KIAT SUKSES MENUMBUH KEMBANGKAN PERUSAHAAN DISTRIBUTOR

Jangan biarkan perusahaan anda berkembang dan kemudian mak nyus mengalami kebangkrutan. Oleh sebab itu jangan senang terlebih dahulu apabila perusahaan ada mengalami perkembangan. Seperti cabang didirikan dimana-mana, padahal secara sistem perusahaan anda sangat bobrok. Istilahnya jangan mengcopi paste perusahaan yang tidak ada sistem manajemennya ke cabang-cabang yang ada diluar perusahaan, hal ini sangat berbahaya. Banyak kasus membuktikan perusahaan distributor akhirnya bangkrut karena sudah merasa senang dahulu dan bangga ketika distributor mengalami perkembangan. Lalu perkembangan yang seperti apa? Memang saat ini banyak sekali principal yang menawarkan produk kepada distributor dan distributor tergiur dengan penawaran dari principal dengan tidak meninjau kondisi dan situasi di dalam perusahaan. Apabila hal ini berlanjut, maka perusahaan memang menjadi besar tetapi tinggal menunggu kapan meledak dan maknyus perusahaan itu menjadi bangkrut.

Untuk mengatasi kondisi di atas sebaiknya tinjau ulang manajemen kita dibanyak sisi, mulai dari kemampuan pemimpin perusahaan yang menggawangi penjualan, pemimpin admin support, pemimpin bagian logistik. Kita cek dahulu. lalu bagaimana struktur organisasi yang ada, sebab beberapa kasus sudah dibuktikan banyak distributor berkembang tanpa mengatur struktur organisasi terlebih dahulu, dan fungsi bagian mana yang akan ditambah ketika Principal berdatangan untuk bergabung dengan perusahaan distributor, tidak diketahui. Seperti menambal sulam kain dengan benang dan serpihan kain, struktur organisasi tidak disusun. Tiba-tiba distributor menjadi kebanyakan orang dan beban biaya gaji luar biasa membuat pusing. Ini yang sering tidak disadari oleh pemilik distributor. Jadi struktur organisasi sangat penting disusun sebelum menambah principal.

Kedua buatlah job description setiap jabatan sehingga pekerjaan tidak tumpang tindih sebab kalau pekerjaan tumpang tindih maka tidak efisien. Job description sangat menunjang kegiatan setiap fungsi yang ada di dalam organisasi. Berikutnya usahakan dibuat SOP, kalau tidak detail  SOP-nya, buatlah yang garis besarnya. SOP sangat penting mengatur standard operasional, misalnya bagaimana cara menagih dan cara memantau tagihan. Itu semua harus dibuat.

Ketiga jika sudah dibuat SOP, buatlah penilaian kinerja karyawan agar karyawan bisa dinilai berdasarkan kinerjanya. Melalui pengukuran kinerja perusahaan bisa lakukan reward & punishment. Dengan demikian perusahaan sudah mempunyai desain sistem manajemen, dan tinggal memasang Informasi teknologi yang cukup baik. Sehingga dengan bantuan sistem informasi menajemen, semua laporan bisa diterbitkan secara otomatis dan dianalisa. Kalau Struktur organisasi, job description dan job spesification, SOP, KPI dan IT sudah dirangaki dengan baik. Maka selanjutnya silahkan membuat kantor cabang dimana saja dengan sistem manajemen yang serupa dengan yang ada di pusat.

Semoga artikel ini memberikan manfaat dan apabila membutuhkan pendampingan dan tambahan informasi silahkan hubungi 0818521172 atau kirim email ke groedu@gmail.com. Salam Sukses ! ( Frans M. Royan)

GD Star Rating
loading...

CARA EFEKTIF BELAJAR PEMASARAN DARI CD & HAND OUT

Pada saat ini untuk belajar cepat bisa dilakukan dengan flexi-time. Jadi tidak perlu susah paya datang ke kelas, cukup putar CD dan fokuskan mendengar isinya, lalu aplikasikan di lapangan. Belajar dengan cara ini cocok sekali bagi praktisi dan pekerja lapangan yang tidak cukup memiliki waktu. Khususnya ketika daya beli & pertumbuhan ekonomi yang menurun sepanjang tahun 2015 akan berdampak terhadap omzet penjualan. Sehingga kita perlu fokus kerja di lapangan, namun masih juga bisa belajar tanpa harus datang ke kelas. Inilah cara praktis saat ini yang bisa dilakukan untuk rekan rekan wiraniaga, customer servive dan staf marketing lainnya  yang dituntut harus lebih kreatif dalam menjual produk dan jasa perusahaan. Dibawah ini terdapat Seri CD audio Praktis yang bisa melengkapi pengetahuan kita tanpa harus susah paya menyediakan waktu khusus untuk belajar. Beberapa materi Seri CD praktis seperti di bawah ini :

1 ) Professional & Creative Selling : How to be Sustainable Salesperson

2 ) Great Service : How to make Customer happy

Keunggulan CD audio ini :

1 ) Direkam khusus di studio rekaman

2 ) Praktis & aplikatif

3 ) Dapat dipelajari kapan & dimana saja

4 ) Disertai handout praktis sehingga membantu untuk belajar
servixe 1

CD How To Make Customer Happy

salesmanship 1

CD How To be Sustainable Sales Person

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dapatkan CD diatas seharga @ Rp 100.000,- ( Seratus ribu rupiah) + Gratis Hand Out sebagai pelengkap belajarnya.

Silahkan pesan ke :

Groedu International Consultant
City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Telphon : 031-33311179
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com
website : www.konsultanbisnissurabaya.com

 

GD Star Rating
loading...

Feasible Study untuk Perusahaan baru

Kebutuhan Feasible study yang sering disebut pula sebagai studi kelayakan diawal usaha sangat penting dibuat. Apabila hal ini diabaikan, kemungkinan yang terjadi ada dua : perusahaan bisa berjalan dan kemungkinan berikutnya adalah perusahaan bangkrut. Pihak pengucur dana rata-rata tidak mau berspekulasi untuk memberikan pinjaman pada pengusaha yang tidak jelas dalam membuka usaha. Pada umumnya setiap meminta pinjaman ke bank, seperti pembukaan pabrik, atau usaha lainnya yang padat modal Feasible study sangat dibutuhkan bahkan hal ini mutlak dibutuhkan. Oleh karena itu pengusaha diminta untuk memberikan Feasible study yang isinya kurang lebih adalah analisa pasar dan pangsa pasar produk atau jasa yang akan dijalankan oleh pengusaha. Estimasi modal yang dibutuhkan serta perkiraan volume penjualan. Terlebih re-payment yang bisa dimunculkan dalam usaha tersebut.

Betapa sulitnya mengikuti persyaratan ini, serta tidak sedikit pengusaha merasa kesulitan dalam membuat dokumen ini. Peran konsultan atau lembaga yang membuat dokumen ini sangat membantu. Harap maklum pengusaha rata-rata sangat sibuk dan tidak mungkin memiliki waktu dalam membuat dokumen ini. Dokumen ini cukup tebal dan mesti ditulis oleh seorang profesional yang melibatkan ahli dibidang riset pasar, pembuat Studi kelayakan dan tim analisis lainnya dalam pembuatan dokumen ini.

Apabila mengikuti saran dari lembaga keuangan sebenarnya Study kelayakan memiliki manfaat untuk pengusaha itu sendiri. Secara riil akan mengetahui potensi pasar dan pengembalian pinjaman dalam masa berapa tahun. Dalam perhitungan keuangan sering istilahnya disebut dengan ROI ( Return on investement).  Nah, tentu saja agar bisnis berjalan dengan baik dan pebgusaha tidak terjebak dengan pinjaman bunga berbunga, maka bantuan lembaga atau konsultan yang menyusun Feasible study ini sangat penting. Apabila masih kesulitan dalam pencarian bantuan pembuatan Feasible Study dapat menghubungi : 0818521172.

GD Star Rating
loading...

PRESENTASI PENJUALAN KONSULTATIF

                   Setelah menyiapkan perlengkapan untuk melakukan presentasi, maka kini tiba saatnya bagi kita untuk melakukan presentasi penjualan.

PIKAT KONSUMEN DENGAN PRESENTASI PENJUALAN

PIKAT KONSUMEN DENGAN PRESENTASI PENJUALAN

Tahap ini merupakan moment penting bagi seorang salesman. Jika sukses menemukan kebutuhan prospek, maka selanjutnya harus memilihkan produk yang tepat sesuai kebutuhan prospek.

                  Tahap berikutnya adalah melakukan presentasi untuk memengaruhi prospek agar mau membeli produk yang ditawarkan. Tentu saja presentasi penjualan hendaknya dilakukan semenarik mungkin. Pada tahap inilah, salesman diuji kemampuannya untuk menjelaskan produk secara praktis, melakukan negosiasi dan akhirnya menutup transaksi.

                  Setelah dapat menutup transaksi, salesman tidak boleh lupa kepada pelanggan yang telah membeli produknya. Ia harus memerhatikan pelanggan dengan memberikan layanan purna jual. Jika ada komplain harus segera ditangani secara profesional agar pelanggan puas.

 Bagaimana melakukan presentasi penjualan konsultatif ?

 1. Temukan Kebutuhan Prospek

Pada saat pertama kali bertemu prospek, jangan lupa mengucapkan salam. Setelah itu barulah kita berusaha mencari tahu tentang kebutuhan prospek yang sebenarnya agar presentasi yang kita lakukan nantinya sesuai dengan kebutuhan prospek.

