Previous Next

Agu 16

PAKET IMPLEMENTASI SOFWARE ACCOUNTING SUKSES

Banner Software TerintegrasiMengapa paket implementasi software accounting sukses sangat penting di perusahaan anda? Antara lain manfaatnya adalah:

  1. Perusahaan terhindar dari kekacauan fungsi pekerjaan karyawan yang over lapping. Mengubah karyawan yang generalis menjadi spesialis, dengan demikian karyawan akan fokus dengan tugas dan tanggung jawab inti.
  2. Perusahan dapat meminimalkan budget untuk lisensi software sebab sistem manajemen sudah dirapikan sehingga perusahaan dapat menghemat budget untuk pembelian software accounting.
  3. Perusahaan akan terhindar dari fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh karyawan melalui perangkat teknologi yang canggih. Mengubah data dan memanipulasi data. Paket layanan implementasi software accounting sukses akan membantu set up hak akses yang tepat bagi pengguna software accounting.
  4. Perusahaan akan mendapat bimbingan secara manajemen, dan manfaat pendampingan yang dilakukan konsultan manajemen dan accounting.
  5. Perusahaan akan rapi secara sistem dan intruksi operasional lisan didokumenkan secara tertulis menjadi Job description, SOP (Standard Operating procedure)  dan intruksi kerja.
  6. Perusahaan bisa menentukan dan menyediakan sumberdaya dengan beban kerja yang sudah teranalisa melalui job analisis setelah menggunakan software accounting.
  7. Serta manfaat lainnya yang membantu operasional perusahaan secara keseluruhan. Khususnya yang berkaitan dengan implementasi software accounting dan operasional perusahaan lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Groedu International Consultant
City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Telphon : 081-59417699 ( Call only)
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com
website : www.konsultanmanajemenoutopilot.com

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

Jul 13

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENERAPAN STRATEGI MANAJEMEN BISNIS WHITE LABEL (LABEL POLOS)

Jika kita sedang berbelanja di ritel-ritel modern sekelas supermarket atau hypermarket, maka seringkali kita menemukan adanya produk-produk yang seperti air minum dalam kemasan, tissue, makanan ringan, gula dan berbagai macam jenis produk lainnya dengan label merek dari supermarket tersebut. Apakah benar bahwa supermarket tersebut juga sudah mampu untuk memproduksi tissue, gula, atau produk makanan-makanan ringan sendiri dan memasarkannya dengan label dari mereka sendiri?

Sebenarnya Apa Sih yang Dimaksud Dengan Produk White Label itu?

Manajemen bisnis white label merupakan sebuah bisnis yang dijalankan dengan cara memberikan merek pada sebuah atau beberapa jenis produk tertentu yang mana produk tersebut sebenarnya telah dihasilkan oleh perusahaan lain.

Pada awalnya ada perusahaan yang sudah memproduksi suatu produk, misalnya sirup dalam jumlah yang sangat besar namun tanpa memberikan merek atau label apapun pada produk yang sudah dibuatnya tersebut. Produk yang tanpa label atau merek inilah yang kemudian akan dijual kepada satu atau beberapa perusahaan pembeli, yang mana perusahaan pembelilah yang kemudian akan memberikan merek sendiri dan benar-benar menjualnya secara langsung kepada para konsumen akhir (misalnya dengan merek Giant, Alfamart, Indomaret, dan lain sebagainya).

Seperti Apa Kelebihan Manajemen Bisnis White Label Ini?

Misalnya saja ada perusahaan, sebut saja PT. YX yang telah memproduksi sabun cuci dan ingin menjual produk tersebut sebanyak-banyaknya. Namun PT YX ini hanya membuat sabun cuci tanpa memasang merek atau white label (menjual produk tanpa adanya merek apapun). Kemudian Alfamart merasa tertarik untuk membelinya, demikian pula dari pihak Indomaret, keduanya sama-sama memiliki minat untuk membelinya.

