situasional akan membantu penilaian terhadap perilaku calon karyawan di dalam situasi-situasi tertentu. Galilah secara mendalam jawaban dari calon karyawan tersebut akan dapat mengurangi kemampuan mereka untuk mengarang jawaban dan membuka jati diri mereka.

  1. Memperhatikan adanya komplain dari calon karyawan

Selama kegiatan wawancara, perhatikan apakah calon karyawan menceritakan komplain tentang pekerjaan dan perusahaan tempat bekerja sebelumnya. Apabila ternyata calon karyawan adalah seorang pengeluh, maka orang itu memiliki kecenderungan produktivitas kerja yang rendah.

  1. Menanyakan pertanyaan yang tidak umum dan menyimpang

Pewawancara dapat menyiapkan pertanyaan kejutan seperti “Kebohongan apa yang sering Anda ceritakan?” daripada pertanyaan umum seperti “Sebutkan kelebihan dan kekurangan Anda?” dan perhatikan bagaimana jawaban dari pelamar beserta gerak tubuhnya.

  1. Memperhatikan kata “kami”

Salah satu cara paling mudah untuk mengidentifikasi calon karyawan yang buruk adalah dengan memperhatikan jawaban calon karyawan dari pertanyaan tentang kesuksesannya di dalam pekerjaan, apakah calon karyawan tersebut memberikan apresiasi kepada rekan kerja atau hanya menceritakan usaha yang dilakukannya sendiri. Apabila jawaban yang kedua, maka pelamar tersebut memiliki ego yang tinggi dan dapat berpengaruh buruk nantinya pada saat sudah bergabung dengan perusahaan.

Demikian beberapa tips untuk mengetahui calon karyawan yang memiliki potensi menjadi toxic employee atau berpengaruh buruk pada perusahaan. Untuk pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut mengenai sistem manajemen SDM perusahaan dapat menghubungi kami di 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com . (Stan)

 

Sumber:

Pertanyaan ini disadur dari artikel pada Inc.com dengan judul “14 Ways to Identify a Toxic Employee During the Interview

GD Star Rating
loading...

CARA EFEKTIF MENGHITUNG BPJS, PP21 DAN POTONGAN LAIN KARYAWAN

Ada seorang HRD yang mengeluh sekarang ini kepalanya sering sakit sebelah, begitu pula yang lain sering mual dan pusing. Dokter juga telah memeriksa kedua HRD tersebut, sebab utama adalah strees, sehingga keduanya sering sakit kepala. Sakit kepala itu bisa ke migrain maupun vertigo. Masalah kesehatan yang mengganggu ini tentu saja sangat mengurangi aktivitas, apalagi kalau sudah menjelang akhir bulan dimana gaji karyawan harus dihitung dengan cermat dan tidka boleh keliru. Sebab kalau sudah keliru bisa menimbulkan masalah yang berkepanjangan.Ingat gaji yang dibagi itu masalah sensitif, sehingga perlu kecermatan dalam menghitung. Inilah sumber sakit pada HRD di perusahaan. Sebenarnya kalau karyawan jumlahnya sedikit di perusahaan, menghitung pajak karyawan dan potongan lainnya sangat mudah dilakukan seperti urut-urutan di bawah ini.

  1. Menggunakan excel sebagai bantuan dalam menghitung baik gaji, dan potongan-potongan yang harus dilakukan ke gaji karyawan. Di excel sudah ada rumus-rumus yang bisa digunakan menghitung secara efektikf.
  2. Gunakan mesin absensi yang sudah bisa ditarik otomatis datanya. Apabila tidak ada mesin absensi, ya mesti rajin untuk melakukan rekap setiap minggu agar pekerjaan akhir bulan tidak menumpuk.
  3. Mesti punya rekapan penggajian bulan sebelumnya, semacam data histori penggajian karyawan. Tanpa histori data seperti ini tentu saja akan membuat bingung dan bahkan kekeliruan. Ini masalah penting yang mesti diperhatikan.

Poin di atas mungkin bisa dilakukan apabila karyawan kurang dari 100 orang. Tapi bagaimana dengan perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 100 orang? Nah, mungkin  bertambah pusing untuk menghitungnya. Oleh sebab itu agar semuanya bisa dilakukan dengan cermat dan praktis memang sebaiknya menggunakan software Pay Roll & HRD, dimana di dalam software ini tertera lengkap data karyawan secara historis dan dapat menghitung secara otomatis potongan-potongan yang mesti harus dipotongkan ke gaji karyawan. Software semacam ini biasanya juga ada fitur sisa cuti, sisa pinjaman, sisa uang pengobatan dan lain-lain.  Kalau dilihat tentunya akan sangat pas untuk perusahaan yang memiliki 100 lebih karyawan. Cara pakai software ini antara lain dengan sewa atau beli paketnya. Jadi tinggal menyesuaikan dengan budget yang ada di perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut dapat klik di sini.

Sekali lagi pembaca dapat mengefektifkan waktu dan tidak harus “stress” ketika waktunya akhir bulan dan membayar gaji para karyawannya. Nah untuk informasi lain apabila dengan artikel ini belum cukup dapat menghubungi 0818521172 atau email langusng ke groedu@gmail.com. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

GD Star Rating
loading...

BUKU BEST SELLER “DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT”

DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT

Buku ini tercipta karena rasa prihatin penulis terhadap banyaknya distributor yang belum pernah berbenah dalam manajemennya, padahal tuntutan principal semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Tak semua produsen bisa menyalurkan produknya ke seluruh wilayah Nusantara. Masalah yang kerap dijumpai mereka adalah investasi dalam membangun infrastruktur—seperti kantor, sumber daya manusia dan armada pengiriman, risiko pengiriman (terjadinya huru-hara, jalan rusak, kehilangan), kemampuan dan penguasaan SDM terhadap para pelanggan lokal yang menyebabkan produsen memilih menggunakan distributor sebagai perpanjangan tangannya.

Belum lagi kendala wilayah geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, di mana ada 33 provinsi yang tersebar di 3.100 kepulauan berpenghuni, sepanjang 5.100 km dari barat ke timur dan selebar 1.900 km dari utara ke selatan, serta terpencar di 432 kota. Tantangan seperti ini kemungkinan tidak sanggup ditangani sendiri oleh principal. Mereka membutuhkan mitra kerja sama, yang antara lain adalah distributor lokal.

Kondisi Indonesia yang berpulau-pulau ini menyulitkan distribusi produk jika pekerjaan tersebut ditangani sendiri oleh principal. Tak mungkin principal bisa membuka cabangnya di seluruh Indonesia untuk melayani begitu banyak pelanggan tanpa bantuan distributor. Kalaupun bisa dilakukan, proses distribusi pastilah akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Belum lagi kerepotan untuk mengelola kantor cabang, SDM, beserta armada pengirimannya. Selain itu, biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk mempersiapkan dan menjalankan infrastruktur itu tentunya juga besar.