Untuk itu kita harus menanyakan pertanyaan yang tepat, seperti : ”Saya mendengar bahwa Ibu membutuhkan sepeda motor yang ekonomis ?”. Sedangkan untuk mengukur anggaran prospek, kita dapat bertanya : ” Apakah Ibu ingin mengangsur setiap bulan kurang lebih Rp 400.000; ?”. Pertanyaan dapat dilanjutkan untuk mengetahui siapa sebenarnya pengambil keputusan yang sebenarnya, misalkan: ” Apakah Ibu perlu menunggu Bapak untuk memutuskan pembelian ini ?”. Pertanyaan konfirmasi perlu diajukan untuk memastikan bahwa kebutuhan prospek sudah tepat, seperti : ” Jadi Ibu sudah pasti mencari sepeda motor yang paling ekonomis ?”.

Setelah kita bertanya, maka sekarang giliran prospek berbicara. Untuk itu, kita harus konsentrasi penuh mendengarkan agar dapat ”menangkap” kebutuhan dan keinginan prospek tentang produk yang ingin dibeli. Selain itu, kita dapat mengetahui motif pembeliannya, apakah bermotif rasional atau emosional.

2. Pilihkan Produk yang Cocok

Setelah mengetahui kebutuhan prospek, tugas salesman adalah memilihkan produk yang cocok dengan kebutuhan prospek. Produk yang ditawarkan harus dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Tentu saja manfaat spesifik produk yang ditawarkan harus sesuai dengan motif pembelian. Jika motifnya rasional, maka salesman hendaknya memilihkan produk yang harganya terjangkau oleh prospek. Dengan kata lain, salesman harus mampu memberikan rekomendasi yang tepat untuk prospek.

3. Lakukan Presentasi Penjualan

Pada kunjungan pertama kali menemui prospek, salesman bertugas untuk sekedar memberikan informasi tentang produk yang dijual. Ia harus dapat menjelaskan tentang kelebihan dan kelemahan produk. Setelah memberikan penjelasan, biarkan prospek berpikir sejenak. Jangan mendesak prospek untuk segera membeli, apalagi dengan menakut-nakuti bahwa harga akan naik atau stok produk tinggal sedikit.

Jika pada kunjungan pertama kali, kita tidak dapat menutup transaksi, maka pada kunjungan ke dua, kita harus mulai melakukan presentasi persuasif atau “membujuk” prospek agar membeli produk kita. Salah satu cara adalah memberikan diskon dan souvenir tambahan jika membeli pada saat ini.

Jika pada kunjungan ke dua, ternyata prospek masih belum berniat membeli, maka kita tetap harus sabar dan menjadwalkan kunjungan kembali beberapa hari kemudian. Jangan sampai, kita melepaskan prospek tersebut karena bisa saja ia membeli pada saat kunjungan ke tiga kalinya. Inilah yang disebut dengan presentasi mengingatkan.

4. Berikan  Layanan Purna Jual

Setelah prospek membeli produk yang kita tawarkan, maka ini bukan berarti proses penjualan sudah selesai. Justru ini adalah awal membina hubungan dengan pelanggan. Setelah transaksi, kita harus memberikan konfirmasi pengiriman produk, menangani komplain dengan cepat jika pelanggan menemukan masalah. Dan jangan lupa, kita meminta referensi, jika pelanggan merasa puas. (Jenu Widjaja Tandjung, SE, MM, CPM)

 

 

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

TIPS PRAKTIS DAN SUKSES MENGUBAH TOKO TRADISIONAL MENJADI TOKO MODERN

Menghadapi perubahan zaman dan teknologi yang lebih maju tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para pemilik toko tradisional yang ingin bertahan dan mengembangkan tokonya menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Namun tidak banyak para Pemilik toko yang mengerti tentang perubahan yang seharusnya dilakukan di dalam tokonya sehingga biaya investasi perubahan yang dikeluarkan sangat besar apabila dilakukan secara trial dan error. Supaya tidak trial dan eror, dibawah ini adalah beberapa tips yang biasanya poin-poin yang diinformasikan dalam bimbingan oleh konsultan ritel dengan manajemen modern. Antara lain :

  • Perhatikan infografis kebutuhan penduduk di lokasi toko.

Para Pemilik toko tradisional sebaiknya memperhatikan mengenai kebutuhan para pelanggan toko yang biasanya terletak dekat dengan tokonya. Hal ini akan berkaitan dengan pola jam buka-tutup toko bilamana jam buka operasional yang paling efektif untuk menjaring banyak pelanggan dengan menekan biaya operasional toko, serta barang apa saja yang dijual di toko.

Pada poin ini, Pemilik dan manajemen toko juga sebaiknya mengubah pola pikir pembelian barang toko yang konvensional yang biasanya berdasarkan beli barang karena suka pada salesmannya ,  serta tidak mempertimbangkan  kebutuhan pelanggan toko.

  • Pemilihan format toko modern yang baru

Salah satu perubahan yang paling utama adalah format toko modern yang diinginkan oleh Pemilik, apakah menjadi supermarket/minimarket, convenience store atau speciality store. Adapun format toko modern ini disesuaikan dengan lokasi dan demografis masyarakat yang ada di sekitar toko tersebut. Pemilihan format ini juga termasuk pada jenis barang yang dijual di toko untuk lebih memperhatikan kelompok pelanggan di daerah lokasi toko, apakah di dalam perumahan, dekat perkantoran, sekolah, atau sebagainya.

  • Mengubah kategori produk barang yang dijual

Pemilik toko juga lebih memperhatikan tentang pemilihan kategori produk yang dijual di tokonya. Pemilik toko sebaiknya menganalisa tentang kelompok barang yang fast moving (cepat terjual), slow moving (penjualan lambat) dan dead stock (tidak laku). Pemilik toko seharusnya menambah jumlah barang yang fast moving dan tidak menjual kembali barang yang tidak laku. Sedangkan untuk barang jenis dead stock ini, Pemilik dapat mengembalikannya kepada supplier apabila masih bisa atau menjualnya dengan potongan harga dan program menarik untuk menghabiskan stok.

  • Bukan hanya soal display dan layout yang modern

Kebanyakan para Pemilik toko tradisional seringkali hanya menganggap perubahan yang diperlukan di toko tradisionalnya hanya seputar layout dan display toko untuk menjadi lebih bersih, rapi dan modern dengan berbagai perlengkapan modern. Namun perubahan yang paling signifikan dan diperlukan antara lain sistem pencatatan keuangan dan sistem manajemen toko.

Sistem pencatatan keuangan yang sebelumnya dikelola secara tradisional dan seadanya dengan prinsip asal jumlah saldo tabungan Pemilik toko bertambah saja sudah bagus maka dapat membahayakan kelangsungan tokonya nantinya, terutama apabila Pemilik tidak memperhatikan lebih soal utang dan piutang kepada pelanggan atau supplier toko. Menyusun laporan keuangan toko dengan menggunakan tools software akan membantu meminimalkan resiko pada keuangan toko.

Sistem manajemen toko yang baik juga dapat menunjang keinginan dan cita-cita para pemilik toko. Dengan mengubah pola manajemen toko, pemilik dapat mengandalkan orang lain sebagai manajer toko untuk melakukan pengelolaan.  Pemilik sembari melakukan pengawasan terhadap toko juga dapat membagi fokus kepada hal lain seperti pengembangan usaha lainnya, hobi atau waktu untuk keluarga lebih banyak (hal ini sering disebut sebagai manajemen autopilot).

  • Bersaing bukan dengan harga

Tentunya para Pemilik toko umumnya paham bahwa berperang dengan harga dengan toko pesaingnya bukanlah solusi, belum tentu pelanggan lebih suka datang dan melakukan pembelian di tokonya karena harga yang murah. Pemilik toko juga sebaiknya menyadari perkembangan karakteristik dan kebutuhan pelanggan di masa sekarang ini yang lebih memprioritaskan tingkat kenyamanan, kepraktisan, dan kecepatan layanan, serta ketersediaan barang yang dibutuhkan.

Beberapa hal mengenai pelayanan toko yang dapat memuaskan pelanggan, antara lain:

  1. Jenis pelayanan toko dapat dibedakan menjadi swalayan, dilayani karyawan, atau dapat bersifat keduanya. Pemilik toko juga menjamin tingkat product knowledge dari karyawan toko selalu up-to-date dan mengerti sehingga ketika ada pelanggan yang bertanya atau melakukan komplain akan dapat tertangani dengan baik.
  2. Apabila toko menerima pembelian kredit, maka berikan kredit yang bersifat tidak memberatkan bagi kedua pihak, sebagai tambahan untuk lebih memperhatikan sumber keuangan pelanggan.
  3. Kepada pelanggan yang melakukan pembelian dengan jumlah banyak dapat dilakukan pengiriman ke lokasi pelanggan. Ataupun bila ada pelanggan yang melakukan pembelian via telepon juga dapat dilayani dengan baik.
  4. Melakukan penggolongan pelanggan dengan tingkat pembeliannya, dapat memudahkan dalam memberikan range diskon harga atau program lain yang menarik untuk pelanggan, sistem ini dapat diterapkan dengan sistem kartu anggota.

Sehingga dengan pelayanan yang lebih baik maka pelanggan menjadi puas dan diharapkan akan lebih sering kembali lagi ke toko.

