DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT

PELATIHAN DISTRIBUTORSHIP DEALER/SERVER PULSA DI BANDUNG

Keluhan yang sering terjadi atas kerjasama penjualan lewat distributor oleh principal adalah rendahnya penjualan. Sementara itu distributor sering mengeluh profit yang diperoleh sangat minim, sedangkan principal terus berupaya agar distributor memiliki kinerja prima. Problema ini tidak pernah kunjung berhenti sebelum masing-masing mengetahui peran masing-masing secara mendalam.

Sementara itu sukses pemasaran suatu produk selain terletak pada banyaknya produk yang dibuat dan adanya support marketing oleh produsen, sebenarnya terletak juga di pundak distributor, bagaimana distributor bisa menjualnya, di saat daya beli konsumen menurun sekalipun. Distributor bisa exis bersama principal berpuluh-puluh tahun, kuncinya karena distributor bisa menerjemahkan kemauan principal. Tidaklah mudah mengikuti kemauan principal kalau distributor tidak  memiliki manajemen yang cukup baik. Terutama Distributor yang berangkat dari trader (pemilik toko) sehingga dalam kerjasama dengan principal, distributor menganut manajemen toko, untuk meningkatkan penjualan tentunya principal menginginkan manajemen distributor cukup baik. Saat ini Principal juga berusaha membantu memperbaiki distributor trader menjadi distributor profesional. Inilah tantangan principal dan sekaligus peluang bagi trader (pemilik toko) untuk mengembangkan distributornya menjadi lebih baik. Namun apa yang dilakukan principal belum cukup memadai karena keterbatasan Sumberdaya principal. Sedangkan kesadaran untuk membantu memperbaiki kinerja distributor belum semua principal siap.

Nah, untuk membantu dan menjawab kekurangan principal dalam upaya memperbaiki kinerja distributor, maka ”Workshop Distributorship management” dengan tajuk ”Tingkatkan penjualan principal-distributor, Tingkatkan profit distributor, dan menekan Shrinkage distributor” akan sangat membantu principal dalam rangka memperbaiki kinerja distributor terutama di segi peningkatan penjualan dan profit distributor.

ISI MATERI PELATIHAN

Pendahuluan Distributorship management

  • Konsep Pemasaran dan strategi distribusi distributor
  • Model-model Multy Distributor
  • Latar belakang kerja sama Principal dan distributor
  • Prospek Bisnis distributor.
  • Orientasi principal dan distributor dalam penjualan.

Sales Force Management Principal Vs Distributor

  • Aplikasi Key performance indicator sales force
  • Sistem remunerasi Sales force
  • Reward & Punisment sales force
  • Daya tarik dan alasan pemberian insentif sales force

Maksimalisasi penjualan Distributor melalui Sales Territory management

  • Element sales territory management
  • Jenis Channel Distribusi
  • Mendesain Rute kunjungan
  • Menghitung beban kerja sales force
  • Sales Territory Vs Sales Prosses.

Strategi Distributor kelola pelanggan dan layanan pelanggan

  • Konsep dasar customer service (Moment of truth, persamaan nilai layanan, persepsi nilai layanan)
  • Membangun strategi nilai layanan
  • Fokus pelangan dan keterlibatan karyawan dalam pelayanan
  • Pengukuran dan umpan balik
  • Strategi perbaikan layanan terus menerus
  • Bagaimana menangani komplain.
  • Memaksimalkan inti CRM ( Customer Relationship management)
  • Mengukur kinerja distributor melalui Key Performance Indicator (KPI)
  • Aplikasi dan contoh KPI distributor.

Inventory Management

  • Mengapa management sediaan?
  • Sediaan : biaya, pelayanan dan laba
  • Biaya Riil sediaan
  • Meramalkan kebutuhan sediaan
  • Mengelola indikator sediaan
  • Pengurangan biaya sediaan

Menekan Shrinkage dan meningkatkan profit Distributor.

  • Biaya-biaya distributor dan pengelompokannya.
  • Sebab-sebab shrinkage dan cara mengatasinya.

Mengelola Account receivable (AR) Sales Force Distributor.

  • Status Piutang penjualan.
  • Kelola AR melalui audit lapangan.
  • Problem setelah audit lapangan.
  • Penyebab piutang penjualan bermasalah.
  • Performance dan tanggung jawab sales force.
  • Mencegah piutang Bad debt.

Konsep pemasaran Principal

  • Business Review (Outlook)
  • Analisis TOWS dan 4 C Diamond
  • 9 elemen marketing ( Segmentation, positioning, Differensiasi, marketing mix (4P), brand, Layanan dan proses)
  • Fokus place sebagai fungsi Distributor
  • Strategi meningkatkan laba
  • Strategi promosi

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

BUKU UNTUK MEMETAKAN KEMBALI BISNIS DISTRIBUTOR

BUKU BARU DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT

Pada akhirnya, sebuah bisnis selalu berakhir pada perhitungan apakah menguntungkan atau tidak. Namun, pada kenyataannya usaha distributor yang tidak menangguk keuntungan dan kemudian ditutup jumlahnya sudah puluhan, bahkan ratusan. Oleh sebab itu, agar tidak termasuk dalam daftar distributor yang tidak menangguk untung sepanjang tahun, sebaiknya Anda mulai memikirkan ulang kinerja distributor yang selama ini dikelola. Pada buku ini terdapat berbagai hal menarik yang berkaitan dengan kinerja distributor, seperti memetakan distributor dengan mengunakan Business Model Canvas yang di dalamnya diulas mengenai : Key Partner, Key Activities, Key Resource, value proposition, customer relationship, customer segments, channel, revenue stream dan cost structur. Selain itu di buku ini juga diulas 30 kesalahan yang dilakukan oleh distributor selama ini antara lain:

  1. Distributor tidak melakukan fungsi distribusi
  2. Distributor tidak memelihara wilayah perbatasan
  3. Distributor menolak produk baru
  4. Distributor tidak menjalankan SOP yang dibuatnya sendiri
  5. Distributor memberi potongan harga di luar ketentuan
  6. Distributor tidak memperhitungkan berbagai fasilitas yang diberikan oleh prinsipal
  7. Distributor selalu melihat prinsipal sebagai musuh, bukan sebagai partner
  8. Distributor tidak berterus terang mengenai masalah keuangan  kepada produsen
  9. Distributor tidak menggunakan sistem TI yang cukup baik
  10. Distributor selama kerja tidak menghimpun basis data pelanggan
  11. Distributor mengundurkan diri sebelum kontrak kerja dengan prinsipal selesai
  12. Distributor mengira tugasnya adalah sebagai pedagang
  13. Distributor bekerja di luar wilayah yang ditetapkan oleh produsen

Buku ini sangat baik dibaca oleh para pemilik Distributor, para jajaran tim sales dan marketing Principal, praktisi sales dan marketing, para peminat usaha di bidang distribusi, serta para akademisi dan dosen pengajar entrepreneur. Buku ini sangat direfrensikan karena ditulis seorang konsultan yang sudah ratusan kali membantu pemilik distributor dan manufacturing dalam mendistribusikan produk-produknya. Untuk itu, sebaiknya cermati satu per satu bagian buku ini untuk mendapatkan gambaran yang gamblang mengenai bagaimana seharusnya usaha distributor dikembangkan dengan baik, tanpa harus merugi.

GD Star Rating
loading...

CARA EFEKTIF MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK HASIL MANUFACTURING

1111497streetview-motox780x390

Tidak dapat dipungkiri sekarang ini melakukan penjualan sangat sulit. Pengaruh utama adalah krisis ekonomi yang berkepanjangan sehingga menurunkan daya beli konsumen. Namun jangan kuatir bagi perusahaan manufacturing yang saat ini pemasarannya tidak meluas dan memiliki wilayah pemasaran tertentu. Misalnya pabrik saat ini melayani konsumennya seputar wilayah Jawa Timur misalnya. Nah untuk meningkatkan penjualan secara praktis dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Tinjau kapasitas produksi manufacturing kita selama ini rata-rata berapa besar. Lalu cek kembali metode penjualan produk yang sedang dilakukan saat ini. Ada yang memproduksi hanya untuk perusahaan distribusi lainnya, sementara pabrik belum punya perusahaan distribusi sendiri. Kalau seperti ini mulailah memikirkan, bagaimana kalau membuat perusahaan distribusi produk sendiri dengan merek yang dimiliki sendiri. Apabila selama ini sudah memiliki perusahaan distribusi sendiri dan produk hanya diproduksi untuk perusahaan distribusi sendiri, maka yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut :a) Perluas wilayah distribusi.  b) Dirikan kantor cabang, atau bekerja sama dengan distributor lain untuk mendistribusikan produk anda. Lengkap baca buku winning in the battle with distribution strategy.  c)Tambah sales force people dan bangun organisasinya sedemikian rupa dengan remunerasi dan insentif yang menarik.d) Bangun manajemen autopilot, dengan menyerahkan pemasaran produk pada manager profesional.e)Bangun infrastruktur sedemikian rupa, gudang dan mobil delivery. Jika tidak bisa investasi sendiri dapat bekerja sama dengan distributor lokal. serta buat skema kerja sama yang menarik dengan para distributor lokal.
  2. Apa yang sudah dilakukan di poin pertama, lanjutkan dengan pengasahan SDM penjualan sedemikian rupa dengan berbagai ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu dibutuhkan training antara lain : basic selling skill, sales territory management, distributorship management, pengelolaan piutang penjualan ( AR Management)
  3. Apabila poin satu dan dua belum dilengkapi dengan sistem manajemen distribusi dan penjualan yang baik, maka buatlah sistem manajemen distribusi yang baik, meliputi : aturan main manajemen penjualan, SOP penjualan, laporan-laporan yang digunakan dalam penjualan, serta lainnya dalam kancah penjualan.