Distributor akhirnya menjadi tangan pertama yang menyalurkan produk sampai ke konsumen akhir. Distributor berperan dalam melakukan order ke retailer, mencetak faktur, lalu mengirim produknya. Distributor kini bahkan harus terlibat juga dalam proses menjual. Proses menjual yang jika dilakukan dengan baik oleh distributor inilah yang ikut menentukan juga apakah distributor itu bisa sukses atau tidak. Oleh karena itu, distributor haruslah menjadi manajemen yang bagus.

Mengapa kita harus menggunakan distributor lokal? Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

  1. Distributor lokal lebih menguasai medan atau wilayah secara detail.
  2. Distributor sudah memiliki sumber daya manusia yang siap pakai.
  3. Distributor sudah memiliki kapital yang siap untuk pengembangan lebih lanjut.
  4. Distributor sudah memiliki jaringan pelanggan yang mungkin bisa sangat berguna bagi Anda.
  5. Distributor bisa lebih dipercaya dan mereka bersedia menanggung risiko atas apa yang dilakukan dalam bisnisnya.

Namun, banyak kendala yang mungkin ditemui dalam memilih distributor, karena kebanyakan distributor yang ada berangkat dari pedagang (trader). Distributor dari pedagang yang ada ini belumlah cukup untuk disebut sebagai distributor profesional. Distributor profesional menurut para principal adalah mereka yang lengkap memiliki manajer, sales supervisor, tenaga penjual yang cukup, sistem komputer untuk menangani transaksi, memiliki jadwal kunjungan dan pengiriman, memiliki database pelanggan, serta memiliki hubungan dan kerja sama yang luas dengan banyak principal.

Tahap berikutnya adalah memperbaiki manajemen persediaan tradisional menjadi online. Jika sebelumnya distributor membuat suatu perencanaan dalam proses pembelian produk ke principal, kini hal tersebut bisa dilakukan secara online. Tak perlu lagi berbelit-belit lagi, karena principal sudah bisa melakukan estimasinya. Produk akan langsung dikirimkan ke distributor setelah melihat laporan secaraonline mengenai persediaan. Distributor akhirnya akan lebih mudah dalam mengontrol stok.

Mengingat pentingnya pengelolaan manajemen distributor dengan baik, distributor hendaknya menggunakan SOP sebagai landasan operasionalnya. Sedangkan dalam pelaksanaan SOP, tujuan yang ingin dicapai dalam aktivitas suatu pekerjaan adalah efektif dan efisien. Artinya, apabila para staf distributor sudah selesai melakukan pekerjaan dengan baik, maka hasil yang didapat juga akan baik. Uraian yang juga dibahas dalam buku ini adalah urutan principal untuk mencari mitra distributornya, serta bagaimana cara supaya bisa saling membantu dan bekerja sama.

Pada buku ini akan dijelaskan berbagai hal mengenai pengelolaan distributor dengan detail, mulai dari kerja sama principal dengan accounting, administrasi dan manajemen tenaga penjual distributor, sampai pada pengelolaan gudang, pengiriman, SOP, dan MoU distributor.

Jika tenaga penjual sudah pintar, distributor harus lebih pintar. Jangan sampai penjualan salesmanmelebihi target, tetapi akhirnya membuat bangkrut distributor. Kesuksesan pemasaran suatu produk selain terletak pada banyaknya produk yang dibuat produsen, sebenarnya juga berada di pundak distributor. Buku ini bagus digunakan bagi para pemilik usaha distribusi, pemilik toko (yang nantinya akan menjadi distributor), investor, sampai para pemasar. (Ivan Mulyadi/Majalah MARKETING)

GD Star Rating
loading...

MANFAAT RISET PEMASARAN UNTUK KEBERHASILAN LAUNCHING PRODUK DI PASAR

Sebelum produk di launching ke pasar, sangat dibutuhkan riset pemasaran. Oleh sebab itu setiap perusahaan baru ataupun importir sebelum melakukan launcing produknya sebaiknya melakukan riset pasar terlebih dahulu. Riset pasar ini untuk mengetahui perilaku konsumen, trend pasar, serapan pasar, target pasar sampai dengan keputusan apakah barang itu akan diproduksi atau diimport. Oleh sebab itu lakukan dengan baik keputusan memproduksi atau mendatangkan barang dari luar negeri. Kalau sudah kejebak dengan kemacetan usaha, tentu saja kerugian yang akan dituai oleh perusahaan sangat besar.

Mengeluarkan biaya riset bukanlah hal sia-sia jika dilakukan dengan benar. Budget untuk riset adalah faktor pengurang kerugian yang cukup besar apabila tindakan kita mengikuti naluri bisnis saja. Boleh naluri bisnis bermain dalam pengambilan keputusan, tetapi naluri bisnis ini sifatnya abstrak, dan tidak semua orang bisa memahami pemikiran kita. Alangkah lebih baik jika terdapat hasil riset yang berupa angka, grafik, dan kesimpulan mengenai pasar, maka tidak akan ada yang menyalahkan jika usaha yang didirikan dilakukan bersama dengan mitra. Riset pasar dalam hal ini sangat penting untuk membantu dalam pengambilan keputusan.

Kelayakan produk untuk diimport maupun diproduksi sangat penting untuk menentukan tingkat keberhasilan produk dalam pemasarannya. Seperti dalam surveynya sekitar 98% produk baru yang diluncurkan ke pasar gagal. Hal ini banyak faktor yang melandasi, tentu saja salah satunya tidak adanya pedoman yang menginformasikan kelayakan produk masuk ke pasar. Riset pemasaran sebenarnya pintu masuk ke pasar, jika memang pasarnya layak. Sedangkan jika pasarnya tidak layak, pintu tidak akan dibuka dan hal ini tentu saja akan membantu kita sebagai investor dalam menentukan keberhasilan sebuah usaha. Tidak masuk ke pasar yang sudah disimpulkan oleh grafik dan angka riset bisa memberikan jalan alternatif pengusaha untuk menginvestasikan uangnya ke produk-produk yang layak dipasarkan.

Gunakan riset pemasaran sedemikian rupa dengan melakukan sendiri atau bantuan konsultan riset. Melalui bantuan konsultan riset, ruang lingkup yang akan diriset akan terarahkan. sebagai contoh konsultan riset akan menggunakan metode riset yang sesuai dengan produk dan kondisi pasarnya. Konsultan riset akan melakukan riset sesuai dengan sample yang menjadi objec penelitian. Konsultan riset akan melaporkan dan mempresentasikan hasil riset dan kesimpulan serta saran yang harus dilakukan oleh pebisnis yang sedang memakai jasanya.

Memang untuk masuk ke pasar beberapa perusahaan tidak perlu melakukan hal itu, tetapi hal ini wajib ditinjau dari sisi investasinya. Apabila sangat besar investasi yang akan dikeluarkan maka sangat dibutuhkan riset sebagai acuan atau pembanding dalam mengambil suatu keputusan. Oleh sebab itu jangan biarkan kerugian menjadi begitu besar dengan menganggap sepele tahapan ini dalam memasarkan suatu produk. Semoga artikel ini bermanfaat, apabila pembaca membutuhkan konsultan riset yang handal silahkan hubungi 081852172 atau hubungi groedu@gmail.com.

 

GD Star Rating
loading...

DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT

PELATIHAN PT. SHELL INDONESIA DI JAKARTA

 

PELATIHAN PT. SHELL INDONESIA DI JAKARTA

 Bekerja sama dengan distributor memang tidaklah mudah. Para distributor memiliki manajemen yang beraneka ragam sehingga menambah ragam kesulitan di sisi para representatif Principal. Oleh sebab itu agar bisa bersinergi dengan distributor, langkah-langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami terdahulu kinerja distributor lebih dalam. Mulai dari pemetaan wilayah, rute kunjungan, pembagian wilayah secara geografis sampai dengan distribusi produk dan pengelolaan Piutang dagangnya. Selain itu agar supply chain berjalan baik, perlu pemahaman para distributor mengenai persediaan dan pemaksimalannya, selain untuk menyelaraskan antara purchase dan pembayaran hutang ke Principal. Pengetahuan diatas ternyata tidak hanya berhenti di situ, para pengelola distributor perlu pengetahuan secara managerial agar tim penjualan juga bisa bekerja secara fokus dalam menawarkan produk dan bekerja secara maksimal. Nah, pelatihan dengan materi di bawah ini sangat membantu pihak principal dan pihak distributor dalam menjalankan Distributorship secara efektif dan hasil yang maksimal.

Isi Materi pelatihan Distributorship Management 2 hari ini antara lain:

SALES TERRITORY MANAGEMENT

  1. Element sales territory management
  2. Jenis Channel Distribusi
  3. Mendesain Rute kunjungan
  4. Menghitung beban kerja sales force
  5. Sales Territory Vs Sales Prosses

STRATEGI DISTRIBUTOR KELOLA PELANGGAN.

  1. Bagaimana menangani komplain.
  2. Memaksimalkan inti CRM ( Customer Relationship management)
  3. Mengukur kinerja distributor melalui Key Performance Indicator
  4. (KPI)
  5. Aplikasi dan contoh KPI distributor
  6. Mengukur kinerja sales force menggunakan KPI

MENEKAN SHRINKAGE DAN MENINGKATKAN PROFIT

DISTRIBUTOR.

  1. Biaya-biaya distributor dan pengelompokannya.
  2. Sebab-sebab shrinkage dan cara mengatasinya

MENGELOLA ACCOUNT RECEIVABLE (AR) SALES FORCE

DISTRIBUTOR.

  1. Status Piutang penjualan.
  2. Kelola AR melalui audit lapangan.
  3. Problem setelah audit lapangan.
  4. Penyebab piutang penjualan bermasalah.
  5. Performance dan tanggung jawab sales force.
  6. Mencegah piutang Bad debt.

PURCHASE ORDER VS PELUNASAN HUTANG, DAN INVENTORY

  1. Bagaimana membuat Kalender pembayaran ke Principal secara effektif
  2. Menyeimbangkan pembelian dengan avarage penjualan, lead time dan stok minimal
  3. Analisis ABC untuk sediaan sehingga meminimalisir penumpukan barang di gudang
  4. Mengapa management sediaan?, Sediaan : biaya, pelayanan dan laba, Biaya Riil sediaan
  5. Meramalkan kebutuhan sediaan, Mengelola indikator sediaan, Pengurangan biaya sediaan
  6. Distribusi vertical dan horisontal dalam penjualan

MANAGERIAL SKILL

  1. Bagaimana merencanakan Target penjualan, merencakan  program promosi metode mind mapping, mengaplikasikan  dan controlling
  2. Kepemimpinan dan definisi kepemimpinan dalam penjualan
  3. 7 Karatkter kepemimpinan yang memotivasi anak buah
  4. Kepemimpinan berdasarkan D-I-S-C dan D-I-S-C untuk staffing anak buah.
  5. 3 konsep keterampilan manager Distribusi
  6. Soft skill dalam team work tim penjualan
  7. Bagaimana menjadi pemimpin efektif untuk tim penjualan
  8. Mengelola konflik antara distributor dan Principal
  9. Membantu membuat goal setting bawahan (salesman) sehingga mencapai target

TUJUAN PELATIHAN

  1. Diharapkan dari pelatihan ini peserta lebih mamahami tujuan dari distributorship yang sedang dijalankan oleh principal, yakni meningkatkan penjualan melalui Tim penjualan para Distributor.
  2. Diharapkan melalui pengetahuan managerial skill peserta mampu sebagai leader dengan lebih baik dan memberikan motivasi ke bawahan (Salesman) sehingga bawahan berkerja secara optimal.
  3. Diharapkan dari pengetahuan distributorship dan managerial skill ini peserta mampu mengkoordinasikan bawahan dengan baik dan juga dengan para mitra.
  4. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu membuat rencana program marketing/promosi dengan menggunakan metode mind mapping .
  5. Melalui training ini peserta diharapkan mampu menghitung dan merencanakan stock level dengan baik dan merencakanan pembayarannya ke Principal dengan baik.

Hubungi : Groedu International Consultant

Cp : Frans M. Royan, SE,MM

Hand Phone : 0818521172/ 031-33311179

GD Star Rating
loading...

MENANGANI CUSTOMER SULIT

Menangani Customer Sulit

Menangani Customer Sulit

Semua wiraniaga akan bertemu dengan customer sulit. Ketika itu terjadi, ingin rasanya untuk menyerah dan pulang. Tapi kalau Anda tahu apa yang harus dicari, dan bagaimana empat jenis customer sulit dapat ditangani, Anda bisa mengubah customer sulit menjadi pembeli jangka panjang. Berikut ini beberapa saran untuk menangani customer yang sulit:

v Si pengoceh. Pertemuan yang mestinya bisa berjalan 15 menit berubah menjadi maraton dua jam karena customer terus bicara. Anda tidak ingin bersikap kasar, dan kelihatannya ia akan membeli, tapi…. beberapa orang memang suka bicara. Sayangnya, Anda tidak punya waktu (dan sebetulnya ia juga tidak) untuk mengobrol. Berikan ia kesempatan untuk mengeluarkan apa yang ingin dikatakannya. Dengarkan, tunggu sampai ada jeda, kemudian lontarkan pertanyaan tertutup yang akan mengarahkannya kembali ke masalah yang sedang dibahas.

 

v Si pengeluh. Pengeluh menginginkan lebih banyak dari Anda daripada sekadar memecahkan masalah. Mereka ingin orang yang mendengarkan mereka, dan menerima keluhan mereka dengan serius. Bersikaplah empati. Katakan, “Saya mengerti yang Anda maksud,” atau “Itu pasti sangat sulit bagi Anda.” buatlah catatan, tuliskan keluhan mereka, dan katakan pada mereka tindakan apa yang Anda rencanakan. Anda bisa berkata, “Saya akan cari informasi itu dan memfaksnya kepada Anda besok,” atau “Saya mengerti bahwa Anda kesulitan menghubungi saya ketika saya sedang diluar kantor. Bagaimana kalau saya berikan nomor telepon genggam saya? Dengan begitu Anda bisa menghubungi saya dimana saja saya berada.”