  • Mencari mitra supplier yang efektif

Perubahan yang dilakukan juga sebaiknya tidak hanya berfokus pada bagian hilir yaitu pelanggan namun juga pada hulu toko, yaitu para supplier toko. Diharapkan para Pemilik toko menjadi lebih selektif dalam menjalin kemitraan dengan para supplier yang tidak memberatkan kinerja toko nantinya. Cobalah mengganti pola multi supplier (Beli ke banyak  supplier) menjadi beli ke sedikit saja namun berkualitas, dimana supplier diharapkan dapat memberikan margin produk lebih besar dengan layanan cepat, dan juga barang bisa retur, bisa kredit dan memiliki variasi produk yang lengkap sesuai kebutuhan toko.

Semoga beberapa tips di atas dapat memberikan inspirasi para pemilik toko lebih sukses dalam mengubah wajah toko dan keuangannya. Untuk hal-hal lain yang sekiranya membutuhkan bantuan kearah manajemen toko yang baik atau butuh pendampingan konsultan, maka dapat hubungi 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com

GD Star Rating
loading...

CARA SET UP SUPERMARKET ATAU RITEL MODERN AGAR LAUNCHING AMAN TERKENDALI

Pada tahun 2014 kemarin di kota Palembang ada satu toko bahan bangunan supermarket yang tiba-tiba bangkrut setelah beberapa hari beroperasi. Apa yang terjadi? Ternyata jangan coba-coba kita berhadapan dengan konsumen yang jumlahnya bisa ratusan bahkan ribuan menyerbu toko kita. Mungkin kita sangat senang ketika toko modern sudah dilaunching lalu ramai pengunjung. Nah, apa yang menyebabkan supermarket bahan bangunan itu bangkrut? Ternyata pemilik tidak sadar harga-harga produk yang dijual banyak yang salah yang disebabkan pemilik kelelahan dalam menangani supermarket bahan bangunan itu.

Pemilik mengira sistem supermarket sama dengan pengelolaan toko tradisional seperti yang selama ini dikelolanya. Dikelola sendiri dan ditangani sendiri tak masalah, tetapi bagaimana dengan toko yang open tersebut? Pemilik tidak siap dengan kesalahan-kesalahan yang dibuatnya sendiri sehingga menyebabkan bangkrut. Apa solusi mendatang apabila kita sedang ingin membuka ritel modern seperti itu.

Siapkan sistem manajemen yang rapi agar supermarket yang kita bangun ini ditangani oleh orang-orang yang memiliki fungsi sesuai dengan pekerjaannya. Jangan bertindak pelit dengan merangkap pekerjaan menjadi satu. Kita bukan superman dan orang yang sempurna. Kita perlu istirahat dan tidak bisa bekerja sepanjang hari dan dengan waktu yang tidak ada istirahatnya. Pemilik ritel modern bahan bangunan itu telah lalai memberikan harga-harga di produknya sehingga diborong oleh pemilik toko bahan bangunan lainnya. Kalau bisa mintalah bantuan konsultan yang akan membantu toko ritel modern kita menjadi toko modern yang sedemikian rupa diatur mulai buyer, marketing, customer service, delivery service dan lain-lainnya.

Jangan lakukan launching secara besar-besaran. Buatlah soft launching, sebab orang-orang kita semuanya sedang belajar, sehingga dengan soft launching karyawan menyesuaikan diri dengan keadaan. Tidak perlu ritel modern kita langsung ramai, meledak dan kemudian bangkrut karena adanya aksi borong. Tetapi pelan tapi pasti ritel modern kita bisa berjalan dengan baik.

Apabila sudah oke, buatlah launching sesungguhnya. Pada saat inilah kondisi karyawan semua sudah siap, baik secara layanan, pemberian harga, pengiriman dan lain-lain. Sehingga apabila ada kesalahan segera bisa dikoreksi dengan baik. Nah, pengaturan seperti ini tidak bisa dilakukan sendiri tetapi perlu dukungan seorang konsultan ritel yang berpengalaman yang dapat membantu secara manajemen mulai dari kategori produk, sistem manajemennya, software ritelnya, sampai dengan operasional dan pencarian SDM-nya. Apabila bapak ibu membutuhkan konsultan yang seperti ini, dapat hubungi kami di groedu@gmail.com atau ke 0818521172.

 

GD Star Rating
loading...

STRATEGI MENDIRIKAN DISTRIBUTOR BARU

STRATEGI MENDIRIKAN DISTRIBUTOR BARU

Mendirikan distributor memang tidak mudah, tetapi bagi investor yang mengetahui caranya, maka mendirikan distributor sangat mudah. Oleh sebab itu tidak disangsikan lagi pendiri distributor ternyata dari berbagai latar belakang. Ada yang dari para pemilik toko grosir, professional IT, kontraktor bahkan seorang dokter memiliki usaha ini. Apa saja manfaat yang diterima seorang investor jika membuka distributor :

  1. Profit
  2. Support penuh dari principal/ produsen.
  3. Mengurangi trial & error investor jika ke depan membuka pabrikan sendiri.
  4. Manfaat social yaitu menyediakan lapangan kerja masyarakat sekitar.

Buku ini tidak saja mengupas berbagai manfaat seperti dimaksud di atas, tetapi menguraikan banyak hal pernak-pernik dan strategi mendirikan distributor baru, termasuk persiapannya, mulai lahir sampai mendapatkan profit. Untuk itu jangan lewatkan buku yang ada di tangan anda ini untuk tidak dibaca tuntas. Buku ini sangat cocok untuk investor, praktisi penjualan, manager penjualan, sales supervisor dan owner distributor dan generasi kedua sebagai penerusnya, serta para awam yang mempelajari distributorship management sehari-hari.

 

GD Star Rating
loading...

CARA MENDAPATKAN PIRT UNTUK USAHA ANDA

PIRT adalah ijin edar produk pangan olahan yang diproduksi oleh UKM untuk dipasarkan secara lokal. Ijin PIRT hanya untuk produk pangan olahan dengan tingkat resiko yang rendah.

PIRT tidak berlaku untuk produk :

  1. Susu dan hasil olahannya
  2. Daging, ikan, unggas, dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku
  3. Pangan kaleng (PH>4,5)
  4. Minuman beralkohol
  5. Air minum dalam kemasan (AMDK)
  6. Pangan lain yang wajib memenuhi persyaratan SNI

GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia) Jatim merupakan lembaga yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam menagadakan penyuluhan PIRT. Pengusaha yang ingin mendapatkan ijin PIRT wajib ikut penyuluhan yang diadakan oleh GAPMMI tersebut. GAPMMI akan mengadakan penyuluhan apabila terkumpul 80 peserta. Apabila  Bapak/Ibu yang ingin mengurus ijin PIRT bisa mendaftar  ke GAPMMI, Jl . Wisma Permai Tengah I/ AA 29 Surabaya, dengan menghubungi Bpk Hendri, Hp : 081249999638 atau 031-5929420

Waktu untuk penyuluhan belum dapat diketahui saat ini, waktu penyuluhan kurang lebih dari pk 08.00-16.00. Di akhir penyuluhan akan ada tes, peserta yang tidak lulus tes tidak akan mendapat sertifikat PIRT. Biaya untuk ikut penyuluhan dan mendapat sertifikat PIRT adalah Rp. 250.000,- / peserta. Kalau hanya ikut penyuluhan dan tidak perlu sertifikat PIRT biayanya adalah Rp. 100.000,-/peserta. Peserta yang ingin mengajukan ijin PIRT harus yang memiliki fotocopy KTP dengan domisili Surabaya.

GD Star Rating
loading...

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA : ” CARA CERDIRK SALESMAN KAYA MEMENANGKAN CUSTOMER” (BAG -3)

“Balas budi pada customer adalah kewajiban penjual. Tanpa adanya customer seorang penjual tidak mungkin akan mendapatkan penghasilan tambahan.”

– Frans M. Royan –

CERDIK MENGELOLA CUSTOMER

CERDIK MENGELOLA CUSTOMER

Hubungan yang baik antara penjual dan pelanggan akan menimbulkan efek positif, seperti penjual dipercaya oleh pelanggan. Kalau pelanggan sudah mempercayai penjual seperti ini, maka sebaiknya penjual juga harus berhati-hati. Bahkan dapat mempergunakan kepercayaan pelanggan ini untuk sebuah aktivitas yang positif. Misalnya ketika seorang penjual dimintai tolong melihat stok produk, maka penjual harus realistis melihat stok produk itu. Jangan sampai memanipulasi data stok agar pelanggan membeli ulang produk perusahaan. Jika hal ini terjadi dan produk bisa keluar dari gudang tidaklah menjadi masalah. Tetapi jika yang terjadi adalah hal sebaliknya, produk menumpuk hingga mengganggu cash flow pelanggan, maka penjual sudah membuat pelanggan dalam kesulitan.

Pelanggan yang sudah mempercayai penjual tidak hanya akan menyerahkan urusan yang berhubungan dengan penjualan, tetapi ia mampu untuk memberikan order yang lebih besar jika benar-benar diberdayakan. Selain itu pelanggan bisa dimintai pertolongan jika dalam kondisi mendesak tiba-tiba volume penjualan tidak sesuai target yang diinginkan.  Penjual bisa meminta order darurat, sehingga penjualan yang tidak masuk target bisa masuk target. Penulis ketika menjadi wiraniaga suatu perusahaan langkah-langkah seperti ini seringkali dilakukan untuk mengejar volume penjualan agar mencapai target. Pelanggan-pelanggan yang baik dan merupakan grade A (membayar tidak pernah terlambat dan membeli maksimal) selalu menjadi tumpuan dalam meminta suatu pertolongan.