Sehingga pada setiap masing-masing outlet akan selalu ada sabun cuci yang sudah diproduksi oleh PT YX, namun hanya saja mereka menggunakan nama brand atau merek dari kedua perusahaan raksasa minimarket tersebut, yaitu Alfamart dan Indomaret. Karena menggunakan strategi manajemen bisnis white label (label polos) ini, maka PT YX dapat menjualnya kepada siapa saja tanpa adanya ketentuan-ketentuan atau persyaratan-persyaratan apapun, perusahaan white label dapat dengan bebas menjualnya kepada siapapun dan dari perusahaan apapun. Dan inilah yang menjadi kelebihan utama dalam penerapaan strategi manajemen bisnis white label, yang mana produk yang sama dapat dijual secara bebas kepada siapapun dan dalam jumlah yang sangat besar tanpa adanya batasan dan keterikatan apapun dalam proses penjualannya.

Lalu Apa yang Menjadi Keterbatasan/Kekurangan Dari Penerapan Strategi Manajemen Bisnis White Label Ini?

Meskipun sebuah produk dapat dijual secara bebas dan dalam jumlah yang sangat besar dengan jangkauan pemasaran yang jauh lebih luas, namun bisnis seperti ini juga masih memiliki beberapa keterbatasan, seperti:

1. Produk Menjadi Tidak Lagi Spesial.

Pada contoh dari produk sabun cuci diatas, PT. YX bisa menjual kepada 50 bahkan bisa kepada lebih banyak lagi perusahaan/retailer-retailer modern/tradisional apapun, baik yang sifatnya adalah waralaba maupun mandiri. Bagi para konsumen yang merasa senang untuk menggunakan produk-produk tersebut, baik dari Alfamart maupun Indomaret, maka mereka akan merasakan bahwa produknya adalah sama saja, tidak ada sedikitpun yang membedakan dari kedua raksasa minimarket tersebut. Tujuan dari manajemen bisnis white label seperti ini adalah untuk menjual produk dalam skala yang sangat besar, namun bukan sebagai sebuah individual branding.

2.Karena Lebih Bersifat White Label (Label Polos) Maka Tidak Ada Sedikitpun Loyalitas Dari Para Konsumen.

Alasannya sudah sangat jelas, yaitu karena tidak adanya label brand awareness, maka para konsumen tidak ada sedikitpun perasaan loyal dengan produk atau merek tersebut, meskipun sebenarnya mereka sangat senang untuk selalu menggunakan produk tersebut. Seringkali ditemukan bahwa konsumen banyak yang menggunakan produk tersebut dengan adanya sebuah pertimbangan, yaitu harga yang jauh lebih murah daripada yang sudah memiliki brand. Jika nantinya ada produk-produk lain dengan harga berada jauh di bawah produk tersebut (jauh lebih murah), maka para konsumen akan langsung beralih kepada produk yang lebih murah tersebut tanpa adanya sedikitpun perasaan menyesal telah berpindah kepada brand yang lainnya.

3. Akan Selalu Ada Persaingan Harga yang Tidak Sehat.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa salah satu tujuan dari manajemen bisnis white label ini adalah untuk menjual barang sebanyak-banyaknya. Mereka hanya lebih berfokus kepada penjualannya saja, tanpa memperhatikan kualitas (pengembangan inovasi) dari produk, dan brand atau mereknya. Ketika kondisi dan keadaan pasar sudah mulai jenuh dengan keberadaan dari produk tersebut, maka harga juga akan menjadi semakin lebih kompetitif yang mengakibatkan terjadinya persaingan harga untuk jenis barang-barang yang sama.

Nah, sekarang mungkin Anda sudah mengerti bukan. Atau paling tidak sudah sedikit memahami dan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa yang dimaksud dengan strategi manajemen bisnis white label. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila pembaca membutuhkan pembimbingan dalam manajemen ritel, pembuatan SOP ritel modern dan system informasi manajemen ritel modern, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

GD Star Rating
loading...