Meningkatkan-Penjualan-Produk

Poin 1, 2 dan 3 adalah langkah-langkah power full dalam meningkatkan penjualan perusahaan manufacturing secara strategis. Oleh sebab itu langkah-langkah efektif ini patut direnungkan kembali dan patut didiskusikan dalam rapat pembuatan marketing plan tahun 2016. Apabila dengan panduan tersebut bapak/ibu pembaca masih membutuhkan bimbingan dalam mengembangkan dan meningkatkan penjualan perusahaan, silahkan hubungi kami di 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com. (penulis : Frans M. Royan, SE,MM adalah Konsultan manajemen pemasaran yang telah membantu ratusan klien dalam pendistribusian dan peningkatan penjualan sejak tahun 2005)

 

 

GD Star Rating
loading...

SOFTWARE DISTRIBUSI HANDAL UNTUK DISTRIBUTOR/DEALER/AGEN/KANTOR CABANG

 

SOFTWARE DISTRIBUSI

SOFTWARE DISTRIBUSI

FINA for Distributor (Call : 0818521172/031-33311179)

FINA for Distributor adalah sebuah varian dari FINA Business & Accounting Software yang didesain khusus untuk membantu memperlancar operasi perusahaan distribusi.

FINA for Distributor memiliki fitur khusus untuk perusahaan yang bergerak di bidang distribusi, antara lain:

  • Credit limit controller berdasarkan SO. Dengan kata lain, SO yang masuk sudah memotong credit limit customer yang bersangkutan
  • AR Management: Sebuah sistem untuk mengatur agar jadwal tukar faktur bisa tepat waktu
  • Loading: Sistem untuk mengubah SO yang sudah dibuat menjadi picking list untuk memuat barang yang akan dikirim ke customer. Sistem ini juga sekaligus akan menciptakan Delivery Order secara otomatis
  • Discount Promo: Sistem bisa menghitung discount promo dengan berbagai parameter, antara lain: Tanggal, customer, item category, item, jumlah kuantitas yang berjenjang. Discount dapat berupa barang, persentase maupun rupiah
  • Multi Unit of Measurement: Anda bisa mengisi kuantitas barang yang dijual dalam 3 unit yang berbeda di dalam 1 baris
  • Collection: Anda bisa melakukan proses collection dan pelunasan Invoice secara cepat

Dari segi fitur, varian FINA for Distributor  memiliki semua fitur yang ada di FINA Anywhere

FINA for Distributor telah terbukti sukses diimplementasi di beberapa perusahaan, antara lain: PT. Topindo Atlas Asia (Top 1 Oil) dan PT Gunung Slamat (Teh Sosro & Cap Botol).

Fitur FINA

Fitur-Fitur dalam FINA Business & Accounting Software

Features

LE

CC

AW

For Distributor

Complete Sales Module

Yes

Yes

Yes

Yes

Complete Purchasing Module

Yes

Yes

Yes

Yes

Complete Inventory Module

Yes

Yes

Yes

Yes

Complete General Ledger Module

Yes

Yes

Yes

Yes

Complete Reporting Module

Yes

Yes

Yes

Yes

Multi User

Yes

Yes

Yes

Serial Number

Yes

Yes

Special Discount

Yes

AR Management

Yes

Scripting

Yes

Yes

Synchronization Offline

Yes

Yes

Synchronization Semi Online

Yes

Yes

One Click Cut off

Soon

Soon

Batch No/Lot System

Soon

Soon

Support By Phone

Yes

Yes

Yes

On-site Support

Yes(*)

Yes(*)

Yes(*)

LE = Light Edition , CC = Cost Center, AW = Anywhere

Fitur Sinkronisasi Semi-Online

Bila Anda sudah mengetahui kelebihan & keterbatasan dari sistem Online & Offline, tentunya Anda akan sangat berharap untuk mengambil keuntungan dan membuang keterbatasan dari kedua belah pihak. Betul seperti itu?

Kini, Imamatek dengan bangga mempersembahkan fitur Semi-online kepada Anda. Pertama dan satu-satunya di dunia, software akuntansi yang mampu melakukan hal ini.

Apa untungnya fitur Semi-online bagi bisnis Anda?

  • Anda akan menikmati data yang ‘hampir’ realtime dengan nilai investasi seharga offline.
  • Data Anda tetap terdistribusi sehingga apabila ada masalah dengan jaringan/server pusat, cabang tetap bisa input data.
  • Dengan teknology Peer to peer menyebabkan Anda tidak memerlukan IP Public sehingga server Anda akan aman dari hacker karena tidak ter-expose di internet.

Bagi Anda yang:

  1. Mempunyai pabrik yang terpisah dengan kantor pusat.
  2. Gudang yang terpisah dengan kantor pusat.
  3. Toko yang tersebar di banyak lokasi.
  4. Distributor yang tersebar di seluruh Indonesia

Maka Fitur Semi-online ini adalah untuk Anda.

Fitur Reporting System

FINA memiliki fitur reporting system yang sangat fleksibel.
Semua data yang sudah di-input ke dalam FINA dapat ditarik melalui sistem pelaporan ini.

FINA sudah menyediakan lebih dari 200 kombinasi report yang bisa menyajikan informasi yang Anda butuhkan. Apabila Anda masih belum mendapatkan informasi yang Anda butuhkan, maka Anda bisa modifikasi report tersebut sesuai dengan kebutuhan.

Semua laporan di FINA dapat dimodifikasi karena memiliki kemampuan untuk:

  1. di-Filter semua field dengan berbagai kriteria.
  2. di-Sort pada kolom tertentu (bisa lebih dari 1 kolom yang di-sort).
  3. di-Group berdasarkan kolom tertentu (bisa lebih dari 1).
  4. di-Aggregate semua kolom (sum & count).
  5. Menyusun urutan kolom.
  6. Mengganti nama kolom sesuai tampilan.
  7. Menyimpan report yang telah dimodifikasi menjadi sebuah report baru.
  8. Membatasi hak akses report untuk user-user tertentu.

Apabila semua itu masih belum cukup, dalam arti kata Anda masih belum bisa mendapatkan informasi yang Anda butuhkan, maka kita harus turun ke level yang lebih rendah lagi, yaitu membuat report-nya dari level Report Designer.

FINA menggunakan Fast Report sebagai reporting tools-nya. Apabila Anda cukup berpengalaman mendesain report menggunakan tools tersebut, silahkan Anda lakukan sendiri. Namun apabila Anda fobia dengan segala hal yang berbentuk coding program, ada baiknya Anda menghubungi After Sales Support kami.

Fitur Serial Number

Bagi Anda yang bergerak di bidang electronic, Handphone, gadget, automotive, tentunya Anda akan mengetahui betapa pentingnya untuk bisa mengidentifikasikan inventori Anda. Barang boleh sama tipe, tapi masing-masing kuantitas harus bisa dibedakan.

Kalau di industri electronica, computer dan gadget mereka menggunakan istilah Serial Number. Jadi selain Product number, mereka juga ada Serial Number.
Kalau di industri otomotif, mereka menggunakan istilah: Nomor body dan nomor rangka.
Sedangkan kalau di industri Handphone menggunakan istilah IMEI (International Mobile Equipment Identity).
Semuanya mempunyai fungsi yang sama, yaitu mengidentifikasikan per satuan barang.

FINA untuk varian Anywhere ke atas bisa melakukan fungsi ini.
Bagaimana caranya?

  1. Saat pembelian/penerimaan barang, semua barang harus diisi SN-nya. Umumnya, dari vendor sudah menyerahkan label daftar SN-nya. Bila tidak ada, maka Anda harus ‘tembak’ barcode-nya 1 per 1.
  2. Saat penjualan, setiap SN juga harus dicatat.
  3. Saat ada customer yang mau claim garansi, maka dengan mudah Anda bisa melacak apakah betul barang tersebut beli dari Anda dan kapan?

Sistem SN ini tidak secara otomatis mengubah sistem perhitungan costing Anda. Bila Anda menggunakan sistem FIFO atau Average, maka cost barang Anda masih akan sesuai dengan metode yang dipilih, terlepas dari SN yang dipilih.

Sumber: Fina Sotfware (Imamatek)

GD Star Rating
loading...

PERLUNYA BUSINESS ANALYST UNTUK IMPLEMENTASI SOFTWARE ANDA

Banyak persoalan yang terjadi ketika dilakukan implant software diperusahaan anda. Karyawan ingin bekerja sesuai dengan software sebelumnya yang menurut mereka nyaman. Ini soal masalah pembiasaan saja sehingga seringkali muncul kerepotan bagi seorang aplikator software di perusahaan. Masalahnya apa? Karyawan rewel karena masalah software yang sekarang hadir justru malah membuat repot mereka. Mereka merasa software yang baru tidak nyaman dipakai. Sebenarnya mereka tidak paham software baru memiliki fitur yang sangat lengkap. Kalau sebelumnya entri dilakukan banyak kali. Kini, input hanya dilakukan sekali saja. Setelah itu bagian lain bisa mencetak invoice jual atau beli. Sebelumnya harus dibantu dengan program excel sedangkan program baru tidak sama sekali. Dan dijalankan akan sangat efektif bagi pekerja yang ada di perusahaan.