Hanya penjual yang menginginkan komisi yang bisa memberdayakan para pelanggannya untuk tujuan yang positif. Selebihnya akan menggorok leher pelanggan. Mungkin kita masih ingat dengan suatu kisah yang mengilustrasikan salesman yang bergaya hit & run. Ia menjual produk kepada konsumen tanpa memperdulikan hasil akhir dari penjualan. Kalau bisa bagaimana caranya memperdaya konsumen agar membeli produknya, setelah itu ia menghilang dan tidak bertanggung jawab terhadap produk yang sudah dijualnya. Ketika produk yang dibeli tidak bisa digunakan, konsumen kebingungan akan meminta pertolongan pada siapa. Kalau kondisinya seperti ini maka penjual akan kehilangan banyak pelanggannya. Serta semua ini bisa terjadi karena penjual memang tidak perduli. Memberdayakan pelanggan adalah upaya bagaimana hubungan antar manusia antara pelanggan dan penjual baik dan menimbulkan pula suatu keputusan yang sifatnya menang-menang. Ini adalah rahasia salesman yang kaya, dari pelanggan yang sangat percaya pada salesman akan mendapatkan order lebih banyak, dan mendapatkan penghasilan lebih banyak pula.

Memberdayakan customer sebagai supplier

Pelanggan yang baik akan “menjual” barang kepada kita. Artinya penjual akan diberikan barang sebagai umpan bagaimana melakukan usaha. Seorang sahabat menjadi kaya karena menggunakan kesempatan ini untuk membangun usahanya di rumah. Istrinya yang tidak bekerja diberikan aktivitas. Ia hanya bermodal estalse dan beberapa uang untuk cash flow dan menerima barang-barang yang di tawarkan pelanggan. Dari sini akan muncul pertimbangan yang bersifat win-win. Pelanggan menjual barang secara konsinyasi kepada istri penjual itu, berarti ia telah mengeluarkan barangnya dari gudang. Sementara itu penjual mendapatkan manfaat dari keuntungan yang diperolehnya ketika istrinya menjual barang-barang itu di rumah. Dari sini lahirlah penghasilan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh penjual itu, jika istri di rumah ternyata bisa diberdayakan untuk menghasilkan uang. Pelanggan ternyata bisa dijadikan sebagai supplier usaha istri di rumah.

Pelanggan cenderung meminta tolong untuk menjual produk yang menumpuk di gudang. Pada suatu waktu, penulis tidak bisa menjual suatu produk kepada pelanggan yang disebabkan tidak ada tempat di gudang. Tahun 1985 produk rokok waktu itu sedang booming, pemerintah belum menganjurkan pabrik rokok untuk mencantumkan berbagai penyakit yang berbahaya jika merokok. Begitu pula di luar negeri tidak ada pula anjuran untuk memperlihatkan gambar orang sakit kanker mulut, anak lahir cacat karena ibunya merokok, serta gambar mengerikan akibat merokok pada bungkus rokoknya. Orang merokok seperti membakar uang. Penjualan perusahaan sangat tinggi pada para pedagang rokok, sebagai akibatnya dus bekas rokok itu menumpuk sebukit.

Penulis waktu itu hanya berpikir satu, jika bisa menyingkirkan dus bekas itu berarti produk perusahaan bisa terjual pada pemilik usaha itu. Oleh sebab itu ketika tiba di Surabaya penulis berupaya mencari pembeli agar bisa menampung dus rokok yang sangat menumpuk itu. Akhirnya penulis menemukan seorang pengepul yang sanggup membelinya. Berbekal harga yang diberikan oleh pembeli dus, penulis kemudian menyingkirkan dus itu dari gudang. Produk perusahaan bisa masuk gudang dan dus kami bawah ke Surabaya. Nah, dari aktivitas ini ternyata penulis sudah memberdayakan customer untuk menjual barangnya. Barangnya ternyata memiliki margin yang jumlahnya cukup lumayan jika ditabung. Ini adalah ilustrasi bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada di pelanggan agar produk kita bisa terjual, dan kita mendapatkan penghasilan tambahan.

Customer bukan hanya sebagai penyalur produk tetapi kadang kala ia juga sebagai seorang pabrikan. Ia memproduksi barang yang akan dijual kepada yang berminat, dan sebagai seorang penjual juga tidak luput dari bidikan para penyalur yang pabrikan seperti ini. Apa yang bisa dilakukan? Kalau kebetulan istri memiliki usaha di rumah maka customer dapat dijadikan sebagai supplier. Terpenting adalah membina hubungan agar antara penjual dan pembeli terjadi interaksi yang saling menguntungkan. Bolehkah hal ini dilakukan? Pada perusahaan tertentu seorang penjual dilarang melakukan, tetapi yang berhubungan dengan seorang istri, maka semua urusan yang akan mengurus adalah istri, sang penjual hanyalah merefrensikan saja agar customer bisa menjadi supplier usahanya istri di rumah.

Lakukan negosiasi dan mintalah kesepakatan prosentasenya dan kerjakan dengan tidak melibatkan diri sendiri. Kesempatan yang diberikan oleh customer sebaiknya dinegosiasikan prosentasenya sebelum anda kecewa. Terutama jika nanti yang meneruskan pembicaraan bisnis adalah istri, maka membuat kesepakatan di awal akan mempertahankan hubungan antara penjual dan pelanggan. Pengalaman sebelumnya jika terjadi ketidakcocokan komitmen dapat menyebabkan keretakan antara penjual dan pembeli.

Pada bagian ini merupakan pembimbingan bagaimana penjual memberdayakan customer sebagai supplier sebatas kemampuan pelanggan itu sendiri. Begitu pula pembelian oleh customer bukanlah suatu keharusan tetapi bersifat suka rela, sebab kalau suatu keharusan maka jika terjadi ketidakcocokan antara istri dan pelanggan dapat menimbulkan  perpecahan. Memberdayakan customer dijadikan supplier adalah upaya bagaimana salesman bisa menjadi kaya. Ini bukan rahasia umum dan banyak yang melakukan. Terutama bagi perusahaan yang tidak mempermasalahkan maka salesman bisa menggunakan kesempatan ini sebagai peluang usaha.

Upaya membuat cadangan

Memberdayakan customer sebagai supplier istri dirumah adalah suatu terobosan bagi para penjual. Sekarang ini bukan hanya di penjualan tetapi pekerjaan di bidang apa saja setiap orang terancam PHK, maka kita haruslah realistis dan berusaha memberdayakan istri di rumah untuk membuat usaha yang dapat menghasilan uang. Salesman kaya selalu mereka-reka untuk mendapatkan sumber penghasilan baru. Dengan memberdayakan istri di rumah memiliki pekerjaan, penjual dapat membeli produk-produk yang dipunyai pelanggan untuk dijual di rumah. Ini berlaku bagi para penjual yang tujuan menjualnya adalah pada para penyalur. Sedangkan pada customer pengguna langsung, penjual tidak memiliki kesempatan pertukaran.

Upaya yang dilakukan oleh penjual dalam memberdayakan istri dan memanfaatkan uluran tangan para pelanggan adalah upaya cadangan. Suatu ketika jika terjadi resiko yang tiba-tiba perusahaan bangkrut, maka nama penjual hanya tinggalah sejarah. Sekarang ini banyak sekali perusahaan berguguran meskipun produknya pernah berjaya. Misalnya produk-produk Olaga Food, belakangan tidak berproduksi karena bangkrut dan pabriknya dijual pada pihak lain. Kalau salesman menghadapi situasi seperti ini tanpa persiapan, maka penjual akan jatuh miskin. Penjual yang kaya selalu memanfaatkan situasi yang baik untuk membangun usahanya di rumah.

Atau istri tiba-tiba di-PHK, maka penjual yang kaya kehilangan sebagian penghasilannya. Namun ketika penjual sudah siap dan memiliki customer yang bisa diberdayakan, istri yang di PHK dapat diberi usaha dengan bantuan dari pelanggan yang merupakan supplier. Salesman yang kaya mengumpamakan perjalanan karier dan hidupnya seperti roda mobil yang jumlahnya 5. Roda yang 4 menopang perjalanannya, sedangkan roda yang satu menjadi cadangan dalam perjalanan. Ketika di antara roda yang jumlahnya 4 itu mengalami kerusakan, maka ban serep memiliki fungsi yang luar biasa. Selalu memikirkan cadangan adalah pola pikir seorang salesman yang kaya. Karenanya pelanggan yang baik akan menjadi sumber nafkah baru jika salesman memanfaatkannya. Konsep ban serep tidak hanya berlaku pada mobil tapi bagi semua bidang kehidupan.

Berlaku hukum take & give

Balas budi pada customer adalah kewajiban penjual. Tanpa adanya customer seorang penjual tidak mungkin akan mendapatkan penghasilan tambahan. Penghasilan tambahan yang sering disebut dengan komisi ini adalah pemasukan kedua setelah gaji yang besarnya naik turun tergantung dengan penjualan. Take & give adalah hukum alam yang mestinya dipikirkan oleh seorang penjual. Jika salesman menjual pada penyalur berarti penyalur mengharapkan seorang penjual bisa membantu mengeluarkan produknya dari gudang. Sementara itu bagi konsumen pengguna langsung mengharapkan seorang penjual memperhatikan purna jual. Ini adalah bentuk take & give. Konsumen membeli produk dan mengharap penjual menolong untuk penyaluran produk. Serta konsumen langsung mengharap setelah transaksi pejualan perduli dengan produk yang rusak. Paling tidak penjual juga harus memikirkan service centre bagi produknya.