 

v Si tahu segalanya. Si tahu segalanya kelihatannya jenis tersulit untuk ditangani, tapi sebenarnya justru yang termudah–jika Anda tahu bagaimana caranya. Orang ini perlu merasa penting. Ia adalah jenis orang yang akan berkata, “Saya telah ada di bisnis ini selama 40 tahun. Anda tidak bisa mengatakan sesuatu yang belum saya ketahui.” Cara terbaik untuk menangani karakter ini adalah dengan mengakui dan menunjukkan apresiasi terhadap pengalaman dan kemahirannya. Anda bisa berkata, “Saya tidak tahu Anda sudah di bidang ini selama itu. Anda pasti tahu banyak tentang industri ini. Bagaimana awalnya?”

Tunjukkan minat yang sungguh-sungguh pada mereka dan bisnis mereka. Bersikaplah tulus. Orang ini bisa melihat kebohongan dari kejauhan. Namun, mereka ingin menjadi mentor bagi orang yang benar-benar berminat pada apa yang mereka katakan, dan mereka bisa menjadi customer yang sangat loyal jika Anda memperlakukan mereka dengan penghormatan yang layak mereka dapatkan.

v Si pendiam. Dengan jenis karakter ini, Anda akan mendapatkan hasil terbaik ketika Anda mengandalkan kekuatan pertanyaan. Pertanyaan bisa membuat orang paling pemalu, orang paling tertutup sekali pun untuk membuka diri. Kalau Anda kesulitan untuk mendapatkan informasi yang Anda butuhkan, gunakan pertanyaan terbuka yang membuat prospek terlibat. Awali pertanyaan dengan frasa seperti:

  • “Apa yang Anda maksud dengan…?”
  • “Bisa jelaskan pada saya…”
  • “Apakah Anda bisa lebih mendetail tentang…”
  • “Apakah Anda bisa menjelaskan lebih lanjut…”

Sumber : Buku ” Strategi SuperSales” oleh Barry Farber

 

 

GD Star Rating
loading...

GAJI UMR NASIONAL TAHUN 2012

Dibawah ini adalah Gaji UMR Nasional tahun 2012, yang bisa digunakan oleh para pebisnis baru dalam men-set up perusahaan yang dirintisnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Bali Non Kabupaten Non Sektor 0