Bagaimana cara menyelesaikan hal ini agar software yang diaplikasikan bisa digunakan di perusahaan. Tentu saja perusahaan sangat membutuhkan seorang Business Analyst yang nanti akan melakukan beberapa hal di bawah ini :

  • Business analyst akan melakukan  cek setiap job des dari karyawan yang ada sehingga setiap fungsi dalam organisasi bisa diarahkan dengan sebaik-baiknya. Seringkali di perusahaan pekerja melakukan pekerjaannya tumpang tindih sehingga pekerjaan menjadi rancu dan tidak efektif. Melalui software yang baru, business analyst akan merapikan fungsi dalam organisasi khususnya yang berkaitan dengan software yang akan diaplikasikan di perusahaan. Melalui cara seperti ini setiap karyawan diarahkan untuk pekerjaannya dengan melakukan kegiatan sesuai dengan fungsinya. Misalnya kalau yang tadinya semua orang bisa melakukan cetak, maka sekarang hanya beberapa orang saja yang ditunjuk bisa mencetak invoice sehingga disisi keamanan perusahaan tidak dirugikan apabila pencetak invoice atas tunjuk. JIka semua bisa cetak invoice dapat dibayangkan, tentu saja bisa diselewengkan. Banyak kasus yang menimpa perusahaan karena pekerjanya tidak jujur, invoice yang sudah dibayar dicetak lagi dan diakui sebagai pembelian kredit meskipun hal itu tunai.
  • Hak akses bisa ditentukan dengan baik karena dengan begitu tidak semua orang dalam perusahaan harus menggunakan komputer yang berkaitan dengan sistem perusahaan. Misalnya bagian marketing tidak perlu lagi membuat SO, cukup membuat SO manual, sementara yang membuat SO di sistem adalah sales admin saja. Hak akses ini berkaitan dengan pengguna lisensi software sehingga perusahaan tidak dirugikan dengan penggunaan software berlisensi cukup banyak dan ternyata tidak ada kaitan yang erat dengan kegiatan secara sistem.
  • Setelah fungsi -fungsi karyawan sudah diketahui dengan baik maka Lisensi yang sebenarnya bisa ditentukan dengan baik. Oleh sebab itu ada perusahaan software jadi yang memberikan standard 6 pengguna. Yang kalau disimpulkan secara rata-rata pengguna software memang jumlahnya 6, yaitu sales admin, staff accounting dan chief accounting, Finance, bagian inventory, Purchasing. Kalau menambah pun tergantung kepentingan misalnya manajer penjualan menggunakan untuk lakukan analisa secara langsung penjualan. Atau pemilik saja yang digunakan untuk melihat penjualan, operasional perusahaan dan lain-lainnya.

Dengan hadirnya seorang business analyst diharapkan ketika dilakukan implementasi software semuanya bisa berjalan lancar. Oleh sebab itu untuk kebutuhan ini bapak ibu dapat menghubungi : groedu@gmail.com atau klik Business analyst yang akan membantu bapak ibu. Semoga artikel ini menginsipirasi.

GD Star Rating
loading...

LOWONGAN KERJA RITEL MODERN DI SAMPIT – KALIMANTAN TENGAH

Over View

Groedu Internatinal Consultant adalah Konsultan dibidang Manajemen yang telah beroperasi 10 tahun lebih, dan telah membantu ratusan klien dalam perekrutan karyawan profesional untuk turut serta mengembangkan bisnis klien secara Nasional, pada saat ini sedang mencari kandidat profesional yang ingin berkembang di bidang karier untuk klien di Kota Sampit.

Mengapa harus bergabung?

Perusahaan klien telah berkembang menjadi beberapa unit bisnis dan dikelola dengan manajemen modern, sehingga pemberian remunerasi mengikuti standard profesional usaha dibidang sejenis. Dengan reward dan punishment yang sesuai.

Kandidat yang sedang kami cari :

OPERASIONAL MANAGER STORE

Tugas

  1. Memimpin meeting harian, mingguan atau bulanan bagian operasional (Buyer, admin umum, Accounting, marketing (penjualan toko), ………) agar aktivitas berjalan dengan lancar
  2. Menganalisa kecukupan pembelian yang dituangkan di PO yang dibuat bagian pembelian (Buyer) yang akan dikirimkan ke supplier, serta menandatangani sebagai persetujuan.
  3. Menganalisa laporan biaya, penjualan dan pembelian yang dilaporkan oleh accounting untuk dibuat resume/kesimpulan dan didiskusikan dengan direktur untuk perbaikan dan perencanaan.
  4. Menganalisa trend penjualan serta laporan-laporan kebutuhan barang yang diinfokan oleh manager store untuk dibuat perencanaan pembelian ke supplier.
  5. Menganalisa program marketing (penjualan toko) yang dibuat bagian marketing (penjualan toko) dan Menandatangani program marketing (penjualan toko).
  6. Memantau kegiatan marketing (penjualan toko) dan menganalisa hasil/dampak program-program yang dibuat oleh bagian marketing (penjualan toko).
  7. Menganalisa current vs over due Piutang penjualan dan melakukan tindakan perbaikan jika prosentase current dan over due lebih dari 20%.
  8. Mengalisa efektivitas kinerja bagian operasional secara keseluruhan.
  9. Menganalisa laporan dari bagian masing-masing operasional ( Buyer, marketing (penjualan toko), admin umum, accounting….)
  10. Bertindak sebagai Contak person untuk kepentingan perusahaan terhadap relationship para supplier, dan bertugas menjalin hubungan baik dengan supplier.
  11. Membuat laporan ringkas mengenai rasio antara penjualan dan biaya penjualan, rasio pembelian dan biaya pembelian, rasio biaya operasional keseluruhan dan penjualan.

Tangung Jawab

  1. Bertanggung jawab terhadap berjalannya operasional bagian pembelian, marketing (penjualan toko), accounting, dan administrasi operasional secara keseluruhan.
  2. Bertanggung jawab terhadap kecukupan persediaan atas pembelian-pembelian yang dilakukan buyer.
  3. Bertanggung jawab terhadap pemantauan pelaksanaan kegiatan marketing (penjualan toko) atas program-program yang dibuat.
  4. Bertanggung jawab terhadap kinerja masing-masing bagian dalam operasional.
  5. Mempertanggungjawabkan kinerja kepada direktur.

Job spesificasi

  1. D3/S1 Semua Jurusan
  2. Wanita/Pria
  3. Memiliki SIM A/C
  4. Pengalaman min 2 tahun pada bidang yang sama dengan level yang sama
  5. Mampu bekerja dalam Tim, komunikasi baik, Teliti , disiplin dan tanggung jawab, integritas dan semangat kerja tinggi, pemikiran analistis.
  6. Bisa komputer ( Excel, Word, Internet, software akutansi)
  7. Paham Management Ritel.
  8. Bahasa Inggris- aktif /pasif.
  9. Umur minimal 30 tahun dan maksimal 40 tahun

 

ACCOUNTING ( CHIEF/SUPERVISOR)

Tugas dan tanggung jawab

  1. Mengawasi pelaksanaan administrasi dan akuntansi sehari-hari yang dijalankan oleh beberapa staff akunting—mulai dari pengumpulan dan pemilahan bukti transaksi, penghitungan, hingga input data ke dalam sistim—sesuai prosedur yang telah ada.
  2. Melakukan review harian terhadap akun kas, review mingguan terhadap akun piutang dan hutang, serta review bulanan untuk semua akun.
  3. Mengawasi pengumpulan data dan perhitungan cost di produksi/proyek telah sesuai dengan metode yang ditentukan (saat itu memakai standard costing.)
  4. Melakukan rekonsiliasi atas semua akun (nominal dan permanent) setiap menjelang tutup buku, termasuk memberikan approval terhadap berbagai penyesuaian dan koreksi yang dibutuhkan—agar catatan mewakili kejadian transaksi yang sesungguhnya dengan akurat.
  5. Memastikan laporan kas harian, mingguan dan laporan arus kas bulanan yang dibuat oleh Finance. Memastikan laporan piutang dan hutang mingguan sudah akurat. Memastikan laporan persediaan harian dan mingguan telah akurat. Memastikan laporan aktiva tetap bulanan telah akurat. Dan, memastikan semua laporan tersebut telah sesuai dengan standar akuntansi yang ada.
  6. Mengkoordinasikan proses penyusunan dan penyajian laporan keuangan untuk kebutuhan internal (manajemen) serta mempresentasikannya sewaktu-waktu bila pihak manajemen
  7. Menyusun dan menyajikan laporan keuangan untuk asersi manajemen untuk pihak luar (Laporan Laba-Rugi, Neraca, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Arus Kas) secara tahunan.
  8. Memberikan support dan assistensi yang maksimal bagi semua bagian di dalam perusahaan terkait dengan masalah adminsitrasi, data, serta analisa laporan keuangan, guna pencapaian target dan tujuan perusahaan secara keseluruhan.
  9. Mengawasi dan mengkoordinasikan pengumpulan data, bukti transaksi hingga pelaporan pajak perusahaan (untuk semua jenis pajak.) Serta memastikan laporan telah sesuai dengan Undang-Undang Pajak yang berlaku, dan bisa dibandingkan dengan laporan komersial (setelah koreksi fiskal/kebijakan ekonomi.)
  10. Memberikan asistensi dan support yang efektif bagi auditor independent dan pemeriksa dari Dirjen Pajak bila dibutuhkan.
  11. Memberikan training, pengarahan, panduan, dan bimbingan bagi semua staf di bagian accounting terkait hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan perusahaan sehari-hari—agar bisa menjalankan tugas dan fungsi seperti yang diharapkan oleh perusahaan.
  12. Menjadi role-model dan mentor bagi semua staf di bagian accounting.