Ketika Majic Com pertama kali keluar, Yong Ma yang merupakan produk import dari Cina ini tidak perduli dengan layanan purna jualnya. Setelah banyak sekali komplain, maka ia segera membuka sevice centre untuk menangani kondisi purna jual. Misalnya Majic com-nya tidak panas dan membuat nasi berwarna kuning atau berkerak. Yong Ma segera memberikan solusi. Konsumen akhirnya tidak takut membeli produk dengan merek asing tersebut. Begitu pula yang terjadi dengan motor dari Cina, orang kapok membeli sepeda motor tersebut karena tidak ada pusat service yang melayani jenis motor itu. Motor itu mengikuti bengkel umum yang tidak bisa dijamin 100% mutu pekerjaannya. Sekarang ini sedikit demi sedikit motor dari negeri tirai bambu ini sudah mulai menghilang.

Salesman yang kaya akan teringat pada ”take & give”, jika pelanggan membeli produk anda, maka ia harus mengembalikannya. Pengembalian itu sebagai cara menjalankan produk customer, atau menjualkan barang pelanggan sebagai cara untuk membarter apa yang pernah diberikan kepada penjual. Kalau penjual bisa menjual maka ia dituntut untuk bisa menjualkan produk para penyalur itu. Kondisi ini tidaklah general, hanya sebagian kecil yang memiliki moral seperti ini. Sedangkan yang lain acuh tak acuh saja terhadap penjual yang merupakan partner bahkan supplier bagi produk-produknya yang selama ini dijual di tempat usaha mereka.

Mengingat hal-hal yang baik yang dilakukan pelanggan, membuat kita akan mendapatkan yang baik-baik pula terutama terhadap keuangan kita. Ini adalah rahasia yang tidak bisa disembunyikan oleh seorang salesman yang kaya. Pengalaman membuktikan bahwa salesman banyak dibantu oleh pelanggan, jika penjual mau mengerti pada pelanggan. Apalagi seorang salesman ternyata memiliki tujuan akhir adalah menjadi seorang entrepreneur.

Memberdayakan pelanggan sebagai sumber uang

Customer bisa menjadi sumber uang jika kita mau melakukan. Pasalnya tidak semua perusahaan mengijinkan salesman melakukan pekerjaan ganda. Salah satu jalan adalah mengalihkan pengetahuan kita kepada istri dan mengajari mereka untuk menjalankan produk-produk milik customer. Konsep ini memang aneh sebab pelanggan tidak lagi menjadi sasaran penjualan tetapi telah menjadi sasaran untuk meminta bantuan.

Bahkan ia akan memberikan kredit kepada kita agar bisa menjalankan produk-produk pabrikannya. Wow, ini sungguh luar biasa sebab penjual tidak hanya menjual produk kepada konsumen langsung tetapi juga kepada produsen. Bagi penjual yang bergerak dalam bidang penjualan B to B, maka kondisi ini bisa memungkinkan jika pelanggan memproduksi aneka barang. Ini adalah peluang salesman yang kaya dalam menambah kekayaannya. Selain ia mendapatkan komisi, ia juga bisa memberdayakan istrinya di rumah untuk mendapatkan penghasilan.

Kalau akhirnya kita menginginkan customer menjadi sumber uang bagi kita, maka mengelola produk milik customer bisa menjadi peluang mendapatkan uang lebih banyak. Hal ini tentu saja adanya alasan bahwa seorang penjual telah memiliki pelanggan yang jumlahnya banyak dan tersebar di mana-mana. Jika perusahaan tidak mengijinkan pekerjaan ganda pada karyawan maka solusinya adalah mengerjakannya di hari libur. Ada perusahaan yang memiliki jam kerja hanya 5 hari saja, sehingga hari sabtu dan minggu bisa digunakan untuk melakukan penjualan. Semua ini tergantung kita, apakah kita mau atau tidak. Salesman kaya biasanya menggunakan peluang seperti ini untuk mendapatkan penghasilan lebih banyak.

 

GD Star Rating
loading...

SIMPLE MANAJEMEN BISNIS

Manajemen bisnis merupakan upaya pengaturan secara menyeluruh guna menjalankan sebuah usaha bisnis yang profesional dan menghasilkan tujuan bisnis yang diinginkan. Manajemen bisnis dibutuhkan dalam rangka tercapainya sebuah tujuan sebuah usaha bisnis baik dari aspek maupun tujuan lain sesuai yang diinginkan oleh pihak pengelola bisnis.

Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko usaha bisnis.

Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan.

Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal.

Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:

  • Manajemen produksi
    Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.
  • Manajemen pemasaran
    Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran.Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.
  • Manajemen distribusi
    Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.

Ketiga poin diatas adalah simple manajemen bisnis yang minimal kita ketahui dalam mengelola bisnis yang sedang dijalankan saat ini. Serta selalu hal yang merupakan stadard dalam manajemen bisnis. Semoga bermanfaat.

GD Star Rating
loading...

Agu 16

PAKET IMPLEMENTASI SOFWARE ACCOUNTING SUKSES

Banner Software TerintegrasiMengapa paket implementasi software accounting sukses sangat penting di perusahaan anda? Antara lain manfaatnya adalah:

  1. Perusahaan terhindar dari kekacauan fungsi pekerjaan karyawan yang over lapping. Mengubah karyawan yang generalis menjadi spesialis, dengan demikian karyawan akan fokus dengan tugas dan tanggung jawab inti.
  2. Perusahan dapat meminimalkan budget untuk lisensi software sebab sistem manajemen sudah dirapikan sehingga perusahaan dapat menghemat budget untuk pembelian software accounting.
  3. Perusahaan akan terhindar dari fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh karyawan melalui perangkat teknologi yang canggih. Mengubah data dan memanipulasi data. Paket layanan implementasi software accounting sukses akan membantu set up hak akses yang tepat bagi pengguna software accounting.
  4. Perusahaan akan mendapat bimbingan secara manajemen, dan manfaat pendampingan yang dilakukan konsultan manajemen dan accounting.
  5. Perusahaan akan rapi secara sistem dan intruksi operasional lisan didokumenkan secara tertulis menjadi Job description, SOP (Standard Operating procedure)  dan intruksi kerja.
  6. Perusahaan bisa menentukan dan menyediakan sumberdaya dengan beban kerja yang sudah teranalisa melalui job analisis setelah menggunakan software accounting.
  7. Serta manfaat lainnya yang membantu operasional perusahaan secara keseluruhan. Khususnya yang berkaitan dengan implementasi software accounting dan operasional perusahaan lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Groedu International Consultant
City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Telphon : 031-33311179
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com
website : www.konsultanmanajemenoutopilot.com

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

Sep 12

STRATEGI HARGA MURAH…..EFEKTIF KAH?

(Jawabannya adalah efektifnya sejauh apa, kalau efektifnya di ukur dengan ramainya tingkat kunjungan dan tingkat belanja (spending money) untuk produk produk yang berlabel murah, oke lah itu bisa dikatakan efektif. Celakanya kalau yang berlabel harga murah itu hampir semua produk, tentunya total margin yang akan diperoleh akan sangat beresiko. PROFIT diperoleh dari Sales Volume, Cost of Goods Sold,  Expenses dan Others Income.  Artikel kali ini akan menyoroti bagaimana menata harga murah dan total  target margin tetap terpenuhi)

Sebuah perkembangan yang fantastis sekali setidaknya dipimpin 2 peritel utama nasional Indomaret dan Alfamart. Terhitung awal 2016 Indomaret secara nasional sudah memiliki 12.100 gerai dengan perkiraan transaksinya 100 juta per hari dan akan menambah target buka baru 1.600 gerai sepanjang tahun 2016. Tahun 2013 Indomaret telah membukukan laba sebesar 471 miliar. Bagaimana dengan pemain berikutnya, Alfamart.Awal 2016 Alfamart telah memiliki jaringan 8.557 gerai dan target buka sepanjang tahun 2016 sebanyak 1.000 gerai. Tahun 2013 Alfamart membukukan laba bersih 538 miliar.

Apa komentar kita, “Wow sangat luar biasa !”. Beginilah manisnya bisnis ritel di Indonesia.Bisnis ritel sangat dipengaruhi oleh perkembangan demographi penduduk. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan berdasarkan data Susenas 2014 dan 2015, jumlah penduduk Indonesia mencapai 254,9 juta jiwa dengan konsentrasi terbesar (59% sesuai data BPS th 2000) ada di pulau Jawa. Bisnis ritel bagaikan magnet utama yang banyak dikerubuti oleh para pelaku nya baik yang sudah mempunyai jaringan nasional maupun para pendatang baru. Sebutlah pendatang baru ini sebagai pemain lokal. Dan tentunya sebagai new comers tak kalah sengitnya dalam membuat strategi yang konotasinya head to head terhadap pesaingnya. Strategi harga adalah senjata utama yang sering dipakai oleh peritel lokal. Pertanyaannya adalah, betulkah strategi harga murah bisa mendatangkan profit yang layak sehingga peritel bisa tetap menjalankan aktivitas binisnya. Atau menjadi sebaliknya, strategi harga murah menjadikan margin secara keseluruhan terjun bebas sehingga tidak mampu meng- cover biaya operasional. Atas hal itu penulis mencoba berbagi pengalaman bagaimana mengelola strategi “harga murah” sedemikian rupa sehingga perolehan total margin bisa tercapai dan bisa menutup biaya operasional dengan asumsi perolehan atas sales volume terpenuhi. Sebelumnya mari kita preview terlebih dahulu (silahkan baca pada artikel saya manajemen ritel sebelumnya) apa itu “RETAILING”, seperti apa yang ditulis oleh Harland E. Samson (Professor of Marketing Education, University of Wisconsin-Madison) dan Wayne G. Little (Professor of Marketing Education, St. Cloud State University) dalam bukunya RETAIL MERCHANDISING, CONSUMER GOODS & SERVICES.