Bali Kabupaten Badung Non Sektor 1.290.000
Bali Kabupaten Bangli Non Sektor 970.000
Bali Kabupaten Buleleng Non Sektor 975.000
Bali Kabupaten Gianyar Non Sektor 1.104.000
Bali Kabupaten Jembrana Non Sektor 1.000.000
Bali Kabupaten Karangasem Non Sektor 1.039.600
Bali Kabupaten Klungkung Non Sektor 995.000
Bali Kabupaten Tabanan Non Sektor 1.005.000
Bali Kota Denpasar Non Sektor 1.259.000
Bangka Belitung Non Kabupaten Non Sektor 1.110.000
Banten Non Kabupaten Non Sektor 0
Banten Kabupaten Lebak Non Sektor 1.047.800
Banten Kabupaten Pandeglang Non Sektor 1.050.000
Banten Kabupaten Tangerang Non Sektor 1.379.000
Banten Kota Cilegon Non Sektor 1.340.000
Banten Kota Tangerang Non Sektor 1.381.000
Banten Kota Serang Non Sektor 1.320.500
Bengkulu Non Kabupaten Non Sektor 930.000
DI Yogyakarta Non Kabupaten Non Sektor 0
DKI Jakarta Non Kabupaten Non Sektor 0
Gorontalo Non Kabupaten Non Sektor 0
Jambi Non Kabupaten Non Sektor 1.142.500
Jawa Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Jawa Barat Kabupaten Cirebon Non Sektor 980.000
Jawa Barat Kabupaten Garut Non Sektor 880.000
Jawa Barat Kabupaten Indramay Non Sektor 994.864
Jawa Barat Kabupaten Karawang Non Sektor 1.269.227
Jawa Barat Kabupaten Karawang Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Karawang Lain – Lain 0
Jawa Barat Kabupaten Kuningan Non Sektor 805.000
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Non Sektor 880.000
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Lain – Lain 0
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Perdagangan / Jasa 0
Jawa Barat Kabupaten Purwakarta Non Sektor 1.047.500
Jawa Barat Kabupaten Purwakarta Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Purwakarta Lain – Lain 0
Jawa Barat Kabupaten Subang Non Sektor 862.500
Jawa Barat Kabupaten Subang Manufaktur 0
Jawa Barat Kabupaten Sukabumi Non Sektor 885.000
Jawa Barat Kabupaten Sukabumi Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Sumedang Non Sektor 1.007.500
Jawa Barat Kabupaten Tasikmalaya Non Sektor 946.000
Jawa Barat Kota Bandung Non Sektor 1.271.625
Jawa Barat Kota Banjar Non Sektor 780.000
Jawa Barat Kota Bekasi Non Sektor 1.422.252
Jawa Barat Kota Bekasi Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kota Bekasi Otomotif 0
Jawa Barat Kota Bogor Non Sektor 1.174.200
Jawa Barat Kota Cimahi Non Sektor 1.209.442
Jawa Barat Kota Cirebon Non Sektor 980.000
Jawa Barat Kota Depok Non Sektor 1.424.797
Jawa Barat Kota Sukabumi Non Sektor 890.000
Jawa Barat Kota Tasikmalaya Non Sektor 950.000
Jawa Barat Kabupaten Bandung Non Sektor 1.223.800
Jawa Barat Kabupaten Bandung Barat Non Sektor 1.236.991
Jawa Barat Kabupaten Bekasi Non Sektor 1.491.866
Jawa Barat Kabupaten Bogor Non Sektor 1.174.200
Jawa Barat Kabupaten Ciamis Non Sektor 793.750
Jawa Barat Kabupaten Cianjur Non Sektor 876.500
Jawa Tengah Non Kabupaten Non Sektor 0
Jawa Tengah Kabupaten Banjarnegara Non Sektor 765.000
Jawa Tengah Kabupaten Jepara Non Sektor 800.000
Jawa Tengah Kabupaten Karanganyar Non Sektor 846.000
Jawa Tengah Kabupaten Kebumen Non Sektor 770.000
Jawa Tengah Kabupaten Kendal Non Sektor 904.500
Jawa Tengah Kabupaten Klaten Non Sektor 812.000
Jawa Tengah Kabupaten Kudus Non Sektor 889.000
Jawa Tengah Kabupaten Magelang Non Sektor 837.000
Jawa Tengah Kabupaten Pati Non Sektor 837.500
Jawa Tengah Kabupaten Pekalongan Non Sektor 873.000
Jawa Tengah Kabupaten Pemalang Non Sektor 793.000
Jawa Tengah Kabupaten Banyumas Non Sektor 795.000
Jawa Tengah Kabupaten Purbalingga Non Sektor 818.500
Jawa Tengah Kabupaten Purworejo Non Sektor 809.000
Jawa Tengah Kabupaten Rembang Non Sektor 816.000
Jawa Tengah Kabupaten Semarang Non Sektor 991.500
Jawa Tengah Kabupaten Sragen Non Sektor 810.000
Jawa Tengah Kabupaten Sukoharjo Non Sektor 843.000
Jawa Tengah Kabupaten Tegal Non Sektor 780.000
Jawa Tengah Kabupaten Temanggung Non Sektor 866.000
Jawa Tengah Kabupaten Wonogiri Non Sektor 775.000
Jawa Tengah Kabupaten Wonosobo Non Sektor 825.000
Jawa Tengah Kabupaten Batang Non Sektor 880.000
Jawa Tengah Kota Magelang Non Sektor 0
Jawa Tengah Kota Surakarta Non Sektor 864.450
Jawa Tengah Kota Salatiga Non Sektor 901.396
Jawa Tengah Kota Semarang Non Sektor 0
Jawa Tengah Kota Pekalongan Non Sektor 895.500
Jawa Tengah Kota Tegal Non Sektor 795.000
Jawa Tengah Kabupaten Blora Non Sektor 855.500
Jawa Tengah Kabupaten Boyolali Non Sektor 836.000
Jawa Tengah Kabupaten Brebes Non Sektor 775.000
Jawa Tengah Kabupaten Cilacap Non Sektor 852.000
Jawa Tengah Kabupaten Demak Non Sektor 893.000
Jawa Tengah Kabupaten Grobogan Non Sektor 785.000
Jawa Timur Kabupaten Bangkalan Non Sektor 885.000
Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi Non Sektor 915.000
Jawa Timur Kabupaten Blitar Non Sektor 820.000
Jawa Timur Kabupaten Bojonegoro Non Sektor 930.000
Jawa Timur Kabupaten Bondowoso Non Sektor 800.000
Jawa Timur Kabupaten Gresik Non Sektor 1.257.000
Jawa Timur Kabupaten Gresik Perdagangan / Jasa 0
Jawa Timur Kabupaten Jember Non Sektor 920.000
Jawa Timur Kabupaten Jombang Non Sektor 978.200
Jawa Timur Kabupaten Kediri Non Sektor 999.000
Jawa Timur Kabupaten Lamongan Non Sektor 950.000
Jawa Timur Kabupaten Lumajang Non Sektor 825.391
Jawa Timur Kabupaten Madiun Non Sektor 775.000
Jawa Timur Kabupaten Magetan Non Sektor 750.000
Jawa Timur Kabupaten Malang Non Sektor 1.130.500
Jawa Timur Kabupaten Mojokerto Non Sektor 1.234.000
Jawa Timur Kabupaten Mojokerto Lain – Lain 0
Jawa Timur Kabupaten Nganjuk Non Sektor 785.000
Jawa Timur Kabupaten Ngawi Non Sektor 780.000
Jawa Timur Kabupaten Pacitan Non Sektor 750.000
Jawa Timur Kabupaten Pamekasan Non Sektor 975.000
Jawa Timur Kabupaten Pasuruan Non Sektor 1.252.000
Jawa Timur Kabupaten Ponorogo Non Sektor 745.000
Jawa Timur Kabupaten Probolinggo Non Sektor 888.500
Jawa Timur Kabupaten Sampang Non Sektor 800.000
Jawa Timur Kabupaten Sidoarjo Non Sektor 1.252.000
Jawa Timur Kabupaten Situbondo Non Sektor 802.500
Jawa Timur Kabupaten Sumenep Non Sektor 825.000
Jawa Timur Kabupaten Trenggalek Non Sektor 760.000
Jawa Timur Kabupaten Tuban Non Sektor 970.000
Jawa Timur Kabupaten Tulungagung Non Sektor 815.000
Jawa Timur Kota Batu Non Sektor 1.100.251
Jawa Timur Kota Blitar Non Sektor 815.000
Jawa Timur Kota Kediri Non Sektor 1.037.500
Jawa Timur Kota Madiun Non Sektor 812.500
Jawa Timur Kota Malang Non Sektor 1.132.254
Jawa Timur Kota Mojokerto Non Sektor 875.000
Jawa Timur Kota Pasuruan Non Sektor 975.000
Jawa Timur Kota Probolinggo Non Sektor 0
Jawa Timur Kota Surabaya Non Sektor 1.257.000
Kalimantan Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Non Sektor 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Pertambangan 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Makanan / Minuman 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Keuangan / Asuransi 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Perdagangan / Jasa 0
Kalimantan Tengah Non Kabupaten Non Sektor 0
Kalimantan Tengah Non Kabupaten Pertambangan 0
Kalimantan Timur Non Kabupaten Non Sektor 0
Kepulauan Riau Non Kabupaten Non Sektor 0
Kepulauan Riau Kota Batam Non Sektor 1.402.000
Lampung Non Kabupaten Non Sektor 0
Lampung Kabupaten Lampung Tengah Non Sektor 0
Lampung Kabupaten Way Kanan Non Sektor 0
Lampung Kabupaten Tulang Bawang Non Sektor 0
Lampung Kota Bandar Lampung Non Sektor 0
Lampung Kota Bandar Lampung Makanan / Minuman 0
Maluku Non Kabupaten Non Sektor 0
Maluku Non Kabupaten Pertambangan 0
Maluku Non Kabupaten Makanan / Minuman 0
Maluku Non Kabupaten Perminyakan 0
Maluku Non Kabupaten Perdagangan / Jasa 0
Maluku Kabupaten Buru Perdagangan / Jasa 0
Maluku Utara Non Kabupaten Non Sektor 0
Nangroe Aceh Darussalam Non Kabupaten Non Sektor 0
Nangroe Aceh Darussalam Non Kabupaten Lain – Lain 0
Nangroe Aceh Darussalam Kota Banda Aceh Otomotif 0
Nusa Tenggara Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Nusa Tenggara Timur Non Kabupaten Non Sektor 0
Papua Non Kabupaten Non Sektor 0
Papua Non Kabupaten Pertambangan 0
Papua Non Kabupaten Perminyakan 0
Papua Non Kabupaten Properti / Real Estat 0
Riau Non Kabupaten Non Sektor 1.238.000
Riau Kabupaten Bengkalis Non Sektor 1.270.000
Riau Kabupaten Indragiri Hilir Non Sektor 0
Riau Kabupaten Indragiri Hulu Non Sektor 1.389.000
Riau Kabupaten Kampar Non Sektor 1.345.000
Riau Kabupaten Kuantan Singingi Non Sektor 1.270.000
Riau Kabupaten Pelalawan Non Sektor 1.250.000
Riau Kabupaten Rokan Hulu Non Sektor 1.265.000
Riau Kabupaten Rokan Hilir Non Sektor 1.287.000
Riau Kabupaten Siak Non Sektor 1.310.000
Riau Kota Dumai Non Sektor 1.287.000
Riau Kota Pekanbaru Non Sektor 1.260.000
Sulawesi Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Selatan Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Tengah Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Tengah Kota Palu Non Sektor 0
Sulawesi Tenggara Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Tenggara Non Kabupaten Pertambangan 0
Sulawesi Tenggara Kota Kendari Non Sektor 0
Sulawesi Tenggara Kota Kendari Lain – Lain 0
Sulawesi Utara Non Kabupaten Non Sektor 0
Sumatera Barat Non Kabupaten Non Sektor 1.150.000
Sumatera Selatan Non Kabupaten Non Sektor 1.195.220
Sumatera Selatan Non Kabupaten Pertambangan 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Lain – Lain 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten IT / Telekomunikasi 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Keuangan / Asuransi 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Perdagangan / Jasa 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Properti / Real Estat 0
Sumatera Utara Non Kabupaten Non Sektor 1.200.000
Sumatera Utara Kota Binjai Non Sektor 0
Sumatera Utara Kota Medan Non Sektor 0
Sumatera Utara Kota Medan Makanan / Minuman 0

Sumber : hrcentro.com

GD Star Rating
loading...