 

Job spesificasi

  1. Bersedia ditempatkan di Kota Sampit – Kalimatan Tengah
  2. D3/S1 Accounting
  3. Pria/Wanita
  4. Usia : 20 – 35 Tahun
  5. Pengalaman min 2 tahun pada bidang yang sama.
  6. Teliti , disiplin dan tanggung jawab, integritas dan semangat kerja tinggi, pemikiran analistis.
  7. Bisa komputer ( Excel, Word, Internet, software akutansi)
  8. Paham sistem keuangan & perpajakan
  9. Bahasa Inggris- aktif /pasif.

 

Apabila anda berminat dengan tantangan ini, kirim CV. Ke PT. Samudra Mas – Sampit, Kalimantan Tengah ke hrd@griyasamudra.com   dan cc ke : frans.masmedia@gmail.com. Wawancara akan dilakukan di kota Surabaya atau di kota Sampit (jika pelamar berasal dari Sampit)

GD Star Rating
loading...

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA : “MEMAKSIMALKAN BIAYA OPERASIONAL UNTUK TINGKATKAN PENJUALAN” (BAG -4)

”Biaya operasional yang dapat dikendalikan dengan baik dapat meningkatkan finansial salesman itu sendiri.”

– Frans M. Royan –

MEMAKSIMALKAN BIAYA OPERASIONAL UNTUK TINGKATKAN PENJUALAN

MEMAKSIMALKAN BIAYA OPERASIONAL UNTUK TINGKATKAN PENJUALAN

Pada bisnis apapun menghabiskan biaya operasional akan dapat menyudutkan para penjual sebagai tenaga kerja yang menghabiskan uang perusahaan. Apalagi jika penjual tidak pernah masuk target, maka menghabiskan biaya operasional ini sangatlah berbahaya. Pandangan umum memang seperti ini. Bagi penjual yang kaya raya justru tidak mau menghemat uang operasionalnya untuk tujuan agar kaya. Lho kok seperti itu? Bukankah malah kebiasaan ini kebalikan dengan kemauan perusahaan, yaitu agar para wiraniaganya berhemat terhadap biaya operasional.

Head line diatas mestinya berjudul “pandai menghemat biaya operasional”. Lalu kalau wiraniaga sudah bisa menghemat biaya operasional apakah wiraniaga itu bisa menghasilkan penjualan yang maksimal hingga mencapai target, dan membuatnya mendapatkan komisi yang merupakan bagian kekayaan mereka. Jawabnya pastilah belum tentu. Ada dua jenis perusahaan yang mengalokasikan biaya operasional ini berdasarkan biaya rata-rata dan kemampuan para penjualnya. Jika sudah ada biaya rata-rata biasanya perusahaan akan menerbitkan aturan main, dan akan memberikan biaya operasional secara paket, seperti uang makan, uang bensin, uang parkir dan sewa kendaraan dalam sebulannya selalu tetap. Sedangkan perusahaan yang belum stabil penjualannya, perusahaan akan memberlakukan klaim atas bon atau kwitansi setiap pembelian. Nah, mana yang akan kita bahas? Tentunya kedua-duanya. Di bawah ini akan kita bahas panjang lebar mengenai biaya operasional penjual dan bagaimana mengelola biaya penjualan itu agar target penjualan masuk dan mendapat manfaat dari biaya penjualan itu.

Apa saja biaya operasional itu?

Ada dua macam perusahaan yang memiliki kinerja dalam penjualan produknya. Pertama, adalah perusahaan yang memperkerjakan karyawan secara terikat dan pihak karyawan fokus hanya menjual produk perusahaan. Penjual mendapatkan gaji dan komisi serta mendapatkan  biaya operasional yaitu uang bahan bakar, uang makan, uang parkir dan sewa kendaraan. Kedua, adalah perusahaan yang menjual produknya secara free lance. Artinya tenaga penjual perusahaan ini tidak terikat pada perusahaan. Perusahaan hanya memberikan prosentase atas penjualan produk yang dijual oleh para penjual. Salesman tidak memiliki gaji, dan biaya operasional ditanggung sendiri. Namun ia bebas memilih pekerjaan apa saja, termasuk dalam menjual produk perusahaan yang dipasarkan secara bebas tersebut. Pemasaran ini biasanya digunakan oleh perusahaan direct selling, MLM, atau agen asuransi, broker property, serta lainnya. Mereka tidak mendapatkan biaya operasional, dan mereka hanya mendapatkan komisi dari pekerjaannya.

Pada perusahaan pertama biaya operasional bisa dikalkulasi dengan dua cara, pertama atas billing untuk bahan bakar dan parkir, sedangkan uang makan dan sewa kendaraan sudah ditetapkan oleh perusahaan. Kedua, perusahaan memberikan biaya operasional tersebut secara paket, yaitu uang makan, uang bahan bakar, uang parkir dan sewa kendaraan dengan hitungan tertentu yang akan diberikan setiap minggu sekali atau sebulan sekali. Ini jika dalam kondisi menjual di dalam kota saja, tetapi bagaimana kalau menjual di luar kota, bukankah ada biaya akomodasi? Nah, perusahaan juga bisa memberikan standar berdasarkan billing atau plavon. Jika lebih dari plavon salesman harus melapor, tetapi jika tidak ya sesuai nilai billing penggantiannya. Pada perusahaan yang kedua, penjual diberikan biaya akomodasi secara paket. Jadi ia akan mengklaim sebesar standar yang sudah diberikan oleh perusahaan.

Waduh, berat ya bagi yang free lance. Sebenarnya tidak, sebab mereka bisa memanfaatkan komisi yang diberikan, sebab komisinya cukup besar dan cukup untuk biaya operasionalnya. Selain itu penjual yang kaya tentunya akan memiliki usaha lain diluar pekerjaan sebagai penjual free lance. Inilah rahasia bagi penjual yang tidak tetap, selain memiliki waktu yang banyak, ia juga bisa mengusahakan pekerjaan lain. Namun pekerjaan yang sifatnya free lance ini khususnya untuk produk-produk yang ke konsumen secara langsung. Selain harganya mahal, komisinya juga besar.

Jadi kesimpulannya biaya operasional itu adalah biaya yang diberikan oleh perusahaan seperti uang makan, bahan bakar, uang parkir dan sewa kendaraan. Perusahaan akan membagikan biaya operasional itu secara paket atau secara on billing. Sekarang para penjual dituntut kreatif, ketika ia pada perusahaan yang memberikan biaya operasional secara paket, apa yang bisa dilakukannya? Sedangkan ketika ia berada pada perusahaan yang on billing, apa yang harus dilakukan. Begitu pula ketika ia menjadi seorang penjual yang tidak terikat harus bisa pula menyeimbangkan antara komisi dan biaya operasionalnya. Oleh sebab itu para penjual dituntut untuk mengatur biaya operasionalnya agar tidak membebani dirinya dan perusahaannya.

Biaya operasional yang dihabiskan

Kita harus tahu biaya operasional yang mana yang harus dihabiskan dan yang mana tidak dihabiskan. Selama ini para penjual berasumsi bahwa biaya operasional seperti bahan bakar ini tidak mungkin bisa dihemat. Banyak keperluan yang tidak terduga yang membuat mereka juga mengeluarkan bahan bakar. Misalnya ketika berkunjung ternyata konsumen yang akan ditemuinya membatalkan diri, sebab ia ada keperluan pribadi sehingga pertemuan ditunda. Jika anda sudah on the way dan separuh jalan, maka andapun akan kehilangan bahan bakar yang mestinya dialokasikan ke tempat lain. Jadi bahan bakar ini bukanlah biaya operasional yang bisa dihemat, tetapi biaya operasional yang memang akan habis. Malahan untuk kasus tertentu biaya bahan bakar ini bisa kurang.

Tetapi tunggu dulu, biaya operasional ini sebenarnya masih bisa dihemat jika penjual memiliki cara kerja yang konsisten, teratur dan selalu berada dalam lingkaran territory yang menjadi targetnya. Jika kebetulan bahan bakarnya dalam bentuk paket, maka memperhatikan cara bagaimana ”mengerjakan” suatu wilayah penjualan bisa membuat anda menghemat lebih banyak uang. Penjual bisa menyisihkan uang operasional untuk keperluan menabung dan menggelembungkan asset. Bagaimana caranya? 1) Lakukanlah pekerjaan anda sesuai dengan rute kunjungan yang sudah anda buat sedemikian rupa sehingga anda memiliki jadwal tetap berkunjung. 2) Kerjakanlah rute kunjungan anda itu secara melingkar dan tidak zig-zag, jika zig-zag maka bahan bakar anda akan habis sekejab.

Jika penjual bekerja secara konsisten dan terjadwal maka respon dari konsumen positif. Mereka bisa menghitung persediaan yang akan dibelinya, dan ia bisa menyediakan uang pembayarannya. Sementara itu untuk penjualan yang dilakukan secara langsung dengan membuat janji dengan para pembeli merupakan rute yang sudah direncanakan, apapun alasannya. Sementara itu mengerjakan wilayah penjualan dengan cara yang tidak zig-zag akan menghemat bahan bakar, sebab tidak ada rute yang diulang kembali. Jika perjalanan penjual dilakukan zig-zag selain banyak membutuhkan bahan bakar, kemungkinan adanya konsumen yang tidak dikunjungi karena terlewatkan bisa terjadi.