Retailing is generally described as “having the right merchandise at the right place, at the right time, in the right quantity and at the right price”

(1). Having the right merchandise means knowing what customers want.

(2). Having  merchandise at the right place means having the goods where customers can see and examine them.

(3). Having  merchandise at the right time means having goods in stock during the season, month, or day when the customers expect to buy.

(4). Having merchandise in the right quantity means being able to supply the smallest or larger order.

(5). Having merchandise at the right price means having goods at the prices customers are willing to pay.

Disini penulis mencoba berbagi pengalaman pada fokus no. 5 yaitu merchandise yang tepat harga, inilah yang sering dipakai oleh peritel lokal sebagai strategi harga murah untuk head to head dengan toko ritel pesaing. Bagaimana seharusnya mengelola strategi harga sedemikian rupa sehingga tujuan utama untuk mendapatkan profit bisa tercapai. Pada saat peritel akan mengelola harga yang “pas” (tepat, harga murah?), penulis akan berbagi dengan menggunakan pendekatan apa yang disebut “The ABC’s of pricing”. Disini ada 3 kategori produk yang perlu di kelola dan masing masing kategori produk perlu penanganan yang berbeda dalam pricing decisions-nya.

The ABC’s of pricing ini meliputi ;

  1. Highly competitive, meliputi produk (product assortment) kategori sensitif
  2. Moderately competitive, meliputi produk yang tidak termasuk A dan C
  3. Infrequently purchased, meliputi produk yang tak dimiliki kompetitor

 

Product Category Definition Pricing Strategy
Sensitive Items

(5-10%)

A

High volume, high purchase frequently, and heavily advertised as observed in the total market. Price at or near competitors’ price.
Majority of items

(85-90%)

B

All others not identified as either A or C item Manage total profits through price/ volume trade off
Unique Items

(5%)

C

Not stocked by competitors. Appeal to certain life style segmen Maximize profit.

Setelah kita melihat figure diatas, pertanyaannya bagaimana caranya para pelaku bisnis ritel (selanjutnya kita sebut peritel) mengeksekusi keputusan harga jual yang “pas”, yang mana konsumen bersedia membayarnya (wiiling to pay).

Berikut adalah ulasannya, dalam aktivitas menjalankan toko ritel modern sebaiknya peritel sudah menggunakan program software ritel yang baik sehingga semua bentuk pelaporan yang berkaitan dengan urusan toko ritel bisa diakses dengan baik. Pelaporan yang mudah diakses ini artinya bisa di konversi dalam bentuk format excel (microsoft office), sehingga memudahkan kita untuk berimprovisasi untuk menganalisa data. Secara umum total total product assortement yang ada pada toko food retailer ada pada kisaran 4.000-5.000 items.

Persiapan berikutnya adalah peritel sudah menyiapan penggolongan atas product assortment yang dikelolanya. Penggolongan atau kategorisasi ini upayakan rinci (detail) dan terstruktur, ini semata mata untuk memudahkan melakukan analisa data. Untuk lebih jelasnya apa itu pengertian penggolongan atau kategorisasi (untuk selanjutnya penulis menggunakan istilah Merchandise Structure) berikut adalah difinisinya,

“Merchandise Structure adalah salah satu cara untuk membuat penggolongan/ kategorisasi atas barang barang yang dijual di toko, sedemikian rupa sehingga ada kesamaan pandang/ persepsi atas data dan informasi dari keseluruhan pihak yang terkait.

Siapa saja yang terkait, setidaknya ada 3 pihak yang terkait yaitu peritel, pemasok (vendor/ supplier) dan konsumen. Apa manfaatnya atas merchandise structure yang rinci/ detail dan terstruktur? Banyak, diantaranya kita bisa membuat analisa data yang lebih tajam atas berjalannya toko ritel modern yang kita kelola. Salah satunya adalah membuat keputusan harga yang tepat dan terarah. Having merchandise at the right price, at the price customers are willing to pay.

Justru dari pengalaman penulis saat melakukan pendampingan bimbingan di beberapa toko ritel modern (peritel lokal) pemahaman merchandise structure ini (sangat) lemah, mereka tidak tahu untuk apa penggolongan kategorisasi. Sehingga yang terjadi pembuatan penggolongan kategori sifatnya sekedarnya saja. Buatlah penggolongan/ kategorisasi (merchandising structure) sedemikian detail dan mengerucut, sehingga membuat kita lebih mudah berimprovisasi dalam menganalisa data termasuk di dalamnya merancang strategi harga. Pengalaman penulis dalam sebuah toko ritel modern/ toko swalayan ( food store) yang terkelola dengan baik pada umumnya dibagi dalam 5 kelompok besar departemen, contoh yaitu :

(1). Departemen FOOD

(2). Departemen NON FOOD

(3). Departemen HEALTH & BEAUTY CARE (HBC)

(4). Departemen GENERAL MERCHANDISE

(5). Departemen PERISHABLES.

Kemudian masing masing departemen dikelompokan lagi lebih detail dan mengerucut. Contoh tersebut dibawah ini adalah berupa penggalan dari masing masing departemen. Untuk mengetahui secara detail dan menyeluruh atas kategorisasi ini (merchandising structure)silahkan rekan rekan pembaca menghubungi pada email dibawah tulisan/ artikel ini apabila dibutuhkan.

CONTOH :

Dept. Sub. Dept. Class Category
Food Snack And Beverage Beverage Soft Drink
Energy & Sport Drink
Ready To Drink
Mineral Water
Juice
xxx dan seterusnya
Confectionary Chocolate Candy
Sugar Candy
Breath Refreshner
Chewing Gum
Jelly Candy
xxx dan seterusnya
Packaged Health Food Cocoa Powder
Cereal
Xxx dan setersusnya
Spread Dressing Sweet Bread Spread
Condiment
Xxx dan seterusnya
Xxx dan seterusnya Xxx dan seterusnya Xxx dan seterusnya

 

Non Food Cleaning Laundry Detergent Powder Detergent
Liquid/ Mild Detergent
Laundry Additives Fabric Softener
Laundry Additives
House Cleaners Dish Detergent
Specialty Cleaners
Floor Cleaner
Glass Cleaner
Dry Grocery Paper Goods Xxx dan seterusnya
Pest Control Xxx dan seterusnya
Tobacco Cigarette Xxx dan seterusnya

 

Health & Beauty Care Skin care Skin Wash Bar Soap
Liquid Soap
Cosmetic Make Up
Perfume
Skin Moisturizers Facial Cleansers
Facial Moisturizers
Body Lotion
Body Scent Body Cologne
Deodorant
Talcum Powder
Skin Accessories Cotton
First Aid
Oral Care Tooth Brushing Tooth Paste
Toothbrushes
Oral Hygiene Dental Floss
Mouth Wash
Hair Care Hair Wash Shampoo
Hair Conditioner
Hair Care Hair Treatment
Hair Styling
Hair Coloring
Xxx dan seterusnya

Dan seterusnya untuk departemen berikutnya, GENERAL MERCHANDISE & PERISHABLES

Setelah melakukan penggolongan/ kategorisasi (merchandising structure) dengan detail dan mengerucut jangan lupa program software ritel nya juga mendukung untuk bisa diakses semua datanya yang berkaitan dengan aktivitas toko ritel.

Berikutnya penulis mengajak para pembaca bagaimana kita melakukan improvisasi strategi harga sedemikian rupa sehingga kolaborasi antara sensitive items, majority items dan unique items tidak mengganggu perolehan total target margin.  Ambil data penjualan bulanan yang sudah di konversi dalam format excel (supaya mudah melakukan improvisasi), lakukan ranking penjualan berdasar value rupiah setelah itu ranking komulatif masih dalam value rupiah dilanjut dengan ranking komulatif dalam bentuk persentase. Dari ranking komulatif berdasar persentase inilah kita bisa memilah untuk mengklasifikasikan kelompok sensitive items (5-10%), majority items (85-90%) dan unique items (5%). Setelah improvisasi data dengan melakukan ranking komulatif di kerjakan, berlanjut melakukan improvisasi strategi harga dengan mengakomodasi yang sensitive, majority dan unique items. Caranya ? Berikut penulis ambil contoh adalah kategori ready to drink, katakan salah satu dari total assortment adalah minuman teh pelepas dahaga sebut saja “Teh PEHA” (merk di  samarkan) masuk dalam jajaran sensitive item (5-10%), minuman teh tersebut datanya kita olah dan kita masukan dalam kategori produk yang sama ( Ready to drink ). Ilustrasinya bisa dilihat sebagai berikut (ilustrasi data hanya sebatas contoh bukan data yg sesungguhnya):

1                                2                                                                    3                                                4                                                    5