Jul 07

BEBERAPA DASAR-DASAR UNTUK PENILAIAN SEDERHANA DALAM MENYUSUN ANGGARAN UNTUK KEUANGAN MANAJEMEN BISNIS

Strategi penganggaran dalam manajemen bisnis memang sangat penting untuk dilakukan agar dapat semakin membantu Anda untuk menjaga keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran perusahaan. Dengan adanya strategi penganggaran atau proses budgeting, Anda akan menjadi lebih mudah untuk mencapai tujuan bisnis tanpa harus menerima berbagai resiko dari kekurangan kas dan dapat terhindarkan dari yang namanya lilitan hutang bisnis.

Bagaimana caranya untuk menganggarkan keuangan bisnis? Anda bisa menggunakan dasar-dasar penganggaran yang jauh lebih sederhana melalui upaya untuk pelacakan penghasilan, pengeluaran, dan apa saja yang masih tersisa. Kemudian lihatlah apa yang masih dapat Anda pelajari dari polanya yang sudah terjadi selama ini.

Dengan cara mengawasi penyusunan penganggaran keuangan dari manajemen bisnis, maka Anda akan menjadi lebih mudah untuk membuat suatu pilihan dan memiliki dasar untuk pembuatan keputusan yang jauh lebih bijak tentang apapun yang termasuk pengeluaran. Barikut ini adalah beberapa dasar-dasar untuk penilaian yang bisa menjadi dasar acuan bagi Anda yang ingin menyusun penganggaran keuangan bisnisnya.

1. mengidentifikasi Sumber-Sumber Penghasilan Bisnis.

Berapa banyak penghasilan yang selama ini sudah diterima oleh perusahaan Anda? Apakah itu adalah dalam jumlah yang stabil atau memang lebih bersifat fluktuatif? Berapa banyak penghasilan minimum yang dapat diterima oleh perusahaan setelah pajak dan berbagai potongan-potongan lainnya? Jangan pernah membuat anggaran dengan dana yang terlalu maksimal. Buatlah penganggaran yang sekiranya masih cukup dan bisa didanai melalui pendapatan perusahaan secara minimal untuk mengamankan posisi keuangan dari bisnis Anda pada saat terjadinya pendapatan yang tidak sebagus seperti apa yang selama ini telah diperkirakan.

2. Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pengeluaran-Pengeluaran Bisnis.

Berapa biaya tetap dari bisnis Anda yang sama sekali tidak berubah dari bulan ke bulan berikutnya? Berapa biaya pengeluaran fleksibel bagi bisnis Anda? Semua biaya ini sangat penting untuk diketahui dan telah dicatat agar Anda mengetahui berapa besar budget atau anggaran yang harus bisa disediakan. Anda bisa menggunakan bantuan dari software accounting dengan berbagai macam fitur-fiturnya, seperti salah satunya adalah berupa fitur biaya untuk membantu Anda dalam hal pelacakan dan untuk mengetahui beban biaya yang biasanya akan ditanggung oleh perusahaan untuk setiap bulannya.

3. Jangan Lupa untuk Menabung Bagi Keuangan Bisnis.

Jika Anda masih memiliki lebih banyak sumber daya yang tersisa setelah semua pengeluaran Anda sudah terbayarkan, maka jangan terlalu terburu-buru atau sesekali berpikir untuk menghabiskan uang dari hasil bisnis tersebut untuk keperluan yang sifatnya tidak terlalu penting bagi bisni Anda. Buatlah anggaran untuk menabung. Jumlah yang Anda sisihkan tidak penting. Memiliki sejumlah uang dalam tabungan akan menawarkan rasa aman secara finansial dan stabilitas keuangan tambahan bagi bisnis Anda.