Bagi penjual yang bahan bakarnya diklaim berdasarkan bon pembelian, maka sebaiknya penjual memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas ini untuk mendapatkan pelanggan sebanyak mungkin. Mendapatkan pelanggan sebanyak mungkin bukanlah perkara gampang, pasti membutuhkan bahan bakar sebagai penunjangnya. Namun perusahaan masih memiliki standar batas atas agar anda bisa bekerja maksimal. Penggunaan bahan bakar sampai standarpun juga mengacu pada langkah-langkah yang sudah diberikan di atas, dua langkah itu selain dapat menghemat bahan bakar juga dapat menghemat tenaga dan waktu penjual. Kalau tenaga masih kuat dan waktunya juga lebih, ia dapat memanfaatkan untuk mencari lagi pelanggan lain. Lebih banyak dan lebih banyak lagi. Persepsi menghabiskan biaya operasional lebih mendekati pada bagaimana penjual dapat menutup targetnya. Dengan cara menutup target berarti penjual akan mendapatkan penghasilan tambahan selain gaji pokoknya.

Ide menghemat biaya operasional

Ada banyak cara menghemat bahan bakar agar biaya operasional penjual dapat berguna dalam menambah jumlah tabungan pribadi penjual. Terutama yang mendapatkan biaya operasional secara paket. Biaya operasional secara paket yang bisa dihemat, sisanya merupakan hak penjual itu. Oleh sebab itu biaya operasional yang dihemat dapat membantu menggelembungkan tabungan para penjual.

Selain bahan bakar yang bisa dihemat, uang makan yang diberikan secara peket bisa dihemat pula. Uang makan ini akan diberikan setiap seminggu sekali. Alasan diberikan seminggu sekali adalah agar bisa digunakan sebagai biaya operasional. Ada perusahaan yang memberikannya ketika gajian, tetapi salesman diberi wewenang untuk kas bon di kasir. Di kota-kota besar salesman yang bisa mengendalikan uang makannya supaya bisa dihemat umumnya mengetahui tempat-tempat makan yang ”murah meriah” dan bergizi. Ini bukan rahasia umum, para penjual lebih survive dibanding pekerja lain di perusahaan. Penulis ketika menjadi wiraniaga, tidak tahu karena ini ”kersaning Allah” atau karena memang para penjual memiliki komunitas sehingga selalu menemukan tempat makan yang murah meriah dan bergizi dimana saja.

Uang makan yang bisa dihemat cukup lumayan. Apalagi jika bisa dikumpulkan selama sebulan, jumlahnya cukup besar jika dimasukan celengan tanah liat yang disimpan di rumah. Seorang teman memanfaatkan hal ini untuk mencicil angsuran rumah melalui BTN dari besarnya uang makan yang dihemat. Ini bukan isapan jempol belaka, dan memang sudah terbukti ada yang bisa melakukan. Ini adalah ide sederhana yang bisa dilatih agar anda bisa mengelola keuangan sedemikian rupa. Kalau gaji untuk kebutuhan rumah tangga, maka komisi dan biaya operasional yang bisa dihemat digunakan untuk memperbanyak kekayaan.

Selain uang makan, ada lagi yang bisa dihemat meskipun ini dianggap suatu tindakan keterlaluan tetapi kalau dipikir secara logika masuk akal. Seorang anak buah di suatu perusahaan pernah penulis ikuti dalam rangka joint visit, untuk mengetahui problem di pelanggan. Ia kalau berkunjung ke pelanggan ada saja akalnya supaya tidak dikenai parkir. Caranya setiap kali ia mau berkunjung ke pelanggan, dimana di pelanggan itu tidak bebas parkir, ia mencari warung. Ia mampir ke warung itu, makan dan minum dan berbasa-basi. Tujuannya singkat hanya agar sepeda motor yang dikendarainya bisa dititipkan di tempat itu. Dengan demikian ia bebas parkir dan mendapatkan manfaat sekalian makan di tempat itu. Penulis hitung ada kurang lebih 10 lokasi. Ada warung, rumah tangga yang merupakan kenalan, rumah sakit bersalin, toko buku, serta lainnya dan semuanya bebas parkir. Namun ia bisa leluasa pergi ke pelanggan yang tidak jauh dari tempat-tempat dimana sepeda motornya dititipkan. Ia telah menghemat biaya parkir yang diberikan secara paket.

Cara lain dalam menghemat baik bahan bakar, uang makan dan biaya parkir adalah bekerja sama dengan salesman lain dalam satu kantor sehingga biaya operasional bisa lebih hemat. Jika anda kebetulan adalah salesman suatu perusahaan yang kebetulan memiliki banyak divisi, kerja sama dengan salesman dari divisi lain sangat menguntungkan. Namun ini bukan tujuan utama, hanya sesekali saja dan salesman yang dimintai bantuan itu memiliki rute kunjungan yang sama. Kalau anda sesekali bisa lakukan hal ini dalam setahun andapun bisa menghemat biaya operasional anda. Adakah ide lain yang berhubungan dengan penghematan biaya operasional ini?

Catatlah ide penghematan biaya operasional yang pernah anda lakukan selama ini : ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Biaya operasional yang hemat

Biaya operasional yang dapat dikendalikan dengan baik dapat meningkatkan finansial salesman itu sendiri. Tentunya sepanjang biaya-biaya itu bisa dihemat, jika biaya itu memang tidak bisa dihemat seperti bahan bakar, maka salesman tidak perlu memaksakan diri untuk menghematnya. Menghemat bahan bakar bisa mengakibatkan pencarian terhadap pelanggan akan terbatasi. Sedangkan yang paling rasional untuk dihemat adalah uang makan dan biaya parkir, meskipun biaya parkir itu jumlahnya tidak sebesar bahan bakar. Penghematan di semua komponen ini adalah upaya agar salesman juga mendapatkan sisa dari biaya operasionalnya.

Sisa biaya operasional ini bisa dimasukan ke dalam tabungan. Atau menggunakannya seperti yang dilakukan rekan di atas yaitu sebagai sarana untuk mencicil. Atau mengumpulkan uang itu sebagai sarana kerja dimasa mendatang. Penulis ketika belum S1 sudah bergelut dalam penjualan. Untuk meningkatkan SDM agar bisa bersaing dengan rekan-rekan terus menambah skill yang dibutuhkan dimasa mendatang. Seperti kemampuan untuk mengoperasikan komputer, jelas hal ini sangat penting. Tetapi ketika belum memiliki komputer, penulis sempat bingung mau belajar dimana. Akhirnya  warnet menjadi solusi. Dari sana didapatkan cara mengoperasikan komputer. Namun jika untuk membuat laporan berjam-jam tidak mungkin dilakukan di warnet yang penuh dengan ancaman virus, sehingga akhirnya penulis membeli komputer. Caranya mungkin sama yang dilakukan oleh rekan, yaitu dengan menghemat uang makan dan sisa uang itu digunakan untuk mengangsur komputer yang dibeli secara kredit.

Langkah awal yang tidak terpikirkan itu akhirnya membuat penulis terus ketagihan menggunakan komputer itu. Penulis mencoba menuliskan pengalaman selama bekerja di penjualan dan kemudian mengirimkan hasil tulisan itu ke penerbit. Eh, dari sini dan tak terduga ternyata didapatkan uang. Ini adalah pengalaman yang tidak pernah dapat dilupakan, sebab dari langkah kecil yang nampak sepeleh ini akhirnya membuahkan hasil dan kisah yang besar. Lima tahun kemudian penulis diburu salah seorang owner untuk mengoperasikan kantor pemasarannya untuk wilayah Indonesia timur. Sebagai Chief Operating Officer tentunya income yang didapat jauh lebih besar ketimbang ketika menjadi seorang wiraniaga. Karena dasarnya sering menyelip-nyelipkan uang ke dalam tabungan maka banyak hal yang bisa dibeli. Serta kisah ini penulis tuangkan pada buku ”Getting Rich as a marketer” diterbitkan oleh Elexmedia Kompuntindo, bahwa seorang fresh graduate tidak boleh ragu dalam mendapatkan pekerjaan, jika ingin kaya maka harus memilih profesi sebagai penjual. Di buku itu diceritakan seorang salesman yang kemudian menjadi manajer dan akhirnya memiliki beberapa property dari hasil menyisahkan uang makan dan gajinya untuk kegiatan investasi.

Kesimpulannya jika biaya operasional bisa dihemat, maka hematlah! Kalau tidak bisa dihemat seperti bahan bakar, maka biarkanlah habis. Bahan bakar yang berdasarkan bon dapat digunakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan pelanggan baru. Dari pelanggan baru itu akan diperoleh omzet penjualan.  Dari omzet penjualan yang masuk target, salesman bisa mendapatkan komisi. Komsisi yang sudah diterima bisa diberdayakan, seperti dimasukan dalam tabungan atau untuk membayar cicilan pembelian produk investasi. Jadi habiskanlah biaya operasional anda jika anda tidak diberikan secara paket. Serta hematlah jika diberikan secara paket, namun komponen biaya operasional yang bisa dihemat adalah uang makan dan biaya parkir. Sedangkan bahan bakar tetaplah komponen biaya operasional yang tidak bisa dihemat!

GD Star Rating
loading...

MENGAPLIKASIKAN MARKETING PLAN

MARKETING PLAN

Di Cina membangun sebuah hotel 15 lantai membutuhkan waktu hanya 46 jam, jam ke 47 Hotel sudah bisa dihuni. Hebatnya, ketika membuat gedung itu tidak ada satupun kecelakaan, atau lingkungan kotor seperti kalau membangun gedung di Indonesia, semua bersih. Nah, kenapa membuat gedung bisa memakan waktu hanya 46 jam, ternyata hebatnya bukan di sisi teknologi, tetapi di sisi bagaimana perencanaan yang dibuat untuk membangun gedung itu. Konon untuk membangun gedung itu butuh waktu 5 tahun untuk merencanakannya.