No Keterangan Harga per unit Q Sales Total
Harga Beli Harga Jual %PM Total H.Beli Total H.Jual %PM
1 TEH PEHA 350 ML 2.001 2.550 27,44% 272 544.272 693.600 27,44%
2 ULTRA TEH KOTAK 200ML 2.463 2.900 17,74% 86 211.818 249.400 17,74%
3 MYTEA 450ML 5.200 6.000 15,38% 32 166.400 192.000 15,38%
4 ICHI OCA MELATI 350ML 1.875 2.350 25,33% 81 151.875 190.350 25,33%
5 FUTAMI GREEN TEA 485ML 3.958 4.625 16,85% 28 110.824 129.500 16,85%
6 MIRAI OCHA ORG 450ML 4.800 5.300 10,42% 24 115.200 127.200 10,42%
7 TEH KTK LESS SUGAR 2.463 2.825 14,70% 45 110.835 127.125 14,70%
8 FRESHTEA HONEY 500ML 4.667 5.400 15,71% 22 102.674 118.800 15,71%
9 TEH JAVANA 350 ML 2.083 2.625 26,02% 43 89.569 112.975 26,02%
10 FUTAMI HONEY 4.333 5.100 17,70% 22 95.326 112.200 17,70%
T  O  T  A  L 1.698.793 2.053.150 20,86%

 

6                     7                        8                                                           9

Keterangan Harga Jual Pesaing Q Sales Harga Jual Baru Komposisi Total Harga Jual Baru & Perubahan % PM
Total H.Beli Total H.Jual % PM
TEH PEHA 350 ML 2.800 272 2.650 544.272 720.800 32,43%
ULTRA TEH KOTAK 200ML 3.000 86 3.000 211.818 258.000 21,80%
MYTEA 450ML 6.500 32 6.300 166.400 201.600 21,15%
ICHI OCA MELATI 350ML 2.400 81 2.350 151.875 190.350 25,33%
FUTAMI GREEN TEA 485ML 4.800 28 4.700 110.824 131.600 18,75%
MIRAI OCHA ORG 450ML 5.500 24 5.500 115.200 132.000 14,58%
TEH KTK LESS SUGAR 3.000 45 2.900 110.835 130.500 17,74%
FRESHTEA HONEY 500ML 5.500 22 5.500 102.674 121.000 17,85%
TEH JAVANA 350 ML 3.000 43 2.800 89.569 120.400 34,42%
FUTAMI HONEY 5.500 22 5.300 95.326 116.600 22,32%
T  O  T  A  L 1.698.793 2.122.850 24,96%

Keterangan kolom

(3) % PM = Profit Margin (persentase keuntungan)

(4) Q. Sales = Quantity sales (penjualan pada satuan waktu tertentu, misal penjualan 1 bulan)

Dari ilustrasi penulis dengan menggunakan The ABC’s Pricing satu telaah untuk kategori Ready To Drink (RTD) kita bisa berimprovisasi dalam mengelola harga jual , disatu sisi bisa melakukan strategi harga murah (dari data diatas asumsinya TEH PEHA termasuk kategori sensitive item tetap dijual dibawah harga pesaing), pada sisi lain untuk majority item , profit marginnya bisa kita kelola untuk dimaksimalkan. Perbandingannya adalah pada saat kita belum memasukan harga pesaing margin total yang diperoleh hanya 20,86% kemudian dilakukan pengoptimalan di persentase profit margin dengan asumsi penjualan dalam unit di bulan berikutnya minimal sama akan di peroleh kenaikan total profit margin menjadi 24,96%. Jadi strategi harga jual murah untuk memuaskan konsumen itu boleh boleh saja sepanjang itu masuk pada wilayah kategori produk produk yang sensitive dan pada waktu yang bersamaan jangan lupa untuk mengelola kategori majority items dengan cara mengoptimalkan profit marginnya. Demikian artikel pendek ini penulis share khan ke pembaca setia www.konsultanbisnissurabaya.com selamat mencoba dan bermanfaat.

Sekiranya ada yang ingin di tanyakan, atau pembaca membutuhkan pembimbingan dan pendampingan silahkan email ke groedu@gmail.com atau telphon ke 0818521172 atau ke 031-33311179. ( Agus Widodo)

 

GD Star Rating
loading...

Agu 30

CARA EFEKTIF MEMASARKAN PRODUK HASIL PRODUKSI MANUFACTURING

Seringkali perusahaan salah langkah ketika memasarkan produk  yang dihasilkan oleh pabrik yang baru dibangunnya. Untuk sementara pembuatan produk semata-mata untuk memenuhi trial mesin industry yang canggih. Sedangkan pasar yang akan dibidik masih abu-abu, kalaupun sudah melalui riset yang mendalam tetapi masih ada yang ketinggalan yaitu saluran pemasaran yang belum diketahui dengan pasti.

Untuk mengatasi hal ini ada salah satu cara adalah membangun saluran pemasaran local yang tentu saja kurang menjadi perhatian selama ini. Khususnya perusahaan multi nasional yang baru masuk ke pasar Indonesia, umumnya akan menyerahkan kepada Distributor Tunggal yang tidak bisa bekerja secara detail. Seperti yang diketahui persaingan pasar di Indonesia begitu ketat, dengan strategi pamungkas masing-masing perusahaan lokal, perusahaan yang baru masuk tidak bisa melawan produk local. Kegagalan demi kegagalan terjadi satu persatu.

Lalu bagaimana mengatasinya? Kerja sama dengan para pemain local adalah kuncinya. Tunjuklah distributor local sebagai mitra bisnis sehingga produk yang sedang diproduksi dengan mesin canggih tidak gagal total di kancah persaingan yang gencar. Mengapa harus menggunakan Distributor local? Alasannya adalah :

  1. Distributor local memiliki saluran distribusi yang sangat detail di wilayah masing-masing sesuai dengan area cover yang dimilikinya.
  2. Distributor local telah dikenal oleh saluran retail dan grosir yang sudah diketahui oleh mereka sehingga setiap kehadiran produk baru berkat pertolongan para penyalur ini bisa terpenetrasikan ke customer lebih intensif.
  3. Oleh karena sudah bekerja bertahun-tahun dan saling berhubungan dengan penyalur kecil tersebut, maka lebih dipercaya apabila Distributor local memberikan produk ke saluran itu dengan cara konsinyasi ataupun dengan cara tunai. Toh mereka bisa mengembalikan ke distributor local sewaktu-waktu jika tidak laku. Berbeda dengan distributor tunggal yang jangkauannya cukup jauh dan sulit diajak komunikasi jika terjadi sesuatu dengan produk pra- launchingnya.
  4. Bekerja dengan banyak distributor local bagaikan meletakan pundi-pundi uang ke keranjang tidak sama sehingga resiko yang terjadi terbagi di berbagai kantong-kantong, artinya jika terjadi kerugian maka tidak hanya pada satu titik, karena kerja sama dengan distributor tunggal.
  5. Distributor local akan menerima segala resiko piutang penjualan yang tidak perlu harus ditanggung oleh produsen. Oleh sebab itu bisa berbagi dengan berbagai distributor local mengenai resiko piutang adalah keunggulan jika memasarkan produk menggunakan saluran distributor local.

Oleh sebab keungulan-keunggulan tersebut diatas apabila pembaca sedang memiliki produk dan sekarang sedang diproduksi dan belum menemukan model penyalurannya, maka silahkan menggunakan metode ini sebagai cara memasarkan produk baru yang dibuat oleh mesin canggih seperti apapun. Silahkan cek produk yang dihasilkan mesin canggih ini sangat berhasil ketika di pasarkan dengan saluran distributor local.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dan apabila menginginkan informasi sangat detail silahkan hubungi 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com. Kami siap membantu!

 

 

GD Star Rating
loading...

Agu 23

TAHUKAH ANDA DAMPAK POSITIF DARI MERCHANDISING METODE 5 R?

Pernah pada suatu waktu yang lalu saya ditanya oleh pemilik 4 gerai swalayan (retail modern), “Pak bagaimana cara menaikan penjualan toko swalayan secara terencana dan terukur ?”

Pertanyaannya sistemik dan to the point, oleh karenanya saya mencoba mengulasnya dari sisi yang paling dasar terlebih dahulu. Bagi penulis, fenomena berkembangnya pasar modern yang begitu dinamis dan terus tumbuh menggugah niatan untuk berbagi pengalaman tentang kiat-kiat mengelola beragamnya product assortment (merchandise) yang ada pada pasar modern, baik itu memiliki format minimarket, supermarket ataupun hypermarket, lebih khususnya pada produk produk kebutuhan sehari-hari atau dalam bahasa retailing disebut sebagai grocery. Penulis akan berbagi pengalaman, membahas pengelolaan product groceries, mengapa? Pertama, total penjualan penjualan pada pasar modern baik itu mini market, supermarket atau hypermarket kontribusi utamanya ditopang penjualan product groceries. Kedua, literatur-literatur yang berkaitan dengan retailing management menjelaskan bahwa salah satu strategi bisnis retail adalah mengelola product assortment, dimana dalam literatur disebut Buying And Merchandising.

Kita mulai yang paling dasar dan fokus yaitu mengelola varian produk (assortement) melalui pendekatan BUYING & MERCHANDISING.

Pengertian BUYING & MERCHANDISING

Adalah proses membeli dan kemudian dijual kembali kepada konsumen. Membeli dalam jumlah banyak kemudian dijual persatuan (ecer) ke konsumen.