CARA CERDAS MENGELOLA SISA UANG BELANJA

CARA CERDAS MENGELOLA SISA UANG BELANJA

Orang bilang sangat mustahil bisa membeli investasi dengan sisa uang belanja. Namun kemustahilan itu bisa menjadi nyata kalau anda tahu caranya. Pada umumnya kita tidak pernah memperhatikan perkara yang kecil, sebab perkara yang kecil memang tidak mudah terlihat dibanding perkara yang besar. Seorang ibu yang semula tidak suka belanja dengan uang logam dan selalu menyimpan uang logam itu, setelah 40 tahun kemudian ia bisa berkeliling dunia berkat uang logam itu. Seorang yang semula tidak suka pada uang kumal, akhirnya ia bisa membeli rumah dari uang itu, setelah sekian lama uang kumal itu disimpannya. Kemustahilan bisa menjadi hal yang nyata jika kita mau melakukan. Bukan hanya dari kegiatan menabung yang normal, tetapi mengetahui rahasia-rahasia bagaimana cara mengumpulkan uang dari sisa uang belanja.

Buku ini sangat menarik karena ditulis berdasarkan pengalaman nyata penulisnya, ia akan membagi rahasia-rahasia yang dimiliki agar pembaca tetap siap dalam mempertahankan dan menambah kekayaan. Trik-trik apa saja yang akan dibahas dalam buku ini agar bisa berinvestasi melalui sisa uang belanja :

  • Bagaimana mengelola uang belanja yang berasal dari diri sendiri yang sulit dikelola itu?
  • Bagaimana trik mencari barang murah agar bisa berhemat uang belanja?
  • Apa saja trik unik yang dilakukan agar hemat uang belanja?
  • Bagaimana trik kelola bonus & THR agar bisa sisa?
  • Bagaimana cara membuat catatan agar uang belanja menjadi sisa?
  • Apa yang dimaksud dengan manajemen stapler dan manajemen amplop?
  • Bagaimana  trik menghindari konsumerisme?
  • Bagaimana trik menggunakan kartu kredit agar untung?
  • Bagaimana mencari penghasilan tambahan agar uang belanja bisa sisa?
  • Bagaimana kiat membeli barang investasi dari uang sisa belanja?

Buku ini amatlah sayang jika tidak dimiliki karena sangat bermanfaat bagi anda yang  sedang mempersiapkan diri untuk menjadi kaya.

 

GD Star Rating
loading...

Agu 16

PAKET IMPLEMENTASI SOFWARE ACCOUNTING SUKSES

Banner Software TerintegrasiMengapa paket implementasi software accounting sukses sangat penting di perusahaan anda? Antara lain manfaatnya adalah:

  1. Perusahaan terhindar dari kekacauan fungsi pekerjaan karyawan yang over lapping. Mengubah karyawan yang generalis menjadi spesialis, dengan demikian karyawan akan fokus dengan tugas dan tanggung jawab inti.
  2. Perusahan dapat meminimalkan budget untuk lisensi software sebab sistem manajemen sudah dirapikan sehingga perusahaan dapat menghemat budget untuk pembelian software accounting.
  3. Perusahaan akan terhindar dari fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh karyawan melalui perangkat teknologi yang canggih. Mengubah data dan memanipulasi data. Paket layanan implementasi software accounting sukses akan membantu set up hak akses yang tepat bagi pengguna software accounting.
  4. Perusahaan akan mendapat bimbingan secara manajemen, dan manfaat pendampingan yang dilakukan konsultan manajemen dan accounting.
  5. Perusahaan akan rapi secara sistem dan intruksi operasional lisan didokumenkan secara tertulis menjadi Job description, SOP (Standard Operating procedure)  dan intruksi kerja.
  6. Perusahaan bisa menentukan dan menyediakan sumberdaya dengan beban kerja yang sudah teranalisa melalui job analisis setelah menggunakan software accounting.
  7. Serta manfaat lainnya yang membantu operasional perusahaan secara keseluruhan. Khususnya yang berkaitan dengan implementasi software accounting dan operasional perusahaan lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Groedu International Consultant
City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Telphon : 031-33311179
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com
website : www.konsultanmanajemenoutopilot.com

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

Des 24

PELATIHAN MERCHANDISING MANAGEMENT KIMIA FARMA, POWER FULL

Untuk menyongsong tahun 2017 Kimia Farma mengadakan pelatihan “Merchandising Management”. Pelatihan ini tentunya sangat power full untuk membekali para SDM yang berada pada lini depan seperti MD dan sales Force. Training yang mengulas banyak mengenai display dan tata letak produk di rak Modern Market diuraikan dengan lugas oleh Trainer dari Groedu International consultant yang expert dalam bidang training sales dan marketing. Pak Agus Widodo selalu memberikan materi ini untuk beberapa perusahaan yang membutuhkan pelatihan di bidang ini.

Materi yang disampaikan meliputi : Definisi dan Benefit Merchandising Management, Strategi merchandising management, Merchandising dan Pricing Strategy di Outlet, Teknik Pemajangan Display dan Layout Produk dalam Outlet, Peranan IT (Informasi teknologi) dan Pengelolaan Persediaan Toko, serta item lainnya yang sangat menarik untuk level supervisor MD maupun MD dan sales force.

Mengapa pelatihan ini diajarkan? Sebelum menjawab hal ini, baiklah akan kita informasikan bahwa beberapa perusahaan multi nasional company maupun nasional local menggunakan cara-cara ini agar produk yang dipasarkan bisa eksis dan terpasarkan dengan baik. Salah satu rekanan dalam memasarkan produk FMCG ( Fast moving consumer good) pada umumnya menggunakan saluran yang terdiri dari toko modern maupun toko tradisional. Toko modern antara lain supermarket nasional berjejaring, supermarket local, minimarket berjejaring maupun mini market local. Saluran ini memiliki kekuatan penjualan di gerai masing-masing melalui display produk yang ada di setiap rak. Oleh sebab itu pengetahuan merchandising management baik oleh pihak toko itu sendiri maupun oleh para MD dan sales force sangat dibutuhkan.

Dalam pelatihan para MD dan sales force akan mengetahui mengapa mereka memiliki tugas dan tanggung jawab memelihara display sedemikian rupa di saluran yang telah disebutkan diatas, antara lain agar terjadi peningkatan penjualan di masing-masing saluran. Pemajangan yang bersih, selalu tersedia stoknya, rapih dan menarik akan memiliki peluang produk disentuh dan dibeli oleh konsumen. Upaya-upaya melakukan display yang terbaik adalah salah satu aktivitas agar produk yang diedarkan di saluran bisa keluar dari rak supermarket, yang artinya produk dibeli oleh konsumen.