Lalu apa hubungannya dengan buku ini? Selama ini kita selalu diajarkan bahwa kalau mau berusaha “berusaha saja” tidak perlu rumit-rumit menggunakan marketing plan. Lalu, apa kemudian yang terjadi dengan usaha-usaha yang dibangun tanpa marketing plan?

  • Nyaris sebagian besar bangkrut.
  • Kalau ada yang berhasil dari 1000 usaha hanya ada 1 saja yang berhasil. Satu yang berhasil ini saja yang biasanya berbicara paling lantang kalau dirinya berhasil tanpa marketing plan.

Sesungguhnya dalam aktivitas bisnis apapun, marketing plan tetap dibutuhkan. Apalagi dalam kondisi yang sangat kompetitif seperti sekarang ini, jangan mengambil ilmu dari yang berhasil tanpa “marketing plan” ketika persaingan masih tidak ketat. Eranya sekarang amat berbeda. Nah, buku yang anda pegang ini sangat memberikan inspirasi “bagaimana menyusun marketing plan sederhana” demi keberhasilan usaha anda. Buku ini akan membahas: trik menemukan ide-ide kreatif untuk marketing plan, perencanaan produk, STP dan differensiasinya, perencanaan harga yang tepat, mapping dan perencanaan penggunaan SDM, teknik membuat jaringan pemasaran, strategi memetakan wilayah pemasaran, program promosi yang berhasil, handling komplain konsumen dan bagaimana menservice-nya, kehebatan sebuah merchandise management, time table marketing plan dan evaluasi marketing plan setelah dilakukan eksekusi.

Buku ini sangat cocok bagi para entrepreneur muda maupun senior, kalangan praktisi antara lain : Marketing Manager, Sales manager, Sales Supervisor, para awam yang akan berwirausaha maupun dosen dalam memperkaya pengetahuannya dalam bidang pemasaran praktis. Semakin menarik saja buku ini karena ditulis oleh praktisi dan konsultan yang telah berpengalaman selama 25 tahun di bidang pemasaran.

 

GD Star Rating
loading...

MANFAAT RISET PEMASARAN UNTUK KEBERHASILAN LAUNCHING PRODUK DI PASAR

Sebelum produk di launching ke pasar, sangat dibutuhkan riset pemasaran. Oleh sebab itu setiap perusahaan baru ataupun importir sebelum melakukan launcing produknya sebaiknya melakukan riset pasar terlebih dahulu. Riset pasar ini untuk mengetahui perilaku konsumen, trend pasar, serapan pasar, target pasar sampai dengan keputusan apakah barang itu akan diproduksi atau diimport. Oleh sebab itu lakukan dengan baik keputusan memproduksi atau mendatangkan barang dari luar negeri. Kalau sudah kejebak dengan kemacetan usaha, tentu saja kerugian yang akan dituai oleh perusahaan sangat besar.

Mengeluarkan biaya riset bukanlah hal sia-sia jika dilakukan dengan benar. Budget untuk riset adalah faktor pengurang kerugian yang cukup besar apabila tindakan kita mengikuti naluri bisnis saja. Boleh naluri bisnis bermain dalam pengambilan keputusan, tetapi naluri bisnis ini sifatnya abstrak, dan tidak semua orang bisa memahami pemikiran kita. Alangkah lebih baik jika terdapat hasil riset yang berupa angka, grafik, dan kesimpulan mengenai pasar, maka tidak akan ada yang menyalahkan jika usaha yang didirikan dilakukan bersama dengan mitra. Riset pasar dalam hal ini sangat penting untuk membantu dalam pengambilan keputusan.

Kelayakan produk untuk diimport maupun diproduksi sangat penting untuk menentukan tingkat keberhasilan produk dalam pemasarannya. Seperti dalam surveynya sekitar 98% produk baru yang diluncurkan ke pasar gagal. Hal ini banyak faktor yang melandasi, tentu saja salah satunya tidak adanya pedoman yang menginformasikan kelayakan produk masuk ke pasar. Riset pemasaran sebenarnya pintu masuk ke pasar, jika memang pasarnya layak. Sedangkan jika pasarnya tidak layak, pintu tidak akan dibuka dan hal ini tentu saja akan membantu kita sebagai investor dalam menentukan keberhasilan sebuah usaha. Tidak masuk ke pasar yang sudah disimpulkan oleh grafik dan angka riset bisa memberikan jalan alternatif pengusaha untuk menginvestasikan uangnya ke produk-produk yang layak dipasarkan.

Gunakan riset pemasaran sedemikian rupa dengan melakukan sendiri atau bantuan konsultan riset. Melalui bantuan konsultan riset, ruang lingkup yang akan diriset akan terarahkan. sebagai contoh konsultan riset akan menggunakan metode riset yang sesuai dengan produk dan kondisi pasarnya. Konsultan riset akan melakukan riset sesuai dengan sample yang menjadi objec penelitian. Konsultan riset akan melaporkan dan mempresentasikan hasil riset dan kesimpulan serta saran yang harus dilakukan oleh pebisnis yang sedang memakai jasanya.

Memang untuk masuk ke pasar beberapa perusahaan tidak perlu melakukan hal itu, tetapi hal ini wajib ditinjau dari sisi investasinya. Apabila sangat besar investasi yang akan dikeluarkan maka sangat dibutuhkan riset sebagai acuan atau pembanding dalam mengambil suatu keputusan. Oleh sebab itu jangan biarkan kerugian menjadi begitu besar dengan menganggap sepele tahapan ini dalam memasarkan suatu produk. Semoga artikel ini bermanfaat, apabila pembaca membutuhkan konsultan riset yang handal silahkan hubungi 081852172 atau hubungi groedu@gmail.com.

 

GD Star Rating
loading...

MENGAPA PERUSAHAAN HARUS MENGGUNAKAN SOFTWARE ACCOUNTING YANG CUKUP BAIK?

CALL ME : 0818521172 /031-33311179 JIKA KESULITAN MENGENAI SOFTWARE ACCOUNTING

Alasan utama adalah agar perusahaan selalu profit. Melalui software accounting setiap transaksi perusahaan bisa dicatat, disimpan dan dilaporkan bahkan dicetak untuk kebutuhan analisis pasar, penagihan, pembayaran hutang serta lainnya. Adanya software accounting perusahaan tidak perlu cemas akan kehilangan data, kehilangan uang akibat pencatatan yang tidak akurat, serta kehilangan transaksi penjualan akibat perkiraan persediaan yang tidak bisa dikelola dengan baik yang disebabkan minimnya data.
Software accounting dapat membantu memperingan bagian administrasi untuk tidak selalu mengingat berapa limit kredit setiap customer yang dimilikinya sebab software accounting bisa memberikan signal apabila pesanan customer sudah melampaui limit kreditnya. Begitu pula bagian administrasi akan diingatkan agar pemberian harga ke customer tidak lebih rendah dari harga beli produk ke supplier.
Software accounting juga bisa melaporkan umur piutang dari customer sehingga pengelolaan piutang penjualan kepada customer bisa dikendalikan dengan baik. Tanpa bisa mengelola piutang penjuaan customer, usaha apapun akan terancam kesulitan keuangan bahkan sampai tutup, software accounting akan membantu dengan cermat dalam rangka mengelola piutang penjualan kepada customer.
Melalui software accounting penyajian inventory juga terangkum dengan jelas sehingga persediaan perusahaan bisa terjaga dengan baik. Kalau selama ini tanda software, tidak bisa dilakukan analisa ideal persediaan di gudang, bahkan pada akhirnya banyak produk expired di gudang atau produk yang tidak produktif berhenti di gudang sehingga sangat mempengarui rasio keluar masuk barang dan anggaran pembelian yang dilakukan perusahaan.
Selain hal-hal di atas yang paling penting dari software accounting bahwa laporan keuangan dapat tersaji dengan baik mulai neraca dan rugi- laba, kas, saldo pitang, saldo hutang serta lain-lainnya. Segeralah menggunakan software accounting agar perusahaan anda bertumbuh dari tahun ke tahun.

Beberapa Software Accounting & distribusi referensi handal:

 

 

 

 

Informasi lebih lanjut klik : www.softwareaccountingsurabaya.com

Groedu International Consultant

Graha Gunung Anyar Kav 35, Rungkut, Surabaya.
Telphon: 031- 33311179
H.Phone: 081-852-1172 (XL), 081-252-982-900 (simpati)
Email : groedu@gmail.com
www.konsultanbisnissurabaya.com
www.groedu.com
www.softwareaccountingsurabaya.com

GD Star Rating
loading...

Agu 16

PAKET IMPLEMENTASI SOFWARE ACCOUNTING SUKSES

Banner Software TerintegrasiMengapa paket implementasi software accounting sukses sangat penting di perusahaan anda? Antara lain manfaatnya adalah:

  1. Perusahaan terhindar dari kekacauan fungsi pekerjaan karyawan yang over lapping. Mengubah karyawan yang generalis menjadi spesialis, dengan demikian karyawan akan fokus dengan tugas dan tanggung jawab inti.
  2. Perusahan dapat meminimalkan budget untuk lisensi software sebab sistem manajemen sudah dirapikan sehingga perusahaan dapat menghemat budget untuk pembelian software accounting.
  3. Perusahaan akan terhindar dari fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh karyawan melalui perangkat teknologi yang canggih. Mengubah data dan memanipulasi data. Paket layanan implementasi software accounting sukses akan membantu set up hak akses yang tepat bagi pengguna software accounting.
  4. Perusahaan akan mendapat bimbingan secara manajemen, dan manfaat pendampingan yang dilakukan konsultan manajemen dan accounting.
  5. Perusahaan akan rapi secara sistem dan intruksi operasional lisan didokumenkan secara tertulis menjadi Job description, SOP (Standard Operating procedure)  dan intruksi kerja.
  6. Perusahaan bisa menentukan dan menyediakan sumberdaya dengan beban kerja yang sudah teranalisa melalui job analisis setelah menggunakan software accounting.
  7. Serta manfaat lainnya yang membantu operasional perusahaan secara keseluruhan. Khususnya yang berkaitan dengan implementasi software accounting dan operasional perusahaan lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Groedu International Consultant
City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Telphon : 031-33311179
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com
website : www.konsultanmanajemenoutopilot.com

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

Agu 23

TAHUKAH ANDA DAMPAK POSITIF DARI MERCHANDISING METODE 5 R?