4. Memahami Perbedaan Antara Kebutuhan & Keinginan Bagi Bisnis.

Titik awal yang terbaik untuk membuat anggaran adalah untuk menetapkan kebutuhan vs keinginan. Mengganti peralatan produksi yang sudah rusak adalah termasuk kebutuhan, sedangkan membuka cabang baru adalah sebuah keinginan. Kebutuhan bisnis jelas harus mendapatkan prioritas utama dan setiap anggaran harus sudah mencakup tentang pemenuhan tersebut. Sedangkan untuk keinginan adalah hal-hal yang sangat diperlukan untuk mendukung bisnis tersebut setelah permasalahan kebutuhan sudah benar-benar terpenuhi seluruhnya.

5. Menentukan dan Menetapkan Tujuan Bisnis.

Tujuan itu sangatlah penting dan akan dapat membantu Anda dalam menyempurnakan fokus dan untuk merencanakan berbagai macam tindakan-tindakan untuk mendapatkan hasil seperti apa yang selama ini Anda inginkan. Dalam menentukan budgeting atau penganggaran ini, maka bagilah antara tujuan bisnis Anda menjadi tiga macam tahapan, yaitu:

1. Tahapan untuk jangka pendek yang meliputi: anggaran bulanan, penggantian peralatan segera, pengeluaran harian dan lain sebagainya.
2. Tahapan untuk jangka menengah, seperti: pembelian yang nantinya akan memiliki dampak untuk jangka panjangnya.
3. Tahapan untuk jangka panjang seperti: rencana untuk memperluas wilayah jangkauan bisnis, investasi untuk jangka panjang dan lain sebagainya.

Sampai sejauh mana Anda mampu untuk memfokuskan diri kepada tujuan untuk jangka pendek, menengah, dan juga untuk jangka panjang? Berapa banyak anggaran Anda yang telah dikhususkan untuk setiap masing-masing tujuan tersebut? Karena budgeting atau penganggaran seperti ini juga banyak sekali melibatkan beberapa laporan keuangan yang jauh lebih kompleks dan membutuhkan adanya analisis bisnis yang lebih tepat, maka untuk lebih mempermudah bagi perusahaan dalam memperoleh hasil dari penilaiannya secara cepat dan akurat, maka setidaknya Anda membutuhkan bantuan dari software akuntansi online. Nah, cukup sekian sedikit pembahasan tentang pengganggaran dalam manajemen bisnis, semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila anda membutuhkan informasi terkait artikel di atas, serta membutuhkan bimbingan dalam accounting service dan software accounting. Silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Tim kami siap membantu.

GD Star Rating
loading...

Jul 06

PERBEDAAN-PERBEDAAN YANG LEBIH TAMPAK PADA BEBERAPA JENIS RITEL-RITEL MODERN YANG SEDANG BANYAK BERKEMBANG SAAT INI

Kebanyakan diantara para pengecer telah menyadari tentang betapa pentingnya menggabungkan antara yang terbaik dari teknologi digital dan juga dari toko fisik yang lebih menguntungkan dan yang terpenting lagi adalah untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang sangat istimewa namun dengan tetap konsisten di seluruh saluran-saluran distribusinya.

Pelanggan mereka yang paling berharga adalah yang terlibat langsung dengan mereka pada semua saluran, yaitu: toko, jaringan bisnis seluler, jaringan bisnis sosial, dan juga berupa toko online. Untuk saat ini, telah muncul begitu banyak format dari modern ritel/market, beberapa diantaranya yang paling banyak dikenal adalah:

1. Supermarket.
2. Minimarket.
3. Hypermarket.
4. Speciality store/convinience store.
5. Department Store.

Salah satu contoh dari beberapa jenis usaha ritel modern yang paling sederhana digambarkan dengan cara yang juga sederhana dimana pasar ritel modern tersebut adalah berupa tempat para pedagang untuk menjual dan memasarkan barang-barang yang berupa produk-produk makanan maupun produk non makanan yang bisa berupa makanan jadi, olahan atau dari beragam jenis kebutuhan harian lainnya yang biasanya telah hadir dengan format self service dan akan selalu menggunakan sistem dari swalayan atau pasar yang lebih besar, yaitu konsumen yang harus segera memberikan pembayaran dari kasir yang mereka sediakan.