Namun sayang masih banyak perusahaan yang belum memahami hal ini, sebab selain kekurangan budget juga kekurangan sumber daya yang akan mengelola saluran ini. Umumnya perusahaan hanya focus di penjualan saja, dan sebagai konsekuensinya perusahaan tidak mampu bersaing dengan perusahaan yang memiliki SDM yang bergerak di bidang merchandising. Oleh sebab itu bagaimana upaya perusahaan agar produk dapat sell out dari saluran atau toko. Tentunya pengetahuan merchadising ini wajib diajarkan pada jajaran SDM penjualan perusahaan.

Untuk itu perlu pelatihan yang terus menerus pada SDM bagian penjualan ini agar selain melakukan penjualan juga melakukan upaya display produk dengan benar sesuai yang diajarkan. Pelatihan  yang dilakukan terus menerus dapat mendorong para sales people untuk berupaya meningkatkan penjualan melalui aktivitas display mendisplay.

Semoga artikel ini memiliki manfaat bagi pembaca. Apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini atau ilmu merchandising ataupun pelatihan yang mendalam mengenai merchandising. Silahkan hubungi groedu@gmail.com atau hubungi 0818521172 atau 081252982900. Kami siap membantu dan sangat terbuka untuk itu. ( Frans M. Royan)

GD Star Rating
loading...

Des 01

PERLUKAH SOP (STANDARD OPERATION PROCEDURE) UNTUK BISNIS ANDA?

Seperti yang kita ketahui, bisnis seperti MC Donald dan KFC, serta bidang makanan lainnya. Bisa beroperasi dengan sendirinya tanpa pemilik menunggu dan ikut menjalankan operasional bisnis tersebut. Secara logika jika pemilik bisnis harus ikutan mengelola bisnis, maka berapa banyak gerai yang harus diurus setiap hari. Rasanya kalau membagi setahun dengan waktu kedatangan pemilik maka tidak masuk akal. Dan pasti ada gerai-gerai dan bahkan banyak gerai-gerai tersebut keselip alias tidak mendapatkan giliran pemiliknya ikut mengurusnya. Keajaiban ini benar-benar nyata. Kenapa bisa begitu bisnis tersebut? Salah satunya adalah manajemen yang tertata dengan baik. Nah, salah satu dokumen penting yang biasa dipakai adalah SOP.

pembuat-sop-perusahaan

Keajaiban SOP sangat luar biasa apabila didokumentasikan dengan baik dan dipraktekan dengan baik pula. Oleh sebab itu judul diatas dijawab “ sangatlah perlu SOP untuk perusahaan apapun”. Lalu bagaimana cara membuatnya? Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah apabila bisnis kita baru, maka SOP yang dibuat akan mengacu pada industry yang sejenis meskipun dalam perjalanan bisnis SOP akan diubah sedemikian rupa. Jadi cara pengerjaannya adalah dengan menjiplak proses bisnis industry serupa. Lalu SOP diimprove sedemikian rupa menyesuaikan keadaan riil perusahaan. Pendampingan untuk pembuatan SOP baru oleh konsultan system manajemen sangat perlu dan penting.

Kedua adalah membuat SOP dengan menyesuaikan proses bisnis riil perusahaan sehari-hari dan dengan demikian SOP dibuat dengan cara tidak terpaksa. Untuk bagian kedua ini sangat bagus dan disarankan.

Namun walau begitu, masih banyak perusahaan yang belum memiliki SOP sehingga dalam perusahaan nampak begitu kacau dan tidak terorganisasi dengan baik. Kendala-kendala yang dihadapi adalah tidak ada pembimbingan maupun orang yang mengerjakannya. Inilah kesulitan utama SOP yang harus dibuat oleh perusahaan.

Konsultan manajemen akan sangat welcome dalam membantu pembuatan SOP perusahaan, sehingga dengan metode cukup baik, SOP akan dibantu disusun sedemikian rupa mengikuti proses bisnis yang ada di perusahaan. Oleh sebab itu peranan konsultan pembuat SOP sangat penting.

Bagaimana cara mencari konsultan SOP yang handal dan berpengalaman? Tentu saja pembaca bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

Konsultan SOP memiliki pengalaman telah membantu banyak perusahaan dalam menerapkan SOP di perusahaan.

Konsultan SOP memiliki pengalaman pembuatan SOP yang sangat beragam dengan industry yang beraneka ragam.

Konsultan SOP dalam mengerjakan akan melibatkan para karyawan dalam menyusunnya, bukan mengacu pada pola pikir konsultan SOP, sehingga penerapan SOP tidak sesuai dengan yang ada di lapangan, atau sesuai dengan proses bisnisnya.

Konsultan SOP menyarankan perusahaan untuk menindaklanjuti pembuatan SOP ini ke ruang lingkup yang lebih besar, seperti menganjurkan perusahaan untuk mengambil sertifikasi ISO. Dengan demikian perusahaan teraudit dan terkontrol oleh pihak auditor independen.

Kalau mengetahui hal ini, maka hindari membeli SOP jadi dari pihak lain yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. SOP yang baik adalah SOP yang dibuat berdasarkan proses bisnis yang ada diperusahaan bukan yang mengambil SOP orang lain atau perusahaan lain dan di terapkan di perusahaan. Tentunya tidak akan cocok. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan pembaca. Apabila pembaca membutuhkan informasi lanjutan dan bimbingan dalam pembuatan SOP, silahkan email ke groedu@gmail.com atau kontak ke Hp 0818521172 atau ke 081252982900. Kami siap membantu. ( Frans M. Royan)

GD Star Rating
loading...

Nov 13

STRATEGI MENINGKATKAN PENJUALAN TOKO RITEL MELALUI IMPULSE BUYING

Impulse buying merupakan pembelian yang dilakukan oleh customer yang tidak direncanakan sebelumnya, bersifat mendadak (spontan) dan seringkali cepat, serta cenderung dipengaruhi oleh emosi dan perasaan customer. Pemilik toko yang ingin meningkatkan omzet penjualannya sebaiknya tidak hanya fokus pada penjualan produk utamanya saja tetapi perlu juga memperhatikan perilaku impulse buying para customernya karena porsi pembelian dari impulse buying cukup besar dari total pembeliannya. Hal ini didukung dari beberapa statistik*) yang mencatat bahwa sebanyak 40% dari total pembelanjaan customer merupakan impulse buying, dimana 40% dilakukan saat berbelanja di toko dan 25% pada saat berbelanja online.

Selain itu, statistik lain mencatat sebanyak 60% wanita melakukan impulse buying pada saat berbelanja dan 45% customer dengan usia lebih muda dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi lebih cenderung melakukan impulse buying. Sebanyak 88% motivasi dalam melakukan impulse buying adalah bahwa barang tersebut sedang diskon/ obral. Sebagai tambahan dicatat bahwa 75% dari customer merasa puas atau senang setelah melakukan impulse buying.

Beberapa motivasi yang menjadi dasar dari pelanggan untuk melakukan impulse buying adalah keinginan untuk berhemat, keinginan untuk mendapatkan barang yang bagus, ataupun pada dasarnya seseorang memang suka (mendapatkan kepuasan) untuk berbelanja atau melakukan konsumsi.