Pernah pada suatu waktu yang lalu saya ditanya oleh pemilik 4 gerai swalayan (retail modern), “Pak bagaimana cara menaikan penjualan toko swalayan secara terencana dan terukur ?”

Pertanyaannya sistemik dan to the point, oleh karenanya saya mencoba mengulasnya dari sisi yang paling dasar terlebih dahulu. Bagi penulis, fenomena berkembangnya pasar modern yang begitu dinamis dan terus tumbuh menggugah niatan untuk berbagi pengalaman tentang kiat-kiat mengelola beragamnya product assortment (merchandise) yang ada pada pasar modern, baik itu memiliki format minimarket, supermarket ataupun hypermarket, lebih khususnya pada produk produk kebutuhan sehari-hari atau dalam bahasa retailing disebut sebagai grocery. Penulis akan berbagi pengalaman, membahas pengelolaan product groceries, mengapa? Pertama, total penjualan penjualan pada pasar modern baik itu mini market, supermarket atau hypermarket kontribusi utamanya ditopang penjualan product groceries. Kedua, literatur-literatur yang berkaitan dengan retailing management menjelaskan bahwa salah satu strategi bisnis retail adalah mengelola product assortment, dimana dalam literatur disebut Buying And Merchandising.

Kita mulai yang paling dasar dan fokus yaitu mengelola varian produk (assortement) melalui pendekatan BUYING & MERCHANDISING.

Pengertian BUYING & MERCHANDISING

Adalah proses membeli dan kemudian dijual kembali kepada konsumen. Membeli dalam jumlah banyak kemudian dijual persatuan (ecer) ke konsumen.

Ada kaidah kaidah baku yang wajib kita ketahui bersama untuk menjalankan BUYING & MERCHANDISING yaitu yg sering disebut dengan 5 Right (5 R),

  1. Merchandise yang tepat barang (Right Merchandise)
  2. Merchandise yang tepat harga (Right Price)
  3. Merchandise yang tepat tempat (Right Place)
  4. Merchandise yang tepat jumlah (Right Quantity)
  5. Merchandise yang tepat waktu (Right Time)

Merchandise yang tepat barang (Right Merchandise)

Artinya barang yang dijual di toko haruslah mencerminkan apa yang sebenarnya di butuhkan konsumen. Ini adalah prinsip yang paling dasar, menjual sesuai dengan apa yang dibutuhkan konsumen. Pengalaman penulis dalam membedah toko retail modern banyak bagian pembelian yang kurang mencermati hal, kebanyakan justru terbuai rayuan pemasok (supplier/ vendor) sehingga yang kurang diperlukan bisa terpajang di rak swalayan. Bagaimana cara menerapkan apa yang dijual supaya sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen?

  1. Pelajari apa yang dijual toko pesaing. Buatlah rencana kunjungan ke toko pesaing (ambil toko yang banyak dikunjungi konsumen). Amati dan diingat ingat apa saja produk yang mereka jual, jika perlu lakukan tanya jawab ke pramuniaganya seberapa jauh tingkat laku atas produk-produk itu. Semuanya bisa berjalan lancar kalau dalam kunjungan ke toko pesaing kita melakukan penyamaran dengan baik. Jangan lupa dalam rangka survey ke toko pesaing lakukan surveynya secara terstruktur artinya apa yang akan di survey sesuai dengan rencana awal, contoh minggu ini yang akan disurvey di toko pesaing “A” adalah kategori produk hair care, baby diapers dan kin w Kategori produk yang akan di survey pun jangan terlalu banyak. Lakukan jadwal survey minggu depannya dengan kategori produk yang berbeda. Survey juga harga jual yang dilakukan oleh toko pesaing.
  2. Bacalah dan pelajari jurnal retail yang diterbitkan oleh lembaga independen seperti AC Nielse Pada jurnal ini banyak dimuat tentang konsistensi konsumen, sehingga pelaku bisnis retail dapat memahami psikologis, sosiologis dan selera konsumen.
  3. Lakukan analisa penjualan. Pelaku bisnis retail modern seharusnya sudah menggunakan software program yang banyak di jual di pasaran. Dari program software itu bisa menampilkan banyak laporan, antara lain laporan penjualan harian, laporan penjualan mingguan ataupun laporan penjualan bulanan (Temukan tips sukses aplikasi software akunting di sini). Lakukan telaah lebih detail, kemudian lakukan sorting dengan menggunakan kaidah pareto, sehingga para pelaku bisnis retail bisa mengetahui potret penjualan yang ada di tokonya masing-masing. Mana yang menyokong back bone (tulang punggung) penjualan mana yg reguler semuanya bisa diketahui dengan rinci.
  4. Amati iklan-iklan produk konsumsi yang sering muncul di siaran iklan TV. Semakin sering muncul di TV produk produk itu tentunya akan mudah masuk di ruang psikologis konsumen. Jangan abaikan ini dan sebagai pelaku bisnis retail untuk segera menyediakan barang itu ada pada rak toko, supaya konsumen yang mencari produk itu semakin cepat terpuaskan.
  5. Tanggap terhadap apa yang dicari konsumen. Sederhananya kalau ada konsumen lagi belanja di toko kemudian mencari barang dan tidak menemukan, cobalah sebagai pelaku bisnis retail untuk menanyakan sekaligus melakukan wawancara ringan tentang produk yang ada dan apa yang masih kurang, dst.

Merchandise yang tepat harga (Right Price)

Artinya barang yang dijual di toko haruslah mencerminkan harga yang pas untuk ukuran konsumen. Tentu kata harga yang pas disesuaikan dengan kondisi psikologis konsumen. Disini kita mengenal istilah sensitif item, major item & unique item. Untuk produk yang sensitif harus berani head to head dengan pesaing. Untuk produk yang dalam kelompok major item kita kelola sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan margin yang optimal. Sedangkan untuk kelompok unique item, margin bisa kita optimalkan. Cara memilah kelompok sensitif item, major item dan uniq item adalah dengan menggunakan laporan penjualan bulanan, lakukan ranking berdasar nilai penjualannya (dalam Rp), dan buatlah prosentase kumulatifnya. Ambil prosentasenya, katakan 20% nya kita basis kan sebagai kelompok sensitif item lakukan perbandingan harga dengan toko pesaing, ambil langkah head to head (atau berani lebih murah) dalam menetapkan harga jualnya. Sedang untuk major item yang akan kita kelola margin profit nya bisa dimekarkan sampai pada level 80% kumulatif penjualan (dalam Rp), disini strategi penetapan harga jualnya variatif dari yang sama dengan harga pesaing sampai pada prosentase margin yang lebih dibanding toko pesaing. Jangan lupa penetapan harga jual ini harus dievaluasi secara komprehensif supaya perolehan margin secara keseluruhan tidak terjun bebas, sehingga dapat dikelompokkan menjadi 5 langkah sebagai berikut:

  1. Sebaiknya dipisah untuk kategori sensitif item; major item dan unique item.
  2. Kelompok Sensitif item diupayakan dibawah toko pesaing.
  3. Kelompok Major item kelola by data sehingga bisa menghasilkan margin optimal.
  4. Untuk produk kelompok Unik (yg jarang dimiliki pesaing) berani lebih tinggi harga jualnya.
  5. Selalu di review kembali (by data) komposisi margin yang telah dicapai (dibanding target margin).

Merchandise yang tepat tempat (Right Place)

Artinya barang yang dijual di toko haruslah mempertimbangkan tata letak dan tampilan pemajangan. Secara emosional pemajangan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap penjualan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Memahami dasar dasar pemajangan.
  2. Perlunya mengetahui dukungan POP (point of purchase) supaya lebih eye catching.
  3. Mengetahui tentang jenis-jenis display (floor display; end gondola display; dancing display, dsb)
  4. Memahami kategori produk vs jenis display yang cocok.
  5. Memahami tata letak (layout) toko yang harmonis.

Merchandise yang Tepat Jumlah (Right Quantity)

Artinya pelaku bisnis retail haruslah menyediakan barang dagangan dengan jumlah persediaan yang pas, tidak berlebih dan tidak miskin persediaan. Pendekatannya dengan metode matematika kuantitatif disertai software program retail yang baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Saldo rata rata.
  2. Perputaran barang (Turnover/ Stockturn) & target turnover
  3. Target penjualan
  4. Budget pembelian barang dagangan.
  5. Standing Order (jika diperlukan)
  6. Masa tenggang pengiriman.
  7. Tingkat service level dari vendor/ pemasok

Peranan dari merchandise yang tepat jumlah memegang peranan yang sangat vital dalam aktivitas bisnis eceran, secara keseluruhan investasi yang terbesar berasal dari barang dagangan dan oleh karena itu kelolalah. Hal ini justru jarang dimengerti oleh pelaku bisnis retail. Mari kita simak apa yang dakatakan oleh Robert J. Minichiello ;

At the heart of merchandising is merchandise, that which is bought and sold. For many retailer, it represents the major investment. Store are ofter rented and many major items of equipment-computers, point of sales terminal, vihicles may leased. But merchandise, once acquired, is owned. It becomes inventory. Retailer strive to mange well their investment in inventory.