Sementara orang-orang yang lebih sering menggunakan istilah dari “minimarket” dan “supermarket” secara bergantian untuk merujuk kepada toko-toko makanan ritel modern, pengamat industri telah menawarkan panduan yang jauh lebih spesifik lagi tentang berbagai jenis pemasok. “Hypermarket” yang saat ini masih berada di ujung spektrum yang jauh lebih besar dan cukup mampu dalam membawa beragam jenis makanan dan barang-barang dagangan yang lebih bersifat umum. Perbedaan yang jauh lebih mencolok dari ke tiga jenis usaha ritel modern tersebut adalah :

1. Tingkat Ukuran atau Skala.

Apa yang sebenarnya masih membedakan antara jenis toko kecil, minimarket, supermarket dan hipermarket sebagai sebuah entitas adalah berupa ukuran yang relatif dan jangkauannya. Toko kelontong modern atau biasa disebut dengan minimarket merupakan pesaing yang jauh lebih kecil, dengan tingkat pendapatan tahunan yang kurang dari pendapatan supermarket, sementara untuk supermarket sendiri mampu menghasilkan jauh lebih besar daripada minimarket. Sedangkan penghasilan dari hipermarket tentunya akan jauh lebih besar lagi daripada keduanya.

2. Jenis Produk yang Ditawarkan.

Meskipun dari jenis produk-produk makanan, namun tampaknya merupakan salah satu jenis produk kemasan yang telah menghubungkan antara minimarket, supermarket dan hipermarket, namun khusus untuk minimarket yang membawa barang dan hampir dikemas secara lebih eksklusif dan mudah rusak, sementara untuk supermarket menggabungkan antara penawaran tersebut dengan departemen tambahan seperti halnya tersedianya toko roti, delivery dan apotek seperti jenis non store retailing.

3. Jenis Dari Format Toko.

Toko grosir, supermarket dan para pesaing mereka yang jauh lebih besar lebih banyak menggunakan sejumlah format-format tradisional dan non tradisional yang berbeda antara satu sama lain.

4. Penggunaan Tren.

Data yang telah menunjukkan bahwa resensi sementara yang sudah mengurangi jumlah perjalanan yang selama ini telah dilakukan oleh orang-orang untuk pergi ke supermarket, orang-orang yang membeli lebih banyak per kunjungannya karena mereka tidak membutuhkan belanja yang cukup banyak. Yang mana dari hipermarket memang lebih diperhatikan, undang-undang yang membatasi dari sisi ekspansi mereka yang telah menyebabkan adanya restrukturisasi pada sektor ini, termasuk juga untuk perampingan dan pertumbuhan dari konsep klik-dan-pikap online, di mana para pelanggan dapat dengan mudahnya menempatkan memesan secara online untuk pickup nantinya. Semakin tingginya tingkat pertumbuhan pada jenis format minimarket yang telah ditandai dengan semakin lebih ketatnya tingkat persaingan dalam hal ekspansi atau berupa penambahan-penambahan dalam jumlah gerai dari kedua pemain besar yang dalamnya, yaitu dari Indomart dan Alfamart.

Nah, demikianlah penjelasan berupa informasi yang terkait dengan jenis dan contoh dari jenis usaha ritel modern yang diharapkan akan bisa semakin menambah wawasan bagi Anda sekalian seputar beberapa perbedaan-perbedaan yang cukup mencolok dari beberapa jenis ritel-ritel modern yang sedang banyak berkembang saat ini. Dari beberapa jenis ritel modern tersebut juga masih memiliki beberapa nilai positif maupun negatifnya masing-masing. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila pembaca membutuhkan artikel tersebut di atas dan membutuhkan pembimbingan untuk membangun ritel modern seperti supermarket bahan bangunan, grosir modern seperti Indogrosir, serta minimarket mulai dari awal, silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

GD Star Rating
loading...