Oleh karena itu beberapa usaha yang dapat meningkatkan kecenderungan customer untuk melakukan impulse buying antara lain:

  • Menciptakan suasana berbelanja yang baik

Pada toko yang berukuran kecil penentuan harga produk memiliki pengaruh utama pada impulse buying, sedangkan pada toko yang besar maka pemajangan produk berpengaruh utama pada impulse buying. Suasana berbelanja dipengaruhi antara lain penataan layout produk dan peralatan toko yang baik dan teratur, kebersihan, penciptaan suasana (ambiens) dari segi suara, pencahayaan, pewarnaan, dan sebagainya. Sehingga penting untuk selalu menjaga kebersihan, kerapian, dan keteraturan di toko sehingga pembeli dapat menjadi lebih nyaman dan menghabiskan lebih banyak waktu di toko yang dapat meningkatkan peluang impulse buying.

  • Meningkatkan penampakan/ visibility produk

Dalam industri ritel pepatah “Melihat adalah Membeli” berlaku dengan baik dimana sampai sekarang customer lebih suka untuk melihat langsung dan memeriksa sekaligus mencoba produk tersebut (bila diperbolehkan) sebelum melakukan pembelian. Oleh karena itu salah satu langkah yang dapat digunakan untuk menarik pandangan customer adalah dengan memasang penanda (buatlah penanda yang menarik dengan memuat promosi atau diskon barang sale yang dibuat dengan pewarnaan yang kontras dan mencolok seperti merah dan kuning).

  • Peletakan dan pemajangan produk impulse buying

Selain itu peletakkan dan pemajangan sebuah produk dengan baik akan meningkatkan peluang produk untuk diambil customer, seperti contoh di rak supermarket maka produk yang laku (fast moving) diletakkan di rak bagian tengah yang mudah dilihat (eye level) atau dijangkau tangan akan lebih laku daripada produk yang diletakkan di rak atas atau rak bawah. Oleh karena itu sebaiknya produk impulse buying diletakkan dekat dengan produk toko yang fast moving sehingga dapat memancing customer untuk menambahkan ke belanjaannya. Selain itu dapat pula diletakkan di dekat kasir yang dekat pintu keluar toko sehingga customer dapat meraihnya dengan cepat.

  • Mempengaruhi faktor psikologis customer

Pada saat berbelanja, kebanyakan keputusan melakukan pembelian customer sangat dipengaruhi oleh faktor psikologisnya, sehingga pemilik toko sebaiknya dapat memanfaatkan faktor-faktor psikologis ini, antara lain:

  • Faktor urgensi/ mendesak

Merangsang psikologis melalui promosi dengan batasan waktu, seperti “Hanya Hari ini” atau “Hanya 2 atau 3 hari saja”, atau seperti yang dilakukan oleh supermarket atau hypermarket ritel modern yang memberikan banyak promo diskon barang pada saat weekend dimana banyak customer keluarga yang berbelanja barang kebutuhan rumah tangga pada waktu itu.

  • Nilai barang (value)

Mempengaruhi customer dengan memberikan penawaran yang  murah hati seperti “buy one, get one” maka mereka berpikir bahwa hal itu adalah sebuah pembelian yang bagus untuk sejumlah nominal uang yang sama. Biasanya promosi ini dilakukan oleh restoran yang memiliki margin profit yang cukup besar ataupun untuk menghabiskan stok barang lama yang kurang laku.

  • Kegembiraan dan kebaruan

Faktor ini biasanya dipicu dari iklan promosi produk baru yang sering muncul di media massa atau rilisan baru di toko (umumnya fashion dan elektronik) yang membuat customer merasa senang apabila dapat mengalami rasa kebaruan dan tidak ketinggalan sehingga nantinya akan melakukan impulse buying.

Ataupun bila Anda sedang bepergian ke tempat yang tidak dapat sering Anda kunjungi, seperti keluar negeri maka nilai sebuah produk/ momen akan meningkat seperti membeli suvernir atau mencoba kuliner yang Anda nilai sangat berharga pada saat itu maka Anda pun tidak dapat mengontrol diri untuk tidak berbelanja.

  • Jenis barang yang menjadi sasaran impulse buying

Walaupun semua barang dapat dijadikan sasaran promosi toko, terutama barang yang slow moving (tak terlalu laku) namun, idealnya, barang yang sering dijadikan impulse buying adalah barang-barang yang berukuran kecil dan memiliki harga yang tidak mahal, karena hal ini mempengaruhi pengambilan keputusan yang tidak terlalu rumit dan cepat. Sebagai contoh, beberapa barang seperti minuman soda, permen, coklat, baterai sering diletakkan dekat dengan konter kasir toko agar customer dapat segera mengambilnya tanpa berpikir terlalu panjang. Oleh karena itu dapat disimpulkan adalah barang yang murah, sensorik, dan mendesak.

  • Uji coba & demo pertunjukan produk

Dengan adanya  kegiatan uji coba atau pertunjukan produk yang menarik dapat meningkatkan ketertarikan customer terhadap suatu barang, sehingga seringkali di sebuah toko dilakukan pertunjukan atau atraksi, seperti demo memasak atau alat kesehatan sehingga customer ingin juga untuk mencobanya di rumah.

Biasanya di sebuah toko roti atau snack, diberikan free sample pada roti atau snack yang ingin dipromosikan demikian di sebuah toko pakaian akan disediakan kamar ganti, hal ini bertujuan agar customer dapat mencoba produk yang diinginkan sebelum melakukan pembelian.

  • Referensi atau testimonial

Nilai sebuah referensi atau testimonial positif dari teman, keluarga, dan kolega terhadap sebuah produk akan meningkatkan ketertarikan customer untuk mencoba dan membeli produk tersebut padahal tidak pernah direncanakan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena tingkat kepercayaan terhadap seseorang yang dikenal lebih memiliki pengaruh daripada penjual atau promotor yang mengiklankan produknya dengan baik

  • Online media / Social media

Di zaman online media yang mudah diakses maka social media (seperti Facebook, Instagram, Youtube, Path, Twitter, dsb.) semakin mempercepat saluran penerimaan informasi tentang produk kepada customer. Selain itu customer juga mudah melakukan penelusuran produk sebelum pergi ke toko dan melakukan transaksi. Penulis sendiri sering melakukan cek harga produk secara online dan memperkirakan margin yang bisa dinegosiasikan nanti kepada penjual. Oleh karena itu sebaiknya pemilik toko mulai membuat website dan mengaktifkan akun social media toko atau produk jualannya.

Demikian beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh para pemilik toko untuk meningkatkan penjualan produk mereka, khususnya dari impulse buying. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pemilik toko dan penjual produk ritel, apabila masih memiliki hal-hal yang kurang dipahami maka dapat menghubungi kami di 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com (Stan Widyanto).

Sumber *):

http://betabait.com/the-impulse-shopping-fact-sheet/

http://brandongaille.com/18-dramatic-impulse-buying-statistics/

https://blog.vendhq.com/post/64901826173/encourage-impulse-buys-store-deeper-look-unplanned-purchases

GD Star Rating
loading...

Post sebelumnya «