Manfaat yang diperoleh ketika pelaku bisnis retail bisa mengelola persediaaan dengan baik ;

  1. Bisa mengurangi biaya pergudangan
  2. Mengurangi beban retur barang yang tidak perlu.
  • Barang yang diterima dari vendor/ pemasok dalam kondisi up-to-date.
  1. Menyehatkan keuangan perusahaan
  2. Mempercepat ROI (Return On Ivestment).

Merchandise yang tepat waktu (Right Time)

Prinsipnya barang yang diperlukan konsumen haruslah (selalu) tersedia. Pertanyaannya, “apa bisa?”. Selama kita punya navigasi yang baik, kita akan mampu mengendalikan supaya barang yang sudah sesuai dengan assortment tetap selalu tersedia di rak/ shelving. Navigasi yang pertama adalah menjalankan merchandise yang tepat jumlah dengan komitmen penuh. Selalu pelajari laporan penjualan harian, penjualan mingguan dan penjualan bulanan. Silahkan plotting kelompok yang masuk sensitif item, major item dan unique item. Berikan tanda tertentu pada price tag pada shelving dan komunikasikan pada kepala toko supaya apa yang sdh disepakati bersama untuk bisa dijaga dan dijalankan dengan penuh komitmen.

Pada akhirnya, pengelolaan assortment yang ada di toko tentunya akan membuahkan hasil optimal dengan menggunakan pendekatan strategi BUYING & MERCHANDISING dengan basis 5R (Right Merchandise; Right Price; Right Place; Right Quantity dan Right Time). Pendekatan BUYING & MERCHANDISING harus juga menyertakan Program Pengendalian Biaya dan Program Pengendalian Kehilangan. Tiga serangkai inilah yang penulis namakan “3 PRINSIP DASAR KONTROL KEUNTUNGAN” sebagai landasan baku menjalakan bisnis retail modern sehingga bisa mencetak keuntungan bagi para pemilik usaha ritel modern.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila masih memiliki hal-hal yang kurang dipahami maka dapat menghubungi kami di 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com (Agus Widodo).

GD Star Rating
loading...

Jul 25

TIPS MENGHINDARI CALON KARYAWAN YANG BERPENGARUH BURUK PADA PERUSAHAAN

Pewawancara atau bagian rekrutmen perusahaan sebaiknya berhati-hati dalam mengenali calon karyawan selama proses interview, terutama bagi calon karyawan yang ternyata memiliki pengaruh buruk (toxic employee) kepada tim dan organisasi perusahaan yang telah terbentuk dan bekerja dengan baik, sehingga pelamar-pelamar seperti ini perlu dihindari sejak awal sebelum terlambat diketahui dan sudah menjadi bagian dari perusahaan nantinya.

Di bawah ini adalah 14 pertanyaan yang dapat membuka sifat buruk dari calon karyawan:

  1. Menanyakan pertanyaan tentang berpengaruh buruk

Menanyakan satu hal yang tidak disukai dari pengalaman pekerjaan sebelumnya atau yang sekarang, tampaknya terlalu umum dan sudah dipersiapkan jawabannya dengan baik oleh pelamar. Namun dengan menanyakan sampai 5 hal yang tidak disukai akan mengungkapkan bagaimana strategi perubahan yang dimiliki ataukah tanda kenegatifan calon karyawan tersebut.

  1. Menanyakan momen terbaik dari pekerjaan sebelumnya

Sebagian besar pelamar dapat menutupi pengalaman buruk di tempat kerja sebelumnya, maka tanyakan tentang pengalaman baik mereka. Apabila calon karyawan menyebutkan momen terbaik dari pekerjaan sebelumnya tentang perayaan atau traktiran makan di perusahaan sebelumnya maka mereka hanya berpikiran dangkal dan tidak mengerti makna sebenarnya dari pekerjaan yang mereka lakukan.

  1. Menanyakan tentang bagaimana pelamar menangani situasi yang sulit

Calon karyawan yang tidak dapat menangani situasi yang sulit dan malah menimpakan kesalahan ke orang lain tetapi tidak pernah mengakui kesalahannya sendiri bisa menjadi pertanda bahwa karyawan tersebut dapat melakukan hal yang sama di dalam perusahaan di kemudian hari.

  1. Menanyakan tentang masa depan

Memberikan pertanyaan tentang rencana calon karyawan dalam 5-10 tahun ke depan akan membantu penilaian apakah pelamar tersebut cocok untuk berada di dalam perusahaan. Penilaian akan lebih mudah apabila jawaban pelamar tersebut memiliki visi yang sejalan dengan perusahaan dibandingkan dengan pelamar yang hanya menjawab hanya untuk keperluan interview semata.

  1. Melakukan proses wawancara secara kolektif

Satu atau dua orang dapat dikelabui oleh calon karyawan selama proses wawancara, sehingga apabila dilakukan proses wawancara dengan sebuah panel tim (tim pewawancara lebih dari 1 orang) maka akan lebih mudah untuk mengetahui seorang calon karyawan memiliki pengaruh buruk atau tidak. Namun lakukan proses wawancara seperti ini dengan melibatkan 2-3 calon karyawan.

  1. Bertanya pada pemberi referensi kerja

Melakukan tanya jawab pada pemberi referensi bagi calon karyawan (biasanya ex-supervisor), atau secara acak bartanya kepada rekan kerja (dapat dicari dari LinkedIn) calon karyawan tersebut bagaimana kinerjanya di perusahaan-perusahaan sebelumnya. Sebagian besar tidak akan terang-terangan berkata hal negatif tentang calon karyawan tersebut, namun demikian juga pada laporan kinerja mereka tidak akan terkesan luar biasa.

  1. Melakukan proses seleksi dengan tahapan-tahapan yang berbeda

Dengan melakukan proses seleksi dengan tahapan atau kegiatan yang berbeda dapat mengungkapkan sifat asli dari calon karyawan yang berpengaruh buruk. Seseorang mungkin dapat mudah untuk berperilaku baik selama satu jam (satu tahapan seleksi) namun akan sangat sulit melakukannya bila proses seleksi memakan waktu sehari penuh.

  1. Menanyakan tentang pengalaman calon karyawan

Merupakan sebuah keharusan untuk mendiskusikan pengalaman pelamar dengan cermat di pekerjaan sebelumnya, sehingga dapat menemukan orang-orang yang lebih suka menemukan diri mereka dalam pusaran drama daripada fokus pada pekerjaan yang dimilikinya.

  1. Menanyakan pertanyaan-pertanyaan negatif

Menanyakan pertanyaan seperti “Mengapa saya tidak harus menerima Anda?” akan membuka keaslian dari pola pikir calon karyawan yang sedang diwawancarai karena pertanyaan negatif akan memberikan peluang bagi pelamar yang memiliki pikiran positif daripada jawaban yang sudah dikarang-karang sebelumnya.

  1. Menemukan apakah calon karyawan suka menyimpan dendam

Calon karyawan yang menilai perbedaan-perbedaan mereka dengan orang lain namun masih percaya diri untuk mengemukakan opini mereka, akan lebih baik dalam berperilaku dan menjaga hubungan sosial daripada mereka yang hanya menceritakan tentang adanya permasalahannya dengan orang lain.

  1. Menanyakan pertanyaan tentang perilaku

Memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat situasional akan membantu penilaian terhadap perilaku calon karyawan di dalam situasi-situasi tertentu. Galilah secara mendalam jawaban dari calon karyawan tersebut akan dapat mengurangi kemampuan mereka untuk mengarang jawaban dan membuka jati diri mereka.

  1. Memperhatikan adanya komplain dari calon karyawan

Selama kegiatan wawancara, perhatikan apakah calon karyawan menceritakan komplain tentang pekerjaan dan perusahaan tempat bekerja sebelumnya. Apabila ternyata calon karyawan adalah seorang pengeluh, maka orang itu memiliki kecenderungan produktivitas kerja yang rendah.

  1. Menanyakan pertanyaan yang tidak umum dan menyimpang

Pewawancara dapat menyiapkan pertanyaan kejutan seperti “Kebohongan apa yang sering Anda ceritakan?” daripada pertanyaan umum seperti “Sebutkan kelebihan dan kekurangan Anda?” dan perhatikan bagaimana jawaban dari pelamar beserta gerak tubuhnya.

  1. Memperhatikan kata “kami”

Salah satu cara paling mudah untuk mengidentifikasi calon karyawan yang buruk adalah dengan memperhatikan jawaban calon karyawan dari pertanyaan tentang kesuksesannya di dalam pekerjaan, apakah calon karyawan tersebut memberikan apresiasi kepada rekan kerja atau hanya menceritakan usaha yang dilakukannya sendiri. Apabila jawaban yang kedua, maka pelamar tersebut memiliki ego yang tinggi dan dapat berpengaruh buruk nantinya pada saat sudah bergabung dengan perusahaan.

Demikian beberapa tips untuk mengetahui calon karyawan yang memiliki potensi menjadi toxic employee atau berpengaruh buruk pada perusahaan. Untuk pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut mengenai sistem manajemen SDM perusahaan dapat menghubungi kami di 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com . (Stan)

 

Sumber:

Pertanyaan ini disadur dari artikel pada Inc.com dengan judul “14 Ways to Identify a Toxic Employee During the Interview

GD Star Rating
loading...

Post sebelumnya «