Ada kaidah kaidah baku yang wajib kita ketahui bersama untuk menjalankan BUYING & MERCHANDISING yaitu yg sering disebut dengan 5 Right (5 R),

  1. Merchandise yang tepat barang (Right Merchandise)
  2. Merchandise yang tepat harga (Right Price)
  3. Merchandise yang tepat tempat (Right Place)
  4. Merchandise yang tepat jumlah (Right Quantity)
  5. Merchandise yang tepat waktu (Right Time)

Merchandise yang tepat barang (Right Merchandise)

Artinya barang yang dijual di toko haruslah mencerminkan apa yang sebenarnya di butuhkan konsumen. Ini adalah prinsip yang paling dasar, menjual sesuai dengan apa yang dibutuhkan konsumen. Pengalaman penulis dalam membedah toko retail modern banyak bagian pembelian yang kurang mencermati hal, kebanyakan justru terbuai rayuan pemasok (supplier/ vendor) sehingga yang kurang diperlukan bisa terpajang di rak swalayan. Bagaimana cara menerapkan apa yang dijual supaya sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen?

  1. Pelajari apa yang dijual toko pesaing. Buatlah rencana kunjungan ke toko pesaing (ambil toko yang banyak dikunjungi konsumen). Amati dan diingat ingat apa saja produk yang mereka jual, jika perlu lakukan tanya jawab ke pramuniaganya seberapa jauh tingkat laku atas produk-produk itu. Semuanya bisa berjalan lancar kalau dalam kunjungan ke toko pesaing kita melakukan penyamaran dengan baik. Jangan lupa dalam rangka survey ke toko pesaing lakukan surveynya secara terstruktur artinya apa yang akan di survey sesuai dengan rencana awal, contoh minggu ini yang akan disurvey di toko pesaing “A” adalah kategori produk hair care, baby diapers dan kin w Kategori produk yang akan di survey pun jangan terlalu banyak. Lakukan jadwal survey minggu depannya dengan kategori produk yang berbeda. Survey juga harga jual yang dilakukan oleh toko pesaing.
  2. Bacalah dan pelajari jurnal retail yang diterbitkan oleh lembaga independen seperti AC Nielse Pada jurnal ini banyak dimuat tentang konsistensi konsumen, sehingga pelaku bisnis retail dapat memahami psikologis, sosiologis dan selera konsumen.
  3. Lakukan analisa penjualan. Pelaku bisnis retail modern seharusnya sudah menggunakan software program yang banyak di jual di pasaran. Dari program software itu bisa menampilkan banyak laporan, antara lain laporan penjualan harian, laporan penjualan mingguan ataupun laporan penjualan bulanan (Temukan tips sukses aplikasi software akunting di sini). Lakukan telaah lebih detail, kemudian lakukan sorting dengan menggunakan kaidah pareto, sehingga para pelaku bisnis retail bisa mengetahui potret penjualan yang ada di tokonya masing-masing. Mana yang menyokong back bone (tulang punggung) penjualan mana yg reguler semuanya bisa diketahui dengan rinci.
  4. Amati iklan-iklan produk konsumsi yang sering muncul di siaran iklan TV. Semakin sering muncul di TV produk produk itu tentunya akan mudah masuk di ruang psikologis konsumen. Jangan abaikan ini dan sebagai pelaku bisnis retail untuk segera menyediakan barang itu ada pada rak toko, supaya konsumen yang mencari produk itu semakin cepat terpuaskan.
  5. Tanggap terhadap apa yang dicari konsumen. Sederhananya kalau ada konsumen lagi belanja di toko kemudian mencari barang dan tidak menemukan, cobalah sebagai pelaku bisnis retail untuk menanyakan sekaligus melakukan wawancara ringan tentang produk yang ada dan apa yang masih kurang, dst.

Merchandise yang tepat harga (Right Price)

Artinya barang yang dijual di toko haruslah mencerminkan harga yang pas untuk ukuran konsumen. Tentu kata harga yang pas disesuaikan dengan kondisi psikologis konsumen. Disini kita mengenal istilah sensitif item, major item & unique item. Untuk produk yang sensitif harus berani head to head dengan pesaing. Untuk produk yang dalam kelompok major item kita kelola sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan margin yang optimal. Sedangkan untuk kelompok unique item, margin bisa kita optimalkan. Cara memilah kelompok sensitif item, major item dan uniq item adalah dengan menggunakan laporan penjualan bulanan, lakukan ranking berdasar nilai penjualannya (dalam Rp), dan buatlah prosentase kumulatifnya. Ambil prosentasenya, katakan 20% nya kita basis kan sebagai kelompok sensitif item lakukan perbandingan harga dengan toko pesaing, ambil langkah head to head (atau berani lebih murah) dalam menetapkan harga jualnya. Sedang untuk major item yang akan kita kelola margin profit nya bisa dimekarkan sampai pada level 80% kumulatif penjualan (dalam Rp), disini strategi penetapan harga jualnya variatif dari yang sama dengan harga pesaing sampai pada prosentase margin yang lebih dibanding toko pesaing. Jangan lupa penetapan harga jual ini harus dievaluasi secara komprehensif supaya perolehan margin secara keseluruhan tidak terjun bebas, sehingga dapat dikelompokkan menjadi 5 langkah sebagai berikut:

  1. Sebaiknya dipisah untuk kategori sensitif item; major item dan unique item.
  2. Kelompok Sensitif item diupayakan dibawah toko pesaing.
  3. Kelompok Major item kelola by data sehingga bisa menghasilkan margin optimal.
  4. Untuk produk kelompok Unik (yg jarang dimiliki pesaing) berani lebih tinggi harga jualnya.
  5. Selalu di review kembali (by data) komposisi margin yang telah dicapai (dibanding target margin).

Merchandise yang tepat tempat (Right Place)

Artinya barang yang dijual di toko haruslah mempertimbangkan tata letak dan tampilan pemajangan. Secara emosional pemajangan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap penjualan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Memahami dasar dasar pemajangan.
  2. Perlunya mengetahui dukungan POP (point of purchase) supaya lebih eye catching.
  3. Mengetahui tentang jenis-jenis display (floor display; end gondola display; dancing display, dsb)
  4. Memahami kategori produk vs jenis display yang cocok.
  5. Memahami tata letak (layout) toko yang harmonis.

Merchandise yang Tepat Jumlah (Right Quantity)

Artinya pelaku bisnis retail haruslah menyediakan barang dagangan dengan jumlah persediaan yang pas, tidak berlebih dan tidak miskin persediaan. Pendekatannya dengan metode matematika kuantitatif disertai software program retail yang baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Saldo rata rata.
  2. Perputaran barang (Turnover/ Stockturn) & target turnover
  3. Target penjualan
  4. Budget pembelian barang dagangan.
  5. Standing Order (jika diperlukan)
  6. Masa tenggang pengiriman.
  7. Tingkat service level dari vendor/ pemasok

Peranan dari merchandise yang tepat jumlah memegang peranan yang sangat vital dalam aktivitas bisnis eceran, secara keseluruhan investasi yang terbesar berasal dari barang dagangan dan oleh karena itu kelolalah. Hal ini justru jarang dimengerti oleh pelaku bisnis retail. Mari kita simak apa yang dakatakan oleh Robert J. Minichiello ;

At the heart of merchandising is merchandise, that which is bought and sold. For many retailer, it represents the major investment. Store are ofter rented and many major items of equipment-computers, point of sales terminal, vihicles may leased. But merchandise, once acquired, is owned. It becomes inventory. Retailer strive to mange well their investment in inventory.

Manfaat yang diperoleh ketika pelaku bisnis retail bisa mengelola persediaaan dengan baik ;

  1. Bisa mengurangi biaya pergudangan
  2. Mengurangi beban retur barang yang tidak perlu.
  • Barang yang diterima dari vendor/ pemasok dalam kondisi up-to-date.
  1. Menyehatkan keuangan perusahaan
  2. Mempercepat ROI (Return On Ivestment).

Merchandise yang tepat waktu (Right Time)

Prinsipnya barang yang diperlukan konsumen haruslah (selalu) tersedia. Pertanyaannya, “apa bisa?”. Selama kita punya navigasi yang baik, kita akan mampu mengendalikan supaya barang yang sudah sesuai dengan assortment tetap selalu tersedia di rak/ shelving. Navigasi yang pertama adalah menjalankan merchandise yang tepat jumlah dengan komitmen penuh. Selalu pelajari laporan penjualan harian, penjualan mingguan dan penjualan bulanan. Silahkan plotting kelompok yang masuk sensitif item, major item dan unique item. Berikan tanda tertentu pada price tag pada shelving dan komunikasikan pada kepala toko supaya apa yang sdh disepakati bersama untuk bisa dijaga dan dijalankan dengan penuh komitmen.

Pada akhirnya, pengelolaan assortment yang ada di toko tentunya akan membuahkan hasil optimal dengan menggunakan pendekatan strategi BUYING & MERCHANDISING dengan basis 5R (Right Merchandise; Right Price; Right Place; Right Quantity dan Right Time). Pendekatan BUYING & MERCHANDISING harus juga menyertakan Program Pengendalian Biaya dan Program Pengendalian Kehilangan. Tiga serangkai inilah yang penulis namakan “3 PRINSIP DASAR KONTROL KEUNTUNGAN” sebagai landasan baku menjalakan bisnis retail modern sehingga bisa mencetak keuntungan bagi para pemilik usaha ritel modern.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila masih memiliki hal-hal yang kurang dipahami maka dapat menghubungi kami di 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com (Agus Widodo).

GD Star Rating
loading...

Post sebelumnya «